Infrastruktur, Kepemimpinan, Masyarakat, Pemerintah

Pembangunan jembatan Meteor Kabupaten Yalimo

                                      Jembatan Meteor Kab.Yalimo (Foto:search)
Jayapura,LBR –Pemerintah Kabupaten Yalimo optimis jembatan gantung yang disebut Jembatan Meteor yang membentang di atas Sungai Mamberamo merupakan jembatan pembangunan Kabupaten Yalimo, khususnya di Kampung Kutakuruk, Distrik Benawa.
Wakil Bupati Yalimo, Lakius Peyon mengatakan, Jembatan Meteor menghubungkan Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Jayapura dan kabupaten lainnya di wilayah pegunungan Papua.
“Semua ini dari Tuhan. Warga yang melakukan perjalanan harus aman. Karena jembatan ini untuk melakukan pembangunan. Mari jaga bersama-sama supaya melalui jalan ini membawa semua bahan untuk membangun kampung,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka seratus hari dalam pemerintahannya, belum lama ini.
Menurut Lakius, selama ini wilayah setempat masih jauh dari pembangunan, pendidikan dan perekonomiannya bahkan layanan kesehatan. Sehingga, adanya jembatan yang diresmikan Presiden Suharto itu, diakuinya bisa merubah menjadi lebih baik.
Jembatan Meteor yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Bewsar Pelaksana Jalan Nasional X itu dengan bentangan 235 dengan tinggi sekitar 50 meter dilengkapi besi baja dan kayu jati yang berukuran balok.
“Kita orang Papua dapat uang sangat banyak karena kebutuhan yang ada, gunakan uang secara baik untuk keluarga dan anak. Kita dapat uang banyak hanya cara yang kita gunakan itu salah. Jangan lagi ada pemalangan di jembatan ini, entah itu pungli atau apapun itu jangan dilakukan,” ujarnya.
Kepala Kampung Kutakuruk, Niko Tigabre, mengakui tetap menjaga Jembatan Meteor dan berjanji memberikan rasa aman kepada pengendara yang memintasi jembatan itu. “Saya bersama warga di Kampung Kutakuruk ini bersama-sama menjaga Jembatan Meteor ini. Kedepan bisa diperhatikan,” ujarnya.
Perlu diketahui, Pemerintah Kabupaten Yalimo mengunjungi Kampung Kutakuruk untuk mendengarkan aspirasi warga setempat yang intinya, harus ada progran perumahan layak huni, gedung gereja, gedung serba guna, dan rumah singgah, akses jalan ke kampung, pembangunan tower jaringan telekomunikasi, dan listrik.
Dilangsungkan juga pemberian bantuan berupa lampu solar sel atau lampu bertenaga surya dengan jumlah 20 unit kepada warga setempat untuk kepentingan saat malam hari dalam pencahayaan rumah

Sumber.Kabarpapua.com

Advertisements
Kepemimpinan, Pemerintah, Pendidikan

Ijazah Saja Tidak Cukup, Mahasiswa Dituntut Kembangkan Soft Skill dengan Manajemen Waktu secara Efektif dan Efisien

 

wartawan-majalah-beko-kiri-sedang-interview-dengan-dosen-fapet-unipa-denny-a-iyai-kanan
Wartawan sedang “interview”dengan Dosen Fapet Unipa,Denny A.Iyai di Fapet Unipa,(sabtu 30/04)Foto:PY.8

Manokwari,Dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Unipa, Denny A.  Iyai mengatakan, ijazah seorang mahasiswa sebagai seorang pemimpin tidak cukup menjadikan dirinya dewasa dan profesional, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Menurut Pembina Korwil Deiyai IMPT Manokwari itu, ketrampilan soft skill harus dikembangkan mahasiswa selain ijazah yang diperoleh.

“Tidak hanya kita puaskan dengan selembar ijazah saja, tetapi kita juga bisa harus memberikan hal-hal lain, seperti soft skill, misalnya kemampuan analisis data, kepemimpinan, berbicara, berpikir, dan organisasi. Itu akan membuat kita menjadi manusia yang dewasa dan professional,” katanya ketika ditemui seusai memaparkan materi “Public Speaking” kepada 40-an anggota Korwil Deiyai di Ruangan Kuliah Fapet 1 Unipa, Sabtu (30/04).

Dikatakannya, public speaking adalah salah satu aspek yang harus dipelajari mahasiswa dibarengi ijazah dan soft skill.

“Mahasiswa akan memimpin bangsa karena mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa. Dia akan berbicara di depan masyarakat. Itu akan meyakinkan masyarakat untuk mengikuti visi dan misi dari apa yang dia programkan, apa yang menjadi masukan oleh seorang pemimpin. Public speaking ini salah satu aspek atau salah satu skill yang dikuasai oleh seorang mahasiswa selama masa studinya,” tuturnya.

