Pemerintah, Politik, West Papua

Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Pelanggaran akan mengadakan Aksi damai Menuntut;Menolak Pembangunan Mako Bromob di Wamena dan Copot Kapolda papua dan Kapolres Nabire”

Image result for irjen waterpau
Foto:Apel pagi di Mapolda Papua,Kapolda Menegaskan harus bangun mako bromob.(Srch)

MALANG,(LBRM).-19 Tahun pasca Reformasi,situasi kekerasan terhadap Hak Asasi Manusia Papua sama sekali tak berubah. Pendekatan kekerasan oleh Negara makin membudaya di Papua,pos-pos militer makin banyak bahkan juga rencana pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob di Wamena, setelah adanya Polda Papua Barat.

Penolakan terhadap pembangunan Mako Brimob sudah bergulir sejak 2015 hingga kemarin.Senin 30 januari 2017 pada apel pagi di Mapolda papua kapolda menegaskan degan tegas Harus bangun Mako Brimob di papua.”Penolakan pembangunan Mako Brimob di Wamena ini,menurut rakyat Papua karena tanpa tujuan yang jelas.”

Rakyat Papua menganggap bahwa Brimob adalah salah satu masalah keamanan di Papua. Penambahan aparat di Papua,khususnya wamena sama artinya dengan peningkatan kekerasan,menamba suasa teror dan potensi pelaggaran HAM dll diatas tanah Papua.Juga karena Papua tidak sedang berstatus “Wilayah Keamanan khusus”.

Pembangunan Mako Brimob diduga akan menciptakan perampasan tanah adat serta menambah potensi impunitas.Pendekatan militeristik di Papua sudah seharusnya di rubah Jakarta,tidak lagi menggunakan pendekatan militer untuk menyelesaikan semua persoalan di Papua.Pembangunan Mako Brimob merupakan implementasi pendekatan militeristik yang sangat keliru.

Masyarakat asli Wamena melalui wakil-wakilnya terus menyuarakan penolakan atas pembangunan Mako Brimob.Dan akan lebih baik lagi anggaran untuk pembangunan Mako Brimob di Wamena dinilai lebih tepat sasaran bila dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan personil Brimob. Pendekatan kekerasan oleh Negara melalui aparat keamanan, dalam hal ini TNI/POLRI yang terus menyebabkan situasi ketidakpercayaan rakyat Papua terhadap pemerintah. Seperti halnya pada bulan Desember 2016 – Januari 2017 ini, masyarakat Papua di Dogiyai merasa sangat tertekan dengan keberadaan dan sikap aparat yang melakukan sweeping liar (Berlebihan) dan sempat melakukan aksi protes.

Dimana dalam sweeping tersebut pihak aparat melakukan aksi yang terkesan aneh diantaranya;Melarang masyarakat berkumis panjang serta membawa pisau dan parang. Padahal masyakat membutuhkan alat itu, untuk berkebun sebagaimana masyarakat Papua pada umumnya sebagai peramu dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Demikian juga dengan pembungkaman ruang demokrasi di Tanah Papua yang makin masif, hal ini dapat kita lihat pada tahun 2016. LBH Jakarta merilis penangkapan selama April – Juni 2016 2000-an orang ditangkap ketika sedang melakukan penyampaian pendapat dimuka umum.

Tak hanya itu fase Juli – Oktober 2016,4000 orang Papua ditangkap juga saat aksi unjuk rasa. Berikut kekerasan yang terjadi selama 2016, Melihat situasi ini Mahasiswa dan masyarakat Papua Peduli Pelanggaran HAM dan Kekerasan di Tanah Papua akan mengadakan aksi damai dengan tuntutan:

  1. Rakyat Papua sama sekali tak membutuhkan Markas Brimob di Wamena
  2. Kapolri segera mencopot Kapolda Papua, sebab ruang demokrasi di Papua makin menggenaskan.
  3. Kapolri Segera mencopot Kapolres Nabire yang telah menyebabkan keresahan terhadap masyarakat di Dogiyai, Papua.

