Motivasi, Puisi, Umum

Beda Persahabatan Versi Para Wanita dengan Pria dalam 6 Ilustrasi

LimbarUP.Com, Jakarta Beberapa orang beranggapan persahabatan di antara wanita itu nggak ada, saking seringnya ada drama di antara mereka. Beberapa orang lainnya, meragukan bahwa pria bisa bersahabat karena pembawaan mereka yang cenderung cuek dan nggak peka sekalipun terhadap orang-orang terdekatnya.

Nggak jarang pula, seseorang merasa persahabatan dengan lawan jenis akan lebih baik karena keduanya akan saling mengimbangi dan pastinya, minim drama jika dibanding dengan persahabatan antar sesama wanita. Tapi kan, pria dan wanita nggak selalu bisa jadi sahabat tanpa baper, ya. Hmmm.

Mungkin bagaimana wujudnya dalam kehidupan sehari-hari akan tergantung bagaimana masing-masing individu itu menjalaninya. Yang pasti, sih, memang ada perbedaan yang mencolok antara persahabatan di antara wanita dengan persahabatan di antara pria. Ilustrasi dari brightside.me di bawah ini akan menggambarkan beberapa perbedaan itu.

Cara memulai persahabatan wanita vs cara memulai persahabatan pria.

Bedanya persahabatan antara para wanita dengan para pria. (Foto: brightside.me)

Para wanita umumnya jadi bersahabat karena merasa ‘klik’ sejak awal. Sebaliknya, pria menjalin persahabat karena awalnya mereka sering bertengkar.

Rasa kompetitif yang ada di antara persahabatan wanita dengan persahabatan pria pun berbeda.

Bedanya persahabatan antara para wanita dengan para pria. (Foto: brightside.me)

Tahu kan, para wanita pasti merasa risih kalau menemukan orang lain memiliki benda-benda sama dengan yang ia kenakan? Nah, meski sudah bersahabat, nggak berarti para wanita akan berhenti merasa demikian. Pasti ada kecanggungan yang timbul ketika mereka tanpa sengaja mengenakan benda itu di waktu yang bersamaan. Baju, misalnya. Berbeda dengan pria, mereka justru malah merasa keren ketika tanpa sengaja memakai baju ‘kembar’ dengan sahabatnya. Atau bahkan, nggak peduli.

Ketika sahabatnya melalui masa sulit..

Bedanya persahabatan antara para wanita dengan para pria. (Foto: brightside.me)

Keduanya mungkin sama-sama akan hadir, tapi cara mereka memanfaatkan kehadiran mereka berbeda. Kepada sahabatnya yang sedang mengalami kesulitan, wanita akan lebih mendengarkan dan memberikan kata-kata yang menenangkan. Sedangkan pria, didengarkan juga sih, ceritanya, tapi jangan harap akan ada momen galau-galauan. Pria justru akan menertawakan sahabatnya yang sedang kesusahan. Bukan untuk menyepelekannya, tapi agar sahabatnya itu ikut tertawa.

Saat menanggapi curhatan sahabatnya setelah putus, ya gini deh.

Bedanya persahabatan antara para wanita dengan para pria. (Foto: brightside.me)

Di balik sikap yang diambil seseorang ketika patah hati, ada masukan dari sahabat di baliknya. Dalam hal ini, wanita cenderung membela buta sahabatnya, sementara pria bisa lebih objektif dalam menilai. Betul, nggak?

Sahabat melakukan segalanya bersama-sama, eh tapi nggak juga, sih.

Bedanya persahabatan antara para wanita dengan para pria. (Foto: brightside.me)

Wanita sih biasa, meminta sahabatnya menemani dia ke toilet untuk buang air atau sekadar berdandan. Tapi kalau pria, sepertinya nggak sih, ya?

Wanita dan pria sama-sama memiliki keinginan untuk menjaga sahabatnya tetap sehat, tapi caranya? Beda dong!

Bedanya persahabatan antara para wanita dengan para pria. (Foto: brightside.me)

Meski tujuannya sama, wanita akan lebih memilih untuk berbohong kepada sahabatnya demi menenangkannya, sementara pria lebih to the point dalam berbicara.

Begitulah. Terlihat kan beda antara wanita dengan pria ketika menjalin persahabatan?