Iyai mengajak mahasiswa mempelajari dan mengembangkan public speaking dalam kegiatan kemahasiswaan.

“Apa yang kita bicara di depan umum, itu bisa memberikan dan mengarahkan audience, bisa membuat audience tergerak untuk melakukan sesuatu, bisa minta audience untuk berperang dan melakukan sesuatu. Mahasiswa tidak hanya mengharap untuk masa depan saja, tapi saat kesempatan sekarang inilah kami harus menguasai, presentase di dalam ruangan. Seorang menjadi pengacara, moderator, dan tutor. Itu akan memberikan bekal yang cukup, sehingga mahasiswa bisa menerapkan itu di masyarakat secara kritis, logis, naratif, dan komunikatif,” ungkapnya.

Sementara, di kesempatan yang sama, Dosen Fapet Unipa lainnya, Stepanus Pakage mengajak mahasiswa memanajemen waktu secara efisien dan efektif untuk membarengi soft skill itu.(YG)

 

Kepemimpinan, Pemerintah

KAUM INTELEKTUAL DAERAH DIAM SAMA DENGAN MATI

pemimpin

Selamat berjumpa kembali teman-teman  intelektual papua.saya bukan orang politik,pemerintahan bukan juga mereka yang haus perhatian atau takta bahkan wanita sekalipun.

 

Mungkin ini mimpi buruk bagi saya di siang hari….

“Tentang kepemimpinan di daerah papua oleh orang Non-Papua (pendatang) hingga saat ini”

Pertanyaan saya bagaimana bisa putra/putri asli/daerah (intelektual) dapat berDIAM diri.???

Oke kita langsung saja pada contoh kasus Kab.jayawijaya,Wamena Pemimpin  Jhon Wempi wetipo dan Jhon R.banua.

Lanjut dari pertanyaan saya diatas bahwa bagaimana bisa tanpa seijin dan pamit (ada orang asing sebut saja begitu)  yang mau memimpin lembah baliem.Wamena,memang tidak ada orang asli atau anak putera daerah K atau masih mau berdiri diatas didikan orang lain.

Hai…teman-teman intelektual penerus lembah baliem (wamena), masihkah kau ingin beri mereka menghisap habis madu dan susu yang kaya itu dan melihat semua isi dari honai istana  sebagai jati dirimu di lihat dan di injak oleh orang lain. Maju pegang kandali jayawijawa lembah balim milik atau tergantyng pada intelektual  mudah  putra-putri lembah baliem.

Kasus diatas adalah Kepemimpinan Bupati jayawijaya Jhon wempi wetipo dengan wakilnya Jhon banua(-) dan masih banyak lagi pemimpin di papua pada kelas terdepan yang bukan orang asli papua.

Mengingat dampak yang dapat berakibat buruk khususnya untuk generasi mendatang,maka sangat perlulah para putra/putri intelektual khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan untuk berbicara bahkan melakukan upaya-upaya demi daerah tercinta.

Keinginan rakyat semestinya menjadi motivasi untuk para intelektual daerah bergerak pasti tentunya perlu dikuatkan dengan sebuah rujukan hukum yang dapat menguatkan keinginan rakyat terkait dengan ini maka jika kita melihat UU No 21 Tahun 2001, maka yang diatur dalam  Pasal 12 yang berbunyi “Yang dapat dipilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Warga Negara Republik Indonesia dengan syarat-syarat; a.Orang Asli Papua; b……..dst.

Dengan rujukan ini jelas bahwa yang dapat pimpinan daerah orang asli papua adalah hanyalah Gubernur dan Wakil Gubernur sementara yang lainnya adalah bebas artinya orang yang bukan asli papua juga boleh menjadi Bupati atau wakil bupati sampai dengan kepala kampung sehingga, saya fikir hal ini sudah tidak benar dan perlu ada revisi mengingat era semakin berubah hingga reformasi saat ini.Anak-anak putra/i asli daerah semakin banyak yg pintar-pintar dan sarjana serta memiliki jiwa figur yang dapat memimpin daeranya sendiri.