Aksi damai akan dilaksanakan pada hari jumat tanggal 17 Februari 2017 besok.Sasaran aksi di Mabes Pol-RI.Seruan aksi akan menyusul.Jakarta, 17 Februari 2017

Demikian press rilis tuntutan mahasiswa dan masyarakat peduli pelanggaran HAM diseantero West Papua,sangat diharapkan reaksi (Support) dari semua elemen guna mempercepat proses menyelesaian permasalahan pelanggaran Ham dll  Tanah Papua.

Salam Demokrasi dan Kemanusiaan…

Kontak Person : Musa Haluk – 081219204160,Imanuel Wetipo -081281196519

Advertisements
Pemerintah

Langkah-langkah untuk Berhenti Merokok

Langkah-langkah untuk Berhenti Merokok 

LimbarUP.Com- Anda sudah memutuskan untuk berhenti merokok? Selamat! Kini, Anda akan melalui tahapan yang mungkin lebih sulit dan menantang: mempertahankannya. Berikut adalah langkah-langkah penting yang perlu diperhatikan sebelum dan setelah berhenti merokok:

Persiapan menjelang hari berhenti merokok

  • Tetapkan tanggal untuk berhenti merokok

Jika memungkinkan, rencanakan bersama teman untuk berhenti merokok bersama. Jangan pilih tanggal terlalu lama karena akan membuat Anda semakin menunda-nunda.

  • Perhatikan kapan dan mengapa Anda merokok

Cobalah untuk menemukan hal-hal dalam kehidupan Anda sehari-hari kapan dan saat sedang apa Anda merokok (misalnya saat minum kopi atau saat sedang menyetir).

  • Ubahlah rutinitas merokok

Simpanlah rokok Anda di tempat yang berbeda. Merokoklah dengan tangan yang berbeda. Jangan lakukan hal lain saat Anda sedang merokok. Berpikirlah apa yang Anda rasakan saat sedang merokok.

  • Ketika Anda ingin merokok, tunggu beberapa menit

Cobalah berpikir melakukan sesuatu ketimbang merokok. Semisal makan permen karet atau minum segelas air.

  • Belilah 1 bungkus rokok saja satu waktu

Gantilah dengan merk rokok yang tidak Anda sukai.

  • Buang semua rokok Anda. Singkirkan jauh-jauh asbak Anda.
  • Gantilah ritual pagi Anda. Jika Anda biasa makan pagi, jangan makan di tempat yang sama misalnya di meja makan. Buat diri Anda sibuk.
  • Ketika ada keinginan untuk merokok, lakukan hal lain.
  • Bawalah benda-benda untuk diletakkan di mulut semisal permen karet, permen atau tusuk gigi.
  • Hadiahi diri Anda di akhir hari karena berhasil tidak merokok sama sekali.
  • Beritahu teman dan anggota keluarga mengenai keputusan Anda berhenti merokok dan minta dukungan dari mereka.

Tetaplah berhenti merokok

  • Konsekuensi yang mungkin Anda alami dari berhenti merokok seperti gelisah, sulit berkonsentrasi, nafsu makan meningkat dan tentu saja keinginan untuk kembali merokok. Jadi jika Anda menjadi mudah marah atau sulit konsentrasi atau mudah mengantuk, jangan khawatir karena semua perasaan itu akan hilang dengan sendirinya.
  • Cobalah untuk berolahraga. Misalnya pergi berjalan-jalan, bersepeda, berenang, yoga atau pilates.
  • Pikirkan hal positif tentang berhenti merokok. Misalnya, pikirkan perasaan bagaimana Anda akan menyukai diri Anda sendiri karena bukan lagi seorang perokok, manfaat kesehatan bagi diri Anda dan lingkungan sekitar, Anda akan menjadi contoh yang baik bagi orang sekitar.
  • Jika Anda merasa sedang tegang atau stres, cobalah untuk tetap sibuk dan berpikir bahwa rokok tidak akan membuat segalanya menjadi lebih baik dan lakukan hal lainnya.
  • Makan dengan porsi yang teratur karena perasaan lapar sering kali disalahartikan menjadi keinginan untuk merokok.
  • Cobalah masukkan uang yang Anda biasanya habiskan saat ingin membeli rokok ke celengan. Anda akan terkejut melihat kumpulan uangnya nanti.
  • Biarkan orang-orang tahu bahwa Anda harus berhenti merokok seterusnya. Anda akan melihat bagaimana orang sekitar Anda akan mendukung Anda. Teman-teman Anda yang perokok tentu juga akan penasaran bagaimana Anda bisa berhenti merokok dan Anda akan menjadi contoh yang baik.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini,datangi langsung dokter terkait atau silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com langsung.

