Budaya, Ekonomi, Masyarakat, Pemerintah, Umum

Indonesia di Akui Dunia sebagai Negara Terkaya No 1 di Dunia

Image result for FREEPORT INDONESIA
PT.Freeport Indonesia (Foto:search)

Penghasilan saham besar bagi bangsa indoneaia adalah PT. Freeport indonesia yang terdapat di daerah papua mimika, negara-negara di dunia banyak di menyegani indonesia karena alam dan kekayaannya sangat luas dan melimpah.

Penghasilan dalam satu bulan lebih dari triliuanan dolar america (idr). Apalagi penghasilan dalam satu tahunan lebih dari itu. Tetapi semua cenderung lebih ke kepentingan individual bukan tentang kepentingan bersama.

Dan yang juga sangat di sayangkan adalah jumlah penduduk indonesia yang semakin lama semakin bertamba kapasitas penduduknya,sehingga banyak memunculkan peroblematika seperti halnya.Kemiskinan bangsa indonesia yang emakin hari semakin meningkat dan banyak rakyatnya yang pengangguran,termiskin hingga mati kelaparan karena kurangnya lapangan pekerjaan dan daya cipta.

Dunia banyak menyegani negara indonesia karena memiliki banyak kekayaan alamnya yang sangat luas dan banyak,sala satunya perusahaan-perusahan besar yang banyak beroperasi namun sayang pemasukan kepada negara tidak lebih dari 25% saja.Sedangkan 75% untuk negara Pemilik saham terbesar yaitu Amerika bersama sekutunya China dan Jepang.

Kenyataan bahwa sampai hari ini di Negara indonesia masih dikuasai oleh Negara luar hampir di senua segi Politik,ekonomi,sosial dll,dalam artian semua saham besar dan kecil bangsa indonesia telah dan sedang di duduki oleh bangsa lain.
Apakah Rakyat bangsa indonesia tak sanggup berdaya cipta untuk mengelola dan bersaing didalam tanah airnya sendiri? Ini menjadi pertanyaan sangat serius bagi anak bangsa.

Maka dengan itu perlunya kerja keras dengan pemberdayaan kepada masyarakat kecil serta mendukung generasi penerus bangsa pelajar hingga mahasiswa agar terus didorong oleh orang-orang tua hingga wakil-wakil rakyat untuk menjawab permasalahan yang ada,karena diketahui bahwa negara indonesia sendiri masih menjajah negara lain.Itulah fenomena kehidupan yang ada bahwa “yang kaya makin kaya,yang miskin semakin miskin”.

Saran dari saya kepada Negara bahwa Negara berhak mengambil tindakan saham yang di monopoli oleh pihak-pihak asing, agar lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja pekerjaan dibuka sebanyak-banyaknya kepada anak bangsa.
Agar kedepan bangsa indonesia merasakan hasil daripada tananya sendiri, dengan harapan segala kesenjangan yang ada bisa terjawab dan terselesaikan.

Sekian duluh ya,mohon kritikannya jika memang ada yang perlu ditambahkan…..

Advertisements
Ekonomi, Umum

Wawancara dengan Maikelin Kurisi Pengusaha muda asal Papua.

Maikelin Kurisi,nama yang asing jarang di bicarakan dan bahkan ini pertama kalinya Maikelin yang biasa di sapa Michelle di wawancara.

(Foto bersama hendy setiono kebab turki baba rafi Via Instagram)

Kalian pasti bertanya siapa sih Michelle Kurisi ini ? Dia adalah pengusaha muda asal Papua yang baru saja menandatangani kontrak kerja dengan salah satu Kementrian dengan total angaran 4,8 Miliar, dengan memenagkan proyek ini Perempuan 24 tahun ini tercatat sebagai Pengusaha Muda Papua pertama yang memiliki usaha di bidang Jalan dan Jembatan.

Mari kita cari tauh sosok pengusaha cantik asal Papua Michelle Kurisi lewat wawancara via LINE.

Tim : Coba ceritakan sedikit tentang diri anda Michelle  ?

Saya di kenal Pendiam bagi mereka yang belum mengenal saya dan saya di kenal gila bagi mereka yang memang benar-benar mengenal saya.

Tim : Kenapa anda di kenal gila ? 

Mungkin karena otak saya yang selalu ingin menceritakan hal-hal konyol dan saya juga suka sekali kerja hal-hal yang aneh…

Tim : Pekerjaan aneh apa yang membuat mereka menyebut anda gila ? 

Jualan nasi kuning di pingiran jalan dengan modal tekat, saya juga perna jual sayur pake mobil tua tanpa malu sedikitpun mereka angap saya gila dan goblok karena kuliah di London School dan jualan seperti orang yang tidak sekolah hahaha….

Tim : kamu benar kuliah di London School ?

Yes saya masih tercatat sebagai Mahasiswa abadi di London School

Tim : kamu tidak malu jualan seperti itu padahal Mahasiswa London School terkenal sebagai Mahasiswa elit ? 

Saya sama sekali tidak malu. Sebenarnya, Mahasiswa London School itu tidak semuanya elit tapi dosen kami mengajarkan kami untuk berpenampilan menarik,berprilaku elegan dan ada 10 pilar yang di tanamkan dalam diri kami, jadi yaa itu kami di pandang elit padahal sebagian besar kami dari keluarga yang sederhana, kami mampu beradaptasi dengan situasi dan lingkungan di mana kami berada.

Tim : dari keluarga sendiri ketika tauh anda berjualan nasi kuning tangapan mereka bagaimana ? 

Ada penolakan tapi kembali ke diri kita masing-masing, kalau sudah ambil keputusan untuk gila yaa harus gila yang benar-benar gila jagan coba-coba untuk waras karena kalau sudah waras saya yakin rasa malu dan minder itu ada dan akan menghambat usaha kita.

Tim : berarti saat ini Maikelin sudah waras ? 

Saya tidak merasa diri saya gila, hahaha…. Itukan penilaian orang terhadap saya. Kalau saya sekarang sukses yaa berarti mereka yang harus menjadi orang gila supaya bisa di tanya-tanya wartawan hahaha…..

Tim : apakah anda sudah merasa diri anda sukses ?

Hahaha…saya belum merasa diri saya sukses, ini baru awal perjalanan karir saya di dunia bisnis.

Tim : siapa motivasi anda dalam berbisnis ?

Ayub yang di Alkitab

Tim : kenapa Ayub ?

Karena Ayub mengambarkan sosok Pengusaha sukses yang bisa menjadi teladan dan berintegritas tinggi.

Tim : moto hidup anda kedepan ?

Lakukan segala sesuatu untuk Tuhan dengan begitu semua yang terbaik dari diri kita akan keluar dengan sendirinya.

Tim : bagaimana perusahaan anda bisa masuk ke pekerjaan pemerintah ?