Kita harus jujur OTSUS juga telah menimbulkan sikab ego kedaerahan yang berlebihan di Papua, yang sama sekali tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan termasuk UU No. 21 Tahun 2001, namun sebenarnya sengaja diciptakan oleh oknum tertentu bukan rakyat mayoritas, seperti contohnya adalah adanya kata-kata yang harus menjadi pejabat di Paniai adalah orang paniai, yang lain tidak boleh, Hal ini bertolak belakang dengan pandangan rakyat umumnya, karena sesungguhnya orang papua adalah masyarakat yang selalu melihat apa yang kita lakukan untuk mereka, jika kita lakukan yang terbaik mereka akan menyayangi kita dan lebih memilih dan membela kita ketimbang saudara sedaerahnya yang kerjanya tidak pro rakyat.Meski hal tersebut seperti menjadi jembatan untul orang non-papua untuk memimpin daerah kita tapi saya fikir tetap saja bahwa harus anak putera yg mempin di kursi 1 dan 2 karna tetap saja ke logika paling dasar bahwa anak putera daerah tentunya dia ada keprihatianan dan kesedihan baik itu batin tersendiri untuk mengubah daerah tempat kelahirannya dengan sepenu hdengdan serius dibanding dengan pendatang.berbicara pendatang tentulah kembali ke logika dasar pula bahwa ‘Tujuan mereka di sana atau kesana buat apa jika bukan mencari uang atau nafka’mengenai gaya kepemimpin yg terkesan baik dan jujur itu hanyalah pencitraan yg di aturnya untuk mendapatkan hati dan simpati rakyat,coba anda memimpin daerah lain pasti akan paham hal itu.Jadi memang semestinya kepala kampung harus anak putera daerah Hal ini tentunya sama dengan dengan atau berlaku untuk semua Pimpinan Daerah baik itu Bupati, Kepala Distrik dan Kepala Kampung.

Sekali melakangkah harus tetap berada di garis depan jagan mau di intervensi, jagan mau dipimpin oleh orang lain yang jelas notabenya bukanganak putera daerah. Jagan biarkan orang bukan asli daerah atau kota memimpin daerah kita.

ini bukan masalah HARTA, bukan TAKTA, dan bukan pulah WANITA melainkan jati diri anak putra daerah.

Salam……….w w

Kepemimpinan, Pemerintah, Umum

JOKOWI:1 JANJI 1000 MASALAH

images (49).jpg
Presiden Republik Indonesia.Joko Widodo 

Pak Jokowi;

