Destinasi Wisata, Kekayaan Alam, Pemerintah

Kemenpar Promosikan MICE di Las Vegas

Seorang wisatawan tengah menikmati keindahan kehidupan bawah laut. Indonesia memang dikenal memiliki potensi wisata bahari yang tinggi (ilustrasi)
Seorang wisatawan tengah menikmati keindahan kehidupan bawah laut (Ilustrasi)

LBRm, JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus melakoni strategi mendatangkan wisatawan Untuk lebih memperkenalkan destinasi wisata industri meetings, incentives, conferences, exhibitions (MICE) di Indonesia. Kini giliran Amerika Serikat yang akan disambangi Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu. Kemenpar mengundang 9 pelaku industri pariwisata yang aktif di MICE itu untuk mengikuti kegiatan IMEX 2016 yang merupakan event pameran MICE business to business terbesar di benua Amerika yang dilaksanakan pada 18 hingga 20 Oktober 2016 di Las Vegas, Amerika serikat.

”Ini kami lakukan lagi karena pentingnya Industri MICE terhadap perekonomian suatu negara membuat setiap negara berlomba-lomba  mendatangkan wisatawan bisnis (Business Traveler) untuk mengadakan meeting, pameran maupun perjalanan insentif di negara tersebut, demikian halnya Indonesia. Kita harus lakukan ini untuk Pariwisata Indonesia,” ujar Nia Niscaya, Asisten Deputi Pengembangan pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar.

Nia mengatakan, wisatawan yang datang untuk tujuan MICE memiliki kelebihan dibanding wisatawan biasa, yaitu mereka umumnya adalah opinion leader yang berasal dari kalangan pengusaha, profesional maupun pemerintah yang melakukan kegiatan pada saat low-season.

“Data dari International Congress and Convention Association (ICCA,Red) menunjukkan bahwa mereka datang dalam jumlah besar, dengan tingkat pengeluaran selama berada di destinasi tuan rumah kegiatan MICE Adalah 7 kali lipat dari wisatawan biasa  atau yang biasa dipanggil Leisure Traveler dan wisatawan MICE juga berpotensi untuk berkonversi menjadi wisatawan Leisure,” ujar dia.

Pada perhelatan tersebut,  Kemenpar menarik para pengunjung pameran di Paviliun Indonesia dengan  snack, kopi khas Indonesia dan dapat berfoto dengan branding Wonderful Indonesia serta kostum karnaval. “Tentu saja kita mengedepankan 10 destinasi prioritas yang telah dicanangkan pemerintah yakni Bali-Bali baru,” ujar wanita kelahiran Bandung itu.

Nia menilai MICE juga sangat berdampak positif bagi unsur lain. Diantaranya adalah naiknya citra destinasi karena wisatawan MICE pada umumnya adalah CEO perusahaan, maka kekuatan word-of-mouth dari mereka tentang destinasi akan memberi dampak yang lebih kuat dalam promosi. ”Hal tersebut telah disadari oleh banyak negara menyebabkan persaingan antar destinasi dalam mendatangakan even MICE international menjadi sangat tinggi,” ujar dia.

Nia menambahkan, Kemenpar  manargetkan pertumbuhan industri MICE sepuluh persen pada tahun 2019. Upaya tersebut sudah harus dimulai dari sekarang hingga tahun pencapaian. Kemenpar berharap dengan mengikuti pameran tersebut, membuat target Indonesia sebagai destinasi MICE terwujud.

Sekadar informasi, data ICCA 2014 menempatkan Indonesia di ranking ke-42 dunia dengan 76 meetings. Singapore di peringkat 29 dengan 142 meetings, Malaysia papan 30 dengan 133 meetings, dan Thailand no 33 dengan 118 meetings. ”Maka dari itu kita harus terus genjot salah satunya dengan mengikuti even IMEX di Las Vegas,” katanya.

Destinasi Wisata, Kekayaan Alam, Masyarakat

10 Keunikan yang Hanya Ada di Tanah Papua Dan Membuatmu Rindu Untuk Kembali ke Sana

Tanah Papua, wilayah di ufuk timur yang sering disebut Mutiara Hitam ini memang selalu ada di dalam hatimu. Sejauh apa pun kamu pergi, jika ingat pasti ada hasrat ingin kembali. Papua juga menyimpan segudang keunikan yang hanya bisa kamu temui di sana.

Pantas saja kalau meskipun kamu sudah pergi jauh hatimu masih tertambat di kenangan indah akan Papua. Apalagi kalau 10 hal ini yang hinggap dalam memorimu.

1. Kamu bakal kangen logat istimewa khas Indonesia Timur yang selalu membuat orang kagum mendengarnya.

Orang:Bah,mau cari alamat saja susah sampe…Di sorong,tinggal bilang nama biasanya su dapat..Kamu:Sobat,ko dari papua juga kah?mau pigi  cari alamat ke mana,sa bantu..

Hal pertama yang kamu sadari berbeda ketika meninggalkan suatu daerah adalah logat bahasanya. Seperti kita ketahui Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari ribuan suku dan bangsa, jadi wajar kalau setiap daerah–termasuk Papua–juga punya sisi khas tersendiri dari segi bahasa.

Kalau sebelumnya kamu terbiasa mendengar dialog-dialog dengan logat timur kental mungkin sekarang setelah tak lagi tinggal di Papua, keadaanya sudah berbeda. Kamu mungkn lebih banyak mendengar bahasa Indonesia biasa tanpa logat, seperti orang-orang di ibukota.

Sekalinya kamu bertemu orang yang masih memiliki logat Papua di lingkunganmu yang baru, atau di televisi–seperti yang sering dipakai parastand up comedian asal Indonesia Timur–kamu jadi merasakan nostalgia dan kembali bicara dengan dialek khas Papua itu.

2. Makanan khas Papua memang super unik baik dari segi tampilan maupun rasa!

Kulinernya yang khas juga bikin kamu kangen berkunjung kembali ke Papua. Meskipun memang bisa dibuat replikanya di mana saja, namun tetap saja ada sedikit cita rasa yang berbeda dengan kalau makan yang asli Papua.

Misalnya sagu yang dipakai buat memasak papeda, kalau di luar Papua rata-rata sudah diproses menjadi tepung sagu. Sementara di Papua masih dalam bentuk sagu basah segar yang diambil dari pohon, sehingga rasanya sedikit berbeda. Begitu pula dengan hasil laut yang rasanya manis, segar dan besar-besar. Wajar kalau banyak restoran seafood mahal di ibukota yang bela-belain ‘impor’ seafood dari laut timur, karena rasanya memang beda. Teknik memasak yang unik juga susah ditirukan, seperti barapen yang dimasak dengan batu alam yang membara.

Ada juga yang memang rada sulit didapatkan di tempat lain, seperti misalnya ulat sagu. Mungkin ada, tapi nggak dianggap sebagai makanan di daerah lain, sehingga sulit bagimu untuk menemukannya hehehe.

