Nusantara, Pemerintah, Politik, West Papua

Dukungan Rakyat Indonesia untuk Bangsa Papua sebagai bentuk Solidaritas,Kemanusiaan dan UUD 1945

LimbarUPm-Kesadaran kemanusiaan dari berbagai kalangan yaitu mahasiswa-siswi dan masyarakat luar papua (jawa-bali, sulawesi,kalimantan,sumatra) kini mulai terbangun melalui berbagai bentuk tulisan,aksi dll, sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Papua Merdeka,dari berbagai macam bentuk dukungan warga indonesia kali ini datang dengan bentuk menggunakan atribut papua (Baju) bergambar bintang kejora.

Aksi dukungan papua merdeka sebagai bukti nyata,sebagaimana yang telah di cantumkan dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa “KEMERDEKAAN IALAH HAK SEGALA BANGSA” UUD,Kemanusiaan dan Demokrasi menjadi landasan dan motivasi utama kami dalam melakukan aksi dukungan, UUD 1945 tidak dapat lagi kami pungkiri sebagai suatu bangsa yang besar di mata dunia, tutur wanita berkulit putih ini, saat di jumpai awak media.

Lanjutnya kami pun selalu ikuti perkembangan papua melalui media online, Elektronik dan media cetak bahkan kami menghubungi teman-teman papua sendiri yang berada di papua untuk memastikan setiap informasi atau berita yang kami dengar dan lihat, dari setiap sumber sehingga kami pun melakukan aksi seperti ini, wanita ini pun berpesan kepada seluruh mahasiswa indonesia untuk melakukan aksi ini, sebagai wujut dari Poin UUD RI 1945.Hasil gambar untuk dukungan rakyat indonesia untuk west papua

Dukungan rakyat indonesia yang nyata terlihat adalah dengan dideklarasikannya Front rakyat indonesia  untuk west papua (Fri-West Papua), yang dideklarasikan tepatnya tgl.29 november 2016.Mendeklarasikan dukungan bagi bangsa papua bahwa berhak menentukan nasib sendiri.

Deklarasi itu sendiri dibacakan langsung oleh Juru Bicara FRI-West Papua, Surya Anta, di depan sejumlah wartawan dan puluhan aktivis. Deklarasi ini unik, karena disuarakan oleh FRI-West Papua yang nota bene adalah aliansi sejumlah kelompok aktivis yang berlatar belakang bukan Papua. Mereka merasa solider dengan nasib rakyat Papua yang menurut mereka mengalami diskriminasi rasial di tanah Papua maupun di luar Papua selama beberapa dekade.

Pemerintah

10 Alasan Orang Papua Sendiri Tidak Jelas dalam Sikapnya, Padahal Orang Indonesia juga Mendukung Papua Merdeka

 

images-7
Papua persoalan internasional gambar dukungan masyarakat internasional untuk penentuan nasib sendiri bangsa papua (Foto :search)

Banyak Orang Indonesia Mendukung Papua Merdeka, Tetapi Ada 10 Alasan Orang Papua Sendiri Tidak Jelas dalam Sikapnya – Sebuah Catatan Editorial PMNews Melihat Fakta Lapangan Kampanye Papua Merdeka.

Hari ini sekali lagi Dr. George Junus Aditjondro menyampaikan dukungan terbuka, tertulis maupun lisan, “Dukungannya terhadap perjuangan Papua Merdeka”. Tulisan bukunya berjudul “West Papua: Persoalan Internasional”.
Berikut catatan dari Editorial PMNews tentang 10 Jenis Orang Papua yang menentukan dan menghambat perjuangan Papua Merdeka.
Aditjondro katakan,

“Hanya referendum yang dapat menentukan apakah orang Papua masih ingin menjadi bagian dari Indonesia atau tidak,” ujar George saat peluncuran buku diskusi dalam peluncuran buku berjudul “West Papua: Persoalan Internasional“, di Kontras, Jakarta, Kamis (3/11/).

Dukungan ini bukan baru dari seorang Aditjondro, dan bukan hanya untuk West Papua, tetapi merupakan dukungannya yang konsisten terhadap penderitaan umat manusia dan bangsa-bangsa terjajah di muka Bumi. Dukungannya terhadap bangsa rumpun Melanesia lain di Timor Leste telah berhasil, dan kini tanpa lelahnya Aditjondor terus memberikan dukungan-dukungan kepada bangsa-bangsa terjajah, demikian kata
Kalau kita saksikan di lapangan ada saja ketidakberdayaan dan ketidakpercayaan, malahan penolakan orang Papua sendiri terhadap aspirasi manusia, hewan, tumbuhan dan semua makhluk Bumi Cenderawasih untuk melepaskan diri dari kekangan penjajah NKRI. Ada beberapa jenis orang Papua, yang perlu kita cermati untuk membantu kita menyikapi dukungan-dukungan yang datang dari suku-bangsa lain di Indonesia.

  1. Orang Papua tidak percaya diri,
    entah karena dia tidak berdaya secara fisik, mental maupun logikanya. Orang yang tidak percaya diri ini disebut Dr. Benny Giay sebagai, “Bangsa yang memenuhi syarat untuk dijajah.” Dari berbagai bangsa di dunia ini, golongan bangsa yang memenuhi syarat untuk dijajah ini jumlahnya sangat sendiri. Orang Papua yang tidak percaya diri perlu bertobat karena perjuangan ini bukan menyangkut kebencian atas dasar ras, agama, asal-usul atau pandangan politik, tetapi ini perjuangan demi harkat, martabat dan hargadiri serta demi kebenaran mutlak, sesuai prinsip moral, hukum dan demokrasi.

  2. Orang Papua malas tahu,
    terutama karena dia sendiri punya banyak masalah secara pribadi ataupun kelompoknya sudah ada dalam masalah-masalah keluarga, marga, suku, partai politik, pemilukada, hutang-puiutang, kawin-cerai, perselingkungan, kebiasaan mabuk, narkoba, terkena HIV/AIDS.
    Ada juga orang Papua yang malas tahu karena dia bukan manusia berprinsip, tetapi ialah oportunis. Jadi dia tidak mau berterus-terang kepada dirinya dan kepada bangsanya tentang penderitaannya dan bagaimana menyelesaikannya. Ia lebih condong “cari kesempatan dalam kesempitan”.
    Orang-orang ini disebut “orang cari makan” saja, mereka sebenarnya tidak terlalu pusing dengan NKRI atau Papua Merdeka, yang penting buat mereka ialah apa yang mereka bisa dapat dari kedua-duanya atau dari salah-satunya. Yang dipikirkannya ialah “perut” dan “aku”nya, bukan kita dan sekaliannya.
    Orang jenis ini sebenarnya tidak dibutuhkan; malahan merugikan bagi pro NKRI maupun kontra NKRI. Tetapi terlanjur mereka sudah ada di dalam NKRI, mungkin mereka ada di dalam birokrasi NKRI, jadi mereka bermain di dalam NKRI, walaupun NKRI juga tahu mereka tidak berguna, tetapi mereka dijaga saja dalam rangka kleim bahwa ada orang Papua mendukung NKRI.

  3. Orang Papua cemas tetapi ragu
    Mereka memang cemas, dan selalu bertanya, “Kapan kita merdeka?”
    Keraguan terutama muncul karena dia sendiri tidak punya pendirian, percaya diri sendiri.
    Apalagi disodorkan dengan iklan-iklan kekuatan NKRI dari sisi jumlah, ditambah dengan iklan dengan kekuatan militer dan kepolisian dilengkapi dengan alat-alat militer yang serba-lengkap membuat orang Paupa yang cemas-cemas kapan kita merdeka, tetapi mereka semakin merasa ragu setelah melihat jumlah orang Indonesia begitu banyak dan kekuatan militernya begitu ganas dan mematikan.
    Orang Papua yang ragu bahwa West Papua akan atau pasti merdeka ialah mereka yang sudah selasai dari perguruan tinggi, yang gelarnya Sarjana Muda atau Sarjana. Pengetahuan mereka tidak seluas Indonesia, apalagi seluas ASEAN atau Oceania, mereka hanya memahami Papua dan kampung halaman mereka dan kantor di mana mereka bekerja. Mereka ini para raja di kolam kecil, tetapi mereka merasa diri sebaga raja sejagat. Mereka sudah punya pekerjaan, sudah punya gaji. Mereka ikuti geerak-langkah para pejuang Papua Merdeka, mereka juga berada di dalam garis komando NKRI. Mereka mampu membandingkan kekuatan kedua belah pihak. Makanya mereka tahu Papua harus merdeka, tetapi mereka meragukan impian itu akan terwujud. Mereka berhitung satu tambah satu samadengan dua, bukan satu atau tiga.

  4. Orang Papua percaya tetapi tidak sepenuhnya yakin
    Orang Papua ini satu kelas dengan “Orang Papua cemas tetapi ragu” tetapi ditambah lagi dengan “tidak yakin”, bukannya ragu.
    Dia percaya Papua itu pasti merdeka, cuma dia tidak yakin bagaimana nanti kemerdekaan itu terwujud, di samping kekuatan dan jumlah orang Indonesia yang melampaui kemampuan orang Papua dan perlengkapan untuk perlawanan yang tersedia. Ia percaya, tetapi tidak sepenuhnya yakin karena dia sendiri memikirkan perjuangan ini bagaikan sebuah Tim Sepakbola, seperti misalnya antara Persipura dengan 1000 pemain melawan Persidafon dengan 10 pemain. Padahal sebuah pertandingan sepak bola tidaklah begitu. Ada ketentuan, setiap klub harus menurunkan berapa orang dan berapa pemain yang bisa diganti, dan peraturan lainnya. Ia menjadi tidak yakin karena ia tidak tahu.

Orang-orang ini juga hidup dalam dua prinsip, mendoakan pemerintah NKRI, sekaligus mendoakan Papua Merdeka, karena orang-orangnya ada di dalam pemerintah NKRI sebagai Camat, Bupati, dsb, dan juga orang-orangnya yang lain ada berjuang untuk Papua Merdeka. Motto mereka ialah, “Serahkan semuanya kepada Tuhan! Tuhan akan berkarya!”
Mereka bisa disebut kaum oportunis, tetapi tidak sepenuhnya oportunis. Mereka juga tidak ragu, tetapi mereka sebenarnya tidak sepenuhnya percaya.