Sumber:Bintang.com
Advertisements
Kisah Hidup, Motivasi, Puisi

Karena yang Menemanimu dari Nol adalah yang Patut Diperjuangkan

LBRm.com- Senja sore pun berlalu, berganti dengan gelapnya malam yang indah, suasana lirihan angin yang sedang menari, dan kicauan jangkrik yang menemaniku malam hari ini.
Hai kau yang disana, tak usah mencemaskanku berlebihan disini, tenanglah.. aku adalah gadis yang sudah terbiasa berteman sepi yang akan tetap selalu menunggu kehadiranmu ini.
Mencintaimu adalah salah satu tanggung jawab bagiku. Dengan umur yang dewasa ini aku tidak bisa menganggap cinta hanya soal romansa saja, namun pada hal yang membuat kita bisa membiakkan mimpi nantinya.
Menganggapmu remeh, memang! Namun itu dulu, seiring berjalannya waktu, engkau yang paling patut dipertahankan.
Aku menyesal, yah aku menyesal atas perlakuanku padamu dulu, yang selalu membuatmu kecewa, yang membuatmu merasa terbebani. Aku tidak tahu, entah apa yang membuatku seperti itu, aku adalah anak kelas 1 SMA yang masih tidak tau apa-apa. Apalagi soal cinta.
Pacaran pun belum pernah. Namun aku sadar, di balik perlakuanmu yang tak kunjung-kunjung menyerah terhadap sifatku, yang suka marah, dan nangis seenaknya. Tapi kau tetap bertahan mempertahankanku. Kau tetap merayuku, membujukku seperti anak kecil, mengalah, padahal aku sudah tahu bahwa itu semua adalah salahku.
“Kenapa?”
“Kenapa kau seperti itu padaku?”
Cinta ini mungkin membuat dirimu seperti orang yang akan tetap selalu menerima cobaan, meskipun kamu tau bagaimana resikonya. Melihat perjuanganmu membuatku luluh, membuatku mengerti dan menyadari bahwa saat kita ditimpa masalah dan bisa menyikapinya dengan baik justru saat itu pula kita menjadi dewasa.
Saat aku berusaha untuk mencoba menghindar darimu, justru kau malah selalu ada buatku. Saat itu pula ku tahu akan ketulusan cintamu, maafkan aku yang membuatmu sakit atas perlakuanku.
“Namun orang seperi inilah yang patut diperjuangkan dan dipertahankan hingga kapanpun.”
Aku tidak gombal. Ini memang serius, aku menyesal atas tingkah lakuku dulu kepadamu. Maafkan aku.
Berubahnya dirimu dengan drastis, salah satunya hanya karena aku sebagai alasan yang menjadi penyemangat dalam hidupmu.
Berubah di sini bukan berarti berubah atas sesuai keinginan pasangan, aku juga tidak berlebihan menuntutmu apa-apa. Hanya karena semangatmu yang berkobar dalam mencapai impian dan untuk memenangkan hati kedua orangtuaku serta meyakinkannya.
Itulah dirimu yang membuatku merasa semakin kagum padamu. Sedikit demi sedikit kau bisa menunjukkan padanya. Asal kamu tahu, semakin lama aku semakin menyayangimu, yang saat kau mengatakan bahwa aku adalah salah satu penyemangat dan inspirasi dalam hidupmu. Hatiku seperti menari-nari waktu itu. Rasanya aku ingin berteriak dan mengatakan:
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’’
“Apakah ini benar?”
Terserah kamu menganggap aku alay atau bagaimana, tapi aku bangga senggaknya aku bisa berguna padamu. Kau jarang sekali menujukkan sikap romantismu dengan perkataan. Tapi kau langsung menunjukkan dengan perbuatan-perbuatanmu.
Semakin hari kau semakin buatku jatuh cinta. Kau adalah cinta pertamaku. Yang entah apa alasannya tapi yang pasti kau sudah hebat bisa memenangkan hati kedua orangtuaku.
Aku adalah gadis yang sedang jungkir balik berjuang memantaskan diri untukmu.
Saat ini kau sedang sibuk memperjuangkan apa yang menjadi tujuan dari impian-impianmu itu. Akan ada hal di mana aku harus bisa menerima risiko atas tindakanmu itu, bahkan kita sudah tidak saling bisa bertemu dan bertelepon atau sms sesering dulu.
Tapi tak perlu kau mencemaskanku sayang, aku gadis yang sudah terbiasa berteman sepi, yang mungkin pada kenyataanya aku juga ingin bertemuu denganmu. Aku harus bisa menyingkirkan egoku. Keinginan itu harus kulerai dulu. Bukan berarti aku hanya setia menunggumu, namun aku juga berjuang disini untuk cinta yang berkualitas nanti.
Mencemaskanmu memang salah satu hal yang selalu aku rasakan. Namun aku yakin padamu, bahwa kecemasan itu tidak akan terbuang sia-sia. Kesibukanmu yang membuat kita tidak sering bertemu memberikan waktu luang yang banyak untukku untuk belajar.
Yah, belajar bagaimana aku bisa memenangkan hati kedua orang tuamu. Yah kita berganti, saat kau bisa.. mengapa aku tidak bisa? Karena dalam menjalin hubungan bukan hanya kita saja yang menjalankan, namun dukungan orang lain juga perlu. Aku tahu sayang, ini masih butuh proses panjang. Tapi percayalah padaku, aku berusaha menjadi calon istri yang bisa diterima keluargamu nanti.
Sampai tiba saatnya nanti, kita di persatukan dan menjalankan kehidupan baru menjadi tidak canggung lagi. 
Setelah penantian panjang kita lalui, impian harapan masa depan kita rencanakan sedari dulu. Sampai itu semua sudah terpenuhi, disitulah aku sudah tidak canggung lagi kepadamu sayaang, saat aku sudah sering terbiasa melihat mukamu saat bangun tidur dengan rambut yang berantakan.
Saat itulah kebahagian yang kita nanti-nantikan, aku tau dalam menjalankan hubungan ini tidak melulu kita bahagia. Bertengkar, berbeda pendapat sudah menjadi hal yang tabu bagi kita. Saat kita bak besi yang sudah bisa melebur jadi satu disitulah kita bisa menjalankan ritme hidup ini bersama. Bahkan tujuanku dari dulu adalah aku bisa membahagiakanmu duhai calon suamiku.
Ketika aku sudah memutuskan untuk bersanding denganmu, di situ kamu harus percaya bahwa aku memilihmu karena aku nyaman denganmu. Semoga Kau Kan Tetap Menjadi Cinta Pertama dan Terakhirku.
Semoga kau bisa memahami apa yang aku tuliskan untukmu ini. “My First Love”.
Sumber:gelombang.org
Motivasi, Puisi