Sumber:Klikdokter.com

Masyarakat, Pemerintah, Umum

AMP JOGYA SUPPORT ULWP BECOME A MEMBER OF GROUPS MELANESIAN SPEARHEAD (MSG)

YOGYAKARTA,LBRM-peaceful protest Papua Student Alliance (AMP) committee of the city of Yogyakarta, Supports attitude Clumps Melanesian Countries to Make West Papua Melanesian Spearhead Member Groups (MSG). And Urge Indonesia to Provide Open Space of Democracy and Rights of Self-Determination as a Democratic Solution for the People of Papua, as well as condemn the brutal act of Indonesian Military (TNI-police) that peaceful protests were violently dispersed by KNPB kordinir today Papuans in Jayapura West Papua .

It is delivered by a general coordinator (Kordum) peaceful protest, Mika B. Okomodi on Monday, June 10, 2013. Mikcal Also read the statement, the Melanesian Spearhead Implementation Groups (MSG) Summit in mid-June in the city of Noumea, New Caledonia (New Caledonia), one of the discussion is the proposal West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) to ask a member of West Papua MSG.

WPNCL which constitutes the Papuan independence movement diplomacy in the Pacific region have lobbied diplomacy in several clumps Melanesian countries such as Vanuatu, Fiji, Solomon Islands and Kanaky. Diplomacy WPNCL Pacific region represents an advance, which will be the topic of Papua issue of discussion in the MSG Summit this time.

Melanesian Spearhead Group (MSG) was formed based on “Agreed Principles of Cooperation Among Independent States of Melanesia”, signed in Port Vila on March 14, 1988. MSG consists of Fiji, childhood Front de liberation nationale et Socialiste (FLNKS) New Caledonia, Papua New Guinea, Solomon Islands, and Vanuatu.

MSG is a bilateral forum clumps Melanesian countries, considers the issue a matter of neighbor clumps Papua Melanesia under the Indonesian colony.
So, this time the MSG Summit in New Caledonia will make the Papua issue as a topic in addition to other issues that exist south pacific region.

Then the action of walking safely to completion. Indoenesia military convoy despite tight by Army and Police, both complete and Pakian pakian Ordinary (Thugs). (Andy G)

Pemerintah, Politik, West Papua

Ini Tokoh Papua yang dibunuh pada Hari Pahlawan indonesia

Berikut profil salahsatu tokoh bangsa Papua yang dibunuh militer pada hari pahlawan indonesia 10 November.

Nama: Dortheys Hiyo Eluay
Lahir: 3 November 1937
Sereh, Sentani, Jayapura
Meninggal 10 November 2001
Jayapura
Sebab meninggal Pembunuhan militer
Kota asal Sentani

Dortheys Hiyo Eluay (lahir di Sereh, Sentani, Jayapura, 3 November 1937 – meninggal di Muara Tami, Jayapura, 10 November 2001 pada umur 64 tahun) adalah mantan ketua Presidium Dewan Papua (PDP), yang didirikan oleh mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid sebagai perwujudan daripada status otonomi istimewa yang diberikan kepada provinsi Papua.

Pendidikan dan Awal Hidup

Eluay dididik di sekolah dasar lanjutan (Jongensvervolgschool) di Yoka, pada masa penjajahan Belanda. Dia mempelajari meteorologi dan lalu bekerja sebagai asisten ahli meteorologi di Badan Metereologi dan Geofisika Pemerintah Hindia Belanda. Keluarganya merupakan kepala adat (ondoafi) di Kampung Sereh. Eluay sendiri kemudian menjadi ondoafi berkat pendidikannya yang lumayan tinggi.