3. Di Papua, semua orang bisa naik “TAXI” lho! Jang ko salah!

Teman: Nanti kamu sampai Bandara Frans Kaisiepo ke rumah kerabatmu naik apa? Katamu masih jauh jaraknya?

Kamu: Ah, kacupling! Naik taksi aja.

Teman: Hah?! Gak mahal tuh nanti?

Kamu: Sa dari kecil su naik taksi ke mana-mana, ke sekolah juga naik taksi. Ko tenang saja!

Teman-teman kamu mungkin heran mendengar ceritamu yang enteng banget bilang taksi ada di mana-mana dan bisa kamu naiki dengan mudah meskipun kamu masih anak sekolahan. Karena di tempat lain seperti ibukota, taksi idientik dengan angkutan umum mahal yang tarif argonya selangit. Kalau di Papua sih, angkot itulah yang kamu sebut taksi. Keren juga ya kedengarannya.

4. Alam yang luar biasa asri dan membuatmu betah bermain-main di udara terbuka memang belum ada tandingannya.

Kurangnya lahan yang enak buat bermain bisa jadi juga merupakan alah satu kendala anak jaman sekarang malas bermain di luar. Akhirnya mereka memilih kerajingan game atau televisi di dalam rumah.

Sementara itu di Papua, masih banyak hamparan alam yang bersih dan asri. Laut yang indah, gunung dan lembah yang permai. Pantas jika anak-anak tidak enggan bermain di alam bebas. Seingat saya, meskipun dulu punya televisi dan banyak mainan, saya tetap sangat suka bermain di udara terbuka. Begitu pun dengan teman-teman saya. Karena nggak rugi bermain di alam yang asri dan indah. Badan juga lebih sehat rasanya. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama?

5. Flora dan fauna istimewa yang hanya bisa ditemukan di Papua juga bikin rindu!

Setiap wilayah geografis ternyata punya hewan dan tanaman khasnya masing-masing. Begitu pula Papua yang masuk wilayah “New Guinea” dalam penyebaran hewan dan tanamannya. Sehingga flora dan fauna yang khas di sana serupa dengan yang ada di Papua New Guinea dan Australia.

Burung-burung eksotis dengan bulu indah seperti Cenderawasih atau Nuri, hewan-hewan mamalia dengan kantung seperti kangguru atau kuskus, tanaman-tanaman langka seperti paku dan anggrek macan adalah kekayaan alam khas Papua yang nggak mudah kamu temukan di daerah-daerah lain. Oh jangan lupa soa-soa-nya!

6. Masih ingat nggak waktu zaman sekolah kamu belajar Tari Yospan yang eksotis sebagai muatan lokal?

Yospan adalah kepanjangan dari Yosim Pancar. Tarian ini merupakan salah satu tarian khas Papua yang menggambarkan persahabatan dan kerap dilakukan oleh para muda-mudi di sana. Kalau kamu sempat bersekolah di sana, kamu pasti tahu deh dengan tarian eksotis ini.

Kostum yang dipakai saat menari yospan juga istimewa, menambah keindahan gerakan-gerakannya yang penuh semangat. Tarian yospan sering dipakai untuk menyambut tamu, event-event khusus atau sekadar untuk acara pershabatan. Gerakannya menyehatkan seperti olahraga… pantas waktu jaman sekolah dulu kita disuruh menari yospan terus e!

7. Hanya di Papua kamu terbiasa mencairkan suasana dengan saling bertukar cerita MOP.

“Be, kam dengar. Sa pu cerita mop ini… Suatu ari to, Markus pi ke sekolah…”

Setelah pergi dari Papua, kamu baru sadar kalau kebiasaan menceritakan lelucon atau anekdot lucu seperti ini hanya pernah kamu temui waktu di Papua saja. Cerita mop adalah salah satu hal yang kamu tunggu-tunggu ketika berkumpul dengan teman-temanmu dulu. Ada masanya kalian berkumpul hanya untuk saling bertukar cerita jenaka yang sudah dikemas sedemikian rupa teknikstory telling-nya sehingga terdengar lebih mengundang tawa lagi. Mirip-mirip dengan stand up comedy.

Kalau kamu perhatikan, orang-orang di negara-negara barat seperti Amerika juga punya kebiasaan yang serupa. Mereka mengumpulkan cerita lucu atau joke untuk diceritakan kepada teman-temannya guna mencairkan suasana. Mungkin kamu bisa mengobati rindumu akan cerita mop dengan nonton video Epen Cupen di youtube.

8. Mungkin kamu juga masih ingat dengan kisah cinta pertamamu yang tertinggal di sana?

Papua juga bisa menjadi tempat pertama kamu jatuh cinta. Kepada siapa? Mungkin kamu sudah lupa parasnya. Mungkin tidak ingat namanya. Tapi rasanya pasti kamu ingat selamanya kan? Sehingga kembali ke sana pasti akan memberikan sejuta nostalgia di dalam dadamu.

Atau mungkin ‘dia’ masih ada di sana? Menunggumu untuk kembali ke tanah Papua?

9. Perjalanan jauh dan sulit untuk mencapai tempat yang indah pantas dihubungkan dengan perjalananmu menuju Pulau Cendrawasih ini.

“Kalian nggak pernah kan ngerasain naik pesawat barengan sama tumpukan beras atau mobil? Duduk di atas koper sendiri. Atau tidur di koridor kapal berhari-hari hahaha”

 

Dari pulau Jawa (saja), kamu butuh 7 hari 7 malam untuk sampai di Papua dengan Kapal PELNI. Ada pun tempat-tempat yang tak terjangkau transportasi laut, harus ditempuh dengan perjalanan udara yang membutuhkan beberapa kali transit. Tapi justru di situ seninya. Perjuanganmu di perjalanan menuju Pulau Cendrawasih menambah daftar pengalaman seru yang bisa kamu ceritakan dengan teman-temanmu yang lain.

10. Keramahtamahan para penduduk dan kedamaian yang tercipta saat hidup berdampingan meskipun berbeda SARA menjadi kenangan yang begitu indah.

Di Papua lah kamu merasakan bukti nyata dari semboyan Bhineka Tunggal Ika. Memang tidak bisa dipungkiri, beberapa kali pasti ada saja isu politik dan SARA yang mencuat ke permukaan. Namun sebenarnya warga Papua penuh toleransi dan mampu hidup berdampingan dengan damai. Teman-temanmu berasal dari berbagai suku dan agama. Kamu tidak lagi berpikir eksklusif tentang golonganmu lagi. Semua berbaur dan mencoba saling mengerti, itu yang selalu kamu ingat tentang Papua.