Bunga Untuk Ibu

Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis”.

pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini.

Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cantik. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan menangis.

Pria itu bertanya ?Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu??

?Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,? gadis cantik itu melanjutkan, ?Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.?

?Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.? Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.

?Uang saya tidak cukup.?

?Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.? Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.

Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.

Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah kompleks pemakaman umum.

Setelah memarkir mobil, pria itu lalu mengikuti langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibu itu dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.

Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya.

Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya.. pulang ke kampungnya.. untuk melihat wajah ibu yang dia rindukan selama ini.. untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya.

Puisi

Suara keadilan

Hasil gambar untuk gambar mama papua
Gambar C/Mama papua

Oleh; Dollynce Iyowau

Saat mentari bersinar menyapa dunia
kalah itu resah kian mendesah
merinduh sosok mu sang penyangga keadilan.

Kalbu ini bergeming
ingin menyapa mu ibu
saat tak lagi mampu berjumpa
Jiwa Ingin selalu memeluk
jiwa muliah mu Ibu.

sukma kian bergelora
dalam hening
ketika tiada yang mengenang

Resa gelisa bercampur pilu
Seakan seribu jaram menusuk
Saat nama itu terasing di kalbu

Ibu,
Sungguh Kau muliah
kau memuliahkan
manusia tertindas
mewartakan suara keadilan

Kaulah martir yang relah
di hukum pacung d
emi membelah hak fundamental
manusia dan bumi Papua

Sungguh kau kukenang;
kegigihan dan
kekenianmu melawan kelaliman
Jauh terpatri didalam jiwa

Dan Ibu,
Andai kini jiwa juang mu terasa
di jiwa;
mungkin insan kan bercermin
telinga kan mendengar
Seluruh mata kan tertujuh pada
ketimpangan yang memenjarah
Untuk menentang-nya

Dalam Semangat juang mu
Yang tak kenal patah arang
Didalam jiwa juang-mu Y
ang menembus langit langit
cakrawala
Ku temukan cahaya kasih
Terimakasih Ibu,
Kau palawan
Kau ibu bangsa
Kau akan terpatri didalam sanobari

Meski raga mu tak bernyawa
Jiwamu akan tetap bernyawa
Hormat Ny Angganeta manufandu

Jl Magaleng km, 8. 21/04/16
Penulis aktivis AMP, Kuliah di kota Yogyakarta.