  1. Orang Papua yakin dan percaya tetapi tidak berani
    Di atas yang cemas tapi ragu dan percaya tetapi tidak yakin, ada orang Papua yang punya phobia, yaitu ‘takut mati’. Orang-orang Papua ini kebanyakan dibayangi oleh “trauma masa lalu”, “memoria passionis” yang kejam dan mengerikan di tangan NKRI.
    Mereka sebenarnya mendukung Papua Merdeka tetapi mereka sendiri tidak berani mengambil langkah atau mereka tidak mau terlibat dalam perjuangan ini. Ada juga karena memiliki “phobia” tertentu yang didasarkan kepada pengalaman sebelumnya atau cerita yang didengarnya dikaitkan dengan bayangan-bayanngan yang akan muncul ketika Papua Merdeka.
    Mereka inilah yang biasanya katakan, “Iyo, yang lain berjuang dengan senjata, kita berjuang di dalam hati.” Tetapi mereka juga tidak berdoa sebenarnya. Yang mereka katakan ialah “Saya takut kepada NKRI! Nanti mereka tumpas kami habis kalau kita melawan mereka!”

  2. Orang Papua yakin dan percaya dan berani tetapi tidak tahu bagaimana melangkah
    Ini golongan orang Papua terbanyak. Dan dari yang terbanyak itu, hampir semua pejuang Papua Merdeka masuk ke dalam kategori ini.
    Mereka yakin dan percaya bahwa Papua akan dan harus merdeka. Mereka rela berkorban. Mereka berani bertindak. Mereka mau mati saat ini juga. TETAPI, mereka sebenarnya “TIDAK TAHU BAGAIMANA MELANGKAH”.
    Karena tidak tahu bagaimana melangkah, maka mereka menjadikan isu Papua Merdeka untuk kegiatan dan tujuan lain yang menurut mereka ialah demi Papua Merdeka. Tetapi apa dampaknya? Dampaknya justru mencelakakan dan menghalangi perjuangan Papua Merdeka. Akibatnya justru menciptakan faksi-faksi di dalam perjuangan Papua Merdeka. Akibatnya malahan menimbulkan kekacauan dalam mengarahkan perjuangan ini.
    Banyak tokoh yang muncul, banyak organisasi dibentuk, banyak Panglima diangkat, banyak kongres dilakukan, banyak pemerintah (presiden dan perdana menteri) diumumkan, banyak menteri, berhamburan kiri-kanan. Mereka melakukan semua ini dengan militansi yang tinggi, dengan hitung-hitungan nyawa sendiri, dengan resiko yang mereka tahu karena mereka berhadapan dengan NKRI dan militernya. Tetapi semua yang dilakukan yang dianggap sebagai langkah-langkah untuk Papua Merdeka itu justru merugikan perjuangan itu sendiri.


Orang Papua jenis ini juga sering berganti baju. Misalnya hari ini dia pergi hadir di KRP III, 2011, besoknya dia hadir dalam bedah buku tentang West Papua di Jakarta, lusanya dia hadir dalam Kongres TPN/OPM III di Vanimo, PNG, berikutnya dia hadir lagi dalam Peresmian Bupati Lanji Jaya. Jadi mereka hadir di semua tempat, mencari tahu di mana sebenarnya yang benar. Orang-orang ini membuat banyak sekali bekas kakinya, sehingga mereka bisa disebut kelompok Bintang-14, kelompok WPNA, kelompok TPN/OPM, kelompok TPN.PB, kelompok PDP/DAP, kelompok Pegunungan Tengah, Kelompok Mamta, kelompok Merah-Putih, kelompok Biru-Putih, dan lainnya.


Orang Papua yang tidak tahu melangkah ini kebanyakan bersandar kepada dua hal utama:
Pertama mereka bersandar kepada senjata. Mereka selalu mencari senjata, berbicara tentang senjata, bergerak cepat kalau ada yang jual senjata. Mereka mengira bahwa dengan senjata yang mereka beli itu mereka bisa pakai untuk basmikan orang Indonesia, TNI dan polri dari Bumi Cenderawasih.
Yang kedua, mereka bersandar kepada Tuhan. Mereka menekankan pertobatan total, penyembahan total kepada Tuhan, dengan meninggalkan semua perang-perang, tindak kekerasan, pembunuhan. Mereka bilang, “Bunuh satu orang Indonesia berarti kemerdekaan Papua tertunda 10 tahun, jadi jangan kita main bunuh”.
Banyak dana dihabiskan, banyak nyawa melayang, banyak waktu dan tenaga dihamburkan karena orang-orang Papua jenis ini selalu saja mencari jalan, masih berputar-putar mencari jalan, untuk mewujudkan cita-cita Papua Merdeka.

  1. Orang Papua Papindo
    Entah karena tidak percaya diri, cemas tapi ragu, yakin dan percaya tetapi tidak tahu jalan, apa apa, jenis orang Papindo dilatarbelakangi oleh sejumlah faktor, seperti disebutkan sebelumnya, tetapi pada pokohnya mereka ini mengelompokkan dirinya ke dalam kaum Papindo dengan alasan berikut:
    7.1 Hanya karena dia perlu jabatan, nama besar, bukan nama besar di dalam NKRI, tetapi nama besar di daerahnya, jadi kalau Papua Merdeka tidak memberikan, maka dia merasa jalan terbaik saat ini buat dia ialah membela NKRI
    7.2 Karena sebagian darah mereka berasal dari non-Papua, maka kalau Papua Merdeka justru dia dirugikan, maka dia membela NKRI, walaupun pada saat yang sama dia memaki-maki NKRI karena banyak hak asasi orang Papua dilanggar, yaitu termasuk hak asasinya sendiri. Dia terbelah dua dalam pikiran dan perasaannya, maka pantas dia bernama Papindo.
    7.3 Karena beristerikan atau bersuamikan orang non-Papua maka mereka merasa bahwa kalau Papua Merdeka nantinya bini/ lakinya terpisah dari dirinya, maka lebih baik mendukung NKRI, walaupun pada waktu-waktu tertentu dia memarahi pasangan hidupnya bahwa negara/ bangsanya melanggar HAM suku-bangsanya di Tanah Papua.
    7.4 Karena mereka merasa kalau Papua Merdeka nanti mereka sendiri akan dihabisi (ini terutama para keturunan pejuang Pepera dan pejuang Merah-Putih).
    Aliran perjuangan Papua Tanah Damai dan aliran orang Papindo terutama muncul karena ada rasa takut yang besar terhadap orang Papua dari Pegunungan Tengah. Ada yang bilang, “Aduh, jangan kasih senjata kepada teman-teman dari gunung sudah, nanti mereka pakai bunuh dong pu orang sendiri.” Ada juga yang bilang, “Kalau nanti merdeka, jangan orang-orang gunung pegang senjata boleh!” Makanya muncul ide-ide Papua Tanah Damai supaya kemerdekaan itu turun dari langit tanpa pertumpahan darah.
    7.5 Ada kaum Papindo yang hanya sebatas Oportunis. Mereka hanya dalam rangka cari makan, tidak ada kepentingan menentang atau mendukung pihak manapun. Sepanjang mereka bisa dapat makan dan menjadi kaya dari posisi itu, mereka optimalkan dan mereka garap itu sampai habis-habisan, sampai menjadi kaya tanggung, menjadi mewah tanggung. NKRI tahu tetapi NKRI juga perlu orang tanggung seperti ini. Pejuang Papua Merdeka sama sekali bukan konsumen sampah seperti ini sehingga sering menentang kaum Papindo, bukan karena mereka membenci orangnya tetapi karena menolak kelakuan bunglon seperti itu.
    7.6 Orang pensiunan, sekedar mencari makan sebelum ke liang kubur. Jadi, ada orang Papua yang waktu mudanya menjadi pejuang Papua Merdeka, tetapi karena dia harus mengakhiri hidupnya ke alam baka, maka dia merasa bukan waktunya buat dia untuk berteriak Papua Merdeka lagi. Jalan satu-satunya agar dia kembali ke kampung halamannya dan dikuburkan di tanah leluhurnya ialah menyatakan mendukung NKRI.

Selain tujuh jenis di atas, berikut dua jenis orang Papua yang disebabkan terutama oleh indoktrinasi pihak-pihak asing yang menikmati hasilbumi Papua selama Papua berada di dalam NKRI, yang merupakan pembelokan arti dan makna Kitab Sucidan doktrin sebenarnya dari agama modern yang ada di Tanah Papua.
Sebenarnya ada sejumlah alasan mengapa mereka mengatakan perjuangan Papua Merdeka itu tidak sesuai dengan ajaran doktrin agama mereka. Pertama dan terutama, menurut pengetahuan real, para tokoh agama itu punya sentimen pribadi terhadap para tokoh perjuangan Papua Merdeka. Sentimen pribadi itu dialaskan dengan ajaran agamanya, pada saat yang sama dia sebagai tokoh agama, maka pendapat sentimentil yang tidak ada hubungannya dengan agama itu menjadi ajaran agama.
Kedua karena kebanyakan pejuang Papua Merdeka dianggap terlibat dalam berbagai jenis dan tingkatan kasus asusila dan tidak sepenuhnya menjalankan dogma agama yang dianut di kampung-halamannya. Misalnya dia tidak pernah beribadah di gereja atau ibadah keluarga. Para aktivis Papua Merdeka juga dianggap sebagai pembangkang dan penentang tatanan mapan yang sudah ada. Dalam jiwa para pejuang ada “jiwa pembereontakan”, yaitu pemberontakan terhadap yang telah ada selama ini. Sehingga mereka menganggap isu yang didukung para orang “Kristen” atau “Islam” itu tidak pantas didukung oleh orang Kristen atau orang Islam.

  1. Orang Papua merasa perjuangan Papua Merdeka menentang Pemerintah
    Ada sejumlah alasan yang sering mereka kemukakan dengan mencap perjuangan Papua Merdeka sebagai tindakan menentang pemerintah.
    8.1 Karena pemberontakan terhadap pemerintah NKRI artinya perlawanan terhadap kemapanan; sehingga mereka yang suka atau menikmati kemapanan itu ikut terusik;
    8.2 Karena dia sebenarnya tidak paham arti ayat atau pasal Kitab Suci yang mengajarkan tentang ketaatan kepada Pemerintah dimaksud. Bagaimana kalau nantinya West Papua memiliki pemerintah sendiri, apakah mereka akan mengatakan kita harus tunduk kepada pemerintah NKRI dan bukan kepada pemerintah West Papua? Apa yang mereka katakan tentang pemerintah Timor Leste yang jelas-jelas telah menentang pemerintah NKRI dan membentuk pemerintahannya sendiri?