Kita tahu bahwa permasalahan di negeri ini memang banyak sekali. Bahkan, semua itu bisa saling terkait. Namun di antara masalah-masalah besar yang ada, yaitu: narkoba, terorisme, perdagangan manusia, korupsi, pungli, bencana alam, dll; ternyata masih ada (MASALAH BESAR LAIN) yang tidak pernah kita sadari, tetapi telah lama “memporak-porandakan” negeri ini.
Kalau masalah-masalah yang tidak asing dari pendengaran kita itu, ternyata “kerugiannya” belum seberapa Pak, misalnya:
-narkoba yang katanya sekarang mengakibatkan 50 orang mati per-hari (info dari BNN), ternyata tidak menghambat laju perkembangan penduduk negara ini, terbukti jumlahnya semakin besar
-terorisme yang serangannya menakutkan, jelas tak didukung rakyat sehingga tidak terlalu mengkhawatirkan.
-perdagangan manusia yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi mungkin juga tak banyak jumlahnya, walaupun ini sangat memprihatinkan.
-korupsi yang meraja-lela, juga “tak mampu” menggoyahkan negara ini walaupun mungkin sekarang posisinya sudah tergolong miskin.
-pungli yang marak, juga tidak membuat rakyat ini sekarat karena masih tetap bisa bertahan hidup walaupun harus makan nasi aking.
-sedangkan untuk bencana alam, itu dianggap sebagai bagian dari takdir yang menimpa suatu wilayah tertentu.
Sementara, masalah lain yang lebih DAHSYAT dan luar biasa itu telah lama membuat negara kita “babak belur”. Anehnya, selama ini kita tidak pernah mengetahui dan menyadarinya. Padahal, yang tersasar sebenarnya justru KITA SEMUA. Hanya saja, karena wujud penderitaannya berbeda-beda maka itu tidak dianggap sebagai penderitaan, tetapi dianggapnya sebagai bagian dari TAKDIR yang harus dijalaninya, yaitu: adanya rakyat yang tidak bisa makan, ada yang makan nasi aking, ada yang tidak bisa menyekolahkan anaknya secara layak, ada yang tidak punya rumah, ada yang harus menderita karena suatu penyakit, ada yang gaya hidup mewahnya yang dikurangi, dll.
Cerita yang lain, di luaran sana, ada hasil survei terbaru yang menunjukkan bahwa setelah 2 tahun ini kepuasan terhadap kepemimpinan Bapak sampai 68%. Suatu jumlah yang cukup besar, dibandingkan dengan waktu lalu yang katanya kurang dari 50%. Ini menurut hasil survei mereka, Pak. Tetapi Bapak jangan terlalu bangga dengan hasil survei itu, sebab di media massa yang sepertinya mendukung Bapak, yaitu Media Indonesia, juga ada berita-berita sbb.: Kelesuan Kredit Berlarut-larut Sabtu, 22 October 2016 05:05 WIB
Pertumbuhan Kredit Tahun ini Diprediksi Turun Jum’at, 21 October 2016 16:29 WIB Penulis: Dero Iqbal Mahendra; Paket Kebijakan Ekonomi Dinilai Belum Efektif Kamis, 20 October 2016 18:55 WIB Penulis: Anastasia Arvirianty; Titik Balik Kinerja Perdagangan Kamis, 20 October 2016 08:42 WIB Penulis: MI Itulah cermin suara-suara jujur yang ingin membantu Bapak untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, dan bukan ABS (Asal Bapak Senang). Jadi, mohon jangan diabaikan !
Kembali pada masalah nilai tukar rupiah. Akibat dari nilai tukar rupiah yang terus membengkak sampai 1$ = Rp 13.000-an itu, negara ini terus menghadapi masalah pelik:
-Pemerintah selalu kesulitan setiap membayar cicilan utang dan harus gali utang baru untuk membayarnya.
-Biaya impor barang-barang berteknologi menjadi semakin mahal, padahal keberadaannya sangat kita butuhkan; Pemerintah tidak bisa membangun sendiri, perusahaan minyak dan infrastruktur listrik yang merupakan jantung dari negara ini.
-Pemerintah tidak bisa memberikan makanan bergizi kepada rakyatnya agar mereka bisa sehat dan cerdas.
-Pemerintah tidak bisa menurunkan berbagai harga kebutuhan hidup yang terus melambung tinggi, sehingga banyak rakyat kecil yang hidup susah.
-Semua warga bangsa harus membuang rasa malu karena terpaksa terus mengirim TKW menjadi “budak” demi menjaga agar bangsa ini tetap eksis.
Di mana dampak dari semua itu, telah membuat negara kita ini dicap sebagai negara miskin, “bisa dipermainkan” oleh mereka yang merasa sebagai negara maju, dipandang rendah oleh negara lain, walaupun dalam bahasa diplomasinya mereka sering memuji-muji tentang Indonesia.
“Virus dahsyat” yang melanda Indonesia ini memang tidak cepat mematikan, seperti kalau tertembak senjata militer, tidak memberi rasa sakit seperti kalau kecanduan narkoba, tidak memabukkan kalau seperti minum alkohol. Tetapi, kalau itu terjadi dalam diri manusia, maka pelan-pelan namun pasti akan terus menggerogoti kaki kita yang sudah terluka. Atau, kalau dalam bernegara itu sudah merasuk begitu dalam menggerogoti pondasi bangsa yang sudah keropos ini.
Pak Jokowi, semua pemimpin itu janjinya selalu menyejahterakan rakyat, tetapi sampai saat ini belum pernah ada yang terwujud, bahkan di akhir kepemimpinannya sering menjadi dicaci maki, karena kegagalannya tersebut. Sebab, yang terjadi justru kesenjangan sosial yang semakin melebar.
Saya berharap Pak Jokowi juga tidak sekedar janji “muluk-muluk”, yang katanya akan bisa terwujud setelah sekian tahun lagi. Itupun kalau benar seperti yang diharapkan, dan kita masih bisa bersama untuk membuktikannya. Kalau ternyata gagal dan pemimpinnya ganti, berarti janji itu juga hanya menjadi tinggal kenangan saja. Apakah rakyat Indonesia akan terus merasakan hal yang seperti ini? Padahal kita itu hidup “di hari ini”, tak tahu bagaimana di “hari nanti”. Kerena itu, seyogyanya Pak Jokowi mau mewujudkan janji yang mudah diwujudkan terlebih dahulu saja.
Pak jokowi..!
Dimana untuk mewujudkannya juga tidak membutuhkan dana trilyunan. Dan, janji yang paling ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia itu tidak muluk-muluk, yaitu: cuma kesejahteraan yang nyata. Bahasa gampangnya, buat harga-harga kebutuhan hidup ini jadi murah, atau turunkan harga kebutuhan hidup yang terus melambung ini.
Penulis: Dero Iqbal Mahendra;
Kepemimpinan, Pemerintah, Politik

Gubernur Papua Lukas Enembe kami Indonesia tapi NKRI bukan Harga Mati

7543fd41-3ffb-4b11-82d1-8f0120818e04_169.jpg

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengatakan Papua sudah menjadi bagian dari NKRI tapi NKRI bukanlah harga mati bagi rakyat Papua.

Hal itu dikatakan Lukas Enembe mengenai maksud Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati, yang disampaikan sebelumnya lewat laman resmi pribadinya,www.gubernurlukasenembe.com.