Saya memakai hak saya sebagai Perempuan asli Papua. Puji Tuhan saya ini terlahir sebagai Perempuan Papua, bagi setiap orang asli Papua sudah harus dan sudah menjadi HAK kami untuk bekerja sama dengan pemerintah. Kami di lahirkan di tanah Papua yang penuh dengan harta bahkan di bilang surga kecil yang jatuh ke bumi, mas di tempat kami menjadi cadangan mas Negara Adi Kuasa tapi banyak dari kami cuma berjualan pinang nah di sini saya ingin mengagkat hak dan martabat Perempuan Papua dari penjual pinang menjadi Pengusaha Milioner.

Tim : apakah ada saingan antara pengusaha Papua lainnya dengan anda ?

Kami tidak mengenal yang namanya bersaing antara orang asli Papua. Kami orang Papua selalu saling mendukung satu sama lain. Saingan kami adalah mereka yang datang dari luar untuk mencuri hak sulung kami.

Tim : kami dengar kabar anda memiliki usaha matrial berupa batu dan anda adalah pemilik sala satu gunung di Papua. Benar ? 

Ini sudah susah untuk di jawab, iya benar saya memiliki usaha matrial berupa karang putih. Kalau soal gunung, pemiliknya itu orang asli Port Numbay di Polimak 4 saya hanya di percayakan ‘tolong di kasih huruf besar’ UNTUK MENGELOLA

Tim : kedekatan anda dengan Mantan Dubes US di RI ?

Sebatas tauh, kebetulan juga saya bisa berbahasa Inggris dengan fasi jadi saya minta wefie tiap kali ketemu

Tim : Sudah punya anak dan suami ? Bagaimana membagi waktu ? 

Wah saya ini sudah seperti artis, di tanya terus… Ia sudah berkeluarga, anak saya bawa ke kantor dan lapangan, kebetulan juga suami saya tipe suami setia jadi gantian jaga nya. Kita ketemunya malam terus tiap pagi dan pulang kantor sudah pasti berdoa dan berpelukan hahaha….

Tim : satu terahir, pesan untuk anak-anak muda Indonesia yang ingin menjadi Pengusaha 

Jangan mengangap dirimu lemah karena engkau muda, setiap langkah mu di atur oleh Tuhan kalau kamu sedang jatuh ingat tangan kasihNya menuntunmu ke sungai sukacita yang akan mengalir mengairi hidupmu seperti hujan yang mengaiiri samudra sampai engkau akan bangkit kembali.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi seluru Pengusaha Muda di Papua.

Dari wawancara saya dengan Michelle saya menilai dia Perempuan yang bisa di ajak bercanda tapi tegas dalam mengambil keputusan.

Ayooo anak muda bangkit dan berprestasi seperti Maikelin Kurisi teman kita dari Papua !!

Sumber:https://kabarpengusahamudaberprestasi.wordpress.com/2017/01/30/wawancara-dengan-maikelin-kurisi-pengusaha-muda-asal-papua-3/

Dunia arsitektur, Ekonomi, Infrastruktur, Referensi

Kota-kota Dengan Harga Lahan Termahal di Indonesia

Tanah atau lahan semakin hari semakin naik harganya, salah satu penyebabnya adalah semakin sedikit lahan ditambah pertambahan penduduk. Tidak heran jika lahan strategis disuatu kota pasti sudah ada pemiliknya. Semakin mahal suatu lahan, tentu menjadikan investasi yang profit-able.

Berikut Dejash beberkan Kota-kota Dengan Harga Lahan Termahal Di Indonesia :

Kota ke 12

Medan

image

Medan sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi pesat.Dengan harga tanah per meter perseginya mencapai Rp7.9 dengan fluktuasi mencapai 9 %.

Kota ke11

Kendari

image

Kota kendari menjadi kota yang selanjutnya dengan harga tanah mencapai Rp9,3 juta per meter perseginya dengan fluktuasi mencapai 4 %.

Kota ke 10

Samarinda

image

Samarinda memiliki harga tanah per meter perseginya sebesar Rp 10,3 juta dengan tingkat fluktuasi mencapai 7 %.

Kota ke 9

Bogor

image

Bogor memiliki harga tanah yang kurang lebih sama dengan balikpapan dengan harga Rp 11 juta dengan fluktuasi 19 %.

Kota ke 8

Balikpapan

image

Kali ini bergeser ke Borneo atau Kalimantan dimana pada posisi ke delapan diduduki oleh kota Balikpapan dengan harga tanah mencapai
Rp 11 juta dengan fluktuasi 18 %.

Kota ke 7

Bekasi

image

Kembali lagi ke daerah Jabodetabek, di posisi ke tujuh ada kota Bekasi dengan harga tanah per meter perseginya mencapai Rp 14,2 juta dengan fluktuasi 8 %.

Kota ke 6

Semarang

image

Posisi ke enam bergeser ke Provinsi Jawa Tengah yaitu Semarang. Harga tanah di kota Semarang ini sudah mencapai harga Rp14,8 juga per meter persegi dengan fluktuasi sebesar
15 %.

Kota ke 5

Depok

image

Masih di daerah seputaran Jabodetabek, pada posisi ke lima di duduki oleh kota depok dengan
harga tanah per meter perseginya mencapai Rp15,2 juta yang tidak beda jauh dengan kota Tangerang dengan fluktuasi sebesar 8 %.

Kota ke 4

Tangerang

image

Kota Tangerang menduduki posisi ke empat dengan harga tanah per meter perseginya mencapai Rp 15,9 juta dengan fluktuasi mencapai 10 %.

Kota ke 3

Manado

image

Ternyata di posisi ke tiga diduduki oleh kota Manado dengan harga Rp16 juta per meter persegi.

Kota ke 2

Surabaya

image

Kota yang kedua adalah kota Surabaya. Harga tanah di kota Surabaya tidak jauh beda dengan
di Jakarta dimana harga tanah per meter persegi di Surabaya berkisar Rp21 juta dengan fluktuasi 8 %.

Kota ke 1

Jakarta

image

Jakarta menduduki peringkat pertama kota dengan harga tanah termahal dimana harga tanah di Ibu kota tersebut sudah menembus angka Rp24,6 juta per meter persegi dengan
fluktuasi 13 %.

Itu tadi adalah daftar Kota-kota Dengan Harga Lahan Termahal Di Indonesia berdasarkan survey Lamudi.

Ekonomi, Masyarakat, Pemerintah

Orang Papua Menguasai Politik, Tapi Tidak Dengan Ekonomi

DSC_0186-768x432.jpg
Politik vs Ekonomi (Foto:Illustrasi)

Politik memang memiliki hubungan erat dengan ekonomi, tetapi ketika berbicara mengenai kemajuan dan kekuasaan, maka 80% adalah ekonomi. Contoh yang paling Nampak adalah warga keturunan Tionghoa di Indonesia, walaupun mereka tidak mendapat kesempatan untuk berpolitik di Indonesia sampai awal tahun 2000an, tetapi nasib mereka lebih baik dibandingkan masyarakat pribumi pada umumnya, nasib baik mereka disebabkan oleh ekonomi mereka yang baik juga.