  2. Politik “Papua Merdeka” merupakan Wujud Dosa (atau Ikut Papua Merdeka berarti Berdosa)
    Banyak penginjil, pemimpin atau pejabat gereja, gembala sidang, khsusunya di Pegunungan Tengah Papua dipecat (disiasat) karena mendukung Papua Merdeka dengan dalil bahwa mereka berpolitik, maka itu dosa. Jadi, siapa saja yang terlibat di dalam perjuangan Papua Merdeka dianggap sebagai tindakan “dosa”.
    Padahal pada waktu yang sama mereka mendoakan sang Presiden, Gubernur, Bupati, dan Camat. Mereka juga datang ke kantor-kantor pemerintah NKRI membicarakan Pilkada dan Pemilukada. Mereka menerima uang dari pemerintah untuk meloloskan bakal calon tertentu atau memenangkan partai politik NKRI tertentu.


  1. Orang Papua yang Tahu, Yakin, Percaya, Berani dan Berpendirian Teguh
    Orang ini dia
    10.1 Yakin dan Percaya Papua pasti dan harus merdeka;
    10.2 Berani mengambil langkah dan tindakan yang punya resiko sampai mengancam nyawanya sekalipun.
    10.2 Berpegang teguh kepada pendiriannya, tidak mudah dibujuk dengan jabatan, duit, perempuan atau kejayaan apapun selain kemerdekaan bangsa dan tanah airnya. Biarpun nantinya orang Papua menjadi melarat dan menderita setelah Papua Merdeka, bukan itu yang dicarinya. Yang dicarinya bukan kekayaan, bukan kemewahan, bukan kemakmuran, tetapi hanya satu: kemerdekaan, kedaulatan, terlepas dari belenggu penjajahan negara dan bangsa asing.
  2. Di atas semuanya, “DIA TAHU”
    *Dia tahu mengapa Papua harus merdeka,
    *dia tahu mengapa Papua pasti merdeka,
    dan di atasnya,
    *di tahu bagaimana mencapai kemerdekaan itu.
    Oleh karena itu pendiriannya, langkahnya, sikapnya dan perjuangannya tidak tergoyahkan oleh tawaran dialogue, tawaran Otsus, tawaran kedudukan di dalam pemerintahan NKRI, atau apapun. Dia bersiteguh, “Papua Merdeka Harga Mati!”
    *Siapakah Anda?
    *Mengapa Anda menjadi seperti siapa Anda sekarang?
    *Adakah peluang untuk Anda berubah Mendukung Papua Merdeka seperti George Junus Aditjondro?
    Kalau George Junus Aditjondro jelas-jelas merupakan orang jenis ke-10 tadi. Dia tahu mengapa Papua harus dan pasti merdeka, dan dia tahu bagaimana mencapai kemerdekaan itu. Dia tidak ada di ruang mencari-cari, mengira-ngira, mencoba-coba, meraba-raba. Dia ada di barisan kepastian. Kepastian itu bahwa Papua Pasti Merdeka, karena Papua Harus Merdeka.(Admin)
Pemerintah, Politik

Infrastruktur Politik Indonesia

  1. A.     Pengertian Infrastruktur Politik

Infrastruktur politik yaitu suasana kehidupan politik rakyat yang berhubungan dengan kehidupan lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam kegiatannya dapat memengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadapa kebijakan lembaga-lembaga kenegaraan dalam menjalankan fungsi serta kekuasaannya masing-masing. Untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan rakyat dalam penyelenggaraan pemerintahan negara.
Infrastruktur politik sering disebut sebagai bangunan bawah, atau mesin politik informal atau mesin politik masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok yang dibentuk atas dasar kesamaan social, ekonomi, kesamaan tujuan, serta kesamaan lainnya.

  1. B.      Fungsi Infrastruktur Politik

Infrastruktur politik adalah suatu set struktur yang menggabungkan antara satu dengan yang lain, lalu membentuk satu rangkaian yang membantu berdirinya keseluruhan struktur tertentu.
Fungsi infrastruktur politik ialah :
a.  Pendidikan politik, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan politik rakyat dan agar mereka   dapat berpartisipasi secara maksimal dalam sistem politiknya. Sesuai dengan paham demokrasi atau kedaulatan rakyat. Rakyat harus mampu menjalankan tugas partisipasi.
b.  Mempertemukan kepentingan yang beraneka ragam dan kenyataan hidup dalam masyarakat.
c.  Agregasi kepentingan, yaitu menyalurkan segala hasrat, aspirasi, dan pendapat masyarakat kepada pemegang kekuasaan atau pemegang kekuasaan yang berwenang agar tuntutan atau dukungan menjadi perhatian dan menjadi bagian dari keputusan politik.
d.  Seleksi kepemimpinan, yaitu menyelenggarakan pemilihan pemimpin atau calon pemimpin bagi masyarakat.

  1. C.      Unsur Infrastruktur Politik

Infrastruktur politik mempunyai 6 unsur diantaranya:

  1. Partai Politik
  2. Kelompok Kepentingan
  3. Kelompok Penekan
  4. Media Komunikasi Politik
  5. Organisasi Masyarakat
  6. Tokoh Politik

Dalam infrasruktur politik dibentuk partai-partai politik. Selain partai politik, terdapat juga organisasi abstrak tidak resmi. Kelompok ini disebut kelompok penekan dan kelompok yang mempunyai kepentingan Antara bagian-bagian suprastruktur politik dengan unsur-unsur infrastruktur politik terdapat hubungan saling memengaruhi sehingga menumbuhkan suasana kehidupan politik yang serasi. Unsur-unsur infrastruktur politik berfungsi memberikan masukan kepada suprastruktur politik.

  1. D.     Pembahasan Peranan Masing-masing Unsur Infrastruktur Politik
  1. 1.    Partai Politik (Political Party)
  2. A.     Pengertian

Pengertian partai politik secara mendasar adalah sebuah organisasi atau institusi yang mewakili beberapa golongan masyarakat yang memiliki tujuan sama, yang kemudian bersama-sama berusaha untuk mencapai tujuannya tersebut. Oleh karena itu dalam sebuah Negara yang berdemokrasi partai politik sebagai sebuah lembaga yang memiliki peranan yang penting dalam Negara demokrasi khususnya pada masa sekarang ini.

  1. B.      Fungsi Partai Politik

Prof. Miriam Budiardjo menyatakan bahwa partai politik memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Tugas pokok partai politik adalah menjadi penghubung antara rakyat dan pemerintah
b. Berfungsi mendidik warga negara menjadi manusia sebagai makhluk sosial
c. Berfungsi mengajak warga negara berperan serta dalam melakukan kegiatan-kegiatan kenegaraan
d. Berperan dalam mengatur pertikaian politik yang terjadi dalam masyarakat Negara

  1. C.        Peranan

(a)   Berpartisipasi dalam sektor pemerintahan, dalam arti mendudukkan orang-orangnya menjadi pejabat pemerintah, sehingga dapat turut serta mengambil atau menentukan keputusan politik atau out out pada umumnya.
(b)   Berusaha melakukan pengawasan, bahkan bila perlu oposisi terhadap kelakuan, tindakan,    kebijakan para pemegang otoritas (terutama dalam keadaan mayoritas pemerintahan tidak berada di tangan partai politik yang bersangkutan)
(c)   Berperan untuk menyerap tuntutan-tuntutan yang masih mentah, sehingga partai politik bertindak sebagai penafsir kepentingan dengan mencanangkan isu-isu politik yang dapat dicerna dan dapat diterima oleh masyarakat secara luas.

2. Kelompok Kepentingan (Interest Group)

A. Pengertian
Kelompok kepentingan merupakan kelompok yang berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik, kelompok ini tidak berusaha menguasai pengelolaan pemerintahan secara langsung. Masyarakat bergabung untuk kepentingan dan keuntungan warganya. Kelompok ini tempat menampung saran, kritik, dan tuntutan kepentingan bagi anggota masyarakat, serta menyampaikannya kepada sistem politik  yang ada. Kelompok ini penting bagi anggota masyarakat.
B. Pembagian
Gabriel A. Almond mengidentifikasi kelompok kepentingan ke dalam jenis-jenis kelompok :
(1)   Interest Group Asosiasi
Interest group khusus didirikan untuk memeperjuangkan kepentingan-kepentingan tertentu dari masyarakat atau golongan, namun masih mencakup beberapa yang luas. Yang termasuk kelompok ini adalah Ormas. misalnya NU, Muhamadiyah, Kadin, SPSI, dll
(2)   Interest Group Institusional
Interest group pada umumnya terdiri atas berbagai kelompok manusia berasal dari lembaga yang ada, dengan tujuan untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan orang-orang yang menjadi anggota lembaga yang dimaksudkan. Misalnya PGRI, IDI, dan organisasi seprofesinya.
(3)   Interest Group Nonasosiasi
Interest group ini didirikan secara khusus dan kegiatannya juga tidak dijalankan secara teratur, tetapi aktivitasnya kelihatan dari luar apabila masyarakat memerlukan dan dalam keadaan mendesak. Yang dimaksud dengan masyarakat dalam hal ini, dapat berwujud masyarakat setempat tinggal, masyarakat seasal pendidikan, masyarakat seketurunan, dll.
(4)   Interest Group Anomik
Interest group inidapat terjadi secara mendadak dan tidak bernama. Aktivitas pada umumnya berupa aksi-aksi demontrasi atau aksi-aksi bersama. Apabila kegiatannya tidak terkendalikan, dapat menimbulkan keresahan dan kerusuhan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat secara stabilitas nasional. Untuk mencegah dampak aktivitas buruk kelompok ini, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang hak mengeluarkan pendapat dimuka umum.
C. Peranan
Kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah dapat menguntungkan maupun merugikan masyarakat. Kepentingan dan kebutuhan rakyat dapat dipenuhi namun dapat pula terabaikan dan tidak terpenuhi. Oleh karena itu rakyat berkepentingan dan perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan yang diputuskan oleh pemerintahnya. Oleh sebab di atas, mereka dapat mengartikulasikan kepentingan dan kebutuhan mereka kepada pemerintah melalui kelompok-kelompok yang mereka bentuk bersama atas dasar kepentingan yang sama.
Kelompok kepentingan ini berbeda dengan partai politik, karena tujuan partai politik adalah menduduki jabatan publik.
Kelompok kepentingan memberikan input yang digunakan pemerintah untuk memutuskan kebijakan yang akan diambil terhadap rakyatnya. Input yang mereka berikan bertujuan agar pandangan-pandangan mereka dipahami oleh para pembuat keputusan dan agar mendapat output yang sesuai dengan tuntutan mereka. Dalam tulisannya Gabriel A. Almond, mengatakan untuk memberikan input pada pembuat kebijakan, salueran-saluran yang penting dan biasa digunakan adalah demonstrasi dan tindakan kekerasan; tindakan ini biasa digunakan untuk menyatukan tuntutan kepada pembuat kebijakan. Hubungan pribadi; hubungan langsung akan memudahkan dalam pencapaian tujuan, akan lebih mudah menerima saran teman, keluarga, atau orang lain yang dikenal daripada mendapat tuntutan dari orang yang tidak dikenal meskipun itu melalui sarana formal. Perwakilan langsung; perwakilan langsung dalam struktur pembuatan keputusan akan memungkinkan suatu kelompok kepentingan untuk mengkomunikasikan secara langsung dan kontinyu kepentingan-kepentingannya melalui seorang anggota aktif struktur tersebut. Saluran formal dan institusional lainnya; media massa merupakan alat yang cukup efektif untuk menyalurkan tuntutan politik, selain itu adalah partai politik, kemudian adalah badan legislatif, kabinet, dan birokrasi, dengan menjadi bagian di dalamnya, aktifitas melobi untuk mencapai tuntutan kelompok kepentingannya akan dapat dilakukan.
Peran dan saluran-saluran yang digunakan kelompok kepentingan ini berbeda di setiap negara, mereka melakukan peranannya sesuai dengan tujuan yang mereka ingin capai, demikian pula dengan saluran-saluran yang mereka gunakan. Satu saluran yang dianggap efektif bagi satu kelompok kepentingan belum tentu efektif bagi yang lain.