Puisi

Raih Revolusimu

Satuan Hitam keriting bersatu padu
Jiwa raga pun saling menyatu
Alam, tulang belulang, mama dan Tuhan,
turut bertindak melangkah
Melawan bercak segala penjajah
Tirai tetesan darah pun tak tertahan
Terus-terusan menggelincir antara
seruan kebenaran sang bintang kejora,
Pada satuan manusia Melanesian
Slalu dihina, dibunuh, diperkosa dan disiksa
Tak pernah pudar di tanah leluhur.
Jadilah satu kawan
Menegakkan langkahmu
Maju bersatu, maju bersaksi
Maju berseru pada seruan serentak
Meminta menggapai meraih
sang bintang kejora di langit.
Penulis Alfrida Kedeikoto
Anggota AMP Komite Kota kuliah di kota Semarang
Puisi

SERUAN KAMI KAU BUNGKAM

                                                            Massa aksi rakyat Papua/jubi/2012

(Karya,Velisela Yeimo)
Terik membakar
Kulit kian keriput
Berdiri dalam satu batu pijakan
Berdiri menatap satu matahari
Dalam mimpi yang sama
Dalam ambisi yang sama
Jalanan berdebu yang terlintas
Oleh jejak-jejak asa kecil
Yang tak pernah henti
Kerongkongan mengering
Mulut semakin berbusa
Teriakan seruan kebebasan
Terdengar di sudut-sudut negeri
Kaum kapitalis tak berhati nurani
Kata kami
Kau abaikan
Semua dianggap tiada arti
Kami tak dianggap manusia
Diterik matahari
Kami berbisik ingin bebas
Dikegelapan kami dibantai
Seruan ini hanya lecutan belaka
Bagi sang kapitalis
Kami akan terus berkoar
Hingga tirani tergantikan
Kisah Hidup, Motivasi, Puisi, Umum

Perempuan Papua dan Bahaya Seksisme

Hasil gambar untuk 3 gadis cerita

Malam itu langit bertaburan bintang terangi bumi. Tepat di bawahnya, tampak tiga insan saling beradu argument. Angin sepoi-poi memberikan kesejukan tersendiri buat tiga hati yang gersang, hampa, rindu akan pembebasan. Pembebasan yang selalu diimpikan, yakni keadilan bagi kaum hawa. Keadilan tuk dapatkan hidup setara sebagai seorang manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa di dunia.

Diskusi !!

Mereka adalah Lina, Cinta dan Mia, tentu saja bukan nama sebenarnya.

Lina baru turun dari atas motor, diantar seorang sahabat sebelum bertemu dengan dua orang perempuan yang sudah dianggap sebagai teman atau konco, dalam bahasa jawa. Walaupun usia mereka sudah dua dan tujuh tahun melebihi Lina. Namun kecocokan yang dirasakan melalui kenyamanan dalam berpendapat membuatnya nyaman tuk saling berikan argument tentang berbagai hal.