Jika Anda mengetahui JP Morgan, Rothschild Family, dan Rockefeller family, pasti Anda mengerti maksud Saya. Nama-nama yang saya sebutkan diatas adalah banker-bankir, raja-raja minyak dan penguasa perputaran uang di dunia, namun nama mereka jarang terdengar, tetapi bila disimak, pengaruh mereka justru lebih besar, bahkan banyak politikus adalah boneka dari mereka. Untuk lebih jelas mengenai keluarga-keluarga tesebut, Anda dapat googling sendiri.

Oke, kembali ke Papua, orang Papua, ya. Hampir 80% pemimpin daerah dari tingkatan camat sampai gubernur di tanah Papua dipegang oleh orang Papua, hal yang wajar. Tetapi ketika berbicara ekonomi, hmmmmm, sebaliknya. Mulai dari kios-kios, toko-toko, pasar dan aspek ekonomi lainnya dipegang oleh orang non-Papua yang datang merantau di tanah Papua.

“Finance is a gun. Politics is knowing when to pull the trigger.” – Mario Puzo (Godfather)

“Finansial adalah senjata.Politik adalah mengetahui kapan harus menarik pelatuk. Jadi yang lebih vital adalah senjata, kemampuan politik dibutuhkan saat melawan lawan yang hebat.

Sayangnya orang Papua sangat lemah dalam hal finansial, korupsi merajalela karena para politikus dan birokrat tidak memiliki kemampuan finansial mandiri.

Politikus bisa menjadi boneka dari pihak pemegang modal, hal inilah yang terjadi di Papua. Banyak pemegang modal bermain, sementara para boneka menampakkan diri dengan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan pihak pemodal.

Jika Papua ingin menjadi lebih baik, maka aspek ekonomi harus dikuasai oleh orang Papua sendiri, hal ini memang tidak disadari oleh masyarakat pada umumnya, juga tidak disadari oleh politikus dan birokrat Papua pada umumnya.

APA SOLUSINYA?
Solusi yang terbaik menurut analisa kami adalah pemerintah harus membuat program pengajaran dan memberi investasi kepada orang-orang asli Papua. Dengan modal pengajaran dan beberapa buku yang disertai dengan modal, pasti Papua menjadi lebih baik, setidaknya dalam 10 tahun kedepan 50% sector ekonomi Papua dapat dikuasai sendiri oleh orang Papua.

Untuk generasi muda Papua juga jangan hanya berpikir tantang politik, tetapi harus memiliki kiat untuk terjun di dunia Ekonomi bisnis. [papuapost]

Ekonomi, Referensi, Umum

Kebutuhan Dan Kelangkaan Sumber Daya Manusia

Sahabat genggaminternet.com Rasanya sudah lama sekali kita tidak berjumpa ya, pada hal baru 1 hari admin tidak nongol. apapun itu rasanya tetap seperti ada yang kurang saja. Baiklah pada hari ini kita akan mencoba untuk membahas Materi Tentang Sumber Daya. Yakni artikel kali ini berjudul Kebutuhan Dan Kelangkaan Sumber Daya. Jika membahas tentang Sumber Daya Tentu sobat sudah mengingat dan belajar tentang sumber Daya di saat duduk di Kelas VII, akan banyak sekali pertanyaan jika kita membahas sumber daya, di antaranya adalah, Bagai manakah cara mengatasi Sumber daya alam.? Bagai manakah cara mengatasi kelangkaan Ekonomi, Apa sih alat pemenuh Kebutuhan itu.? Apa hubungan kelangkaan sumber daya dengan Kebutuhan manusia.?, Berikan Contoh Kelangkaan sumber daya alam, dan Sebutkan Kelangkaan Sumber daya Modal. Kebutuhan Manusia sifatnya tidak terbatas, sedangkan sumber daya yang tersedia jumlahnya terbatas. Lalu apa yang terjadi jika sumber daya yang terbatas di gunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas itu.? Serta bagaimana caranya memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dengan sumber daya alam yang terbatas.? Nah untuk itulah artikel kali ini di buat, karena pada artikel kali ini saya akan mencoba menjawab secara tuntas dengan menjabarkan satu persatu tentang sumber daya, silahkan saja sobat simak artikel lengkapnya di bawah ini.

1. Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas

A. Pengertian Kebutuhan

Kebutuhan merupakan segala sesuatu yang di perlukan manusia dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup untuk mencapai taraf sejahtra. Pada perinsipnya, tentu saja kebutuhan seriap orang berbeda-beda dan terus berkembang sejalan bertambahnya usia. Kebutuhan manusia terhadap benda atau jasa dapat memberikan kepuasan kepada manusia itu sendiri, baik kepuasaan jasmani maupun kepuasaan rohani. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia membutuhkan alat pemenuhan kebutuhan. Alat tersebut disediakan alam ataupun manusia melalui proses produksi. Upaya manusia dalam memenuhi kebutuhannya tidak pernah berakhir. Oleh karena itu, manusia perlu bertindak rasional agar tercapai pemenuhan kebutuhan hidup secara memuaskan.

Pengertian Sumber Daya

B. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Manusia

Ada pertanyaan menarik tentang Kebutuhan, Apa sih yang Faktor yang membuat kebutuhan timbul dan terus berkembang.? Kebutuhan timbul karena adanya tuntutan fisik atau psikis agar hidup layak. Kebutuhan terus berkembang karena manusia memiliki sifat tidak puas atas pemenuhan kebutuhan hidup. Keadaan ini mengakibatkan kebutuhan manusia menjadi tidak terbatas. Keberadaan manusia dalam hidup bermasyarakat membuat manusia satu dengan yang lain berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Mengapa kebutuhan manusia berbeda-beda? Untuk Menjawab Pertanyaan itu Marilah kita simak Faktor-faktor penyebabnya, Kebutuhan Manusia dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini.

a. Keadaan Alam (Tempat)

Yang pertama adalah Keadaan alam, Keadaan alam menyebabkan terjadinya perbedaan dalam mempengaruhi kebutuhan manuisa. Orang yang tinggal di daerah kutub, membutuhkan pakaian yang tebal untuk menahan hawa dingin. Lain halnya dengan kita yang tinggal di daerah tropis, cukup memakai pakaian yang tipis. Oleh karena itu, tampak di sini bahwa keadaan alam dapat mendorong manusia untuk menginginkan barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam di tempat yang bersangkutan.

b. Agama dan Kepercayaan

Dan yang kedua adalah Ajaran agama yang berbeda beda, ajaran agama yang berbeda dapat mengakibatkan kebutuhan yang berbeda pula. Kita Ambil Contoh, penganut agama Islam dilarang makan babi, sedangkan penganut agama Hindu dilarang makan sapi. Hal ini menunjukkan bahwa masing masing agama memerlukan alat-alat pemenuhan kebutuhan tertentu yang harus dipakai dalam menjalankan ibadah. Selain itu dalam hal perayaan keagamaan, masing-masing agama atau kepercayaan berbeda-beda, sehingga kebutuhan akan barang juga berbeda. Misalnya pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan akan pakaian muslim akan meningkat tajam. Berbeda halnya ketika hari raya Natal tiba, orang-orang Nasrani membutuhkan pohon Natal dan bingkisan-bingkisan Natal. Dengan demikian masing-masing agama atau kepercayaan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda.

c. Adat Istiadat

Adat atau tradisi yang berlaku di masyarakat sangat memengaruhi kebutuhan hidup masyarakat. Alasannya, suatu adat atau tradisi akan memengaruhi baik perilaku maupun tujuan hidup kelompok masyarakat setempat.