3. Kelompok Penekan (Pressure Group)

1. Pengertian
Yang dimaksud golongan penekan adalah sekelompok manusia yang tergabung menjadi anggota suatu lembaga kemasyarakatan dengan aktivitas yang tampak dari luar sebagai golongan yang sering mempunyai kemauan untuk memaksakan kehendaknya kepada pihak penguasa.
2. Peranan

Kelompok ini melontarkan kritikan-kritikan untuk para pelaku politik lain. Dengan tujuan membuat perpolitikan maju.
Kelompok penekan juga dapat memengaruhi atau bahkan membentuk kebijaksanaan pemerintah melalui cara-cara persuasi, propaganda, atau cara lain yang lebih efektif.
Mereka antara lain : industriawan dan asosiasi-asosiasi lainnya.
Salah satu institusi politik yang dapat dipergunakan oleh rakyat untuk menyalurkan aspirasi dan kebutuhannya dengan sasaran akhir adalah untuk mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijakan pemerintah.
Kelompok penekan dapat terhimpun dalam beberapa asosiasi yaitu :
a. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),
b. Organisasi-organisasi sosial keagamaan,
c. Organisasi Kepemudaan,
d. Organisasi Lingkungan Hidup,
e. Organisasi Pembela Hukum dan HAM, serta
f. Yayasan atau Badan Hukum lainnya.

4. Media Komunikasi Politik (Political Communication Media)

A. Pengertian
Media komunikasi politik adalah salah satu instrumen politik yang berfungsi menyampaikan informasi dan persuasi mengenai politik baik dari pemerintah kepada masyarakat maupun sebaliknya. Merupakan benda mati yang sebagai perantara penyebaran dan pemberitaan (singkat kata alat komunikasi) politik. Komunikasi politik yaitu menghubungkan pikiran politik yang hidup dalam masyarakat baik pikiran intragolongan, institusi, asosiasi ataupun sector kehidupan politik masyarakat dengan sektor pemerintah.
Kelompok infrastruktur politik ini, secara nyata menggerakkan sistem, memberikan input, terlibat dalam proses politik, memberikan pendidikan politik, melekukan sosialisasi politik, menyeleksi kepemimpinan, menyelesaikan sengketa politik, yang terjadi diantara berbagai pihak baik di dalam maupun di luar. Serta mempunyai daya ikat baik secara ke dalam maupun keluar.
Alat komunikasi dapat mendukung terciptanya suasana politik rakyat karena alat komunikasi tersebut merupakan sarana perhubungan dan pemersatu bagi masing-masing golongan, terutama golongan politik. Alat komunikasi tersebut berfungsi sebagai alat penyebarluasan konsep-konsep, ajaran-ajaran, doktrin-doktrin, ideologi-ideologi politik tertentu, dasn program-program kerja golongan kepada seluruh anggota dan simpatisannya.
B. Posisi
MC Luhan “Medium is the extension of man” (media adalah sesungguhnya perpanjangan instrument indra manusia). Media ditempatkan sebagai alat untuk sarana akses informasi apapun dalam lingkunganmasyarakat, termasuk politik. “Medium is the message” (media adalah pesan itu sendiri). Dalam konteks politik yang dapat mempengaruhi khalayak, bukan hanya apa yang dikatakan media, tetapi media apa yang digunakan juga mempengaruhi keefektifan komunikasi politik.

  1. D.       Fungsi

• Fungsi Informasi
Media dijadikan sarana diseminasi informasi yang terkait dengan politik dengan kekuasaan,    serta sosialisasi politik.
• Fungsi Edukasi
Media dijadikan sebagai sarana pendidikan politik melalui pesan-pesan politik yang disampaikan media.
• Fungsi Korelasi
Media dijadikan penghubung antara aktor politik dan khalayak melalui isi media yang berkaitan dengan aktivitas aktor poltik.
• Fungsi Kontrol Sosial
Media sebagai agen kritik atau koreksi terhadap aktor politik atau kegiatan politik.
Fungsi Pembentukan Opini Publik berkaitan dengan Persoalan Politik

F. Peranan
• Membantu pembentukan memori publik melalui penyampaian informasi yang menambah pengetahuan masyarakat.
• Membantu menyusun agenda kehidupan yang berhubungan dengan politik dan kepentingan umum.
• Membantu berhubungan dengan kelompok diluar dirinya (media menjadi mediasi antara aktor politik dengan aktor politik lainnya). Media dalam hal ini menjadi fasilitator.
• Membantu menyosialisasikan pribadi seseorang, termasuk nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tersebut.
• Membujuk khalayak untuk menemukan kelebihan dari pesan-pesan politik yang diterima.

5. Organisasi Kemasyarakatan (Ormas)

A. Pengertian
Dalam Pasal 1 UU No. 8 Tahun 1985 Tentang Organisasi Kemasyarakatan, organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat warga Negara republik Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, untuk berperanserta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Organisasi kemasyarakatan dibentuk dengan tujuan-tujuan dalam bidang sosial dan budaya. Organisasi ini tidak melibatkan diri untuk ikut serta dalam dalam peserta untuk memperoleh kekuasaan dalam Pemilu.
B. Ciri Khusus
Salah satu ciri penting dalam organisasi kemasyarakatan adalah kesuka-relaan dalam pembentukan dan keanggotaannya. Anggota masyarakat warga negara republik Indonesia bebas untuk membentuk, memilih, dan bergabung dalam organisasi kemasyarakatan yang dikehendaki dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Organisasi kemasyarakatan dapat mempunyai satu atau lebih dari satu sifat kekhususan yaitu kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Organisasi atau perhimpunan yang dibentuk secara sukarela oleh anggota masyarakat warga Negara republik Indonesia yang keanggotaannya terdiri dari warga negara republik Indonesia dan warganegara asing, termasuk dalam pengertian organisasi kemasyarakatan.
C. Fungsi
Dalam Pasal 5 UU No. 8 Tahun 1985,
Organisasi Kemasyarakatan berfungsi sebagai :
a. wadah penyalur kegiatan sesuai kepentingan anggotanya;
b. wadah pembinaan dan pengembangan anggotanya dalam usaha
mewujudkan tujuan organisasi;
c. wadah peranserta dalam usaha menyukseskan pembangunan
nasional;
d. sarana penyalur aspirasi anggota, dan sebagai sarana komunikasi
sosial timbal balik antar anggota dan/atau antar Organisasi
Kemasyarakatan, dan antara Organisasi Kemasyarakatan dengan
organisasi kekuatan sosial politik, Badan Permusyawaratan/Perwakilan
Rakyat, dan Pemerintah.

  1. E.    Peranan

Organisasi Kemasyarakatan sebagai sarana untuk menyalurkan pendapat dan pikiran bagi anggota masyarakat warga negara republik Indonesia, mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan keikutsertaan secara aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat Pancasila berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dalam rangka menjamin pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa, menjamin keberhasilan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila, dan sekaligus menjamin tercapainya tujuan nasional.

6. Tokoh Politik (Political Figure)

A. Pengertian
Tokoh politik adalah rang-orang yang lalu lalang, atau yang bekerja di dunia politik, dan eksis di kalangan masyarakat, berperang penting dalam mengambil keputusan-keputusan yang berpengaruh dalam suatu wilayah.
Pengangkatan tokoh politik merupakan proses transformasi seleksi terhadap anggota masyarakat dari berbagai sub-kultur dan kualifikasi tertentu yang kemudian memperkenalkan mereka pada peranan khusus dalam sistem politik.
Pengangkatan tokoh politik akan berakibat terjadinya pergeseran sektor infrastruktur politik, organisasi, asosiasi, kelompok kepentingan serta derajat politisasi dan partisipasi masyarakat.
Menurut Letser G. Seligman, proses pengangkatan tokoh politik akan berkaitan dengan beberapa aspek, yaitu :
a. Legitimasi elit politik,
b. Masalah kekuasaan,
c. Representativitas elit politik, dan
d. Hubungan antara pengangkatan tokoh-tokoh politik dengan perubahan politik.
B. Peranan
Tokoh politik khususnya yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mempunyai peranan bagi masyarakat. Peranan itu yaitu menyaurkan aspirasi atau suara rakyat. Anggota DPR harus mengetahui untuk apa mereka dipilih, yang tidak lain agar suara rakyat dapat tersalurkan dalam rangka penyelenggaraan negara.

Masyarakat, Pemerintah

Kami tidur diatas emas dan berenang diatas minyak tapi kami hanya menjual buah-buah pinang.Liryc Edo Kondolangit “Realita”.

mama
Ilustrasi mama papua yang sedang berjualan pinang (Foto:Search)

Kami tidur di atas emas, berenang di atas minyak, tapi bukan kami punya. Kami hanya menjual buah-buah pinang.

Sepenggal lirik lagu penyanyi Edo Kondolangit, bisa menggambarkan rintihan hati rakyat Papua. Walau mereka hidup di bagian bumi yang kaya tiada tara, tapi terpuruk dalam nestapa kemiskinan dan keterbelakangan.