Setelah Belanda melepaskan kekuasaan pada tahun dia lalu membuat istri baru tp orang paniai yang bernama Salomina Pigome saudara dari bapak yereminus pigome.1963, Theys membantu TNI dalam memilih orang-orang yang dianggap pro-Belanda dan memprotes integrasi dengan Indonesia agar kemudian dibunuh. Ia merupakan salah satu dari 1.000 orang yang terpilih dalam Dewan Musyawarah Penentuan Pendapat Rakyat, yang mengikuti pemungutan suara untuk integrasi dengan Indonesia pada tahun 1969. Dia berkampanye untuk bergabung dengan Indonesia. Pada tahun 1971, Theys bergabung ke Partai Kristen Indonesia dan masuk ke parlemen.

Karier Politik

Tahun 1977, Theys pindah ke Golkar. Ia menjadi anggota DPRD I Irian Jaya hingga tahun 1992. Dalam pemilu berikutnya ia tidak dicalonkan lagi sehingga ia kecewa, dan bersuara lantang terhadap Jakarta. Tahun 1992, dibentuk Lembaga Musyawarah Adat (LMA) yang menyatukan 250 suku Papua. Theys terpilih dan dinobatkan selaku Pemimpin Besar LMA Papua. Ia kemudian menobatkan diri jadi Pemimpin Besar Dewan Papua Merdeka.

Pada 1 Desember 1999, Theys mencetuskan dekret Papua Merdeka serta mengibarkan bendera Bintang Kejora. Lalu pada Mei-Juni 2000, ia mengadakan Kongres Nasional II Rakyat Papua Barat, yang lalu dikenal sebagai Kongres Rakyat Papua, Jayapura. Dalam kongres itu, Theys terpilih sebagai Ketua PDP.

Konon ada beberapa faksi dalam Tentara Nasional Indonesia yang kurang suka akan adanya PDP ini sebab mereka takut bahwa hal ini akan menuju lepasnya Papua dari pangkuan NKRI. Lalu di bawah pemerintahan Megawati Sukarnoputri otonomi khusus ini harus dicabut kembali dan ada tuduhan bahwa PDP dihalang-halangi oleh oknum-oknum militer.

Kematian

Pada tanggal 10 November 2001, Theys Hiyo Eluay diculik dan lalu ditemukan sudah terbunuh di mobilnya di sekitar Jayapura. Menurut penyidikan Jenderal I Made Mangku Pastika, yang juga memimpin penyidikan peristiwa Bom Bali 2002, ternyata pembunuhan ini dilakukan oleh oknum-oknum Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Beberapa anggotanya, antara lain Letkol Hartomo, dipecat secara tidak terhormat. Dunia Internasional mengecam pembunuhan Eluay ini.

Eluay akhirnya dimakamkan di sebuah gelanggang olahraga di tempat kelahirannya Sentani pada sebuah tanah ada yang sudah diwakafkan oleh para tetua suku. Pemakamannya dihadiri kurang lebih 10.000 orang Papua. Pada jalan raya antara Jayapura dan Sentani sebuah monumen kecil didirikan untuk mengenang pembunuhan ini.

Sumber: Wikipedia | www.anginselatan.com

Masyarakat, Pemerintah, Politik

Papua Jadi Bahasan Utama Indonesia dan Australia di Bali

036b6874-6e45-4e17-b60a-eff59ccd91a7
Unjuk rasa Mahasiswa Papua,Persoalan Papua akan dibahas bersama oleh Indonesia dan Australia (Foto:CNN Indonesia)

Jakarta,LBR— Persoalan Papua akan menjadi pembahasan utama Indonesia dan Australia dalam forum 2+2 antarkedua negara di Bali. Dialog 2+2 yang bertujuan untuk mempererat kerja sama kedua negara ini melibatkan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan masing-masing negara.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pada forum itu ia akan menyoroti ‘tangan-tangan’ negara lain yang mencampuri urusan Papua.

“Saya sampaikan kepada Australia, menegur saja, saya sudah bilang dari awal, saya tidak pernah ikut campur urusan negara lain. Negara lain juga tidak perlu ikut campur urusan kita (Indonesia),” kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (27/10).

Papua sempat menjadi sorotan dunia dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa September lalu, saat enam kepala negara Pasifik mempertanyakan kasus-kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terus terjadi di wilayah paling timur Indonesia itu.