Akibatnya tradisi yang berbeda akan menimbulkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya upacara perkawinan. Pelaksanaan upacara antardaerah akan berbeda-beda. Upacara pernikahan di Jawa Tengah dengan di Sumatra Barat akan memiliki ritual yang berbeda, sehingga kebutuhannya pun akan berbeda pula.

d. Tingkat Peradaban

Jika kita berbivara mengenai Tingkat peradaban, Maka akin tinggi peradaban maka Makin tinggi pua kebutuhan masyarakan dan makin tinggi pula kualitas atau mutu barang yang dibutuhkan. Pada zaman purba, kebutuhan manusia masih sedikit. Namun seiring berkembangnya peradaban, kebutuhan manusia semakin banyak. Manusia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya agar mencapai kemakmuran. Dahulu manusia tidak membutuhkan sepeda motor, namun sekarang sepeda motor menjadi kebutuhan yang sangat penting, karena dapat mengefisienkan waktu sampai tempat tujuan. Selain itu cita rasa kebutuhan manusia modern juga semakin meningkat. Manusia menuntut kualitas tinggi dari barang-barang atau jasa yang dibutuhkan. Dengan demikian membuktikan bahwa perkembangan peradaban akan menyebabkan kebutuhan akan berkembang dan beragam.

Selanjutnya Kebutuhan hHidup di pengaruhi oleh Faktor-faktor berikut ini, silahkan di simak langsung ya.

  • tingkat usia
  • tingkat pendidikan
  • kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • tingkat pendapatan
  • jumlah penduduk
  • lingkungan sosial budaya
  • promosi produk tertentu (iklan)
  • perbedaan kondisi geografis
  • agama dan kepercayaan

Sumber Daya Manusia

C. Macam-Macam Kebutuhan Manusia

Pada Dasarnya, jenis-jenis kebutuhan hidup dapat dikelompokkan sebagai berikut.

a. Kebutuhan Menurut Intensitas Kegunaan

Pengelompokkan kebutuhan hidup menurut tingkat kegunaannya (intensitasnya) dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.

Kebutuhan Primer

Taukah Sobat Kata Primer berasal dari primus, yang berarti pertama. Kebutuhan primer ini disebut juga kebutuhan alamiah karena kebutuhan ini berkaitan erat dengan kodrat kita sebagai manusia. Kebutuhan primer adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi manusia agar hidup layak. Kebutuhan primer disebut juga kebutuhan pokok. Menurut International Labour Organization (ILO), kebutuhan primer adalah kebutuhan fisik minimal masyarakat berkaitan dengan kecukupan pokok setiap masyarakat, baik masyarakat kaya maupun miskin. Seandainya kebutuhan primer tidak dipenuhi, kelangsungan hidup manusia akan terganggu. Contoh kebutuhan primer, antara lain makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal.

Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang bersifat sebagai pelengkap kebutuhan pokok (kebutuhan primer). Kebutuhan sekunder dapat dipenuhi setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Kebutuhan ini berkaitan dengan aspek lingkungan sosial, tradisi masyarakat, budaya, dan psikologis. Kebutuhan sekunder setiap orang dapat berbeda-beda. Contoh kebutuhan sekunder, antara lain radio, perabot rumah tangga, pendidikan, tas, sepeda motor, meja, kursi, alat tulis, dan alat olah raga.

Kebutuhan Tersier

Kebutuhan tersier Merupakan kebutuhan yang dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi dengan baik. Pada umumnya, pemenuhan kebutuhan tersier dilakukan oleh orang-orang yang berpenghasilan tinggi, biasanya digunakan untuk menunjukkan status sosial (prestise), dan identik dengan unsur kemewahan. Contoh kebutuhan tersier, antara lain kebutuhan rumah mewah, perhiasan, berlian, dan mobil mewah.

Kebutuhan primer setiap orang akan sama. Tentunya setiap orang akan membutuhkan rumah untuk tempat tinggalnya. Makan untuk kelangsungan hidupnya, minum untuk menghilangkan dahaga, serta pakaian untuk menjaga tubuh dari panas dan dingin. Kalian juga akan membutuhkan barang-barang tersebut, bukan? Lain halnya dengan kebutuhan sekuder dan tersier. Setiap orang mempunyai kebutuhan sekunder dan tersier yang berbeda-beda. Coba, perhatikan saja di lingkungan sekitar tempat tinggal kalian. Bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, kebutuhan akan sepeda motor menjadi kebutuhan yang mewah. Akan tetapi berbeda dengan orang yang berpenghasilan tinggi. Kebutuhan akan sepeda motor menjadi kebutuhan sekunder. Adakalanya kebutuhan sekunder dapat menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang. Akan tetapi, ada sebagian orang yang menganggap sebutuhan sekunder sebagai kebutuhan tersier. Perbedaan kebutuhan ini disebabkan karena perbedaan tingkat sosial ekonomi.

b. Kebutuhan Menurut Bentuk dan Sifatnya

Untuk Pengelompokan kebutuhan hidup menurut bentuk dan sifatnya dapat dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.

Kebutuhan Jasmani

Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang diperlukan oleh fisik atau badan manusia agar dapat hidup secara layak dan baik. Kebutuhan jasmani terkait erat dengan kebutuhan fisik, seperti menjaga kesehatan atau penampilan. Pemenuhan kebutuhan jasmani dapat dilakukan jika kondisi tubuh bugar atau sehat. Kebutuhan ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan yang bersifat kebendaan. Contoh kebutuhan jasmani, antara lain kebutuhan makanan dan minuman, pakaian, alat-alat olah raga untuk menunjang kesehatan raga atau badan, dan sebagainya.