“Bebz, sudah lama ka?”, begitu sapa Lina ketika melihat seorang gadis berkulit hitam, berbadan besar dan berambut keriting ombak itu. Cinta namanya. Perempuan Papua asal bibir danau sentani, Jayapura, yang sedang berkuliah di UGM.
Seperti biasa, dia membalas dengan nada tinggi tapi berisi. “Iyoo… kebiasaan, terlambat lagi, urus keluarga kecil dulu too, Lina?”.
Seperti biasa juga, Lina menjawab dgn gelak tawa.
Mia cuma menambahkan dengan nasehatnya agar tidak terulang, “lainkali kalau mau ikut diskusi itu nyalakan alarm nona”, katanya datar menasehati. Mia adalah perempuan Tambrau yang telah selesai dari salah satu kampus, jurusan sastra inggris.
Mendengar kata-katanya, Lina langsung mangut-mangut. Perbincangan mereka pun bermula ketika Cinta melemparkan satu pertanyaan kepada Mia, yang menurutnya adalah ahli seksisme.
“Kaka Mia, kaka kan ahli seksisme too, kaka tolong jelaskan seksisme itu seperti apa dulu, supaya sa dan Lina tahu”.
Mia adalah salah satu perempuan Papua yang juga sering mengikuti Komunitas Perjuangan Perempuan (KPP) yogyakarta, yang banyak mempelajari tentang seksisme. Menurut Mia, seksisme biasa disebut dengan ketidakadilan gender, yaitu perlakuan tidak adil pada seseorang, terutama perempuan karena jenis kelaminnya.
“Seksisme itu adalah perilaku dimana laki-laki memperlakukan dan memberi bahasa pada perempuan secara kurang baik, atau sebaliknya,” jelas Mia, sambil menambahkan, umumnya dari laki-laki terhadap perempuan.
“Ada berbagai kategori seksisme atau ketidakadilan gender tersebut, diantaranya adalah stereotip bahasa yang diberikan oleh kaum laki-laki ataupun perempuan,” tambah Mia.
“Berarti saat laki-laki kasi keluar kata-kata rayuan pada seorang perempuan, sampe memohon-mohon karna tahu bahwa perempuan adalah makhluk perasa. Itu seksisme too, kaka?,” tanya Lina.
“Iyo, itu adalah bagian dari seksisme yang diturunkan dalam bentuk bahasa yang mendiskriminasikan perempuan secara gender. Padahal kalau dilihat, pilihan menerima dan menolak itu kembali pada pribadi perempuan sendiri. Tapi kalau perempuan menerima walaupun tahu bahwa laki-laki itu sudah pernah merayu dan meninggalkan beberapa cewek sebelumnya, berarti itu namanya cinta ambisi atau nafsu,” jelas Mia.
“Baru pemaksaan, kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan itu bagaimana kaka?”, tanya Cinta. “Oh… itu namanya kriminalitas dalam seksisme. Kebanyakan laki-laki yang melakukan itu karna masih berada dalam kungkungan budaya patrarki yang kuat. Mereka menganggap bahwa itu adalah hal yang wajar,” jawab Mia.
Jika ada laki-laki atau perempuan yang melakukan perilaku kasar terhadap pasangan maka itu adalah tanda-tanda ia psikopat cinta. Psikopat tidak sama dengan gila, karena seorang psikopat tidak hilang ingatan tapi bisa membuat seolah-olah orang lain yang gila. Orang-orang seperti itu ciri-cirinya adalah berposesif berlebihan, melarang bergaul, menjauhkan pasangan dari keluarganya, pandai berbohong, merasa selalu benar, senang membuat dan menceritakan masa lalu, tidak punya empati dan melakukan kekerasan verbal dan fisik.
Semua hening sejenak mencerna kata-kata yang barusan dikeluarkan masing-masing. Entah terekam dalam memori otak atau keluar lagi melalui telinga sebelah, masing-masing yang mengerti. Saat itu yang mereka tahu dan rasa adalah ‘pemberontakan kampung tengah’ alias lapar yang semakin menjadi-jadi.
“Lapar!”
…dan ketiganya saling berpandangan! Tersenyum.
“Siapa yang akan pergi beli roti bakar?”
Saling memandang dan kali ini pun, sepi. Saling senyum, dan kemudian saling menunjuk.
Akhirnya Lina dan Cinta yang jadi pergi beli makan.
Singkat cerita, mereka sudah berada di depan tempat penjualan roti bakar di perempatan rel kereta api. Cinta pun menawarkan diri tuk memesan dua roti bakar.
“Pak, roti bakar keju-coklatnya satu sama yang rasa coklat satu ya.”
“Iya Mba, ditunggu aja yaa.”
Sambil menunggu roti bakarnya jadi, mereka mencari tempat di sekitar itu tuk melanjutkan perbincangan hangat mereka. Lagi-lagi Cinta memecah kebisungan yang ada dengan memberikan contoh kasus tentang psikopat cinta.
“Ada sa pu teman perempuan satu, de dilarang bergaul dengan orang lain, apalagi dengan laki-laki. Perempuan ini tidak biasa diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan, seminar dan pelatihan begitu”, jelas Cinta.
Cinta menjelaskan, dalam gerakan-gerakan keadilan dan gerakan revolusioner besar sekalipun banyak yang masih memperlakukan perempuan secara tidak adil. Di banyak tempat, misalnya di Papua, masih ada saja praktek-praktek budaya patriarki dalam kehidupan gerakan mereka. Perempuan hanya ditugaskan untuk menyiapkan dan memberi makan-minum. Sementara laki-laki berwenang tuk menyampaikan argument dan memutuskan sesuatu di atas podium dan publik. Padahal dalam sebuah gerakan, peran perempuan sangatlah penting, dalam melakukan sebuah perlawanan yang sejati, karena penindasan yang sejati itu sedang ditanggung oleh perempuan-perempuan Papua.
Tiga perempuan itu masih duduk hingga kentong dibunyikan tanda pintu-pintu gang sebentar lagi akan ditutup.
Setelah sepakat bahwa seksisme yang ditururunkan melalui stereotip bahasa itu harus mulai diperbaiki oleh perempuan dan laki-laki, mereka mulai bergegas meninggalkan tempat diskusi.
Namun karena steorotip bahasa yang ditujukan kepada perempuan yang lebih mendominasi dibandingkan laki-laki karena dilegitimasi dengan berbagai aspek lain, ketiga perempuan Papua ini mulai memantapkan tekad untuk mulai melawannya dari diri mereka sendiri, sambil terus menyadarkan perempuan-perempuan lainnya.
Puisi