Berpuluh tahun mereka hanya menonton warisan kekayaan dari Tuhan itu dikeruk, diangkut dan dijual untuk memperkaya jutaan manusia di ujung benua Amerika serta segelintir elit di Indonesia, yang berfungsi sebagai centeng alias anjing penjaga tambang bernama Freeport.

4934713_20130407102753.jpg
Gambar lokasi pertambangan freeport indonesia (Foto:Search)

Ekspedisi tiga orang Eropa tahun 1936, pimpinan DR Anton H Colijn bersama Jean-Jacques dan Frits J Wissel ke Gunung Gletser, Jayawijaya dan kemudian menemukan Ertsberg, seolah menjadi pembuka kotak pandora gunung emas di tanah Papua.

Sedangkan ekspedisi Freeport yang dikomandoi Forbes Wilson dan Del Flint, untuk menjelajahi Ertsberg tahun 1960, semakin menguatkan hasrat membangun proyek tambang di tanah yang diyakini orang Papua, sebagai tempat bersemayam moyang mereka.

Ertsberg, begitulah orang Belanda menyebut gunung ore (bijih). Bagi orang Papua, Ertsberg merupakan tanah warisan yang harus dijaga dan dipertahankan, agar terhindar dari malapetaka.

Namun nasib berkata lain. Sejak tahun 1967, perusahaan tambang PT Freeport Indonesia sebagai afiliasi Freeport-McMoRan Copper and Gold yang berpusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, menguasai Ertsberg dalam radius 10 kilometer persegi melalui kontrak karya eksklusif kontraktor tambang selama 30 tahun dan kemudian diperpanjang hingga 2041.

“Inilah awal malapetaka bagi orang Papua, membiarkan warisan kekayaan mereka disedot, sementara mereka hanya menonton dan pakai koteka,” ujar sumber matanews.com, Kamis (03/11).

images-82-1
Ilustrasi antara amerika dan masyarakat pribumi pewaris freeport (Foto:Search)

Tahun 1970, operasi tambang berskala penuh pun dimulai dan kemudian pengapalan ekspor pertama kosentrat tembaga berlangsung 1972. Diperkirakan, sejak beroperasi hingga 2010 Freeport sudah menyedot 7,3 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas, tanpa kontrol yang jelas dari rejim Orde Baru pimpinan Soeharto, rejim Habibie, Gus Dur, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebaliknya, pihak Freeport dinilai tidak terbuka dan tidak jujur dalam pelaporan besaran dan jenis tambang yang dieksploitasi dari Ertsberg. Bahkan audit lingkungan dan sosial yang dilakukan terhadap tambang Freeport, dianggap hanya sebagai bentuk legitimasi atau pembenaran terhadap eksploitasi kekayaan tambang tanpa batas.

Tidak mengherankan, kalau ada pihak yang memperkirakan kandungan emas, tembaga serta uranium yang dikeruk dari Ertsberg dan Grasberg yang ditemukan pada tahun 1988, bisa mencapai nominal 8000 triliun rupiah setiap tahunnya dalam konversi rupiah.

“Bandingkan saja misalnya dengan jumlah APBN Indonesia setiap tahun, hanya sekitar 1200 triliun rupiah. Sementara royalti Freeport, secara resmi hanya sekitar 1 persen per tahun,” tutur sumber matanews.com, Kamis (03/11).

Lalu setega itukah Freeport untuk membagi hasil kekayaan yang dikeruk hingga ke perut bumi Cendrawasih dan membiarkan rakyat Papua mengais sampah sisa makanan yang dibuang dari camp Hidden Valley, lokasi tambang di ketinggian 4000 meter dari permukaan laut itu?.

Sejak jaman Soeharto, secara kasat mata Freeport memang jadi bancakan bagi kaum penguasa republik dan aparat keamanan. Diduga banyak uang ilegal yang dibagi-bagi alias mengalir ke kantong-kantong pribadi dan kelompok.

images (81).jpg
Gambar illustrasi penggunaan aparat keamanan berlebihan demi kelangsungan dan kelanggengan operasi perusahaan freeport (Foto:Freeport)
Pihak Freeport pun sangat menyadari praktek distribusi uang centeng, dengan tujuan kelangsungan dan kelanggengan pengerukan emas, tembaga hingga uranium dari tanah Papua. Pengakuan pihak Freeport telah memberikan uang pengamanan sebesar 14 juta USD setiap tahun kepada pihak kepolisian, hanyalah salah satu alokasi dana yang tidak masuk resmi ke kas negara. Diyakini, uang centeng dari Freeport, juga mengalir ke pihak tentara, Pemda hingga elit penguasa lokal dan pusat.

Kisruh Freeport yang kini masih berlangsung, memang telah mengganggu kenyamanan kelompok centeng yang menari di atas penderitaan bahkan nyawa rakyat Papua, maupun buruh tambang yang gigih memperjuangkan haknya.

Bahkan upaya Presiden SBY membentuk Unit Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat (UP4B) yang dikepalai Bambang Darmono, ditengarai hanya akal-akalan untuk menetralisir memburuknya situasi di bumi Cendrawasih, sekaligus alat mengatur penampungan aliran uang centeng dari Freeport yang terus mengalir, entah sampai kapan.*(d/che/ptficom/dbs)

sumber : http://matanews.com

Pemerintah, Politik, West Papua

Filep Karma: Penguasa Papua Bukan Jokowi.Kami banyak belajar dari Sejarah Indonesia.

Filep Karma: Penguasa Papua Bukan Jokowi
Filep yang baru setahun bebas dari penjara,terus berjuang untuk Papua.Ia mengatakan,banyak belajar dari sejarah Indonesia. (CNN Indonesia)
Jakarta,LBRM — Hampir setahun sudah Filep Karma menghirup udara bebas. Lelaki berambut dan berjanggut tebal itu pertama kali keluar dari Penjara Abepura, Jayapura, Papua, pada 19 November 2015, setelah menerima remisi dasawarsa dari pemerintahan Jokowi –yang sebetulnya ia tolak.

Bagi Filep yang menghabiskan 11 tahun hidup di balik jeruji besi, menerima remisi berarti mengaku berbuat salah. Padahal Filep tak merasa bersalah. Ia tahanan politik yang dipenjara bukan karena kasus kriminal, tapi sebab persoalan ideologi.

Filep menggelar upacara peringatan kemerdekaan Papua pada 1 Desember 2004 di sebuah lapangan di Abepura, mengibarkan bendera Bintang Kejora, dan berpidato soal bangsa Papua. Ia pun ditangkap, dituduh berkhianat pada Indonesia, dan dijebloskan ke penjara. Upaya bandingnya selalu kandas hingga tingkat Mahkamah Agung di Jakarta.

Kini, meski Filep kembali menjadi orang bebas berkat “paksaan” remisi pemerintah Jokowi, ia tak lantas tunduk pada si pemberi remisi. Filep, dengan janggut kepang diikat karet Bintang Kejora, terus berjuang untuk Papua dengan caranya. Ia berkeliling, bercerita tentang Papua, agar masyarakat Indonesia paham apa yang terjadi di tanah kelahirannya.

Di sela kesibukannya memperjuangkan Papua merdeka lewat cara damai, Filep menyempatkan diri berbincang santai dengan wartawan CNNIndonesia.com, Anggi Kusumadewi, Selasa (25/10). Berikut petikan wawancara khususnya.

Dua bulan sebelum Anda dibebaskan dari tahanan, kepada rekan kami Giras Pasopati di Penjara Abepura, Anda mengatakan, “Jokowi baik, tulus, tapi susah meyakinkan Papua karena tantangan dia sebagai Presiden begitu banyak. Apa yang dia inginkan berbeda dengan kenyataan.”

Kini setelah dua tahun Jokowi memimpin Indonesia, dengan tekad yang dia ucapkan di awal pemerintahan untuk mewujudkan damai di Papua, bagaimana kondisi Papua saat ini dibanding dengan saat Jokowi belum memimpin?

Saya kira tidak ada perbedaan. Pembunuhan oleh orang tak dikenal makin marak. Ada aktivis KNPB digantung di pohon, kata polisi bunuh diri. Ada aktivis Pasar Mama-mama dibunuh, katanya tabrak lari, hasil pemeriksaan polisi karena kecelakaan lalu lintas. Sudah enam ribu orang ditangkapi, meski sebagian langsung dilepas.

KNPB, Komite Nasional Papua Barat, adalah organisasi politik masyarakat Papua yang mengampanyekan kemerdekaan Papua.

Sementara pegiat Pasar Mama-mama yang ditabrak ialah Robert Jitmau, Sekretaris Solidaritas Pedagang Asli Papua. Pria 42 tahun itu aktif memperjuangkan pembangunan pasar untuk menampung 500 pedagang asli Papua di Jayapura.

Rojit kerap memimpin aksi unjuk rasa menuntut pendirian Pasar Mama-mama. Ia juga salah seorang yang menemui perwakilan pemerintah pusat dan DPR RI guna membahas proses pelepasan lahan yang hendak dipakai untuk membangun pasar.

Perjuangan Rojit dan rekan-rekannya berbuah. Akhir April 2016, Presiden Jokowi meletakkan batu pertama pembangunan Pasar Mama-mama di Jayapura

Menurut keterangan Polres Jayapura, Rojit tewas ditabrak di Jayapura pukul 05.00 WIT, 21 Mei 2016. Ketika itu ia sedang mengobrol dengan dua kawannya di pinggir jalan. Mereka dihantam sedan. Rojit meninggal, sedangkan dua temannya selamat.

Jadi, damai yang Pak Jokowi janjikan itu tak terlihat, dan kebebasan berekspresi makin ditekan. Aparat makin represif. Kami baru kumpul saja langsung dicegat di tempat.

Saya melihat, selama ini yang memegang peran di Papua itu TNI Polri. Sipil tidak punya peranan.

Misalnya saat Pak Jokowi ke Papua 9 Mei 2016. Pada 10 Mei di Merauke, Jokowi mengumumkan Papua terbuka bagi wartawan nasional dan asing, juga LSM nasional dan asing. Tapi kemudian, hal itu dibantah oleh Panglima TNI.

Tidak bisa Papua dibuka, katanya. Berarti yang berkuasa di Papua bukan Jokowi sebagai seorang Presiden, karena dia sipil. Yang berkuasa di Papua itu TNI Polri. Padahal jika saya merujuk ke UUD 1945, Presiden panglima tertinggi TNI.