Mereka yang mengkritisi persoalan HAM di Papua ialah kepala negara Kepulauan Solomon, Republik Vanuatu, Republik Nauru, Republik Kepulauan Marshall, Kerajaan Tonga, dan Tuvalu.

Itu kali pertama Papua dibahas di PBB setelah 1969, yang berakhir dengan penyerahan Papua secara resmi kepada Indonesia setelah Penentuan Pendapat Rakyat menghasilkan bergabungnya Papua dengan Indonesia.

Selain soal Papua, Indonesia juga akan mengangkat topik Laut China Selatan. Indonesia dan Australia akan bersama-sama menyuarakan kepada negara-negara di sekitar Laut China Selatan untuk meredam ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan.

Topik terorisme juga tak akan luput dibahas. Ryamizard tak menampik kemungkinan kerja sama antara Indonesia dan Australia untuk memerangi ISIS, terutama untuk mengantisipasi simpatisan ISIS yang kembali ke negara masing-masing dari Suriah.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto sebelumnya mengatakan, Australia siap membantu Indonesia memerangi terorisme. Hal itu ia sampaikan usai bertemu Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop kemarin .

Pertemuan 2+2 antara Indonesia dan Australia kali ini merupakan yang keempat. Pertemuan pertama digelar di Canberra pada 2012, pertemuan kedua di Jakarta pada Desember 2013, dan pertemuan ketiga di Sydney pada Desember 2015.

Rabu (26/10), Wiranto mengakui pemerintah belum menuntaskan penyelesaian sejumlah kasus pelanggaran hak asasi manusia di Papua. Oleh sebab itu ia memperpanjang masa kerja Tim Terpadu Penyelesaian Dugaan Pelanggaran HAM Papua hingga setahun ke depan.

“Ya belum selesai, masak (kerja tim) dihentikan. Targetnya sampai (kasus) selesai,” kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam.

Matius Murib (kanan), anggota Tim Terpadu Penyelesaian Dugaan Pelanggaran HAM di Papua. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)

Tim Terpadu Penyelesaian Dugaan Pelanggaran HAM Papua dibentuk pada Mei 2016 semasa Menko Polhukam dijabat Luhut Binsar Pandjaitan. Tim yang diketuai Profesor Seno Aji tersebut seharusnya berakhir dua hari lalu, Selasa (25/10). Namun mereka pun merasa perlu melanjutkan pekerjaan setidaknya sampai setahun lagi.

Tim Terpadu Penyelesaian Dugaan Pelanggaran HAM Papua yang bekerja di bawah koordinasi Kemenko Polhukam itu bertugas menghimpun data, informasi, dan menganalisis sejumlah kasus pelanggaran HAM di Papua. Laporan tim akan diserahkan kepada Presiden.

Matius Murib, aktivis HAM Papua yang menjadi anggota tim terpadu, mengatakan selama ini tim belum memberikan hasil nyata. Mereka lebih banyak menggelar rapat koordinasi untuk mendengar perkembangan penyelidikan tiap kasus, termasuk penjelasan dari institusi terkait seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Meski demikian, tim menyatakan telah membuat kriteria pelanggaran HAM secara transparan, terukur, dan tidak berpihak. Dari parameter itu, tim menyimpulkan terdapat 13 kasus di Papua yang masuk daftar pelanggaran HAM. Tiga kasus di antaranya digolongkan sebagai pelanggaran berat HAM, yakni Peristiwa Wasior pada 2001, Peristiwa Wamena pada 2003, dan Peristiwa Paniai 2014.

Ketiga kasus tersebut dinyatakan sudah selesai penyelidikannya dan sudah memiliki bukti hukum. Bahkan, berkas kasus telah diserahkan kepada Kejaksaan Agung.

Namun terdapat perbedaan pendapat antara Komnas HAM dengan Kejaksaan Agung. Komnas HAM menginginkan agar kasus tersebut dibawa ke pengadilan dengan menggunakan UU Pengadilan HAM, sedangkan Kejaksaan Agung ingin proses pengadilan berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) biasa.

Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Papua juga mendesak agar 10 kasus lainnya diselesaikan lewat jalur hukum dan politik. Tim meminta Kejaksaan Agung mempercepat proses hukum kasus-kasus itu dan segera melakukan gelar perkara.

