Budaya, Umum, West Papua

Mahasiswa Papua Se-Jawa Dan Bali telah Ramaikan Panggung “Musik” Di Surabaya

Brosur papua soun 2017-2018.png
Steaker acara/konser (foto:Ist)

Surabaya,(LBR)–Tanggal 28 Januari 2017 kemarin,Mahasiswa Papua yang berada di wilayah se-jawa dan bali telah meramaikan malam hiburan yang disebut “Papua Sound” di Surabaya,Jawa Timur. 

Acara ini dilakukan dalam rangka pencarian dana untuk menyukseskan kegiatan Natal dan Seminar Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Se-Pegunungan Jayawijaya (IKB-PMPJ) (Kabupaten Jayawijaya, Lani Jaya-Jakarta, Mambramo Tengah, Yalimo dan Nduga) Se- Jawa dan Bali tahun 2017 yang akan diselenggarakan di Malang,nantinya.

Menurut Nelkinus Walela selaku ketua koordinator umum penyelenggara acara papua sound kota surabaya,Jumat, (27/01/2017).Menyatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk menyukseskan acara natal namun lebih dari itu juga bermaksud untuk meningkatkan minat dan bakat kawan-kawan Papua yang mempunyai hoby di bidang musik dan meningkatkan tali persaudaraan, kesatuan serta persatuan kita sebagai mahasiswa atau secara umum orang Papua melalui ivent ini.


Lanjutnya, adapun beberapa rangkaian kegiatan Papua Sound yang akan dipentaskan diantaranya: Akuistikan, Hip-Hop, Regea Performance, Karoke, Party, Minicafe dan Nobar.

Rangkaian kegiatan itu telah dilaksanakan pada hari Sabtu 28/01/2017 kemarin. bertempat di Asrama Kamasan III, Jln. Kalasan, Surabaya, dari Jam 18:00 hingga selesai jam 01:00 dengan tiket masuk sebesar Rp. 5.000 termasuk biaya parkir guna menjaga kelancaran dan kenyamanan kegiatan yang dimaksud.

Menurutnya kegiatan serupa akan terus diselenggarakan tiap bulan sekali karena kegiatan tersebut tidak hanya guna menyukseskan acara natal nanti, namun mengandung maksud positif dalam hal ini pengembangan diri sehingga kami juga minta dukungan dan partisipasi dari semua pihak,tandasnya.

Tutupnya “mengucapkan banyak terima kasih kepada semua rekan-rekan atau pada umumnya keluarga besar mahasiswa/i papua se-jawa dan bali yg telah datang dan ramaikan acara papua sound ini.”

Lanjut tutupnya Salam kompak,selamat malam keluarga besar OAP.Amolongoo,Nimaomee,Kinaonak,Amakanie,Koyaoo,Wiwaoo,Foy,Tabea,Acemo,Yepmum,Isakoto,Nare,wa wa….

Sumber     : http://www.kabarmapega.com

Editor        :Melqy s walela

Motivasi

10 PESAN BIJAK HIDUP

images (87).jpg

  1. “Saya tidak pernah menemui kegagalan dalam 10.000x percobaan saya menemukan lampu, yang saya temui adalah 10.000 bahan itu tidak cocok untuk dijadikan lampu” (Thomas Alfa Edison, penemu Lampu)

  2. Ada dua cara menghadapi kesulitan, mengubah kesulitan itu atau mengubah diri sendiri untuk menghadapinya.

  3. Ada yang paling baik bila dipelajari dalam keadaan tenang, namun ada pula yang memerlukan sedikit badai.

  4. Alkitab diberikan bukan untuk menambah pengetahuan kita melainkan untuk mengubah hidup kita.

  5. Allah hanya berbisik ketika kita dalam sukacita, Tetapi Dia akan berteriak ketika kita dalam penderitaan. Seringkali perlu keadaan yang menderita agar kita kembali memperhatikan Allah.

  6. Anda bisa belajar bagaimana merealisasikan kesuksesan dari kegagalan, sebab hampir tidak pernah ditemukan kesuksesan tanpa kegagalan.

  7. Anda dapat memutar mundur jam, namun Anda tidak dapat mengulangi waktu yang sudah terlewatkan.

  8. Anda tidak akan pernah meraih kesuksesan yang nyata kecuali anda mencintai pekerjaan yang sedang anda kerjakan.

  9. Apa yang engkau beri akan kembali engkau terima pada hidupmu.

  10. Apabila anda ingin membuat rancangan satu tahun, tanamlah jagung. Apabila anda ingin membuat rancangan sepuluh tahun, tanamlah pohon, Apabila anda ingin membuat rancangan seratus tahun, latih dan didiklah rakyat.