Pada 29 Mei 2016, 19 hari usai Jokowi menyatakan Papua terbuka bagi jurnalis asing, Jenderal Moeldoko yang saat itu menjabat Panglima TNI, dalam arahannya di hadapan ribuan prajurit Komando Daerah Militer V/Brawijaya di Surabaya, Jawa Timur, mengatakan wartawan asing tak boleh seenaknya masuk ke Papua jika bertujuan hendak membuat berita yang tak sesuai fakta, bersifat memfitnah, dan hanya menjelek-jelekkan pemerintah Indonesia.

Namun, Moeldoko saat itu juga menyatakan, akan menjalankan perintah Presiden untuk mengakomodasi wartawan asing ke Papua, selama wartawan tersebut punya niat baik. Menurutnya, aparat intelijen di Papua akan memantau wartawan-wartawan asing itu demi keamanan jiwa mereka selama peliputan.

Sejak menjabat sebagai Presiden, Jokowi telah mengguyur Papua dengan berbagai program pembangunan. Jokowi juga berkali-kali mendatangi Papua. Papua menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang paling sering dikunjungi Presiden. Itu paling tidak menunjukkan upaya serius pemerintah pusat atas Papua. Apa Anda berpendapat serupa?

Jokowi datang sesering apapun, apakah karena diminta rakyat Papua? Kami diberi pembangunan infrastruktur, itu siapa yang minta dan untuk kepentingan siapa?

Itu ibarat kami ingin kopi, dikasih soda.

Infrastruktur dibangun, di sisi lain mempercepat illegal logging yang dibantu oleh TNI Polri. Menurut informasi polisi hutan yang saya terima, yang membawa potongan kayu ilegal itu dikawal TNI Polri. Ya siapa yang berani periksa? Siapa mau melawan tentara bersenjata mangkas hutan?

Pada Desember 2012, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini TNI menahan 14 truk yang mengangkut kayu tanpa dokumen dari Keerom ke Jayapura. Sopir truk lantas menyebut ada anggota TNI yang diduga membekingi pembalakan liar itu.

Anggota-anggota TNI yang terlibat, menurut Kodam XVII/Cenderawasih saat itu, akan dihukum berat.

Apakah Anda merasakan perbedaan antara program-program pemerintah Jokowi untuk Papua saat ini, dengan kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia sebelum era Jokowi?

Saya merasa, justru Gus Dur yang tanpa menjanjikan apa-apa, tapi kami di Papua merasakan kedamaian. Itu waktu masa Gus Dur.

Beliau mengizinkan bendera Bintang Kejora dikibarkan bersama-sama dengan bendera Merah Putih, tapi tidak boleh lebih tinggi dan dengan ukuran lebih kecil.

Beliau juga mengembalikan nama Papua (sebelumnya Irian Jaya pada era Soeharto). Padahal dulu kalau kami omong “Saya orang Papua,” disebut separatis. Diberi stigma macam-macam. Padahal cuma menyebut nama “Papua.”

Jadi untuk nama “Papua” ini, sudah banyak orang dibunuh. Itu baru nama saja, belum teriak “merdeka,” tapi sudah banyak korban.

Jadi kami melihat Gus Dur punya hati nurani yang baik. Dia mendengar suara orang Papua. Dia mengerti apa yang harus diberikan untuk orang Papua.

Pada 1 Januari 2000, Presiden Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur mengembalikan nama Irian Jaya menjadi Papua dan mengizinkan bendera Bintang Kejora dikibarkan sebagai simbol kultural orang Papua, sekaligus menerapkan otonomi khusus untuk Papua.

Namun kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah, bendera Bintang Kejora kembali dilarang.

Kalau sekarang, kami mau minum kopi, dikasih soda, dengan alasan soda juga ada kandungan kafeinnya. Yang kami minta tidak diberikan.

Jadi meski dibaik-baikin, ini bukan yang kami minta. Kami dipaksa menerima otonomi khusus. Otsus itu ibarat untuk membungkam teriakan merdeka.

Filep Karma: Penguasa Papua Bukan JokowiPresiden Jokowi dalam salah satu kunjungannya ke Papua. (Setpres/Rusman)

Menurut Anda, apa yang diinginkan mayoritas rakyat Papua?

Merdeka. Kami punya negara sendiri. Indonesia itu bangsa lain. Keinginan ini sudah merata, bukan karena ketidakadilan pembangunan di Papua lantas kami baru berpikir begitu. Sebab dari awal sudah seperti itu.

Papua berangkat dari sejarah yang berbeda dari Indonesia. Start sudah beda. Bendera (Bintang Kejora) sudah dibagikan 1 Desember 1961. Tiba-tiba Sukarno mengumumkan Trikora pada 19 Desember 1961. Dia mengatakan, bubarkan Negara Papua. Cuma, diselipin kata “boneka.”

Papua menjadi rebutan Indonesia dan Belanda seiring langkah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Indonesia mengklaim seluruh daerah jajahan Hindia Belanda, termasuk bagian barat Pulau Papua, sebagai wilayahnya. Klaim itu ditolak Belanda, dan negara di benua Eropa itu mempersiapkan kemerdekaan Papua.

Desember 1950, Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan Papua berhak merdeka sesuai Pasal 76c Piagam PBB yang berbunyi, “Mendorong penghormatan kepada hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan ras, jenis kelamin, bahasa atau agama, dan menganjurkan pengakuan atas kemerdekaan rakyat-rakyat di dunia.”

Namun Indonesia dan Belanda terus berseteru berebut Papua. Indonesia menggelar serangan, dan Belanda menggenjot pendidikan di Papua. Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat pada 1956, dan Belanda membentuk Tentara Papua pada 1957.

Belanda melaporkan upayanya membangun Papua secara rutin ke PBB sejak 1950 sampai 1961. Belanda juga melangsungkan pemilu di Papua yang menghasilkan Dewan Papua. Dewan ini pada Oktober 1961 mempersiapkan Papua merdeka.

Pada 31 Oktober 1961, bendera Bintang Kejora berkibar untuk kali pertama, dan 1 Desember 1961 kemerdekaan Papua dideklarasikan.

Selanjutnya tanggal 19 Desember 1961, Presiden Sukarno di Yogyakarta mengumumkan operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk merebut Irian dan mengusir Belanda dari sana.

Dua dari tiga butir isi Trikora itu ialah: gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda, dan kibarkan sang saka Merah Putih di seluruh Irian Barat.

Indonesia dan Belanda lalu menggelar perundingan di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada 15 Agustus 1962, yang menghasilkan penyerahan Papua kepada PBB (United Nations Temporary Executive Authority, UNTEA), untuk kemudian diserahkan kepada Indonesia.

Pada 1 Mei 1963, UNTEA menyerahkan Papua kepada Indonesia, dan Indonesia membubarkan Dewan Papua serta melarang bendera Bintang Kejora. Keputusan ini ditentang banyak pihak di Papua dan melahirkan Organisasi Papua Merdeka pada 1965.

Papua akhirnya resmi menjadi wilayah Republik Indonesia setelah digelar Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969. Namun metode Pepera lewat perwakilan –satu suara merepresentasikan banyak orang– ditentang rakyat Papua yang menginginkan sistem one man one vote.

Apa harapan Anda untuk Papua, saat ini dan di masa depan?

Sekarang kami terus konsolidasi dan berjuang untuk merdeka. Ke depan, kalau kami sudah merdeka, jangan mengulangi yang Indonesia lakukan. Harus lebih manusiawi.

Kemerdekaan suatu bangsa juga ditentukan oleh faktor internasional, yakni dukungan negara-negara di dunia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa. Minimal diperlukan pengakuan dari dua per tiga anggota PBB yang hadir pada Sidang Majelis Umum PBB.

Maka dengan anggota PBB yang kini berjumlah 193 negara, bila seluruhnya hadir pada Sidang Majelis Umum PBB, diperlukan setidaknya suara dukungan dari 128 negara.

Saat ini ada tujuh negara Pasifik yang mengangkat isu Papua ke Sidang PBB. Mereka adalah Kepulauan Solomon, Republik Vanuatu, Republik Kepulauan Marshall, Republik Nauru, Tuvalu, Kerajaan Tonga, dan Republik Palau.

Apa tiga kata pilihan Anda untuk mendeskripsikan Papua dan rakyatnya?

Papua merdeka.

Filep Karma: Penguasa Papua Bukan JokowiSeorang murid Sekolah Dasar di Merauke, Papua. (CNN Indonesia)

Apa keinginan tertinggi Anda yang belum terpenuhi sampai sekarang?

Melihat rakyat Papua sejahtera.

Saya menyadari Papua sangat kaya. Kekayaan itu dipakai untuk membangun Jakarta, sementara rakyat kami terus menderita.

Untuk mengambil emas kami sendiri, kami dibunuhi dan disiksa.

Saya akan bahagia kalau melihat rakyat Papua sejahtera dan bebas dari penindasan, pembunuhan, tindakan semena-mena.

Itu impian saya.

Kalau memikirkan diri saya sendiri, tinggal kerja saja.

Saya pegawai juga, tapi tetap berjuang. Ini kan negara demokrasi, orang bebas bicara apa saja. Yang penting saya tidak menghambat orang lain. Paling honor dan tunjangan saya dipotong karena tidak masuk kantor. Itu konsekuensi.

Mungkin bagi orang lain, ini terlalu idealis. Suka-suka orang menilai. Indonesia juga belum pasti merdeka kalau dulu tak ada idealisme. Kami banyak dapat contoh dari sejarah Indonesia.

Luar Negeri, Motivasi, Pemerintah, Politik, SEJARAH

21 Kutipan Inspirasi Mahatma Gandhi Ini Akan Mengubah Cara Pandangmu Terhadap Hidup

21 Kutipan Inspirasi Mahatma Gandhi Ini Akan Mengubah Cara Pandangmu Terhadap Hidup

Siapa yang tidak tahu Mahatma Gandhi?

Peraih penghargaan nobel perdamaian di tahun 1989 ini begitu banyak mengajarkan kita arti kehidupan dan seisinya. Lewat 21 kutipan ini kita bisa belajar bagaimana kebijaksanaan beliau semasa hidupnya.