Menurut dia, persoalan utamanya  bukan mengenai  NKRI harga mati melainkan bagaimana rakyat Papua diperlakukan adil dan disejahterakan sebagai warga negara Indonesia.

“Bukan harga mati, tapi kita sudah katakan Papua itu sudah menjadi bagian dari negara ini (Indonesia). Jadi kita berharap, rakyatnya harus kita (perhatikan) bagaimana menjadikan mereka sebagai warga negara Indonesia,” kata Lukas Enembe kepadasatuharapan.com usai Rapat Koordinasi Presiden RI dengan Para Gubernur Seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, hari Kamis (20/10).

“Kita mau itu, harus diperlakukan adil bagi mereka (rakyat Papua). Seperti kemarin, dengan (BBM) satu harga maka orang Papua merasa (bahwa) kami warga Indonesia,” dia menambahkan.

Lukas mengakui, bahwa masyarakat Papua tidak ada yang meminta Papua merdeka dari NKRI.

Lukas menegaskan, Papua sudah merdeka bersama dengan Indonesia yang telah merdeka pada 17 Agustus 1945. Jadi, kata dia, tidak ada yang namanya rakyat Papua meminta merdeka dari Indonesia.

“Sudah pastilah (rakyat Papua tidak ingin merdeka). Kita sudah merdeka, Indonesia sudah merdeka. Tidak ada yang minta Papua merdeka,” kata dia.

Sementara mengenai persoalan gerakan diplomasi internasional ULMWP, Lukas mengaku itu bukan menjadi urusan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Papua.

Lukas mengatakan, tugasnya sebagai gubernur hanyalah untuk mengupayakan kesejahteraan rakyat Papua.

“Itu (ULMWP) bukan urusan kita (Pemda). Itu soal urusannya diplomasi internasional dan ini kan perkaranya ke luar negeri. Jadi kita tidak punya kapasitas atau kewenangan untuk mengurus itu,” kata dia.

Lukas menilai, Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (United Liberation Movement for West Papua/ULMWP) itu telah masuk dalam kewenangan diplomasi internasional.

“Kami punya kapasitas mengurus bagaimana menyejahterakan rakyat Papua. Karena ULMWP kan urusannya sudah kewenangan diplomasi internasional,” dia menambahkan.

Terhadap rakyat Papua yang terlibat gerakan ULMWP, Lukas mengatakan, hal itu juga bukan menjadi urusannya maupun Pemda Provinsi Papua. Dia menilai, rakyat Papua yang tergabung dalam perjuangan Papua Merdeka di luar negeri itu merupakan gerakan yang berada di luar kendalinya sebagai Gubernur Papua.

“Itu kan orang-orang yang berjuang di luar. Itu tidak ada urusan dengan kita,” lanjutnya.

 

Editor : Melqy s w

 

Agama, Kepemimpinan, Masyarakat, Pemerintah

Jika Ahok Menang, Apa Kerugian Umat Islam? Jika Ahok Kalah, Keuntungan Apa yang Dinikmati Umat Islam?

images (27).jpg
Basuki Tjahaja Purnama-Gubernur Jakarta

 

LimbarUPm.com – Semua yang sedang dilakukan oleh sekelompok umat Islam, termasuk Buni Yani yang mengupload potongan video pidato Ahok di Pulau Seribu, dan gencarnya penjelasan tentang “haramnya” memilih pemimpin kafir, tak dapat dipungkiri hanyalah upaya untuk mencegah Ahok terpilih sebagai gubernur. Walaupun sering kali juga pura-pura dibantah.Sekarang, bagaimana seandainya pada bulan Februari nanti, atau pada pemilihan putaran kedua, Ahok ternyata menang. Kerugian apakah yang akan diderita umat Islam?
Jawabnya adalah : Tidak ada! Jika Ahok jadi Gubernur lagi, tidak akan ada kerugian yang akan terjadi bagi umat Islam. Semua ketakutan dan kengerian yang digembar-gemborkan selama ini tidak akan pernah terjadi. Semua akan berjalan biasa-biasa saja.
Tidak akan terjadi misalnya, pengangkatan besar-besaran pejabat non Islam. Atau pelarangan jilbab di kantor dan sekolah. Atau pelarangan ceramah. Atau mengganti pelajaran agama Islam dengan agama kristen. Atau atau atau yang selama ini digembar-gemborkan.
Mungkin reklamasi tetap jalan, penggusuran juga. Tapi kalau Ahok kalah pun, reklamasi dan penggusuran pasti lanjut juga. Hanya soal waktu.
Sebaliknya, jika bukan Ahok yang menang, keuntungan apakah yang akan dinikmati umat Islam. Jawabnya juga sama : Tidak ada. Kehidupan akan berjalan seperti biasa saja.