Selamat berkarya dengan kasih-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Teknologi

Perangkat Apple Jadi Merek Paling Berharga

029354700_1442812447-apple-store-logo-sign-2.jpg
LimbarUP.Com, California – Majalah Forbeslagi-lagi menobatkan Apple sebagai merek paling berharga di dunia. Merujuk pada informasi yang Tekno Liputan6.com kutip dari CNET, Jumat (13/5/2016), survei tersebut bermaksud mencari tahu merek dengan nilai termahal.
Hasil survei menyebutkan, Apple memiliki nilai valuasi US$154,1 miliar atau setara dengan Rp2.054 triliun.

Adapun kriteria yang dipakai untuk menentukan nilai sebuah merek adalah laba yang diterima perusahaan, harga, serta pentingnya merek dalam sebuah industri tertentu.

Untuk perangkat teknologi, sebuah merek tentunya sangat berarti. Menilik perangkat-perangkat Apple, diketahui para pengguna rela membayar harga lebih tinggi untuk bisa menggunakan produk Apple.

Tidak hanya itu, meski kini pertumbuhan perusahaan besutan Steve Jobs itu dikabarkan melambat, para konsumen masih menginginkan produk-produk Apple.

Lalu bagaimana dengan Android? Survei itu juga mengungkap, meski pengguna Android merupakan mayoritas, sistem operasi yang dikembangkan Google itu masih jauh dari Apple.

Tidak hanya menggaet segmen usia tertentu, Apple juga menyasar pengguna lintas generasi. Karena itu, berdasarkan survei terbaru di Amerika Serikat (AS), 75 persen anak-anak muda berharap ponsel mereka berikutnya adalah iPhone.

Meski begitu, tak semua negara sepertinya mengagumi merek Apple, salah satunya Tiongkok.

Selain Apple, survei juga menyebutkan Googlemerupakan merek kedua yang paling bernilai di dunia. Nilai valuasinya kini mencapai US$82,6 miliar atau sekira Rp1.101 triliun.

Angka ini meningkat 26 persen dibandingkan tahun 2015. Adapun nilai valuasi Apple hanya meningkat 6 persen dibandingkan tahun 2015. Posisi berikutnya diisi oleh Microsoft dan Facebook.

Sekadar informasi, selama Forbesmenyelenggarakan survei ini sejak 2010, Appleselalu menduduki peringkat pertama tiap tahunnya.

(Sumber:Liputan6.com)

Pemerintah, Pendidikan

Sekolah Asrama,Solusi di Kawasan Khusus

images (61).jpg
Prof.Dr.Muhajir Effendy,Drs.,M.AP Ketua Kemdikbud Indonesia

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membangun 140 sekolah berasrama di kawasan khusus.  Sekolah berasrama menjadi solusi bagi anak yang jarak rumah dengan sekolahnya sangat jauh.  Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Muhadjir mengatakan, nantinya siswa tidak perlu bolak-balik pulang, melainkan menginap di asrama yang fasilitasnya akan disediakan lengkap untuk menunjang pembelajaran. Rencananya, sekolah berasrama itu akan dibangun di Papua dan NTT dan menyusul ke daerah-daerah lainnya.

Muhadjir menjelaskan, sekolah berasrama di kawasan perbatasan ini akan bisa menerapkan sistem Full Day School (FDS) dengan lebih efektif. FDS di sekolah berasrama di kawasan khusus ini, lanjut Muhadjir, harus bertemakan NKRI agar rasa nasionalisme masyarakat di kawasan itu pun terbentuk maksimal.

Sementara, Senior Advisor for Knowledge Management and Communications Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) Indonesia Totok Amin Soefijanto menjelaskan, pembangunan sekolah berasrama ini merupakan kebijakan bagus. Pasalnya, dia memandang pemerintah selama ini belum memperhatikan akses pendidikan di kawasan 3T hingga perbatasan.

Totok menyampaikan, pemerintah jangan hanya bertumpu pada jumlah sekolah melainkan harus menjaga kualitas sistem belajar di sekolah berasrama itu sendiri, sebab sekolah berasrama ideal bagi keluarga yang tidak siap mendidik anak. Dengan sekolah berasrama maka pendidikan kejujuran, kerja keras hingga disiplin pun bisa diberikan.