Kebutuhan Rohani

Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang dapat memberikan rasa puas pada jiwa, rohani, dan perasaan seseorang. Kebutuhan rohani berkaitan dengan upaya manusia memperoleh kepuasan batin. Kebutuhan ini timbul akibat dorongan perasaan, etika, dan pikiran seseorang untuk memperoleh kepuasan. Apabila kebutuhan rohani manusia terpenuhi, maka manusia akan merasa senang, aman, tenteram, dan terhibur. Contoh kebutuhan rohani, antara lain kebutuhan akan perhatian dari orang tua, rekreasi di tempat wisata, menjalankan ajaran agama dengan baik, dan sebagainya.

c. Kebutuhan Menurut Subjek yang Membutuhkan

Untuk Pengelompokan kebutuhan hidup menurut subjek yang membutuhkannya dapat dibedakan menjadi kebutuhan individual dan kebutuhan kelompok.

Kebutuhan Individu

Kebutuhan individu merupakan kebutuhan yang berguna untuk pemenuhan atau pemuasan kebutuhan seseorang secara individu (pribadi). Kebutuhan individu sama artinya dengan kebutuhan individual. Kebutuhan individu (perorangan) diartikan kebutuhan yang diinginkan setiap orang. Pemenuhan kebutuhan ini akan berbeda-beda antara satu orang dengan orang lain. Hal tersebut dipengaruhi oleh keinginan, hobi, jenis pekerjaan, status sosial, atau pendidikan. Contoh kebutuhan individual, antara lain kebutuhan seorang pelajar akan buku pelajaran atau kebutuhan nelayan akan perahu dan jala.

Kebutuhan Kelompok

Kebutuhan Kelompok merupakan kebutuhan yang bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan umum atau orang banyak. Kebutuhan kelompok sama artinya dengan kebutuhan kolektif. Kebutuhan kolektif merupakan kebutuhan yang erat hubungannya dengan kesejahteraan, ketertiban, keamanan, keindahan, dan kemakmuran masyarakat. Ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan ini dapat dipenuhi masyarakat secara swadaya ataupun disediakan oleh pemerintah. Contoh kebutuhan kolektif/kelompok, kebutuhan pakaian seragam bagi kelompok paduan suara atau tim olah raga, jalan raya bagi pengguna jalan, dan pasar untuk jual beli barang bagi masyarakat.

d. Kebutuhan Menurut Waktu Pemenuhannya

Untuk Pengelompokan kebutuhan hidup menurut waktu pemenuhannya dapat dibedakan menjadi kebutuhan sekarang dan kebutuhan masa depan.

Kebutuhan Sekarang

Kebutuhan sekarang merupakan kebutuhan yang bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda. Kebutuhan sekarang harus dipenuhi pada saat sekarang dan tidak dapat ditunda. Kebutuhan ini bersifat mendesak karena berdampak terhadap kelangsungan hidup. Apabila pemenuhan kebutuhan ini ditunda, maka kemungkinan akan mengakibatkan kerugian atau musibah. Contoh kebutuhan sekarang, antara lain kebutuhan obat-obatan bagi orang sakit, kebutuhan jasa pemadam kebakaran pada waktu terjadi kebakaran, dan sebagainya.

Kebutuhan Masa yang Akan Datang/Masa Depan

Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya masih dapat ditangguhkan pada waktu yang akan datang atau dapat dipersiapkan dari sekarang, tanpa mengganggu kebutuhan sekarang. Kebutuhan masa yang akan datang (masa depan) berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pada kemudian hari. Seseorang dapat mempersiapkan kebutuhan ini agar pemenuhannya pada masa yang akan datang mencapai kepuasan. Contoh kebutuhan masa depan, antara lain menabung untuk biaya melanjutkan pendidikan atau menabung untuk membeli rumah.

e. Kebutuhan Berdasarkan Wujud

Berdasarkan wujudnya, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan material dan kebutuhan spiritual.

Kebutuhan material

Kebutuhan material adalah kebutuhan berupa alat-alat yang dapat diraba, dilihat, dan mempunyai bentuk. Kebutuhan material berwujud nyata dan dapat dinikmati langsung. Contoh: makan nasi dapat kita rasakan kenikmatannya, minum air dapat menghilangkan dahaga dan rumah sangat nyaman untuk berlindung.

Kebutuhan spiritual

Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan yang dihubungkan dengan benda-benda tak berwujud. Kebutuhan ini tidak bisa diraba, dilihat, dan berbentuk tetapi bisa dirasakan dalam hati. Contoh: orang Islam bersembahyang di masjid, orang Kristen sembahyang di gereja, orang Buddha sembahyang di wihara, dan orang Hindu bersembahyang di pura.

D. Alat Pemenuhan Kebutuhan Manusia / Alat Pemuas Kebutuhan

Taukah sobat Kebutuhan Manusia yang tak terbatas jumlahnya tersebut dapat terpenuhi dengan alat pemuas kebutuhan. Alat pemuas kebutuhan adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Alat pemuas kebutuhan dapat berupa barang dan jasa. Barang adalah alat pemenuhan kebutuhan yang berwujud (dapat dilihat), contohnya makanan, pakaian, sepatu, tas, buku tulis, dan sebagainya. Sedangkan jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang tidak berwujud (tidak dapat dilihat), contohnya jasa dokter, guru, tukang parkir, dan sebagainya. Alat pemuas kebutuhan dapat dikelompokkan berdasarkan kelangkaan, tujuan penggunaan, hubungan dengan benda lain, segi jaminannya, dan proses pembuatan. Berikut adalah jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

a. Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Kelangkaan

Pengelompokan alat pemuas kebutuhan berdasarkan ketersediaannya dapat dibedakan menjadi benda ekonomi, benda bebas, dan benda illith.

Barang Ekonomi

Barang ekonomi merupakan barang yang dibutuhkan jumlahnya terbatas namun peminatnya banyak sehingga untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan. Pengorbanan yang dikeluarkan biasanya berupa uang(membelinya) atau waktu. Contoh barang ekonomi seperti makanan, minuman, televisi, pakaian, dan sebagainya.

Barang Bebas

Barang bebas adalah alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya melimpah dan untuk mendapatkannya tidak perlu pengorbanan. Oleh karena tersedia dalam jumlah besar, seseorang dapat mengambilnya begitu saja dengan bebas. Contoh barang bebas antara lain air di sungai atau di laut, udara di sekitar kita, es di daerah kutub, pasir di padang pasir, dan sinar matahari. Semuanya itu dapat diperoleh secara gratis.

Barang Illith

Barang illith adalah benda yang jumlahnya berlebihan sehingga dapat membahayakan dan mendatangkan bencana. Oleh karena itu, perlu dikurangi penggunaannya. Contohnya air, jika dalam jumlah yang sedikit dapat berguna bagi kehidupan manusia, namun bila jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan banjir. Contoh lainnya api, jika api yang digunakan kecil dapat digunakan untuk memasak atau penerangan, tetapi ketika api itu besar dapat mendatangkan bencana kebakaran.

b. Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Tujuan Penggunaan

Pengelompokan alat pemenuhan kebutuhan berdasarkan tujuan penggunaannya dapat dibedakan menjadi benda produksi dan benda konsumsi.