Banyak pujian dan kekaguman
Budaya dan alammu
Kamu dan aku sama-sama cinta
Cinta padamu Papuaku

Dengan segudang keunikannya ini, pantas Papua selalu ada di hati meskipun kamu sudah pergi jauh sekali. Semoga kamu masih diberi kesempatan untuk kembali dan menikmati kecantikan bumi Papua lagi.

Destinasi Wisata, Kekayaan Alam, Umum

Kemiskinan Parah di Balik Dahsyatnya Promosi Raja Ampat

Sebuah rumah penduduk di Raja Ampat.(Foto: Adam Howarth/Flickr,CC BY-NC-ND
JAKARTA,LBRm.– Di balik promosi dahsyat tujuan wisata Raja Ampat di Papua, terdapat kemiskinan parah dan rakyat yang merasa ditinggalkan. Ini dikatakan oleh Asmiati Malik, kandidat doktor di University of Birmingham, Inggris, berdasarkan kunjungan untuk penelitiannya ke Raja Ampat belum lama ini.

Menulis di The Conversation, sebuah media online yang mengkombinasikan laporan akademis dengan gaya jurnalistik, Asmiati membandingkan demikian gegap gempitanya promosi pariwisata tentang Raja Ampat secara global dengan tak banyaknya yang mengetahui bahwa rakyat di sana hidup dalam tingkat kemiskinan yang parah, terasing dan merasa ditinggalkan.

Dahsyatnya pariwisata Raja Ampat dapat terlihat  sampai ke Time Square di New York. Sepanjang Oktober, sebuah billboard besar dengan gambar pemandangan di Raja Ampat digelar, dengan tagline, “escape to a magical place.” Daya tarik gambar itu, menurut Asmiati, menyembunyikan kemiskinan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau di Raja Ampat.

Billboard besar si Time Square yang menggambarkan keindahan Raja Ampat,akan ditampilkan sepanjang bulan oktober Foto:Kompas

Bagi yang belum akrab dengan destinasi wisata ini, Raja Ampat adalah sebuah gugusan pulau-pulau di  semenanjung Kepala Burung Papua Barat. Ia merupakan salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Ikan tropis warna-warni dapat terlihat dengan mata telanjang di lingkungan lautnya yang masih murni dengan keanekaragaman hayati yang masih alami.

Namun, bila bagi para wisatawan ia merupakan surga dunia,  bagi 20 persen dari 45.000 penduduknya, kemiskinan dan ketertinggalan adalah kehidupan sehari-hari. Menurut Asmiati, akses mereka sangat terbatas terhadap kesehatan, pendidikan, dan pasar.

Asmiati mengutip data tahun 2015, yang mengatakan empat dari tiap lima rumah tangga di Raja Ampat menghabiskan rata-rata US $ 65 per bulan hanya untuk makanan dan barang konsumsi lainnya. Itu 10 persen lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Penyebabnya, biaya hidup di pulau-pulau itu  begitu tinggi.

Jauh Dari Mana-mana

Dibutuhkan sekitar delapan jam untuk mencapai Raja Ampat dari Jakarta. Dari Sorong, sebuah perjalanan dengan feri diperlukan untuk sampai ke pulau Waigeo, salah satu dari empat pulau utama dari 1.800 pulau di Raja Ampat.

Waisai, ibukota Raja Ampat, terletak di Waigeo, pulau terbesar dalam gugusan pulau-pulau itu Di sana ada beberapa  cottage, sebagian besar dimiliki oleh elit lokal. Sebagian besar kegiatan pemerintahan dan administrasi Raja Ampat juga berpusat di Waisai. Namun populasinya tersebar di banyak pulau-pulau.

Seorang pekerja kesehatan berusaha untuk mendapatkan sinyal bagi ponselnya (Foto:Asmiati Malik)

Pada bulan April 2016, Asmiati tinggal  di pulau Mainyafun, empat jam dengan perahu dari Waisai untuk penelitian doktoralnya. Mainyafun dihuni 55 rumah tangga, dengan masing-masing keluarga memiliki antara sembilan dan 12 anggota keluarga.

Asmiati menulis, bahwa seperti di banyak kota di Raja Ampat, Mainyafun tidak memiliki fasilitas pengolahan air. Air bersih untuk minum diangkut dari Waisai, dua kali sebulan atau dua bulan sekali tergantung pada musim. Penduduk desa juga mengumpulkan air hujan untuk minum. Air dari gunung disalurkan ke pusat desa, tetapi memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi.

Lebih jauh, menurut laporan Asmiati, tidak ada listrik dan tidak ada sinyal telepon. Kebanyakan orang menyebut pendidikan sebagai “barang bergengsi”, dan hanya belajar untuk sampai tamat sekolah dasar. Itu lah sekolah tertinggi yang tersedia di desa itu.

Untuk melanjutkan sekolah di luar tingkat SD, siswa di Manyaifun harus pergi ke Waisai. Perjalanan memakan biaya US $ 100 atau Rp 130 ribu dengan perahu   fiberglass yang sering tanpa peralatan keselamatan.

Hidup Tekor

Berada di daerah yang melimpah dengan ikan, kebanyakan penduduk di pulau ini mencari nafkah sebagai nelayan. Tapi banyak dari mereka masih hidup dalam kemiskinan ekstrem. Sebagian besar keluarga memiliki utang kepada pemilik toko kecil penjual barang kebutuhan pokok di sana.

Harga  ikan yang mereka jual sangat rendah sehingga bahkan jika mereka menangkap sepuluh kilogram setiap hari, mereka masih kehilangan uang. Nelayan membutuhkan lima liter bahan bakar per hari untuk mengoperasikan perahu kecil mereka. Tapi bahan bakar langka dan sangat mahal, dan lima liter biaya Rp 162 ribu.

Nelayan menjual ke pengepul di Mainyafun yang memprosesnya menjadi ikan asin. Harga jual maksimal di Mainyafun adalah US Rp 2.600 per kg, jadi sepuluh kg ikan mendapat sekitar Rp 26 ribu. Setelah biaya bahan bakar, mereka akan merugi Rp 136 ribu

Harga ikan di Waisai sepuluh kali lebih tinggi, dan 20 kali lebih tinggi di Sorong. Tapi nelayan di Mainyafun harus menjual ikan mereka langsung karena tidak ada listrik untuk cold storage.

Orang perlu kapal yang lebih besar, bahan bakar yang lebih murah dan akses ke pasar Waisai atau Sorong untuk mendapatkan harga yang lebih baik bagi ikan mereka. Tapi perahu yang layak dengan mesin yang dapat membawa volume yang lebih besar  ikan perlu biaya Rp 130 juta yang tidak mungkin bagi mereka untuk membelinya.

Tak Ada Pemerintah

Ada sebuah puskesmas kecil di Manyaifun. Satu dokter dan empat perawat yang bekerja di sana melayani tujuh kecamatan yang tersebar di pulau-pulau tetangga.