Yang akan terjadi adalah, partai-partai kembali leluasa berebutan anggaran DKI yang besar luar biasa itu, setelah hampir 5 tahun puasa di era Ahok ini. Umat akan segera dilupakan dan ditinggalkan. Al Quran tak akan lagi dipakai, tidak Al Maidah 51, tidak juga ayat yang lain.

Ulama-ulama juga juga tidak akan didengar suaranya, karena kepentingan mereka dengan ulama sudah selesai.
Jadi, apa masalahnya? Memang masalahnya bukan Ahok, bukan juga ada urusannya dengan Ahok. Masalahnya adalah kita sendiri, umat Islam ini sendiri. Yang meninggalkan Al Quran, meninggalkan Islam, cinta dunia, takut mati, sehingga menjadi lemah (wahn).
Bukan Ahok yang kuat, bukan Ahok yang hebat, Ahok bukan siapa-siapa, Ahok is Nobody.

Ahok tidak cerdas, tidak kuat, bukan pemberani, tidak punya pendukung sejati. Kita lah yang lemah, kitalah yang bodoh, kitalah yang tak bersatu. Jadi kuncinya kembali pada kita, kepada para pemimpin kita, kepada mereka yang mengaku ulama. Untuk bekerja keras membangun kekuatan umat, meningkatkan iman dan taqwa umat, mencerdaskan umat, mensejahterakan umat.

Bukan hanya duduk manis di menara gading, asyik menata-nata serban dan jubah, asyik dengan pujian dan status sosial yang tinggi, bayaran yang besar, fasilitas yang mewah, dari bank-bank yang berlabel syariah, dari lembaga-lembaga zakat, dari sekolah-sekolah dan pesantren yang memungut bayaran mencekik.

Umat menanti, Allah dan RasulNya beserta para malaikat akan melihat dan menjadi saksi, siapa yang benar-benar bersungguh-sungguh berjuang, dan siapa yang tidak. Wallahu a’lam.

(Tulisan lanjutan dari sahabat, untuk direnungkan, sebagai pelajaran ummat Islam ‘wallaahu a’lam)
Sumber: AGUS SALIM  via heronesia.com

 

Kepemimpinan, Masyarakat, Pemerintah

JOKOWI MINTA MINTA MENTERI BUMN SELESAIKAN PASAR MAMA-MAMA PAPUA

presiden-jokowi-660x330

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Papua,Lukas Enembe dan Ibu Negara

Jayapura.LBRm.com – Dalam kunjungan kerja ke Papua Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk segera menyelesaikan proyek pasar Mama Papua di tahun 2016.

Jokowi menilai Pasar Mama Papua harus segera selesai karena telah dinantikan para pedagang yang mayoritas diisi oleh Orang Asli Papua.

“Saya sampaikan ke Menteri BUMN, akhir tahun ini pasar itu harus selesai. Jangan mundur-mundur lagi karena sudah ditunggu oleh pedagang,” kata Jokowi seperti diberitakan Antara, Senin (17/10) kemarin.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mengakui dirinya selalu mengikuti perkembangan pembangunan Pasar Mama Papua meskipun diakuinya hingga saat ini baru 25 persen proyek yang dijalankan.

“Pasar Mama-Mama Papua saya ikuti, sampai saat ini memang baru selesai 25 persen. Saya selalu minta gambar perkembangannya, setiap minggu saya selalu diberikan gambar perkembangannya,” katanya.

Hari ini, setelah meresmikan proyek infrastruktur untuk program Papua dan Papua Barat terang pada tahun 2019 orang nomor satu di NKRI tersebut bertolak menuju Kabupaten Yahukimo untuk blusukan serta ‘Bakar Batu’ bersama masyarakat di Yahukimo.

SumberHarianpapua.com

Kepemimpinan, Motivasi, Umum

Pelajaran Bangkit dari Keterpurukan

    Hasil gambar untuk hidup

Hidup adalah perjalanan dalam waktu yang tidak pernah kita ketahui, teruslah berusaha jangan pernah berhenti dan terpuruk hanya karna kekalahan dan kesalahan, namun bangkitlah dan belajarlah dari kekalahan itu”. 