Barang Konsumsi

Barang konsumsi adalah barang-barang yang langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Barang konsumsi dapat langsung dikonsumsi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Barang konsumsi juga disebut barang siap pakai karena manfaatnya langsung dapat dirasakan konsumen. Contoh benda konsumsi antara lain: nasi, buku pelajaran, televisi, radio, komputer.

Barang Produksi

Barang produksi adalah barang yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang kebutuhan manusia. Barang produksi juga disebut barang modal. Contoh barang produksi antara lain: mesin tetas dapat digunakan peternak untuk menetaskan telur ayam atau itik. Mesin Rice Mill / penggiling padi, yang digunakan untuk menggiling padi menjadi beras dan bekatul.

c. Barang Berdasarkan Proses Produksi

Pengelompokan alat pemenuhan kebutuhan berdasarkan proses pembuatannya dapat dibedakan menjadi barang mentah, setengah jadi, dan barang jadi

Barang Mentah

Barang mentah (raw material) adalah barang yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan dasar untuk diproses menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Barang ini bernilai guna tinggi jika telah diolah terlebih dahulu. Contoh bahan mentah seperti kapas, getah karet, kulit domba, kayu, dan beras. Bahan-bahan tersebut masih memerlukan pengolahan lebih lanjut bila kita membutuhkannya.

Barang Setengah Jadi

Barang setengah jadi adalah barang yang masih memerlukan proses produksi untuk dijadikan bahan siap pakai atau bahan jadi. Agar bernilai guna tinggi, barang setengah jadi perlu diproses kembali. Contoh barang setengah jadi, antara lain benang untuk membuat kain, kain untuk membentuk pakaian, kulit untuk membuat tas, dan sebagainya.

Barang Jadi

Barang jadi adalah barang yang siap untuk digunakan dan merupakan hasil akhir dari produksi. Barang jadi telah menjalani rangkaian proses produksi sehingga tercipta produksi yang siap dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contoh barang jadi, antara lain pakaian, sepatu, kendaraan, dan peralatan elektronik.

d. Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Segi Jaminannya

Berdasarkan segi jaminan pinjaman, alat pemenuhan kebutuhan dibedakan menjadi benda bergerak dan tidak bergerak.

Benda bergerak
Benda yang dapat dipindah-pindahkan tempatnya dan dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit jangka pendek (jangka waktu kurang dari 1 tahun) disebut benda bergerak. Contoh benda bergerak antara lain: mobil, perhiasan, dan barang-barang elektronik.

Benda tidak bergerak
Benda yang tidak dapat dipindah-pindahkan tempatnya dan dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit jangka panjang dinamakan benda tidak bergerak. Contoh barang tidak bergerak antara lain tanah dan gedung.

e. Barang Menurut Hubungan dengan Barang Lain

Pengelompokan alat pemenuhan kebutuhan menurut hubungannya dengan barang lain diuraikan sebagai berikut.

Barang Substitusi
Barang substitusi (pengganti) digunakan untuk menggantikan fungsi barang lain. Barang ini bersifat saling menggantikan barang lainnya. Misalnya, gas menggantikan minyak tanah sebagai bahan bakar, busway menggantikan mobil pribadi sebagai sarana transportasi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, dan sagu menggantikan beras sebagai makanan pokok.

Barang Komplementar
Barang komplementer (pelengkap) berguna jika digunakan secara bersamaan dengan barang lainnya. Barang tersebut akan memiliki nilai guna tinggi jika digunakan secara bersama-sama dengan barang lain. Misalnya, mobil dapat berjalan jika diisi bensin, pena dengan tinta, roti akan lebih enak jika diolesi selai, teh dengan gula, tayangan televisi dapat ditonton jika ada stasiun pemancarnya, dan handphone dengan simcard.

2. Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi

Jika sobat mengamati dengan seksama lingkungan tempat tinggal sobat, Maka sobat akan melihat masyarakat yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan segala cara. Meskipun tidak semua kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, masyarakat terus berusaha mencapai kepuasan. Ketidakterpenuhinya kebutuhan hidup kemungkinan disebabkan terbatasnya sumber daya ekonomi. Dalam ilmu ekonomi, kondisi tersebut menggambarkan terjadinya kelangkaan.

Kelangkaan Sumber Daya

A. Pengertian Kelangkaan

Apa yang terbersit di benak kalian ketika mendengar istilah kelangkaan? Apakah mengenai hilangnya kedelai di pasaran? Ataukah mengenai minyak tanah atau elpiji yang mendadak lenyap di pasar sehingga membuat banyak ibu-ibu/bapak-bapak harus mengantri di penyalur-penyalur minyak tanah atau elpiji? Kedua contoh di atas menggambarkan bentuk kelangkaan. Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak pernah ada puasnya. Kebutuhan manusia beraneka ragam dan terus-menerus ada. Hari ke hari kebutuhan manusia semakin bertambah banyak baik jumlah, mutu, dan coraknya. Pertambahannya itu tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, akan ada sebagian orang yang tidak mendapatkan alat pemuas kebutuhan yang diinginkan, entah karena tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan (biaya tidak terjangkau) atau karena barang sudah habis. Kondisi di atas dapat disebut sebagai kelangkaan. Jadi kelangkaan dapat diartikan situasi atau keadaan di mana jumlah sumber daya yang ada dirasakan kurang atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kelangkaan tidak berarti segala sesuatu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sulit diperoleh. Kelangkaan (scarcity) diartikan kesenjangan antara sumber daya ekonomi yang terbatas dengan jumlah kebutuhan hidup tidak terbatas. Kelangkaan timbul karena kebutuhan manusia terus bertambah. Akibatnya, sumber daya yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keadaan ini mendorong manusia untuk melakukan pilihan di antara berbagai akternatif yang paling menguntungkan. Selain itu, manusia harus bersikap bijak dan rasional dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi. Menurut ilmu ekonomi, kelangkaan mempunyai dua makna, yaitu:

a. terbatas, dalam arti tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia.
b. terbatas, dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya.

B. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kelangkaan

Mengapa timbul masalah kelangkaan dalam kehidupan masyarakat? Kelangkaan sumber daya dialami setiap orang, bangsa, dan negara. Meskipun kondisinya berbeda-beda, pokok permasalahan ekonominya sama, yaitu cara manusia memenuhi kebutuhan hidup yang beragam dihadapkan dengan ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas. Masalah kelangkaan timbul disebabkan faktor-faktor sebagai berikut.

a. Keterbatasan Sumber Daya

Lingkungan alam menyediakan sumber daya melimpah bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Sumber daya alam dapat dikelompokan menjadi sumber daya yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui. Akan tetapi, jumlah sumber daya akan semakin berkutang akibat sifat manusia yang serakah.

b. Perbedaan Letak Geografis

Letak geografis yang berbeda-beda menyebabkan persebaran sumber daya menjadi tidak merata. Ada wilayah yang tanahnya subur dan kaya barang tambang. Ada pula wilayah yang tandus dan kekurangan air bersih. Perbedaan letak geografis tersebut dapat menimbulkan kelangkaan sumber daya.

c. Ketidakseimbangan Pertumbuhan Penduduk

Menurut Thomas Robert Malthus, pakar demografi dan ekonomi politik dari Inggris, laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada laju pertumbuhan produksi. Pertambahan jumlah penduduk yang cepat tidak diikuti dengan hasil produksi. Akibatnya, hasil produksi tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia yang beragam.

d. Rendahnya Kemampuan Produksi

Ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan dapat terpenuhi jika terdapat orang atau badan yang melakukan produksi. Kemampuan produksi berpengaruh terhadap ketersediaan barang dan jasa sebagai alat pemenuhan kebutuhan. Kemampuan produksi yang terbatas akan mengakibatkan rendahnya kapasitas produksi. Hal ini dapat menimpulkan ketidakterpenuhinya kebutuhan manusia. Keterbatasan produksi disebabkan oleh rendahnya kemampuan sumber daya manusia yang digunakan dalam proses produksi.

e. Lambatnya Perkembangan Teknologi

Teknologi yang digunakan produsen dalam proses produksi tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Produsen butuh waktu untuk menerapkan teknologi produksi yang baru, sementara kebutuhan hidup manusia terus berkembang. Lambatnya perkembangan dan penerapan teknologi menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan manusia.

f. Terjadinya Bencana Alam

Bencana alam adalah faktor alam yang bisa memengaruhi pemenuhan kebutuhan hidup. Adanya bencana alam bisa menimbulkan kerusakan lingkungan sehingga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia. Contohnya bencana banjir bisa menghambat distribusi barang dan jasa. Keterlembatan ini akan menyebabkan masyarakat tidak bisa segera mengonsumsi barang dan jasa.

C. Keterbatasan Sumber Daya Ekonomi

Kelangkaan dapat terjadi jika sumber daya yang ada terbatas sedangkan kebutuhan jumlahnya tidak terbatas. Kebutuhan manusia akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Meskipun manusia berusaha memperbanyak alat atau barang untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi sumber daya dan alat produksi yang ada terbatas jumlahnya.

Keterbatasan sumber daya yang ada dapat dibuktikan dari contoh berikut ini.

a. Keterbatasan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah sumber daya yang ada di alam dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Keberadaan sumber daya alam juga terbatas. Keterbatasannya dapat dilihat dari beberapa contoh sumber daya berikut ini.

Air
Manusia memanfaatkan air terutama air bersih untuk minum, mandi, cuci pakaian, cuci piring, dan sebagainya. Di kota-kota besar untuk mendapatkan air bersih sangat sulit. Mereka harus membeli air bersih dari PAM (perusahaan air minum). Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan air sangat terbatas.

Hutan
Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat penting keberadaannya. Dahulu hutan di Indonesia menjadi paru-paru dunia. Selain itu hasil dari hutan seperti rotan, damar, dan kayu dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan. Hutan dapat juga dijadikan sebagai tempat resapan air sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Namun sekarang keberadaannya sudah sangat mengkhawatirkan. Hal itu disebabkan banyak orang yang menebangi pohon-pohon di hutan tanpa memerhatikan pelestariannya sehingga sekarang ini banyak hutanhutan yang gundul. Kalian tentunya tahu apakah akibat dari hutan gundul? Ya, salah satunya dapat menyebabkan banjir. Di samping itu, sumber daya hutan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan semakin berkurang jumlahnya.

b. Keterbatasan Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia juga terbatas keberadaannya. Maksudnya sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai moral yang baik sedikit jumlahnya. Kualitas sumber daya manusia di Indonesia jika dibandingkan dengan kualitas sumber daya manusia di negara-negara maju masih jauh tertinggal. Kemampuan untuk mengolah sumber daya yang ada masih rendah. Sehingga barang yang dihasilkannya pun masih rendah pula baik jumlah dan kualitasnya. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas jumlahnya terbatas.

c. Keterbatasan Sumber Daya Modal

Sumber daya modal dapat berupa mesin-mesin, bahan baku ataupun peralatan-peralatan lainnya. Keterbatasan sumber modal dibuktikan dengan alat-alat yang digunakan dalam produksi masih menggunakan mesin-mesin berteknologi rendah. Hal ini dapat memengaruhi kelangsungan dalam proses produksi barang.

d. Keterbatasan Sumber Daya Kewirausahaan

Sumber daya kewirausahaan adalah sumber daya yang mampu mengombinasikan antara sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal. Orang yang memiliki jiwa kewirausahaan masih sedikit jumlahnya. Oleh karena itu sedikitnya orang yang mampu menyatukan sumber daya yang ada dapat memengaruhi jumlah hasil produksi. Sehingga hal tersebut dapat memengaruhi keberadaan alat pemuas kebutuhan di masyarakat. Keterbatasan-keterbatasan sumber daya di atas jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dapat menyebabkan kelangkaan alat pemuas kebutuhan. Terjadinya kelangkaan dapat disebabkan karena faktor-faktor berikut ini.

  • Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan produksi.
  • Ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.
  • Terbatasnya kemampuan manusia.
  • Sifat serakah manusia.
    Kurangnya tenaga-tenaga ahli.
Budaya, Ekonomi, Infrastruktur, Masyarakat, Pemerintah, Pendidikan, Umum

Permasalahan Yang Dihadapi Negara Berkembang

Negara maju seperti halnya Negara Indonesia tercinta ini akan selalu menghadapi berbagai persoalan yang tak pernah kunjung habisnya, Misalnya saja saat ini yang begitu hagat di perbincangkan di bulan Oktober 2015 adalah masalah Asap di Riau dan Sumatra yang begitu menggila sehingga banyak menimbulkan korban jiwa. Nah di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenaiPermasalahan Yang Terjadi di Negara Berkembang. Apa saja sih masalah umum yang di hadapi Negara-Negara Berkembang, Tentu saja masalah yang di hadapi Negara berkembang akan sangat berbeda dengan masalah yang di hadapi oleh negara maju. maka dari itu saya memisahkan kedua pembahasan tersebut di artikel yang berbeda, dan yang pertama akan kita bahas adalah negara berkembang ini. Jika sobat pernah membaca tentang negara maju dan berkembang, sebenarnya saya juga pernah membagikannya di website ini, silahkan saja Sobat baca ( Negara Maju Dan Berkembang, Peta Negara Maju Dan Berkembang, DanContoh Negara Berkembang). Nah jika sobat sudah membacanya, mari kita lanjutkan ke Topik pembahasan kita, siahkan langsung simak di bawah ini.

Negara BerkembangNegara Berkembang merupaan sebuah negara dengan Rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang dibandingkan negara global. Negara berkembang pasti memiliki berbagai macam permasalahan yang masih perlu di tangani. di butuhkan waktu yang cukup lama untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di negara berkembang. Apa saja masalah itu, silahkan langsung simak di bawah ini.