Banyak pasien mereka adalah nelayan yang meninggalkan rumah mereka pukul lima pagi dan kembali pada pukul lima sore. Petugas kesehatan harus siaga sepanjang waktu.

Masalah yang paling umum adalah malaria, infeksi kulit dan penyakit pernapasan. Kematian saat melahirkan adalah umum bagi wanita. Hanya obat-obatan dasar dan generik yang tersedia di klinik, dan kadang-kadang persediaan langka.

Hidup di sebuah pulau terpencil tanpa sinyal telepon membahayakan baik petugas kesehatan dan orang-orang yang mereka layani. Pasien yang memerlukan perawatan darurat, seperti malaria kronis, sering akhirnya meninggal. Satu-satunya rumah sakit dengan peralatan yang layak berada di daratan Kota Sorong, 135 kilometer jauhnya.

Para pekerja kesehatan kadang-kadang harus pergi ke pulau-pulau untuk keadaan darurat kesehatan dengan memakai kapal kecil tetangga. Mereka harus mengabaikan fakta bahwa kadang-kadang ombak mencapai hingga tiga meter. Ini lebih buruk jika mereka harus pergi di malam hari karena tidak ada alat navigasi modern atau informasi tentang cuaca yang dapat diharapkan.

Petugas kesehatan hanya mampu menemui keluarga mereka sekali atau dua kali setahun. Sebagian besar mereka berasal dari Sorong dan Sulawesi Selatan, yang 1.532 kilometer jauhnya. Menurut Asmiati, gaji pokok pekerja kesehatan atau pegawai kontrak  di sana lebih kurang Rp 2 juta sebulan, gaji yang hampir sama di seluruh Indonesia. Namun, jumlah itu sangat kecil bila dibandingkan dengan tuntutan tugas pekerja kesehatan di Manyaifun, yang acap kali pula terlambat dibayar.

Sementara itu, Indonesia mempromosikan Raja Ampat ke dunia dengan dahsyatnya. Pada saat yang sama masyarakat setempat dan petugas kesehatan merasa ditinggalkan. Mereka jarang melihat para pejabat pemerintah di daerah mereka. Menurut wawancara Asmiati dengan dokter setempat dan perawat, birokrat di Waisai, terutama dari badan kesehatan, tidak peduli tentang kehidupan, keselamatan atau kebutuhan emosional mereka.

Para pejabat pemerintah daerah, menurut Asmiati dalam wawancara, mengatakan bahwa mereka mencoba untuk meningkatkan kesejahteraan dengan mengajar orang bagaimana membangun homestay bagi wisatawan dan bagaimana untuk mempromosikan secara online. Tapi penduduk setempat dan petugas kesehatan mengatakan mereka belum pernah bertemu pejabat yang telah mengunjungi daerah mereka.

Menurut Asmiati, kemiskinan di Raja Ampat adalah refleksi dari peran penting  negara dalam proses pembangunan. Hanya melalui perhatian yang layak dari elit di Raja Ampat, dan pengawasan dari pemerintah pusat, perubahan dapat tiba kepada orang-orang miskin di daerah. Sebelum itu terjadi, Indonesia mungkin perlu berpikir dua kali tentang iklan Raja Ampat sebagai surga di Bumi.

Editor :Melqy s w

Sumber:Satu harapan.com

Destinasi Wisata, Kekayaan Alam

10 Tempat Wisata di Nusa Tenggara Timur

10 Tempat wisata di Nusa Tenggara Timur yang baiknya kamu kunjungi minimal seumur hidup sekali. Original Post by kitamuda

pulau-padar-1-768x402

Beragam lokasi eksotis dapat ditemukan saat kamu berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, walau memang sejumlah tempat belum mendapat pengelolaan yang baik dan belum begitu banyak terjamah, tempat ini sangat layak kamu kunjungi sebelum kamu usia mu semakin senja.

Daerah Timur Indonesia memang sedang ramai-ramainya dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara karena pesona alamnya yang sangat indah. Diantaranya adalah Kepulauan Komodo yang termasuk dalam New Seven Wonder World, ada juga Pulau Alor yang sangat mempesona dan tak ketinggalan ada Danau Kelimutu yang mistis namun eksotis.

#1 Pulau Komodo

pulau-komodo

Pulau ini merupakan habitat asli binatang komodo, sejenis kadal raksasa pemakan daging. Di Pulau Komodo terdapat lebih dari 2.000 ekor komodo yang hidup di alam bebas. Anda bisa melihat komodo yang sedang mengincar mangsanya di banyak lokasi di tempat ini. Sangat penting untuk berkeliling bersama pemandu untuk alasan keselamatan selama berada di sini. Pulau Komodo di tetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1986.

#2 Pulau Kanawa

pulau-kanawa

Sebelum masuk ke kawasan ini, kamu mesti bisa bedain dulu antara Kenawa dan Kanawa ya, karena Kenawa terletak di Lombok. Terletak 15 kilometer dari Labuan Bajo dan memiliki luas sekitar 32 hektar. Pulau Kanawa memiliki pasir putih dengan perpaduan airnya sangat jernih sehingga kamu dapat melihat keindahan karang bawah lautnya. Selain itu jika kamu ingin menyelam, akan menemukan beberapa hewan laut yang menakjubkan seperti manta, hiu, paus dan hewan menakjubkan lainnya.

#3 Pulau Padar

pulau-padar-1-768x402

Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Di sekitar pulau ini terdapat pula tiga atau empat pulau kecil. Pulau ini memiliki pesona yang sangat eksotis. Di sini banyak orang biasa melakukan foto slfie atau bisa juga hanya sekedar menikmati pemandangan alamnya yang sangat menkjubkan. Pokoknya kalau ke Flores, kamu harus banget ke tempat ini!

#4 Gili Laba

gili-laba

Tidak jauh dari Pulau Padar, kamu bisa berkunjung ke Gili Laba yang menjadi salah satu pulau di gugusan kepulauan di Komodo, Nusa Tenggara Timur.  Untuk menuju Gili Laba kamu dapat menyewa kapal dari Labuan Bajo, Flores, NTT atau menikmati sailing dari Lombok menuju Komodo dengan rute yang melewati Gili Laba. Disini kamu akan disuguhkan dengan pemandangan alamnya yang sangat eksotis, Hamparan padang savana nan luas dihiasi dengan birunya laut yang mempesona, akan membuat siapa saja yang berkunjung kemari pastinya akan betah. Pulau ini di bagi menjadi dua, yaitu Gili Laba dalam dan Gili Laba luar. Di pisahkan oleh selat kecil yang menghubungkan keduanya, seringkali biasa disebut dengan pintu surga, karena pemandangan disini memang sangat indah.