Puisi Untuk Guru

Terima Kasih Guru
kumpulan puisi guru karya: Rayhandi

Terima kasih guru
Berkatmu aku tau aksara
Berkatmu aku paham logika
Berkatmu aku mengerti bahasa.

Terima kasih guru
Jasamu sudah mencerdaskanku
Jasamu sudah membuatku paham khazanah
Jasamu sudah membuatku menjadi orang yang bukan bodoh.

Terima kasih guru
Karena keringatmu
Karena suaramu yang habis
Aku menjadi manusia.

Terima kasih guru
Kami tahu rasa lelahmu mendidik kami
Kami tahu betapa nakalnya kami
Karena itulah maafkanlah kami guru.

Terima kasih guru
Guru terima kasih untuk jasamu
Terima kasih untuk semua yang telah kau beri
Semoga tuhan membalas semua jasamu.

Doakan kami wahai guru
kumpulan puisi guru karya: Rayhandi

Guru doakan kami
Doakan agar kami sukses
Menjadi orang yang berguna
Menjadi orang yang membanggakan.

Doamu kami butuhkan guru
Untuk menggapai bintang di langit
Untuk mewujudkan sepotong harapan
Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Guru doakan kami
Masa depan kami masih di ujung asa
Buram tiada warna hitam putih
Doakan kami guru.

Kami ingin menjadi orang sukses
Kami ingin membanggakan orang tua kami dan guru kami
Kami ingin berhasil
Kami ingin menjadi cerita yang selalu di kenang.

Karena itu doakan kami wahai guru
Sebutkanlah nama kami di setiap cerita malammu
Mohonlah pada tuhan semoga kami menjadi bintang terang di ufuk hitam.

Kenangan Bersamamu
kumpulan puisi guru karya: Rayhandi

Saat saat bersamamu
Akan selalu menjadi waktu yang tiada ingin ku lupa
Semua saat saat bersamamu kan ku kenang selalu.

Saat belajar
Saat ulangan
Saat ujian
Semuanya akan selalu abadi di otakku.

Ingin rasanya kembali ke saat saat itu
Saat saat aku masih sekolah
Saat aku di marahi dan di hukum
Saat saat aku mencari jati diri.

Wahai guru apa kabarmu di sana?
Bagaimana keadaan sekolah?
Kelasku? dan adik adik kelas?
Semoga mereka baik baik saja.

Di sini doaku akan selalu meniupmu
Untukmu yang sudah tiada muda
Semoga kau selalu kuat mengemban tugasmu mendidik muda mudi indonesia.

Cahaya di kegelapan
Kumpulan puisi untuk guru karya: Rayhandi

Wahai guru
Jasamu teramat besar

Bagai lentera di tengah malam hitam
Bagai lilin di tengah gulita

Seperti itulah jasamu
Engkau mengabdi tanpa lelah

Untuk satu indonesia
Untuk pagi indonesia yang lebih baik

Di tanganmu garuda muda berada
Belajar mengepak sayap

Gagal jatuh bangun
Hingga melayang di biru

Hingga garuda itu kuat
Mencakar dan menjaga bumi merah putih
Hingga ajal.

Untuk guruku dari seseorang
Kumpulan puisi untuk guru karya: Rayhandi

Sajak ini kutulis dengan kecewa
Tinta merahpun menjadi saksi bisu setiap baris yang berjejer
Menjadi saksi tentang satu hal.

Aku sangat merindukanmu
Merindukan setiap motivasi yang kau tulis di papan tulis
Bahwa hidup itu keras.

Di sini aku menjadi patung hitam
Menjadi setiap lelucon yang harus tertawa
Menjadi hamba uang dan derajat.

Di negeri orang langitku berada
Merasakan dinginnya derita
Merasakan matinya nurani
Merasakan pahitnya hidup.

Berbekal tabungan bawaan dari desa
Di sini sekarang aku makan
Menelan semua kenyataan hijau
Sungguh sesak rasanya.

Saat di sana teringat akan wejanganmu
Teringat akan kebenaran
Kebenaran bahwa hidup itu sangat keras.