dari kata diatas banyak arti yang dapat kita simpulkan, namun bagi saya jika hidup adalah perjalanan, maka banyak hal yang dapat kita temui mungkin kebahagiaan, kesedihan dan mungkin ada kegagalan yang begitu pahit sehingga membuat kita terpuruk dan merasa tak mampu menjalani hidup.
Sesungguhnya saat kita gagal dan mengalami keterpurukan adalah momen yang paling baik untuk bangkit dan memulai nya lagi karena di kondisi ini tanpa kita sadari kita telah kembali ke awal dan bisa memulai langkah baru untuk menjejaki waktu yang masih panjang. Di saat seperti ini memang sangat membutuhkan kekuatan dalam diri kita untuk memulai nya, namun kita harus yakin bahwa akan mampu melalui masa-masa sulit ini dan jika kita mampu melaluinya maka rintangan-rintangan di depan akan semakin mudah dan mampu pula kita lalui.
Setiap manusia pasti pernah mengalami kegagalan dan terjatuh dalam keterpurukan, kegagalan bukan hanya berarti kita kalah dalam sebuah kompetisi, namun kegagalan hanya dapat di artikan oleh individu masing-masing manusia tinggal bagaimana kita menghadapi kondisi dimana kita gagal, haruskah kita semakin terpuruk atau kita bangkit dengan memulai langkah baru.

 Memulai langkah baru dan mencoba keluar dari keterpurukan memang tak semudah memejamkan mata namun kita tidak bisa selamanya meratapi kegagalan tersebut, yang harus kita lakukan adalah bangkit, kita harus tinggalkan kenangan pahit itu dan mempersiapkan modal dan senjata kita, apa modal yang kita punya? dan apa senjata yang kita siapkan? modal, modal yang kita miliki adalah apa yang telah kita dapatkan dari kegagalan sebelum nya,pelajaran dan hikmah apa yang telah kita dapatkan dari kegagalan itu dan akan kita bawa untuk memulai langkah baru.Senjata kita apa? senjata yang utama adalah Hati, keteguhan kita dan kekuatan diri kita untuk tegar mengarungi waktu dalam perjalanan hidup kita.

Satu kondisi yang mungkin dapat kita ambil hikmah dan artinya, jika seorang ayah dengan pekerjaan sebagai buruh pabrik dan berpenghasilan sangat minimum, sang ayah tersebut mempunyai seorang anak dan istri yang harus ia nafkahi dimana sang anak harus sekolah dan mereka membutuhkan biaya untuk hidup. dalam kehidupan sehari-hari mereka hidup bercukupan walaupun penghasilan sang ayah sebagai buruh hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah sang anak. Suatu ketika pabrik dimana sang ayah bekerja mengalami kerugian sehingga harus mem PHK sebagian buruh nya dan sang ayah di PHK, tentu kondisi ini sangat sulit di terima keluarga tersebut dan terlebih lagi sang ayah menerima kondisi sulit dimana ia menggenggam tanggung jawab besar pada anak dan istri nya.

Di kondisi seperti ini haruskah sang ayah terus terpuruk dan meratapi kepahitan ini, harus kah anak yang ia sayangi berhenti sekolah? tentu semua itu tidak boleh terjadi, sang ayah tidak boleh menyerah, di kondisi ini sang ayah tidak boleh larut dalam keterpurukan, sang ayah harus bangkit dan memulai langkah baru dengan semangat dalam hati yang kuat demi menggapai impian dan cita-cita anak nya, sang ayah harus memulai langkah dari awal sang ayah harus mencari pekerjaan baru,mungkin dengan membuka usaha kecil dari sedikit uang pesangon yang ia dapat dan banyak hal yang harus ia lakukan demi menyelamatkan keluarga ini dari keterpurukan.
Dalam kehidupan gantung lah impian setinggi mungkin sehingga kita selalu berusaha untuk menggapai nya, semakin dekat impian itu tergapai usahakanlah semakin tinggi lagi kita gantung impian itu agar usaha yang kita lakukan tak berhenti hanya di situ saja.
Harus selalu semangat dalam mengarungi samudra kehidupan karena samudra kehidupan tidak akan pernah kita ketahui seberapa luasnya. 
Kepemimpinan, Pemerintah

Mantan PM Portugal Akan Menjadi Sekjen PBB Baru Gantikan Ban Ki-moon

              Antonio guterres (sekjen PBB)

New York– Mantan Perdana Menteri (PM) Portugal, Antonio Guterres akan menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB yang baru, menggantikan Ban Ki-moon. Guterres meraup suara mayoritas dalam voting informal yang digelar di kalangan anggota Dewan Keamanan PBB.


Seperti dilansir AFP, Kamis (6/10/2016), Guterres mendapat dukungan 13 negara dari total 15 negara anggota Dewan Keamanan (DK) PBB dalam voting informal yang digelar Rabu (5/10) waktu setempat. Tidak ada satupun anggota tetap DK PBB yang memveto Guterres untuk menghalangi pencalonannya.

Guterres sebelumnya memimpin Badan Pengungsi PBB atau UNHCR selama satu dekade hingga Desember 2015. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, keluar dari ruang sidang DK PBB bersama 14 Dubes negara-negara anggota DK PBB lainnya, untuk menyatakan Guterres semakin dekat untuk menggantikan Sekjen Ban. 