#5 Labuan Bajo

labuan-bajo

Labuan Bajo merupakan kota nelayan yang terletak di ujung barat Flores di wilayah Nusa Tenggara. Selain sebagai kota nelayan kecil, Labuan Bajo saat ini juga telah menjadi salah satu pusat pariwisata teramai di Flores. Kota ini adalah titik singgah bagi kamu yang ingin melakukan perjalanan ke Pulau Komodo. Yang sangat menarik dari Labuan Bajo adalah saat sunset mulai mengubah warna langit menjadi jingga. Pokoknya, sunset dari sini terbilang keren untuk kamu nikmati.

#6 Goa Batu Cermin

goa-batu-cermin

Selain komodo dan pantai pink-nya yang indah, sebenarnya Labuan Bajo juga memiliki obyek wisata yang juga tak kalah menarik untuk kamu datangi. Namanya Goa Batu Cermin. Bukan berarti didalam Goa ada cerminnya lho ya. Berjarak sekitar 4 kilometer dari Labuan Bajo, kamu akan sampai di obyek wisata yang akhir-akhir ini diramaikan para traveler.

Penemu goa ini adalah Theodore Verhoven, seorang pastor Belanda yang juga seorang arkeolog, pada 1951. Obyek wisata seluas 19 hektar dengan tinggi goa sekitar 75 meter ini dipastikan ramai di siang hari. Verhoven menyimpulkan goa ini dulunya berada di bawah laut berdasarkan temuan koral dan fosil satwa laut yang menempel di dinding goa.

#7 Desa Wae Rebo

desa-wae-rebo

Ingin berkunjung ke Desa diatas awan? Berkunjunglah ke Desa Wae rebo, sebuah kampung tradisional yang letaknya di kecamatan Satarmese Barat Kabupaten Manggarai. kampung ini sangat terpencil dan berada di puncak gunung. Dengan rumah berbentuk kerucut yang merupakan rumah asli orang manggarai yang masih ada sampai sekarang. Kampung wae rebo juga merupakan kampung bersejarah di manggarai itu terbukti dari adanya mitos yang dipercaya oleh masyarakat setempat dan wae rebo juga merupakan situs warisan budaya dunia yg di tetapkan UNESCO. Pemandangan alam berupa gunung-gunung berpadu dengan rumah adat berbentuk kerucut akan memberi kesan tersendiri bagi setiap pengunjung yang pernah datang ke Desa Wae Rebo.

#8 Danau Kelimutu

pulau-alor

Layaknya pelangi, namun berbeda warna. Danau Kelimutu menjadi salah satu keajaiban alam yang memiliki tiga warna berbeda, danau-danau unik ini merupakan bagian dari Gunung Kelimutu yang berketinggian sekitar 1.639 meter dari permukaan laut. Terletak di kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, danau unik ini dapat berubah warna dengan sendirinya tanpa dapat diprediksi, adapun beberapa warna yang pernah muncul dari ketiga danau warna warni tersebut antara lain ialah warna putih, merah, biru, hijau, coklat tua dan beberapa wana lainnya. Danau Kelimutu masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu. Menurut legenda danau kelimutu ini merupakan simbol tempat berkumpulnya jiwa jiwa orang yang sudah meninggal. Untuk mencapai Danau ini, kamu harus mendaki 2600 anak tangga.

#9 Pulau Alor

Menjelajah Pulau Alor di NTT membuat ketagihan. Sajian pesona alam yang indah dan keramahan warga lokalnya membuat siapapun yang berkunjung ingin terus kembali kesini. Alor merupakan sebuah pulau yang terletak di ujung timur Nusa Tenggara. Pulau yang dibatasi dengan laut Flores dan laut Banda di sebelah utara. Pulau Alor juga dikenal sebagai salah satu pulau dari 92 pulau terluar di Indonesia, hal ini dikarenakan Pulau Alor berbatasan langsung dengan Timor Leste yang ada di sebelah selatan.

#10 Air Terjun Tujuh Tingkat Oehala

air-terjun-tujuh-tingkat-oehala

Air Terjun Oehala di SoE memberikan kesejukan diantara gersangnya daerah Nusa Tenggara Timur. Di pulau yang sebagian besar daerahnya ini berupa tanah dan karang ternyata banyak mengalir sumber mata air alam. Air terjun ini memiliki 4 tingkat yang harus dilalui oleh air sebelum bisa mencapai dasar air terjun. Karena ada beberapa tingkat air terjun, maka kamu bisa naik ke atas tingkat air terjun tersebut. Untuk menaikinya, kamu perlu berhati-hati dalam memanjat ya! Karena permukaan batuan yang menjadi lantai pada setiap tingkat air terjun Oehala bisa menjadi snagat licin untuk dipijak.

Nah, Itulah informasi mengenai tempat-tempat wisata di Nusa Tenggara Timur yang wajib kamu kunjungi, sebetulnya masih ada banyak lagi lho surga-surga terpendam di Timur Indonesia. Bila kamu punya pengalaman ke Nusa Tenggara Timur, jangan lupa untuk ceritakan pengalamanmu pada kolom komentar di bawah ya!

Destinasi Wisata, Kekayaan Alam, Pemerintah

5 Pantai terindah di Indonesia

raja4

Indonesia adalah negara kepulauan dengan beragam pantai yang indah. Selain Bali, sebenarnya Indonesia masih memiliki pantai-pantai lain di beragam daerah di Indonesia. Jika kita menggeser destinasi lebih ke arah timur Indonesia, atau ke lintang khatulistiwa, banyak surga tersembunyi yang menyimpan pesonanya.

Bagi pecinta udara yang hangat saat berjemur di pasir putih yang cantik, menikmati keindahan pemukaan laut saat snorkeling, atau menyelam ke laut dalam menyusuri coral dan bermain dengan paus, tentunya pantai merupakan tempat yang tidak bosan-bosannya dikunjungi disetiap daerah. Berikut 5 Pantai terindah di Indonesia yang bisa jadi destinasi wisata dalam rencana liburanmu berikutnya.

Wakatobi

Griya Wisata Wakatobi

Pada sepanjang tahun 2016 ini, Wakatobi mulai disebut-sebut sebagai destinasi yang diincar oleh banyak pecinta snorkeling dan diving karena keragaman biota bawah laut, koral-koral yang cantik dan air laut yang jernih. Selain itu, Bukit Tomia yang terdapat di Wakatobi bisa menjadi tempat untuk memanjakan mata karena menyajikan pemandangan yang luar biasa indahnya. Untuk dua kegiatan snorkeling dan mendaki bukit saat di Wakatobi, kalian memerlukan alas kaki yang nyaman untuk kedua kegiatan ini.