Sumber:Koransindo

Masyarakat, Pemerintah, Pendidikan

Sulit Cari Pendidik, Memberamo Tengah Kontrak 50 Guru

 

6pegawak.jpg
Bupati Mamberami Tenggah Riky Ham Pagawak.-Foto:Jubi

Jayapura.LBRm–Bupati Mamberamo Tenggah (Mamteng) Riky Ham Pagawak mengeluhkan sulitnya mencari guru untuk mengajar di kabupatennya. Menurutnya, banyak guru yang sudah ditempatkan dan diangkat penjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), bahkan terus digaji, namun akhirnya kebanyakan berada di kota.

Kondisi seperti itu, katanya, menyebabkan tingkat pendidikan di daerah pegunungan Papua seperti di Mamberamo Tengah sangat menurun.
Pernyataan itu disampaikan bupati usai mengikuti ibadah penyambutan 50 guru kontrak di Kabupaten Mamberamo Tenggah bersama jemaat GIDI di Provinsi Papua di Aula STT-GIDI Sentani, Jayapura, Minggu, (9/10/2016).
Pemerintah pusat, kata Pagawak, sudah mengalokasikan cukup banyak penerimaan ASN bidang kependidikan untuk Mamteng, namun hanya sedikit yang mendaftar. Para pelamar umumya mencari tempat strategis.
“Akibatnya beberapa Sekolah Dasar (SD) diajar tiga sampai empat guru,  ini berdampak pada penyiapan SDM di Mamberamo Tenggah,” katanya.
Sebagai jalan keluar, Pemkab Mamberamo Tengah bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Cerdas mendatangkan 50 guru kontrak tahun ini. Guru-guru kontrak tersebut akan ditempatkan di sekolah-sekolah di lima distrik. Masing-masing 20 orang di Kobakma, 6 orang di Gambilus, 10 orang di Kelila, 7 orang di Ilugua, dan 7 orang di Erageyem.
Pemkab, katanya, akan memantau langsung kerja sama guru kontrak tersebut. Jika gurunya cukup akan dipertahankan dan jika masih dibutuhkan akan ditambah tahun berikutnya.
“Ini menjadi program prioritas, kalau sudah ditempatkan mereka tidak fokus, itu jelas akan berdampak pada kualitas pendidikan,” kata Ham Pagawak.
Ketua Yayasan Indonesia Cerdas, mengatakan Papua harus menjadi berkah untuk banyak orang dan berdaulat demi kemuliaan Tuhan. Sesuai visi Indonesia cerdas mencerdaskan, memberdayakan, dan yang paling utama yaitu membentengi iman amanat agung.
Menurutnya, Papua tidak membutuhkan uang, harta dan lainnya. Namun membutuhkan kasih manusia yang memanusiakan manusia Papua. (*)
Referensi, Umum

Makalah Pemakaian Tanda Baca dalam Karya Tulis Ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

          Setiap karya tulis ilmiah (makalah, skripsi, laporan penelitian) dan wacana tulis dinas (laporan kegiatan, laporan tugas dinas) menerapkan aturan-aturan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). EYD memberikan salah satu dari beberapa pedoman yang ada, yaitu penggunaan tanda baca. Pemakaian tanda baca menjadi bahasan yang sangat penting, karena setiap karya tulis ilmiah membutuhkan tanda baca.

            Kesalahan yang sangat fatal, apabila dalam suatu karya tulis ilmiah salah dalammemakai tanda baca. Masalah tersebut muncul akibat kurangnya memahami tanda baca dengan baik dan benar. Namun masalah tersebut dapat dikontrol agar tidak menjadi kesalahan yang berkelanjutan. Perlu diketahui, bahwa tanda baca dalam EYD ada beberapa macam, antara lain: (1) tanda titik (.), (2) tanda koma (,), (3) tanda titik koma (;), (4) tanda titik dua (:), (5) tanda hubung (-), (6) tanda tanya (?), (7) tanda seru (!), (8) tanda kurung (( )), (9) tanda garis miring (/), (10) tanda petik (“…”).

            Bahasa tulisan sebagai sebagai salah satu bentuk wacana yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya mensyaratkan seorang penulis untuk menguasai kaidah-kaidah bahasa, khususnya penggunaan EYD. Karena dengan pengusaaan terhadap kaidah EYD, dapat dipastikan pesan informasi yang disampaikan dalam tulisannya dapat dengan mudah dipahami oleh pembacanya (Syarif Yunus, 2012).