Doa untuk guruku
kumpulan puisi untuk guru karya: Rayhandi

Doa kukirim untukmu guru
Untuk jasadmu yang tiada lelah mendidik
Untuk mulutmu yang tiada henti membingbing

Doa kukirim untukmu guru
Untuk setiap rasa sabar yang kau peliara di dalam hati
Untuk setiap jasa yang kau berikam untuk kami

Doa kukirim untukmu guru
Untuk setiap ilmu yang kau beri
Untuk setiap cinta yang kau hadirkan

Doa kukirim untukmu guru
Untuk semua kebaikanmu
Abdimu pada negeri pancasila
Tanpa lelah dan menyerah

Doa kukirim untukmu guru
Semoga tuhan menyehatkan badanmu
Tuhan memanjangkan umurmu
Juga menjagamu dan membahagiakanmu hingga ujung maut.

Puisi

Puisi Sahabat Sejati

KITA SELALU BERSAMA
Sedih, sunyi, canda, tawa kita lewati bersama
Kemanapun bagai tali yang telah diikat kuat, yang tak dapat dilepas
Kau hibur aku disaat gundah dan kuhibur kau disaat kau membutuhkan
Kita saling melengkapi satu sama lain

Tapi berbeda
Berbeda pada saat itu
Pada saat waktu tak berpihak kepada kita
Kau dan aku terpisah

Dan akhirnya,
Akhirnya kau meninggalkan aku dengan sosok bayangmu
Bayangmu yang tak tahu dimana tubuhnya
Yang sekarang sudah tak mempunyai hati dan perasaan
Seperti bukan lagi sahabatku

SAHABAT ITU…..
Puisi Psycho
Selalu hadir dalam kehidupan kita
Baik itu senang atau susah
Tak perlu berkata ia pasti mendengar
Semua cerita akan tercampur dengan bumbu kisahnya
Menegur kala kita salah mengambil langkah
Menyokong kala kita mengangkat satu keputusan
Bertanggung jawab walau tak ikut menyebabkan
Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi

Dan…
Selalu seperti itu hingga takdir memisahkan

TAK AKAN KU LUPA
Saat koridor-koridor itu mulai terbasahi
Gelap menyelimuti setiap orang berseragam
Kau datang membawakanku pelangi
Saat hujan luka itu masih menari diatas perih

Kau hadirkan senyum terindah
Saat aku tenggelam dalam larutnya kegelapan
Sedikitpun tak akan ku lupa
Saat kau membawaku pada kehidupan

Sedikitpun tak akan ku lupa
Saat senyummu menjadi satu-satunya nafas untukku

Tempat Pembuangan Akhir Cerita Mereka

Maaf…
Aku memang bukan pendengar dan penghayat cerita yang baik
Apalagi memberi penjelasan rumitnya cerita itu

Tapi setidaknya…
Tak lepas statusku menjadi tempat pembuangan akhir cerita itu
Walau lebih sering aku teremehkan
Datang ketika dibutuhkan saja

Tapi tak masalah bagiku
Terima kasih sahabatku
Kalian masih menganggapku ada

Sahabat Sejati
kian lama hidup yang ku jalani
selalu bersama mu sahabat ku
susah sedih senang yang ku rasakan
bersama mu sahabat ku

sahabat
begitu banyak kenangan yang kita lalui
ke bahagian yang selalu kita rasa bersama
namun musnah dengan sekejap
telah di renggut oleh maut yang tak terduga

sahabat
kini kau telah pergi meninggalkan ku
meninggalkan semua kenangan kita
menyimpulkan sebuah air mata
yang terjatuh di pipi ku

sahabat
meski kini kita tak bersama
meski kita telah berbeda kehidupan
namun kita tetap satu dalam hati dan cinta
karena kau sahabat sejati ku

selamat tinggal sahabat ku
selamat jalan sahabat sejati ku
cinta kasih mu kan selalu satu di hati ku
selamanya ………

karya :zhulva

Bersamamu Aku Tegar
Ku sadar..disini arti ketulusan yang sesungguhnya
Yang tak kudapati…di tempat lain!
Ku mengerti..makna kebersamaan yang sebenarnya
Hanya denganmu..bukan yang lain!