Pantai Pink, Pulau Komodo

pandu travel pantai pink

Hamparan pasir putih dengan warna laut jernih kebiruan, namun lihatlah, air yang seharusnya bening yang berada dekat pantai, justru memancarkan warna semburat pink yang lembut. Warna tersebut berasal dari pasir yang bercampur dengan serpihan karang dan biota lainnya yang terbawa ombak hingga ke pinggir pantai. Selain snorkeling dan diving, di Pulau ini Anda juga dapat melihat langsung reptil endemik, Komodo, yang hanya ada di Pulau ini. Ingin mengunjungi Pantai Pink dan berpetualang melihat Komodo? Pastikan kamu memakai outfit yang nyaman yang membebaskan kamu untuk bergerak dan tentunya terbuat dari bahan katun yang cocok untuk digunakan pada cuaca panas, seperti kaos, mini dress, celana pendek.

Tomini Bay, Sulawesi

tomini bay - pegi-pegi

Pantai ini terletak di Sulawesi Utara. Belum banyak turis lokal maupun mancanegara yang datang ke tempat ini. Selain dari keanekaragaman biota laut yang bisa ditemui saat diving, penduduk lokal siap sedia untuk melayani kebutuhan Anda akan santap seafood segar yang biasanya dapat dengan mudah ditemui pada rumah makan dipinggir pantai. Saat menelusuri pantai di sore hari, Anda bisa mengenakan slit tank top dress dengan celana pendek, atasan kaos katun, dan celana pendek.

Pantai Nihiwatu, Sumba

Nihiwatu - Ourel

Sempat mendapatkan gelar Pantai Terbaik di Dunia versi CNN World, Pantai Nihiwatu menduduki peringkat ke 17 dari 100 pantai lainnya. Nihiwatu dapat dicapai dengan berkendara selama 90 menit dari Bali atau 1 jam dengan menggunakan pesawat terbang. Dengan hamparan pasir putih dan biru laut jernih, Anda akan mendapatkan pengalaman untuk menikmati pemandangan matahari terbenam yang cantik. Saat menikmati hangatnya matahari, persiapkan beberapa perlindungan bagi kulit agar tetap terlindung dari efek buruk UVA dan UVB, berikut adalah beauty care yang harus Anda persiapkan:

Pastikan telah menggunakan pelembap sebelum mengaplikasikan sunblock, pilih pelembap dengan formula extra moist seperti SK II dan LISCIARE berikut:

Pantai Derawan, Kalimantan Timur

derawan info

Karena lokasinya yang cukup sulit dijangkau, Derawan jarang menjadi objek wisata para pelancong yang memiliki waktu libur sedikit. Namun jika memang Anda adalah pecinta laut, maka jalan menuju Derawan bukan hambatan karena ketika sampai, Anda akan disuguhi sebuah pengalaman dan pemandangan yang tak ternilai harganya. Derawan juga memiliki sebuah danau yang penuh berisi ubur-ubur, jangan khawatir, ubur-ubur ini telah beradaptasi sehingga mereka dapat hidup di air tawar dan tidak menyengat. Jangan lupa kenakan outfit liburan danswimwear terbaik Anda.

 

Jadi, mana destinasi pantai paling Indah di Indonesia yang menjadi favorit kalian?

Destinasi Wisata, Kekayaan Alam

Menikmati Cantiknya Pulau Nau di Waropen

LimbarUPm.com– Ada anggapan bahwa pergi ke Waropen belum lengkap rasanya jika tak mengunjungi Pulau Nau, sebuah pulau di lepas pantai ke arah barat dari kabupaten

yang merupakan pecahan Kabupaten Yapen Waropen itu.

Pulau Nau memang sempat diperebutkan Kabupaten Yapen dan Kabupaten Waropen sejak keduanya berpisah di sekitar tahun 2003 lalu, namun akhirnya pulau cantik ini menjadi milik Kabupaten Waropen.

Dengan kekayaan alam bawah laut yang luar biasa, lokasi wisata Pulau Nau masih termasuk daerah yang alami dan belum terlalu banyak dikunjungi keramaian. Meski sebenarnya di pulau itu sendiri ada berdiam masyarakat asli setempat.

Jika Papua diibaratkan Surga Kecil yang jatuh ke Bumi, mungkin Pulau Nau satu dari sejumlah kepingan surga itu, indah dan mempesona.

Beberapa keunggulan Pulau Nau yaitu seluruh garis pantainya dianugerahi pasir putih, biota laut seperti terumbu karang yang masih sangat alami dan tempat yang strategis untuk melakukan aktivitas bawah laut mulai dari snorkling hingga menyelam.

Jika sedang beruntung, pengunjung Pulau Nau berkesempatan melihat ikan lumba-lumba yang kerap berenang hingga ke dekat bibir-bibir pantai.

Keberadaan Pulau Yapen dan Biak di utara pulau membuat ombak di sepanjang garis pantai Pulau Nau tidak begitu besar sehingga juga memungkinkan untuk berenang di sana bagi para wisatawan.

Di pulau ini juga terdapat wisata rohani Patung Tuhan Yesus setinggi kurang lebih 25 meter yang berdiri megah. Banyak pengunjung selalu menyempatkan diri untuk berpose bersama di sekitaran patung tersebut ketika sedang berada di Pulau Nau. Untuk wisata rohani ini, pengunjung hanya dikenakan biaya sukarela yang diberikan kepada pengelola wisata tersebut.

Sedangkan untuk mencapai Pulau Nau sendiri, satu-satunya akses transportasi kesana hanya menggunakan jalur laut dari Waropen dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam, tergantung jenis perahu motor yang digunakan.

Meski begitu, pulau ini juga dapat ditempuh dari Serui (ibukota Kabupaten Yapen) menggunakan cara yang sama, hanya saja akan memakan waktu yang lebih lama karena jarak dari Serui ke Pulau Nau lumayan jauh.

Destinasi Wisata, Dunia arsitektur, Karya, Referensi

Ubud Hanging Gardens in Bali by William Warren and John Pettigrew

Location: Desa Buahan, Payangan, Bali, Indonesia

Photo courtesy: Orient-Express
Description:

With 38 luxury villas designed by Anglo/French architect Gordon Shaw, each with a private infinity plunge pool overlooking the Ayung river, feel your stress ebb away as you relax into your private sanctuary and enjoy sensational views of the surrounding verdant gardens of this tropical resort.

Ubud-Hanging-Gardens-00-1

The resort is situated in the steep rice terraces of Ubud and offers with sweeping views across the Ayung River valley.  Each luxury Balinese style private villa provides the perfect location to escape, relax and unwind.  A private funicular provides easy access to the resorts facilities.

Ubud-Hanging-Gardens-00-2

Our large infinity pool emphasizes the natural curves of the hillside. Created on two levels it is surrounded by stylish and comfortable sunbeds for ultimate relaxation. In addition to the main pool each room and suite has its own individual infinity pool, which can be access from the terrace for extra exclusivity and seclusion.

Ubud-Hanging-Gardens-00-3

The grand gardens surrounding the resort were conceived by the landscape architect William Warren together with John Pettigrew.  Nature is a spectacle here with exotic trees and essences of the tropics including cocoa, coffee, durian and a variety of bamboos, flame trees and orchids creating a symbiosis of tropical life.