            Banyak sekali buku, makalah, media massa yang membahas penggunaan tanda baca dalam karya tulis ilmiah, tetapi kurang intensif. Pembahasan mengenai tanda baca akan diperjelas, dengan memperhatikan aturan yang ada (EYD).

            Dengan mempertimbangkan kajian tersebut, makalah ini mengkaji pengunaan tanda-tanda baca yang akan memberikan pedoman dalam penulisan karya tulis ilmiah.

1.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang, masalah dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut.

1) Apa pengertian tanda baca?

2) Bagaimana pemakaian tanda baca?

3) Apa akibat yang ditimbulkan jika salah dalam memakai tanda baca?

4) Apa solusi terbaik agar tidak ada kesalahan dalam memakai tanda baca? 

1.3 Tujuan Penulisan

  Keempat masalah tersebut dibahas dalam makalah ini dengan tujuan:

1) mendeskripsikan pengertian tanda baca;

2) menjelaskan pemakaian tanda baca;

3) mendeskripsikan akibat yang ditimbulkan jika salah dalam memakaitanda baca;

4) mendeskripsikan solusi terbaik agar tidak ada kesalahan dalam memakai tanda baca.

Bab II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tanda Baca

Tanda baca menurut Ensiklopedi Wikepedia, dipahami sebagai berikut.

Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan dengan suara atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.

            Tanda baca menjadi sangat penting, karena dengan memperhatikan tanda baca dalam suatu aturan yang disepakati yaitu (EYD) memberikan peniliaian tersendiri terhadap hasil karya tulis ilmiah itu sendiri. Kesalahan pemakaian tanda baca dalam penulisan suatu kata akan berdampak terhadap arti kata itu sendiri.

2.2 Pemakaian Tanda Baca

            Pemakaian tanda baca bersangkutan dengan (1) tanda baca apa yang tepat dipilih dalam menuliskan kalimat atau karangan dalam bahasa Indonesia dan (2) bagaimana cara menuliskan tanda baca tersebut (rapat ataukah renggang/spasi). EYD memberikan salah satu pedoman dalam hal penggunaan tanda baca, tanda baca yang akan dibahas dalam makalah ini adalah (1) tanda titik (.), (2) tanda koma (,), (3) tanda titik koma (;), (4) tanda titik dua (:), (5) tanda hubung (-), (6) tanda tanya (?), (7) tanda seru (!), (8) tanda kurung ((…)), (9) tanda garis miring (/), (10) tanda petik (“…”). Serta tanda baca yang mempunyai arti khusus yang menjadi pedoman untuk kita bersama.

2.2.1 Tanda titik (.)

          Tanda titik dalam pemakaiannya ada beberapa macam, 3 diantaranya yaitu.

1) Pemakaian tanda titik pada akhir kalimat. Perhatikan contoh berikut!

a) 1  Ibu pergi ke Surabaya esok hari.                  SALAH

         2  Ibu pergi ke Surabaya esok hari.                  BENAR

            Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Yang benar (Langsung tanda titik akhir kalimat tanpa spasi) seperti (a2).

1) Tanda titik pada akhir singkatan nama orang, misal: Mas Ageng Prastiyo, perhatikan contoh penyingkatanyya berikut.

a) 1  M. A. P.                      SALAH

         2  M. Ageng P.               BENAR

          Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Penyingkatan nama tidak boleh seluruhnya, sebagian saja karena agar mudah dimengerti seperti pada (a2).

1) Tanda titik pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan. Perhatikan contoh berikut.

a) 1  Prof Ageng Prastiyo   SALAH

         2  Prof. Ageng Prastiyo  BENAR

Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2), Prof tanpa diikuti titik akan menjadi bagian dari nama bukan gelar seperti (a1), dan akan menjadi salah. Jika diikuti dengan titik orang akan tahu, kalau itu gelar Profesor,  dengan disingkat seperti (a2).

2.2.2 Tanda Koma (,)

          Tanda koma dalam pemakaiannya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.

1) Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian. Perhatikan contoh berikut!

a) 1  Kelompok satu terdiri dari Ageng,Jupri,dan Adek.                SALAH

            2  Kelompok satu terdiri dari Ageng, Jupri, dan Adek.             BENAR

Perhatikan perbedaan (a1) dengan(a2). Yang benar setelah kata langsung koma, setelah koma diberi 1 spasi lalu berlanjut kata selanjutnya  seperti (a2).

2.2.3 Titik Koma (;)

   Tanda titik koma dalam pemakaiannya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.

1) Titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat setara. Perhatikan contoh berikut!

a) 1  Hari sudah malam ; Jupri belum pulang juga.            SALAH

         2   Hari sudah malam; Jupri belum pulang juga.            BENAR

            Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Yang benar setelah kata langsung tanda titik dua tanpa spasi, setelah itu 1 spasi lalu berlanjut kata selanjutnya seperti (a2).

2.2.4 Tanda Titik Dua (:)

   Tanda titik dua dalam pemakaiannya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.

1)   Tanda titik dua dipakai pada akhir pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian. Perhatika contoh berikut!

a)  1  Anto disuruh bapak membeli barang-barang seperti : kayu, paku dan palu.             SALAH

          2  Antoh disuruh bapak membeli barang-barang seperti: kayu, paku, dan palu.          BENAR

          Perhatikan perbedaan (a1) dan (a2). Tanda titik dua yang benar dalam penulisannya adalah seperti pada (a2).

2.2.5 Tanda Hubung (-)

          Tanda hubung dalam pemakainnya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.

1) Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa Asing. Perhatikan contoh berikut!

a) 1  diekspor          SALAH

         2  di-ekspor        BENAR

            Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Penulisan yang benar pada (a2).

2.2.6 Tanda Tanya (?)

          Tanda tanya dalam pemakaianny ada beberapa macam, dua diantaranya yaitu.

1) Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Perhatikan contoh berikut!

a) 1  Bagaimana pendapat anda tentang makalah ini ?               SALAH

         2  Bagaimana pendapat anda tentang makalah ini?                BENAR

            Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Penulisan pada (a1) akhir kalimat tanda tanya muncul setelah adanya spasi/renggang, hal ini tidak diperkenankan karena tidak sesuai aturan EYD. Yang benara adalah pada (a2).

1) Tanda tanya dipakai diantara tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang

disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Perhatikan contoh berikut!

a) 1  Kecepatan motor Rudi mencapai 100 km/jam.          SALAH

   2  Kelajuan motor Rudi mencapai 100 km/jam.             BENAR

          Perhatikan Perbedaan (a1) dengan (a2). Kecepatan dalam ilmu teknik adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Namun pada (a1) hanya menyertakan nilainya saja. Jikalau demikian, maka penulisannya lebih baik pada (a2).

2.2.7 Tanda Seru (!)

Tanda seru dalam pemakaiannya ada beberapa macam. Satu diantaranya yaitu.

1) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan perintah, atau yang menggambarkan kesungguhan dan emosi yang kuat. Perhatikan contoh berikut!

a) 1  Cepat kamu makan !              SALAH

         2  Cepat kamu makan!               BENAR

       Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Penulisan yang benar seperti pada (a2) karena EYD tidak memperbolehkan penulisan kata seperti pada (a1). 

2.2.8   Tanda Kurung ((…))

Tanda kurung dalam pemakaiannya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.

1) Tanda kurung dipakai mengapit keterangan atau penjelasan. Perhatikan contoh berikut!

a) 1 EYD                                                              SALAH

         2  EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)              BENAR

          Perhatikan perbedaan antara (a1) dengan (a2). Mengapa pada (a1) salah, karena tanpa diikuti keterangan, seharusnya yang benar seperti pada (a2), agar jelas.

2.2.9 Tanda Garis Miring (/)

Tanda garis miring dalam pemakaiannya ada beberapa macam, satu diantaranya yaitu.

1) Tanda garis miring untuk menggantikan kata atau. Perhatikan contoh berikut!

a) 1  No. 8 / XXII / 2000               SALAH

    2  No.8/XXII/2000                    BENAR

     Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Pada (a1) memberikan asumsi baris baru. Pada (a2) memberikan asumsi atau. Yang bernar adalah (a2).

2.2.10 Tanda Petik (“…”)

Tanda petik dalam pemakaiannya ada beberapa macam, dua diantaranya yaitu.

1) Tanda petik untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan. Kedua pasang tanda petik itu sama tinggi di sebelah atas baris. Perhatikan contoh berikut!

a) 1  Ageng berkata, “Besok saya akan pergi ke Untag Surabaya.”                     SALAH

         2  Ageng berkata, “Besok saya akan pergia ke Untag Surabaya”.                   BENAR

          Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Pada (a1) jelas salah, peletakan tanda baca yang kurang tepat. Yang benar adalah pada (a2).

2) Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Perhatikan contoh berikut!

a) 1  Penyakit Malaria biasanya ditularkan melalui nyamuk.                    SALAH

    2  Penyakit “Malaria” biasanya ditularkan melalui nyamuk.                 BENAR

            Perhatikan perbedaan (a1) dengan (a2). Pada (a1) Malaria merupakan istilah ilmiah, jelas salah bila hanya ditulis biasa tanpa tanda khusus yaitu tanda petik.