1. “Untuk percaya pada sesuatu hal, namun tidak menghidupi hal tersebut, adalah suatu ketidakjujuran.”

inspirational-quote-dishonest-mahatma-gandhi-959b48385518f3083a0b9ba113002f8b.jpg

2. “Kebahagiaan adalah segala ketika apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu katakan, dan apa yang kamu lakukan berjalan dalam harmoni.”

gandhi-quotes-03-5d9c85383fb7730896749c4059c371a9.jpg

3. “Kamu tidak seharusnya kehilangan kepercayaan pada kemanusiaan. Kemanusiaan itu seperti lautan, jika beberapa tetes dari air laut itu kotor, lautan sendiri itu tidak akan menjadi kotor.”

celebrate-international-day-of-non-violence-mahatma-gandhi-quote-89bc2bb8af25334f538f11ca9f7e1a13.jpg

4.”Ingatlah wajah-wajah orang yang mengalami kemiskinan dan orang-orang yang tak berdaya yang telah kamu lihat, dan tanya pada dirimu sendiri langkah apa yang akan kamu ambil untuk mereka.”

images-83c6e49493ad649cffcb9da3aff41b96.jpg

5. “Tidak ada yang lebih menghabiskan waktu daripada kekhawatiran, dan orang-orang yang mengaku percaya pada Tuhan patut malu apabila mereka khawatir mengenai sesuatu hal.”

mahatmagandhi-082-6960f6f04a23dda022dc4fab4c152e1f.jpg

6. “Ketika ada cinta, di situlah ada kehidupan.”

mahatma-gandhi-quotes-english-2-ee3c78a20489546b36103e756307bb6b.JPG

7. “Satu ons dari latihan jauh lebih berharga daripada satu ton dari berbicara panjang lebar.”

an-ounce-of-practice-is-worth-more-mahatma-gandhi-quotes-e320352a9b8eea96f296135ce658bcfb.jpg

8. “Aku memiliki kepercayaan bahwa aku bisa melakukan, aku akan mencapai kemampuan untuk melakukannya, meskipun pada awalnya aku tidak memiliki kapasitas tersebut.”

inspirational-quote-belief-capacity-mahatma-gandhi-b7c2a3bdd9c0b4b7c704fa2bc46d4b28.jpg

9. “Kekuatan tidak berasal dari kemenanganmu, perjuanganmu lah yang mengembangkan kekuatanmu. Ketika kamu melewati waktu-waktu sulit dan memilih untuk tidak menyerah, itulah arti dari kekuatan.”

18271-mahatma-gandhi-quotes-and-images-wallpaper-1024x768-86aa70bcf2606651ee03238e1de8b572.jpg

10. “Cara terbaik untuk menemukan dirimu adalah dengan kehilangan dirimu dalam pelayanan bagi orang lain.”

gandhi-quote-bahadur-singh-aa6daa4857e7d10abf2426a3520033b2.png

11. “Pada suatu saat, kepemimpinan berarti otot, namun pada hari ini, makna kepemimpinan adalah berbaur dengan semua orang.”

mahatmagandhi-056-dd583bce39f7af8a1e6a000462586b7b.jpg

12. “Doa adalah kunci dari pagi hari, ledakan dari sore hari.”

prayer-is-the-key-of-quotes-by-mahatma-gandhi-41-57fea0ead845164680b70cefd06683f9.png

13. “Kamu mungkin tidak akan pernah tahu apa hasil dari tindakanmu, namun ketika kamu tidak bertindak apapun, maka tidak akan ada hasil yang terjadi.”

quote-ghandi-05760c7c8fb5af95304c63ebc36ec6b5.JPG

14. “Kekuatan tidak berasal dari kemampuan fisik, melainkan berasal dari tekad yang gigih.”

2-october-2013-mahatma-gandhi-quotes-wallpaper-gandhi-jayanti-wallpaper-non-violence-day-wallpapers-d7f74e1a11cd1dd7d56d812a31ae6f6b.jpg

15. “Hiduplah seakan bahwa kamu akan meninggal esok hari. Belajarlah selayaknya kamu akan hidup selamanya.”

mahatma-gandhi-quotes-48f9c3b5a476855d96a2bffef3d5f4eb.jpg

16. “Jadilah perubahan yang kamu ingin lihat di dunia.”

mahatma-gandhi-4a-00565a7d1648198415c07cee5ed100df.jpg

17. “Kamu dapat mengekangku, kamu dapat menyiksaku, kamu bahkan bisa menghancurkan tubuhku, namun kamu tidak akan pernah memenjarakan pikiranku.”

inspirational-quotes-of-mahatma-gandhi-mind-600ebb858042dd12a56b3405140f4ed8.jpg

18. “Satu mata untuk satu mata hanya akan berakhir membuat seluruh dunia buta.”

an-eye-for-an-eye-556-185-99ff1eb88e71a95219b4f21f4eef847b.jpg

19. “Kamu tidak dapat bersalaman dengan tangan yang mengepal.”

610-ghandi-800x600-inspirational-motivational-daily-facebook-cover-quote-76a682a2b971f9370755195fce0cc526.jpg

20. “Hukum dari kasih bisa dipahami dan dipelajari dengan baik dari anak kecil.”

inspirational-quote-law-of-love-mahatma-gandhi-5fb20e705e58491e2e8e08ea9fc4d552.jpg

21. “Kemarahan adalah musuh dari kedamaian dan kebanggaan adalah monster yang akan menelannya.”

mahatmagandhi-080-b5f5dde1e5ba5bafd1af35410e864713.jpg

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari beliau dan ikut melaksanakan ketertiban dunia terima kasih!

Sumber:IDNtimes.com

Luar Negeri, Motivasi, Pemerintah, Politik, SEJARAH

15 Kutipan Paling Revolusioner dari Mendiang Fidel Castro

15 Kutipan Paling Revolusioner dari Mendiang Fidel Castro

Kuba pada 1955 berada di bawah pemimpin diktator yang membuat rakyat miskin dan menderita. Hal inilah yang membuat seorang pemuda bernama Fidel Castro pada masa itu berjuang untuk kebebasan. Bersama 80 lebih pejuang lainnya, Castro memimpin kudeta terhadap pemerintah diktator Kuba.

Castro berhasil membawa Kuba dari bangkit pemerintahan Fulgencio Batista pada 1959. Saat itu dirinya berjuang demi membuat negaranya lepas dari kemiskinan serta intervensi dari negara lain. Castro juga yang membuat Amerika Serikat tidak banyak berpengaruh di Kuba.

Kemampuan Castro pun membuat dirinya diagung-agungkan oleh warganya, bahkan sebelum kematiannya. Dikutip dari BBC.com, Castro meninggal pakai pukul 22.29 waktu setempat (10.29 WIB) Sabtu (26/11). IDNtimes telah kumpulkan kutipan revolusioner Castro yang akan membuat kita lebih semangat lagi.

1. A revolution is a struggle to the death between the future and the past.

bbc-add955a202e4f105321a6acbdc00835d.jpg

Revolusi adalah perjuangan mati-mati antara masa depan dan masa lalu.

2. They talk about the failure of socialism but where is the success of capitalism in Africa, Asia and Latin America?

bbc1-4b4e2cee9b6e34e8e51fa3de990f97e8.jpg

Orang-orang berbicara tentang kegagalan sosialisme, tapi di mana letak kesuksesan kapitalisme di Afrika, Asia dan Amerika Latin?

3. I find capitalism repugnant. It is filthy, it is gross, it is alienating… because it causes war, hypocrisy and competition.

dailay-735ca3fd8fddd4d43aaf2a33c2ce8620.jpg

Menurutku kapitalisme itu menjijikan. Kapitalisme itu kotor, jelek, mengasingkan.. karena kapitalisme menyebabkan perang, kemunafikan dan kompetisi.

4. The revolution is a dictatorship of the exploited against the exploiters.

gazaette-e3e148e1c8ab0aeb17e346065c07eed8.jpg

Revolusi adalah kediktatoran dari yang terjajah terhadap penjajah.

5. I think that a man should not live beyond the age when he begins to deteriorate, when the flame that lighted the brightest moment of his life has weakened.

ibtimes-d50702e6c7a2dd506cd71b1a85b1baad.jpg

Menurutku seseorang tidak boleh hidup melebihi usia ketika kondisinya memburuk, saat api yang menyinari hidupannya sudah mulai melemah.

6. Men do not shape destiny, Destiny produces the man for the hour.

marxist-c4a94d6733abf87721a43c54360f02ac.jpg

Manusia tidak bisa menentukan nasib. Justru takdir yang membuat orang itu nyata.

7. Capitalism is using its money; we socialists throw it away.

yaho-c32f06961a1b25f2f8d365266ad7f5df.jpg

Kapitalisme menggunakan uang mereka, kami, para sosialis, membuangnya.

8. The revenues of Cuban state-run companies are used exclusively for the benefit of the people, to whom they belong.

yaho1-3b0720dbfeffbeae4333295f329bba2a.jpg

Keuntungan perusahaan milik negara di Kuba diberikan kepada para rakyat, kepada orang-orang yang berhak mendapatkannya.

9. No thieves, no traitors, no interventionists! This time the revolution is for real!

yaho2-6c456be1ba3b1deca9acd41b9b98a25f.jpg

Tanpa pencuri, tanpa pengkhianat, tanpa para pengganggu! Ini saatnya revolusi!

10. Condemn me, it does not matter: history will absolve me.

yaho3-adc3d23824aae80cff7c43749e82162c.jpg

Penjarakan aku, itu bukan masalah: sejarah akan membebaskanku.

11. I am not a dictator, and I do not think I will become one. I will not maintain power with a machine gun.

yaho4-874739a12f280a7105561a679e27978a.jpg

Aku bukan diktator, dan aku rasa aku tidak akan pernah jadi diktator. Aku tidak akan mempertahankan kekuasaan dengan senjata.

12. I am not a communist and neither is the revolutionary movement, but we do not have to say that we are anticommunists just to fawn on foreign powers.

yaho5-475b5d21673728e43ffcbfddbea6ee71.jpg

Aku bukan komunis, begitu juga dengan gerakan revolusi, tapi kami tidak akan jadi antikomunis untuk sekadar meminta bantuan kekuasaan asing.

13. I never perceived a contradiction in the political revolutionary field between the ideas I maintained and the idea of that symbol, that extraordinary figure who had been so familiar to me since I began to reason.

yaho6-d8e845ab937c5665cc82ea37fe850415.jpg

Aku tidak pernah paham tentang sebuah perbedaan dalam ranah politik revolusioner antara pandanganku sendiri dan penggambaran sebuah simbol, nyatanya figur luar biasa yang telah aku kenal sejak memulai revolusi ini.

14. This country … abounds in that Cuba is a heaven in the spiritual sense of the word, and we prefer to die in heaven than serve in hell.

yahoo-9563b3867b61cc09f3d8296231e9b240.jpg

Negara ini… berlimpah dengan kata-kata spiritual, dan kami lebih memilih meninggal di surga daripada tersiksa di neraka.