Ubud-Hanging-Gardens-00

The resort’s Bukit Becik bar near the main pool down by the river offers an excellent setting for a relaxing long drink at sunset and our beautiful Balinese boutique sells local crafts and clothing from all over the Indonesian archipelago.

Ubud-Hanging-Gardens-01

At the geographical epicenter and emotional heart of the property is Hanging Gardens’ world-famous swimming pool. It is without a doubt one of the most photogenic and photographed pools around the globe, and has the unique distinction of coming top of both travel bible Condé Nast Traveller’s list of ‘the best swimming pools in the world’ and number one on Trip Advisor’s list of ’10 jaw-dropping hotel pools’.

Ubud-Hanging-Gardens-02

This stunning split-level infinity pool, lined with Batu Chandi stone and featuring a vast geometric wall of solidified volcanic ash, suspended high over the surrounding jungle, appears to float in its setting, giving swimmers the unique, immersive feeling of literally swimming above the treetops and the valley.

Ubud-Hanging-Gardens-03-0

The organic, free form design, with its undulating curves, was designed to echo the lines of the steep, terraced rice paddies that are such an iconic feature of the Ubud landscape. This is very much in keeping with the vision of the owners, who designed the entire hotel to follow the contours of the land and work with the existing natural habitat as much as possible.

Ubud-Hanging-Gardens-03

The upper level has an expansive deck, which flows out from the hotel’s bar, while the lower level’s decking is almost hidden from sight for ultimate privacy, with only the sounds of nature as a backdrop. Both levels have steps down into the water for graceful access, with the bottom pool additionally featuring a stone bench for swimmers to bask in the exhilarating spray of the waterfall from the level above.

Ubud-Hanging-Gardens-05-0

Our staff are always happy to serve both food and drinks beside the pool during the day, and most of the treatments from the hotel’s spa can be taken poolside, for the ultimate immersive sensory experience. Honeymooners and the romantically-inclined can book Hanging Gardens’ signature Romance Under the Stars gourmet dining experience, where we float an antique wooden deck on the lower pool, decorated with beautiful, colorful drapes for a mesmerizing and delicious evening, surrounded by suspended frangipani candles with inspiring views of the ancient holy temple and the smooth, rhythmic jungle sounds at dusk.

Ubud-Hanging-Gardens-05-1

This same floating deck may also be used as the ultimate, breathtaking wedding ceremony location, with a small number of guests able to be seated on the deck, although many couples opt to enjoy this uniquely romantic moment with just each other, before journeying through the jungle for a blessing at our temple. For those wishing to stay dry but still absorb the beauty of this special pool, the hotel’s restaurant has expansive views over the upper pool level to the jungle, temple and valley beyond.

Ubud-Hanging-Gardens-05Ubud-Hanging-Gardens-07Ubud-Hanging-Gardens-10-0Ubud-Hanging-Gardens-10

Destinasi Wisata, Dunia arsitektur, Umum

Rupa-rupa Wisata di Kota Tertuah

290

PEKANBARU,dibandingkan dengan kota besar di Pulau Sumatra, memang terdengar kurang terkenal di sektor wisatanya. Orang-orang mungkin akan lebih memilih Padang, Medan, Banda Aceh atau Palembang. Pekanbaru justru sangat terkenal ketika musim kabut asap mulai tiba. Daerah ini bisa dibilang terkena dampak paling parah. Tapi bukan berarti, Kota Bertuah ini tidak layak untuk dikunjungi, karena ada beberapa tempat yang asik, yang bisa kamu pertimbangkan untuk menjadikan Pekanbaru sebagai destinasi kamu selanjutnya.

Masjid An-Nur, Taj Mahal-nya Pekanbaru

Tidak perlu jauh-jauh ke India untuk merasakan sensasi Taj Mahal yang monumental itu. Di Pekanbaru ada KW3-nya. Masjid Raya An-Nur, dijuluki sebagai Taj Mahal dari Pekanbaru karena desainnya yang hampir menyerupai Taj Mahal. Masjid termegah di Pekanbaru ini memiliki struktur yang sama dengan Taj Mahal, 4 Menara, satu Kubah Besar yang dikelilingi 4 Kubah Kecil, serta kolam besar di halaman depannya. Hanya saja, warna Masjid yang Hijau membuat perbedaan agak mencolok.

Masjid An-Nur
Masjid An-Nur

Masjid Raya Senapelan, Kaya akan Sejarah

Masjid Raya Senapelan, atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Raya Pekanbaru merupakan salah satu sisa kejayaan islam di masa kerajaan Siak. Masjid ini pertama kali didirikan oleh Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah, Raja Keempat Kesultanan Siak Sri Indrapura. Masjid ini termasuk dalam salah satu cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi di Riau.

img_20160616_160642

Anjungan Seni Idrus Tintin, Taman Mini Riau

Anjungan Seni Idrus Tintin merupakan bangunan megah yan terletak di arena purna MTQ, Atau yang sekarang bernama Bandar Serai. Arsitektur Bangunan ini sangat unik, dan kental dengan budaya melayu. Dulu Bangunan ini dijadikan arena Utama MTQ, dan juga dijadikan temapt pagelaran Festival Film Indonesia pada tahun 2008. Nama Idrus Tintin, berasal dari seorang seniman tersohor di Riau, Idrus Tintin. Nama beliau disematkan pada bangunan megah ini, sebagai penghormatan kepada beliau.

290

Di Sekitar bangunan megah ini terdapat rumah adat dari masing-masing kabupaten yang ada di Riau. Ada Rumah Adat Pelalawan, Kampar, dan Rokan Hilir. Kata masyarakat sekitar, dahulu Rumah Adat atau Anjungan yang ada disini lengkap tapi beberapa sudah dihancurkan. Wah sayang sekali, padahal Taman ini bisa menjadi Taman Mini Riau, ya mirip-miriplah sama Taman Mini Indonesia Indah.

Bangunan ini sejatinya bukan sepenuhnya tempat wisata, karena di dalamnya tidak terlalu menarik kecuali tempat pagelaran seni. Tapi Arsitekturnya yang megah cukuplah menjadi daya tarik wisatawan untuk sekadar berswafoto. Sayangnya, lingkungan sekitar Anjungan Seni ini kurang indah dengan rumput-rumput liar yang sudah meninggi. Padahal Dinas Pariwisata berada tepat di dekatnya.

Perpustakaan Soeman H.S

Suka Membaca ?, Jangan lupa jalan-jalan ke Perpustakaan Soeman HS yang terletak di jalan jendral sudirman 462. Letaknya bersebelahan dengan kantor gubernur Riau. Bangunan ini juga terbilang Unik, bentuknya mirip seperti rehal, atau papan alas untuk membaca Al-quran, atau bisa juga berbentuk buku yang terbuka. Perpustakaan ini memiliki 6 Lantai dan memiliki fasilitas pendukung mulai dari mushola, kafe, auditorium, dll. Ada juga ruangan khusus untuk literatur budaya melayu yang konon disebut-sebut memiliki koleksi literature terlengkap di Indonesia. FYI, Perpustakaan buka pukul 08.00-15.00 WIB dan khusus sabtu Minggu buka pukul 09.00. Gratis.