2.2.11 Tanda Baca Yang Memiliki Arti Khusus

          Perbedaan rapat dengan spasi suatu tanda baca bukan sekedar soal pengetikan. Beberapa tanda memiliki arti khusus dengan penulisan itu. Tidak percaya? Perhatikan tabel 01!

Tabel 01 Pemakaian Spasi/Rapat Tanda Baca

DITULIS RAPAT

DITULIS RENGGANG/SPASI

Contoh

Arti

Contoh

Arti

1 – 48

Dikurangi

1−48

sampai dengan

1  :  200

Dibagi

1:200

Dibanding

kantor/lembaga

Atau

kantor / lembaga

baris baru

habis. Lalu, …

Selesai

habis . Lalu, …

Perkalian

4,5

Desimal

4, 5

urutan/deret

2.3 Akibat Salah Pemakaian Tanda Baca

            Pemakaian tanda baca jangan dianggap tidak penting, jikalau ada kesalahan dalam pemakaian tanda baca akan mengakibatkan salah pengertian jika dipandang dari sisi benar maupun baiknya suatu karya tulis ilmiah. Contoh berikut mudah-mudahan dapat membantu kita sekalian dalam menulis karya ilmiah yang baik dan benar tentunya. Contoh:

1) Semisal dalam nama jabatan, pemakaian tandanya dicontohkan sebagai berikut.

a) 1  Prof. Dr. H. Mas Ageng Prastiyo, S.sos., M.si                      SALAH

    2  Prof. DR. H. Mas Ageng Prastiyo, S.sos. M.si                      BENAR

b) 1  Di manakah dr. Ageng Mkes bertugas  ?                               SALAH

    2  Di manakah Dr. Ageng M.kes. bertugas ?                             SALAH

         3  Di manakah dr. Ageng, M.kes. bertugas?                              BENAR

2.4 Solusi Agar Tidak Salah Menggunakan Tanda Baca

            Ada banyak sekali tanda baca (tanda ulang, tanda penyingkat aprostrop, tanda kurung siku, tanda elipsis, dll.). Namun yang menjadi kajian dalam makalah ini hanya beberapa tanda saja. Solusi terbaik agar tidak salah dalam menggunakan tanda baca adalah berlatih dan belajar dengan sungguh-sungguh, apalah arti ilmu kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Banyak referensi terlengkap yang menjadi rujukan untuk mengetahui bermacam-macam tanda baca serta penggunaanya, salah satunya adalah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

              Berdasarkan pembahasan di muka, dapat ditarik 4 butir kesimpulan berikut.

1) Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan dengan suara atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.

2) Tanda baca dalam penggunaannya dapat dilihat pada bahasan di atas, bukan soal tahu saja tapi harus dipahami lebih dalam tentang permasalahan yang seri muncul (salah penggunaan tanda baca) dalam karya tulis ilmiah.

3) Salah dalam menggunakan tanda baca akan menyebabkan kesalahan yang sangat fatal yang tanpa disadari kalaupun sebelumnya belum mengetahui hal tersebut.

4) Sarana belajar dan giat berlatih merupakan jalan keluar dari masalah yang terkadang timbul akibat salah dalam penulisan tanda baca.

3.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan, diajukan saran-saran konstruktif kepada pihak-pihak sebagai berikut.

Pertama, pihak penulis karya tulis ilmiah yang belum memahami penggunaan tanda baca secara baik dan benar hendaknya belajar dari fasilitas yang ada seperti media internet atau buku, agar kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam penggunaan tanda baca dapat dicegah sedini mungkin.

Kasus di lapangan yang muncul yaitu kurangnya perhatian para penulis karya ilmiah yang kurang tahu mengenai seluk beluk membuat karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Contohnya, dalam membuat makalah, sebagian besar mungkin berpendapat bahwa makalah harus menyertakan kata pengantar, untuk apa hal tersebut, makalah tidak butuh kata pengantar, karena makalah adalah kertas kerja bukan seperti buku.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008.Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi XVI. Jakarta: Depdiknas & Balai Pustaka.

Yunus, S. 2012. “Penggunaan EYD dalam Penulisan Surat”. www.kompasiana.com.

Jupriono, D. 2012. Bahasa Indonesia dalam Karya Tulis Ilmiah. Surabaya: Untag 1945 Surabaya.