“Lakukan penegakan hukum sesuai sistem yang berlaku, dan upayakan langkah politik lewat DPR RI untuk menetapkan apakah kasus-kasus yang terjadi sebelum tahun 2000 masuk kategori pelanggaran HAM atau kriminal biasa,” kata Matius.

 Sumber:CNN Indonesia
Kepemimpinan, Pemerintah

KAUM INTELEKTUAL DAERAH DIAM SAMA DENGAN MATI

pemimpin

Selamat berjumpa kembali teman-teman  intelektual papua.saya bukan orang politik,pemerintahan bukan juga mereka yang haus perhatian atau takta bahkan wanita sekalipun.

 

Mungkin ini mimpi buruk bagi saya di siang hari….

“Tentang kepemimpinan di daerah papua oleh orang Non-Papua (pendatang) hingga saat ini”

Pertanyaan saya bagaimana bisa putra/putri asli/daerah (intelektual) dapat berDIAM diri.???

Oke kita langsung saja pada contoh kasus Kab.jayawijaya,Wamena Pemimpin  Jhon Wempi wetipo dan Jhon R.banua.

Lanjut dari pertanyaan saya diatas bahwa bagaimana bisa tanpa seijin dan pamit (ada orang asing sebut saja begitu)  yang mau memimpin lembah baliem.Wamena,memang tidak ada orang asli atau anak putera daerah K atau masih mau berdiri diatas didikan orang lain.

Hai…teman-teman intelektual penerus lembah baliem (wamena), masihkah kau ingin beri mereka menghisap habis madu dan susu yang kaya itu dan melihat semua isi dari honai istana  sebagai jati dirimu di lihat dan di injak oleh orang lain. Maju pegang kandali jayawijawa lembah balim milik atau tergantyng pada intelektual  mudah  putra-putri lembah baliem.

Kasus diatas adalah Kepemimpinan Bupati jayawijaya Jhon wempi wetipo dengan wakilnya Jhon banua(-) dan masih banyak lagi pemimpin di papua pada kelas terdepan yang bukan orang asli papua.

Mengingat dampak yang dapat berakibat buruk khususnya untuk generasi mendatang,maka sangat perlulah para putra/putri intelektual khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan untuk berbicara bahkan melakukan upaya-upaya demi daerah tercinta.

Keinginan rakyat semestinya menjadi motivasi untuk para intelektual daerah bergerak pasti tentunya perlu dikuatkan dengan sebuah rujukan hukum yang dapat menguatkan keinginan rakyat terkait dengan ini maka jika kita melihat UU No 21 Tahun 2001, maka yang diatur dalam  Pasal 12 yang berbunyi “Yang dapat dipilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Warga Negara Republik Indonesia dengan syarat-syarat; a.Orang Asli Papua; b……..dst.

Dengan rujukan ini jelas bahwa yang dapat pimpinan daerah orang asli papua adalah hanyalah Gubernur dan Wakil Gubernur sementara yang lainnya adalah bebas artinya orang yang bukan asli papua juga boleh menjadi Bupati atau wakil bupati sampai dengan kepala kampung sehingga, saya fikir hal ini sudah tidak benar dan perlu ada revisi mengingat era semakin berubah hingga reformasi saat ini.Anak-anak putra/i asli daerah semakin banyak yg pintar-pintar dan sarjana serta memiliki jiwa figur yang dapat memimpin daeranya sendiri.