Disini juga, tak pernah ada kebohongan, seperti tempat lain
Semua berjalan jujur, tanpa pura-pura
Ini bukan basa-basi…seperti kata politisi
Sahabatku…..arti kejujuran yang nyata

Tawa dan canda terdengar lepas di semua bahagiaku
Tangis pun mengalir pilu di setiap dukaku
Kurasakan beban itu, bukan apa-apa
Selagi bisa kita berbagi dalam suka dan sedih

Sahabatku, Tuhan telah mengirim malaikat
Yang bersemayam di jiwamu
Kini kutau mengapa? Tuhan memilihmu
Hadir diantara tawa dan tangisku

Engkau adalah pilihan dari kehendak-Nya
Sahabatku, waktu terus berjalan..itu artinya
Harus melangkah terus kedepan
Jalan ini sangat panjang, takkan kuat sendirian

Beratnya hidup, harus diperjuangkan
Sahabatku, bersamamu aku hidup
Bersamamu aku tegar
Tak goyah, meski di hadang badai

Sahabat..! yakinlah
Bersama, kita akan tegak berdiri
Jangan pikul sendiri semua beban
Biarlah segala menjadi milik kita

Tentang Sahabatku
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran

Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian

Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan

Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya

NASIHAT SAHABAT
Awan hitam membawa kegelapan
Jatuhkan tetes dari penyesalan
Sungguh, sesal tak ada guna kawan
Tak akan pernah kau temukan jawaban

Awan hilang, bawa pelangi senyuman
Bawa terang dari kebahagiaan
Sungguh, itu tak datang dari penyesalan
Usahalah pengundang kebahagiaan

Maka hapuslah tetes penyesalan
Mari bersama, maju hadapi hujan
Payungilah langkahmu dengan iman
Dan temukanlah pelangi impian

Puisi

Puisi Sedih Untuk Ibu

Puisi Sedih Tentang Ibu Tersayang Dan Mengharukan Karya Senja Putra
Kau ajarkan ku bermimpi
dan berbuat
Kau ajarkan aku jadi yang
terbaik
Petuah nasihat, perintahmu
Teringat kental dalam
memori
Hingga kini ku beranjak
dewasa
Aku rindu kasih sayang itu
ayah
Puisi by : Senja Putra
Berbagai macam rasa
kesalku hadir
karena larangan darimu
amarahku menggebu-gebu
dibuai bisikan-bisikan
busuk yang ku izinkan
masuk dalam otak
mendorong dan
menaklukkan dinding
emosiku
tidak kupandang wajahmu
ketika itu…
aku lontarkan kata dan
sumpah serapah
Aku tantang matamu yang
sayu
menyalahkan dirimu…
Kau hanya diam dan
terpaku Ibu..
sabar, walau hatimu perih
bagai diserang sejuta belati
menusuk hati
sampai aku puas dan lelah.
Engkau hanya tersenyum
lalu beranjak pergi
Ibu…. aku terhenyak dan
sadar dari sikap busuk..
bahwa tiada pantas sedikit
pun aku berbuat seperti
itu.
Celakalah bagiku. Maafkan
aku Ibu maafkan aku.. Marahi aku Ibu..
Aku mencintaimu Ibu..
Puisi by : Senja Putra
Kau ajarkan aku tentang cinta
Cinta pertama dalam hidupku
Sejak aku di alam kandunganmu
Sejuta kasih kau suap di mulutku
Kau adalah sosok sahabat tiada
tara
Pengorbananmu tak mampu
kuucap
Dengan kata-kata.
Pahlawan pertamaku dalam
nafasku
Nyawaku terlindung berbalut
cintamu
Tiada tara
Tiada kata
Itulah pengorbananmu
Tak bisa menceritakan tentang
kisahmu
Ibuku.
Kaulah sahabat Cintaku
Mengalir kasih pertamaku
Doaku menyertaimu.
Puisi by : Senja Putra
Ibu
dalam linangan airmata akupun
begitu
dalam ungkapan doa akupun
meminta
sama seperti dahulu saat
mengintipmu dalam sholat
malammu
kusebut jua namamu ibu
dalam tetes airmataku
kuyakin kau berduka menatap
rautku dalam isak
lemas terkulai aku dihamparan
sajadahku
ingatmu adalah kekuatanku
soarga kupinta bagimu ibu
dalam airmataku
bersama doaku.
Puisi by : Senja Putra
IBU
Betapa besar kasih sayag mu
Menghadirkan ku ke bumi ini
Membuatku mengnal surya
Melihat mentri indah menyingsing
Oh ibu ku
Betapa beratnya pengorbananmu
Memikul ku dalam kandungan
Letih kan badan yg sudah lemah
Ibu ku
Kaulah pelangi dalam jiwaku
Kaulah cahaya surga bagiku
Menerangi ku dalam gelap nya malam