249

Wisata Kuliner : Sup Tunjang dan Gulai Ikan Patin

Jalan-jalan ke Pekanbaru, jangan lupa mencicipi kuliner khasnya, Sup Tunjang. Sup Tunjang adala sup tulang sapi yang masih dibalut dengan daging tebal . Bau harumnya akan terasa begitu sup tersebut dihidangkan ke meja makan. Dagingnya lembut, mudah dilepaskan dari tulangnya. Bumbu dan rempah-rempahnya sangat terasa pada saat kuahnya dicoba. Kalau di Sulawesi, miriplah sama Sop Konro.

img_20160616_181720
Masakan Padang juga mendominasi di Pekanbaru, bisa cari Gulai Ikan Patin disini.

            Selain sop Tunjang, ada Gulai Ikan Patin. Ikan Patin banyak terdapat di Riau sehingga tak jarang ditemui aneka masakan yang menggunakan Ikan Patin sebagai bahan utamanya, salah satunya Gulai Ikan Patin. Masakan ini memiliki cita rasa asam yang dikombinasikan dengan rasa sedikit pedas, dengan bahan utama ikan Patin dan kuah yang berwarna kuning. Gulai Ikan Patin juga banyak ditemui di restoran padang, ya karena Gulai juga merupakan makanan khas dari tanah Minang.

Wisata Belanja di Pasar Bawah

Sudah Wisata Religi, Budaya, Kuliner dan Sejarah, saatnya wisata belanja. Di Pekanbaru ada sebuah pasar wisata bernama Pasar Bawah. Pasar ini menjadi ikonnya Pekanbaru, dan pastinya wajib dikunjungi setiap wisatawan yang datang. Di Pasar ini banyak dijajakan keramik, karpet, dan barang-barang elektronik secondhand dari luar negeri. Di Pasar Bawah juga terdapat cemilan khas seperti Lempok Durian, dan kripik yang berasal dari buah-buahan, seperti Nanas, Apel, Durian dan Pisang.

Destinasi Wisata, Dunia arsitektur

12 Hotel Terbaik di Indonesia untuk Bermalam di Tepi Laut

Di antara banyak aspek dalam traveling, penginapan hampir selalu jadi satu poin krusial. Jauh dari deskripsi itu-itu saja, sekarang sudah banyak sekali pilihan soal tempat bermalam ini. Klasifikasinya pun beragam, mulai dari hotel mahal hingga murah, serta tak jarang juga yang hadir dengan konsep unik.

Nah perihal konsep, bukan hanya arsitektur yang menanamkan atmosfer tertentu, melainkan juga lokasi di mana hotel itu ‘berbaring’. Banyak opsi memang, namun bagaimana kalau kali ini kamu mempertimbangkan menginap di hotel tepat di tepi laut? Terdengar menarik, bukan?

Dikutip dari Skyscanner, nama-nama ini menyeruak jadi yang terbaik jika membahas hotel tepat di bibir pantai. Dengan ragam konsep dan keunggulan, pastikan kamu mencatatnya agar bisa jadi referensi di perjalanan selanjutnya.

Montigo Resorts Nongsa, Batam

https://www.instagram.com/p/BKDc3DoDeEn/embed/?v=7

St. Regis, Bali

https://www.instagram.com/p/BKfF0QDjKpC/embed/?v=7

Alila Villas Uluwatu, Bali

https://www.instagram.com/p/BKkpkbjjlvq/embed/?v=7

Kandui Villas, Mentawai, Sumatera Barat

https://www.instagram.com/p/BKejoqdg0XI/embed/?v=7

Four Seasons Resort Jimbaran Bay, Bali

https://www.instagram.com/p/BKYw2JggpmM/embed/?v=7

Cubadak Paradiso Village, Pulau Cubadak, Sumatera Bara

https://www.instagram.com/p/BHj4p0ZgmCZ/embed/?v=7

The Mulia Bali, Nusa Dua, Bali

https://www.instagram.com/p/BKbS-DwA-AY/embed/?v=7

Misool Eco Resort, Raja Ampat

https://www.instagram.com/p/BIRtZ2sjwtr/embed/?v=7

Seraya Hotel and Resorts, Labuan Bajo

https://www.instagram.com/p/BKdDoHqA300/embed/?v=7

Amanwana Resorts, Pulau Moyo

https://www.instagram.com/p/BJYNRKWjdD2/embed/?v=7

Nihiwatu Resort, Sumba

https://www.instagram.com/p/6cvDPrOBtA/embed/?v=7

Jeeva Beloam, Lombok

https://www.instagram.com/p/BKP8WCPjwjN/embed/?v=7

Destinasi Wisata

15 Desa Impian ala Negeri Dongeng yang Beneran Nyata. Nggak Cuman Khayalan Belaka!

Sebelumnya Hipwee Travel sudah membahas salah satu negeri dongeng di Belanda yang bernama Giethoorn. Desa wisata yang tidak mempunyai jalan sama sekali itu kini ramai dikunjungi wisatawan. Kamu udah ke sana belum? Tenang, nggak usah buru-buru ke sana. Ada 15 desa ala negeri dongeng yang patut kamu jadikan referensi liburan. Benar-benar indah, sampai kepikiran, ‘ini mah nggak nyata, dongeng belaka!’

Daripada penasaran mending kita simak sama-sama yuk!

Desa yang tercipta dari bebatuan bisa kita saksikan di Goreme, kawasan wisata Capadoccia Turki. Kok bisa ya bikinnya?

Danau Hallstattersee nan indah di Desa Hallstatt Austria bikin mupeng pengen ke sana. Desa di kaki Pegunungan Alpen yang mendapat predikat warisan dunia UNESCO ini memang begitu menggoda…

Desa nelayan Shensan di China kini ditinggalkan penghuninya justru makin dipelihara oleh alam. Begini nih jadinya, luar biasa…

Ini agak ekstrim sih, Desa Aogashima berada di kawah gunung berapi yang masih aktif! Dan gunung berapinya berada di tengah lautan. Ini gila sih…

Sebuah desa terpelosok di Yunani terlihat mengagumkan dari udara. Monemvasia, desa antah berantah di satu pulau terpencil. Sulit sekali menuju ke sana…

Desa Bibury di Inggris diklaim sebagai desa tercantik di Inggris! Keindahannya bagaikan negeri dongeng yang nyata…

Ada 2 desa ala negeri dongeng dari Indonesia lho. Penasaran? Yuk baca halaman selanjutnya.