Kita harus jujur OTSUS juga telah menimbulkan sikab ego kedaerahan yang berlebihan di Papua, yang sama sekali tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan termasuk UU No. 21 Tahun 2001, namun sebenarnya sengaja diciptakan oleh oknum tertentu bukan rakyat mayoritas, seperti contohnya adalah adanya kata-kata yang harus menjadi pejabat di Paniai adalah orang paniai, yang lain tidak boleh, Hal ini bertolak belakang dengan pandangan rakyat umumnya, karena sesungguhnya orang papua adalah masyarakat yang selalu melihat apa yang kita lakukan untuk mereka, jika kita lakukan yang terbaik mereka akan menyayangi kita dan lebih memilih dan membela kita ketimbang saudara sedaerahnya yang kerjanya tidak pro rakyat.Meski hal tersebut seperti menjadi jembatan untul orang non-papua untuk memimpin daerah kita tapi saya fikir tetap saja bahwa harus anak putera yg mempin di kursi 1 dan 2 karna tetap saja ke logika paling dasar bahwa anak putera daerah tentunya dia ada keprihatianan dan kesedihan baik itu batin tersendiri untuk mengubah daerah tempat kelahirannya dengan sepenu hdengdan serius dibanding dengan pendatang.berbicara pendatang tentulah kembali ke logika dasar pula bahwa ‘Tujuan mereka di sana atau kesana buat apa jika bukan mencari uang atau nafka’mengenai gaya kepemimpin yg terkesan baik dan jujur itu hanyalah pencitraan yg di aturnya untuk mendapatkan hati dan simpati rakyat,coba anda memimpin daerah lain pasti akan paham hal itu.Jadi memang semestinya kepala kampung harus anak putera daerah Hal ini tentunya sama dengan dengan atau berlaku untuk semua Pimpinan Daerah baik itu Bupati, Kepala Distrik dan Kepala Kampung.

Sekali melakangkah harus tetap berada di garis depan jagan mau di intervensi, jagan mau dipimpin oleh orang lain yang jelas notabenya bukanganak putera daerah. Jagan biarkan orang bukan asli daerah atau kota memimpin daerah kita.

ini bukan masalah HARTA, bukan TAKTA, dan bukan pulah WANITA melainkan jati diri anak putra daerah.

Salam……….w w

Masyarakat, Pemerintah, Pendidikan, Politik

ISBI Papua Harus Angkat Ikon Budaya Papua

10wairon.jpg
Perahu wairon tampil dalam karnaval Word Culture Forum di bali dua pekan lalu-Dok.jubi

 

JAYAPURA,LBR– Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Papua mendapatkan kesempatan ikut karnaval dalam rangkaian World Culture Forum  yang berlangsung di Bali pada tanggal 10 sampai 14 Oktober lalu. Kesempatan ini sangat disyukuri oleh dosen dan mahasiswa ISBI.
“Kami bersyukur karena kampus ISBI Tanah Papua mendapat sambutan meriah dari turis manca negara dan kontingen lainnya. Kami juga diminta oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk tampil di salah satu museum dan menteri mengatakan akan datang ke kampus kami ISBI Tanah Papua,” kata Erik Rumbrawer, satu dari sekian dosen yang terlibat dalam karnaval tersebut.
Erik Rumbrawer juga salah satu pendesain kapal “Wairon” yang diikutkan dalam karnaval.
“Masih banyak nilai-nilai budaya orang asli Papua yang belum diangkat. Nenek moyang atau orang tua kita, mereka tinggalkan nilai-nilai budaya, agar generasi sekarang ini dapat mengenal budaya sendiri,” kata dosen jurusan Seni Rupa ini saat ditemui Jubi di Kampus ISBI, Waena, Selasa (25/10/2016).
Ia mencontohkan, banyak anak muda sekarang yang tidak tahu lagi rumah adat atau alat musik tradisional dari daerahnya masing-masing.
Erik mengatakan, ISBI Tanah Papua harus mengangkat ikon nilai-nilai budaya Papua
“Misalnya, saya diminta oleh rektor ISBI untuk mendesain satu perahu yaitu perahu “Wairon“. Dengan demikian, saya memperkenalkan perahu Wairon kepada banyak orang. Perahu itu adalah perahu dagang yang dulu di pakai oleh nenek moyang kita sampe ke Ternate, Raja Empat dan kepulauan yang ada di Indonesia. Mereka menjual rempah -rempah dan pala,” ujar Erik.
Rektor ISBI Papua, Prof. Dr. I Wayan Rai, S.MA saat di hubungi melalui telepon seluler mengatakan kontingen ISBI Papua sangat mencuri perhatian dalam karnaval yang diselenggarakan di daerah asalnya itu.
“Dalam kegiatan karnaval yang diikuti 16 negara itu ISBI Tanah Papua mendapat kesan yang sangat baik dari khalayak di sana dan dari peserta lainnya. Papua sangat mencuri perhatian ,” ungkapnya. (*)