15. Weapons for what? Hiding weapons for what? To blackmail the President of the Republic? To threaten to break the peace here? To create organizations of gangsters? Is it that we are going to return to gangsterism? Is it that we will return to daily shootouts in the capital? Weapons for what?

yahoo-1-8327633ab66f0bbce78b8d8f0e7f77d4.jpg

Untuk apa ada senjata? Untuk apa sembunyikan senjata? Untuk mengancam Presiden dari paham Republik? Untuk mengancam orang bahwa kita akan merusak perdamaian? Untuk membentuk organisasi bandit? Atau apakah kita akan kembali ke masa di mana adanya perbedaan kelompok? Atau pada akhirnya kita akan menggunakan senjata untuk menembak pusat pemerintahan? Jadi untuk apa ada senjata?

Sumber:IDNtimes.com

Luar Negeri, Politik, West Papua

Melanesian Spearhead Group considers West Papuan Membership

msg-2z0boxchjkjqmqkfnmquq2

EMTV rliosi – The Melanesian Spearhead Group (MSG) is considering a full membership application by the United Liberation Movement for West Papua.

Indonesia currently has associate member status with the MSG and is strongly opposed to West Papua being granted full membership.

It is Indonesia’s view that West Papua already falls under their (Indonesian republic) representation in the MSG.

Foreign Ministers of the MSG member countries met yesterday evening in Port Villa to discuss guidelines which relate to the bid by West Papua for membership in the group.

Solomon Island’s foreign minister, Milner Tozaka, said the MSG leaders in July requested legal clarification on guidelines for membership.

“So that request has been attended to appropriately by the legal people and they have made a recommendation to be used for the foreign ministers to look at and then we will recommend it to the leaders for endorsement,” he explained.

Tozaka confirmed that there won’t be a decision on the Liberation Movement’s application however he did say that they already have observer status.

MSG countries that have shown their support for the Liberation Movements full membership include Vanuatu, Solomon Islands and the FLNKS Kanaks movement.

Papua New Guinea and Fiji, have however leaned towards the Indonesian side on this issue.

Vanuatu’s Prime Minister, Charlot Salwai, said his country’s foreign policy remained firm that Vanuatu is not completely free of colonial bondage until all of Melanesia is free.

Sumber :Papuapost.com

Masyarakat, Motivasi, Umum

Ucapan Natal Bahasa Inggris & Indonesia

25 Desember 2016 sebentar lagi, artinya hari raya Natal sudah dekat. Bagi yang merayakan Natal atau ingin memberikan ucapan selamat Natal kepada yang merayakan, berikut kumpulan ucapan Natal terbaik yang dapat kamu jadikan inspirasi.

Tersedia kumpulan ucapan Natal untuk keluarga, teman, rekan kerja, dan kerabat yang jauh. Ada juga beberapa gambar ucapan Natal yang bisa dibagikan ke media sosial, dan juga ucapan Natal dalam bahasa Inggris.

Ucapan Natal untuk Keluarga

Berikut kumpulan ucapan Natal untuk keluarga; ayah, ibu, anak, kakak, adik, dan keluarga lainnya.

Ucapan terima kasih Natal
Thanks for the gifts! Happy holidays.

“Selamat Natal dengan ungkapan sayang dan terima kasih,”

“Merry Christmas with thanks and love,”

“Mempunyai orang tua seperti mama dan papa adalah kado Natal terbaik buatku. Merry Christmas, ma, pa!”

“Having parents like you is the best Christmas gift there ever could be.”

“Dalam Natal dan setiap hari, kamu selalu menjadi hadiah terindah.”

“At Christmas and always, what a blessing you are.”

“Aku selalu bersyukur kita menjadi keluarga dan atas semua kenang-kenangan yang kita miliki. Selamat Natal mama dan papa!”

“So glad we’re family…and so grateful for all the great Christmas memories we share.”

“Selamat Natal untuk keponakan favorit om dan tante. Semoga tahun depan penuh dengan petualangan yang lebih seru!”

“Merry Christmas to our favorite niece. Wishing you many more adventures in the new year!”

“Dengan senang hati dan penuh syukur,”

“Merrily and gratefully,”

“Memikirkanmu dengan penuh cinta di malam Natal ini.”

“Thinking of you with lots of love at Christmas.”

“Ketika aku mengingat-ingat semua momen bahagia tahun ini, hari pernikahanmu yang paling menonjol. Semoga kalian berdua menikmati hari Natal bersama yang pertama ini.”

“When I think back on all the happiest moments this year, your wedding day stands out. Hope the two of you enjoy a wonderful first Christmas together.”

Ucapan Selamat Natal untuk Teman

Kumpulan ucapan selamat Natal berikut ini dapat ditujukan untuk teman dan sahabat kamu.

Ucapan selamat Natal sahabat
SELAMAT NATAL! – dari sahabatmu.

“Damai dan bahagia untukmu. Selamat Natal!”

“Peace and joy to you and yours this Christmas season.”

“Selamat Natal ya! Semoga tahun depan kita bisa mancing lebih sering. Hehe”

“Wishing you a very merry Christmas and the chance to do lots more fishing in the new year!”

“Semoga Natal tahun ini menjadi yang terbaik untukmu!”

“Have your best Christmas ever!”

“Kuucapkan selamat Natal dengan penuh cinta,”

“Merry Christmas with lots of love,”

“Semoga hari Natalmu menyenangkan, Susan!”

“We hope you have a nice, relaxing Christmas, Susan!”

“Semoga liburanmu penuh hal baik, ya!”

“I hope your holiday season is full of good things.”

“Mendoakan Natalmu dipenuhi dengan momen-momen yang akan selalu kau kenang.”

“Praying you have a wonderful Christmas filled with moments you’ll always remember.”

“Semoga Natalmu menyenangkan dan tidak mendapat hadiah celana dalam (kecuali kalau kamu benar-benar butuh!)”

“May your season be merry and your presents underwear-free (unless you really need some!).”

“Bersyukur punya teman sepertimu di Christmas dan sepanjang tahun ini.”

“So grateful to have a friend like you at Christmas and all year long.”

Ucapan Natal untuk Rekan Kerja

Ucapan-ucapan Natal ini cocok untuk rekan kerja dan orang yang kamu kenal secara profesional.

Ucapan Merry Christmas!
Have a glittering Christmas!

“Selamat liburan dan semoga yang terbaik buat Anda tahun depan!”

“Happy Holidays and all the best to you in the year to come!”

“Senang bekerja dengan Anda selama ini. Selamat Natal!”

“It’s a pleasure to work with you and a joy to wish you a merry Christmas!”

“Saat liburan adalah waktu yang tepat untuk mengingatkan betapa saya menghargai kerja sama dengan Anda. Saya harapkan Natal Anda indah dan dipenuhi dengan orang-orang dan kegiatan yang paling berarti.”

“The holidays are a perfect time to remind you how much I appreciate your business. I hope you enjoy a wonderful season filled with the people and traditions that mean the most.”

“Saya sangat menghargai pekerjaan yang Anda lakukan selama ini. Selamat liburan!”

“Holiday time and all the time, I so appreciate the great work you do.”

“Selamat beristirahat selama liburan ini. Anda pantas mendapatkannya!”

“Wishing you some well-deserved downtime over the holidays. You’ve earned it!”

“Selamat Natal untuk tukang cukur andalan saya! Kamu membuat saya terlihat cantik sepanjang tahun.”

“Merry Christmas to my totally talented stylist! Thank you for keeping me looking good all year.”

“Saya berharap tahun depan membawa kesempatan dan kemungkinan baru untuk Anda.”

“Hoping that the new year brings you new opportunities and new possibilities.”

Ucapan Selamat Natal untul Mereka yang Jauh

Ucapan selamat Natal untuk orang-orang yang sedang berada jauh dari kamu, baik keluarga, teman, maupun kekasih.

Selamat Natal untuk teman
Merry Christmas! Missing you even more at this joyful time of year.

“Kangen kamu parah di waktu bahagia ini. Selamat Natal ya!”

“Missing you even more at this joyful time of year.”

“Berharap banget kamu di sini. Selamat Natal!”

“Really, really wish you were here!”

“Kita mungkin tidak bersama di hari Natal ini, tapi kamu selalu ada di hati dan pikiranku. Selalu.”

“We may not be together in person on Christmas morning, but you’ll be in my mind and in my heart. You always are.”

“Natal tidak akan terasa sama tanpa kamu di sini, tapi kami berharap Natalmu indah di sana, nak! Kami kangen.”

“Christmas won’t feel the same without you here, but we wish you a wonderful holiday time with Emma’s family. Miss you already!”

“Sudah terlalu lama sejak terakhir kita ketemu. TERLALU LAMA. Selamat Natal!”

“Just can’t believe it has been so long since we’ve seen each other. TOO long!”

Pemerintah

Mau Batasi KNPB, Cabut Dulu UU No. 9/1998.

Aksi demo damai KNPB dalam rangka peringatan hari HAM sedunia di DPRD Jayawijaya jubi/islami
JAYAPURA,LBR- Juru Bicara KNPB Balim, Hery Kossay menanggapi dingin pernyataan Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Paulus Waterpau, yang mengancam tidak akan beri ruang kepada organisasi itu melakukan berbagai aksi lagi.
Menurut Kossay, sebelumnya juga sudah diberlakukan Maklumat Kapolda, sehingga pernyataan Kapolda Papua itu tidak berpengaruh terhadap perjuangan yang selama ini mereka lakukan, karena KNPB akan tetap bersuara untuk menentukan nasib sendiri bangsa Papua.
Namun bagi Yan Wamu, anggota KNPB dan koordinator aksi 19 Desember di Wamena beranggapan, apabila Kapolda Papua hendak membatasi KNPB, maka Kapolda harus terlebih dahulu mencabut UU No.9/1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

Aksi demo damai KNPB dalam rangka peringatan hari HAM sedunia di DPRD Jayawijaya
“Jika statemen itu benar ditegakkan, maka kami minta cabut dulu undang-undang hak menyampaikan pendapat di muka umum di Republik ini,” tegas Wamu.
Bagi KNPB apa yang mereka dan rakyat lakukan sudah sesuai UU. Pelaksana undang-undang adalah aparat dan pemerintah, selama ada undang-undang mengemukakan pendapat, menurut dia KNPB sah-sah saja melakukan aksi demo.
“KNPB tidak punya ruang gerak di tahun-tahun berikut boleh-boleh saja, tapi cabut dulu undang-undang itu, bila itu masih berlaku dimanapun dan kapanpun kami akan terus mengemukakan pendapat untuk menentukan nasib sendiri, yakni Papua merdeka,” pungkasnya. 
Sumber: tabloidjubi.com