“Kita telah mendapatkan kandidat favorit dan namanya adalah Antonio Guterres,” tegas Churkin.

Baca juga: Tergabung di UN70 Inisiative, RI Usul Rekomendasi untuk Sekjen Baru PBB

Churkin menambahkan, DK PBB akan kembali menggelar voting secara formal pada Kamis (6/10) waktu setempat, untuk mengkonfimasi penunjukan Guterres. Dia mengharapkan, voting secara formal akan berujung hasil aklamasi.

“Kami mengharapkan Tuan Guterres menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Sekjen PBB untuk lima tahun ke depan,” harap Churkin.

Begitu DK PBB secara formal menyatakan dukungan, Guterres akan dibawa ke Majelis Umum PBB untuk disahkan. Guterres akan memulai tugasnya sebagai Sekjen PBB yang baru mulai 1 Januari tahun depan, untuk periode 5 tahun.

Dalam voting rahasia, Guterres mendapat empat voting positif dan hanya satu ‘opsi tidak’ dari pemegang lima negara veto DK PBB. Hal ini memuluskan langkahnya menjadi Sekjen PBB yang baru. Dalam lima voting informal sebelumnya, Guterres selalu menempati posisi teratas.

Guterres yang menjabat PM Portugal tahun 1995-2002 ini, akan menjadi mantan kepala pemerintahan pertama yang menjadi Sekjen PBB. Selama ini, posisi nomor satu di badan dunia itu selalu dipegang oleh mantan Menteri Luar Negeri.

Proses pemilihan Sekjen PBB yang baru mengalami perubahan dari sebelumnya. Jika sebelumnya selalu digelar tertutup, untuk tahun ini prosesnya lebih terbuka dengan masing-masing kandidat diberi kesempatan memaparkan visi dan misi di hadapan Majelis Umum PBB. Selain Guterres, ada 10 kandidat lainnya yang mencalonkan diri, antara lain pemimpin UNESCO Irina Bokova, Menteri Luar Negeri Argentina Susana Malcorra, serta mantan PM Selandia Baru dan Kepala UNDP Helen Clark. Kandidat lain memperoleh voting negatif dari pemegang veto DK PBB sehingga tak lolos.
Sumber:http://m.detik.com/

Kepemimpinan, Masyarakat, Pemerintah

Pengusulan DOB Puja sudah memenuhi persyaratan

Jakarta,LimbarUPm.com – Bupati Puncak Jaya Henok Ibo mengklaim, pengusulan Daerah Otonom Baru (DOB) yang diajukan pihaknya sudah memenuhi persyaratan, baik secara administratif, fisik kewilayahan, akademis serta lainnya.

“Kami harap soal DOB sudah tidak lagi bicarakan persyaratan, karena kami sudah penuhi itu. Apalagi Kabupaten Yamo telah diusulkan sejak 2009,” kata Henok Ibo, di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Menurut Henok, semua tahapan sesuai peraturan perundang undangan, bahkan telah sampai pada RUU tentang Pembentukan DOB Kabupaten Yamo yang telah selesai dibahas serta mendapat persetujuan di DPR RI periode yang lalu.

“Sekarang tinggal menunggu persetujuan Pemerintah Republik Indonesia saja. Namun sampai saat ini nasibnya masih terkatung katung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengusulan pemekaran Kabupaten Yamo bukan hanya untuk mewujudkan efektivitas pemerintahan, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, tapi yang lebih penting daerah ini merupakan daerah konflik yang berkepanjangan.

“Sejak 2005 hingga saat ini masih saja terjadi konflik bersenjata. Sekalipun demikian kami tidak bisa melakukan operasi militer. Kami bisa lakukan dengan pendekatan pembinaan teritorial dan pembangunan,” kata Henok.

Dia menambahkan Kabupaten Yamo dari aspek infrastruktur sangat memenuhi persyaratan. Sebagai kabupaten induk, Pemkab Puncak Jaya telah menyiapkan infrastruktur pendukung diantaranya bangunan kantor bupati, infrastruktur bandara, sarana komunikasi, PLTA berkapasitas 500 KVA, puskesmas rawat inap, sarana pendidikan SD, SMP, SMK, bidang keamanan Polsek dan Koramil juga infrastruktur jalan.

Secara terpisah, Bupati Merauke Frederikus Gebze menilai, pemerintah pusat terlihat masih sangat hati-hati untuk menyetujui pembukaan DOB karena terlalu banyak yang meminta pemekaran.

“Saya setuju dengan dilakukan syarat dan seleksi yang ketat dengan memandang ada wilayah wilayah pemekaran yang dekat dengan wilayah perbatasan,” kata Gebze. (*)