1. Penduduk
Permasalahan utama di negara berkembang adalah pertumbuhan penduduk yang tidak dapat dikendalikan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang pentingnya membatasi jumlah anak dalam keluarga. Jika pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan peingkatan kualitas penduduknya, maka hal ini dapat membuat rendahnya tingkat Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI). Oleh karena itu maka diperlukan pengembangan sistem pendidikan yang lebih intens untuk memperkecil resiko ledakan penduduk ini.

2. Ekonomi
Dengan jumlah penduduk yang meningkat pesat, maka akibatnya adalah terjadi banyak pengangguran yang tidak mendapat kesempatan kerja. Hal ini menyebabkan angka kemiskinan juga meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi di negara berkembang juga terhambat.

3. Pendidikan
Di negara berkembang karena jumlah penduduk yang terlalu banyak, maka pendidikan masih kurang merata. Banyak penduduk yang belum mendapatkan pendidikan yang layak. Hal ini menyebabkan banyaknya pengangguran dan rendahnya kualitas sumber daya manusia tersebut.

4. Kesehatan
Kesehatan juga merupakan salah satu permasalahan di negara berkembang yang harus ditangani. Karena di negara berkembang pastilah fasilitas kesehatannya masih kurang merata dan kualitasnya masih rendah. Selain itu, kesadaran masyarakat di negara berkembang akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan masih kurang.

5. Infrastruktur
Negara berkembang pada umumnya memiliki luas wilayah yang cukup luas dibandingkan negara maju. Dengan luas wilayah tersebut, sarana infrastruktur haruslah berkembang dengan baik. Namun karena kurangnya anggaran yang ada, pastilah banyak infrastruktur yang belum dibangun atau tidak dirawat dengan baik.

6. Penegakan Hukum
Penduduk di negara berkembang umumnya kurang menyadari akan pentingnya mematuhi hukum yang berlaku di suatu negara. Jangankan penduduk, dalam pemerintahanpun masih banyak yang suka melanggar hukum seperti koruptor misalnya. Orang yang mengetahui seluk-beluk hukum akan menggunakan hukum untuk menguntungkan dirinya sendiri.

7. Tingkat Produksi
TIngkat produksi di negara berkembang masih rendah. Hal ini diakibatkan oleh kualitas sumber daya manusia yang kurang dan kurangnya inovasi dari masyarakat. Industri di negara berkembang umumnya masih menggunakan tenaga manusia sehingga hasilnya kalah banyak dibandingkan dengan menggunakan mesin.

8. Kualitas Penduduk
Kualitas penduduk rata-rata di negara berkembang masih rendah. Hal ini disebabkan oleh pendidikan yang kurang merata. Ini juga berpengaruh pada pertumbuhan di negara tersebut.

9. Ketidakmerataan Hasil Pembangunan
Infrastruktur yang kurang menyebabkan ketidakmerataan pada hasil pembangunan. Sehingga hanya daerah ibukota saja yang mendapatkan hasil pembangunan yang layak. Hal ini juga disebabkan oleh ketidak merataan pendapatan masyarakat.

10. Ketergantungan Pada Luar Negeri
Negara berkembang umumnya masih belum mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan masih mengimpor barang-barang dari luar negeri. Selain itu, kecintaan terhadap produk dalam negeri masih kurang sehingga masyarakat hanya ingin menggunakan barang impor.

Ekonomi, Pemerintah, Referensi, Teknologi

Satelit BRI Meluncur,Bukti Eksistensi NKRI Di Luar Angkasa

                         BRI sat

                              “Selalu ada mutiara yang tercecer, di tengah badai yang buruk”.

INDONESIA-Satelit indonesia perbankan pertama milik PT Bank Rakyat Indonesia bernama BRIsat Pada Sabtu 18 Juni 2016 lalu berhasil diluncurkan dari French Guiana, Amerika Selatan

Itulah yang penulis rasakan di tengah kepungan media sosial dalam pemberitaan tiada henti persoalan warung makan dan Perda, belum lagi berita memalukan soal ghosob nya mantan menteri yang enggan mengembalikan harta yang dulu pernah dipakai. Ingin rasanya mematikan gadget saat itu juga, tapi..

Di tengah berita itu, tersiar kabar yang paling melegakan, lebih dari itu, membanggakan sebagai anak bangsa Indonesia. Satelit indonesia perbankan pertama milik PT Bank Rakyat Indonesia bernama BRIsat yang di beli dari SpaceSystem/Loral, LLC perusahaan Amerika Serikat. Pada Sabtu 18 Juni 2016 lalu berhasil diluncurkan dari French Guiana, Amerika Selatan oleh perusahaan asal Perancis, Arianespace dengan menumpang roket Ariane 5.

Ada kebanggan sekaligus kegamangan ketika membaca berita ini, bangga karena ini sebuah momen peluncuran satelit. Momen peluncuran satelit gitu, apalagi ini satelit Indonesia, kebanggan itu sebanding dengan momen pertama kali khatam Al Qur’an lho, bangganya luar biasa.

Namun ada juga kegamangan disitu, kita tahu bahwa BRI adalah perusahaan BUMN yang mengurusi bidang Perbankan, ngapain lantas masuk ke bisnis satelit yang notabenenya lebih ke arah telekomunikasi?

Pada 2014 lalu, direktur BRI kala itu Sofyan Basyir, ditanya oleh para wartawan dengan pertanyaan yang sama, jawaban beliau “Kalau Indonesia itu seperti Tiongkok atau India, memang tidak perlu,” jawab Sofyan Basyir.

Tiongkok atau India adalah negara daratan, dimana semua jalur komunikasi bisa dilakukan secara mainland (darat) lewat kabel biasa, bahkan daratan Eropa yang bisa terhubung antar negara via kabel darat. Lha, kalau Indonesia?

Indonesia terhubung sepanjang 5200 Km dari barat ke timur dengan kondisi berpulau-pulau, bagaimana menghubungkan itu semua? Apalagi BRI dikenal sebagai bank yang fokus pada wilayah-wilayah pelosok di seluruh Indonesia, dari beragam kepulauan yang harus terintegrasi dalam sistem teknologi informasi. Dengan satelit, maka wilayah operasional bisa ter-capture dengan baik.

Ini tentu sangat sejalan dengan Nawacita, infrastruktur Indonesia Sentris termasuk infrastruktur sistem perbankan dan telekomunikasi harus terus dimajukan, jangan sekali-kali mundur. Apapun isu yang ada, Infrastruktur kita harus jalan terus bung!.

Apakah ilmu per-satelitan dimiliki BRI?

Penulis mendapat informasi langsung dari kawan yang bekerja di BRI bahwa BRI pada November 2015 lalu sudah mengirim tenaga ahlinya ke Amerika untuk ‘sekolah’ khusus soal satelit. Jadi kalau masih ada nada sumbang, lebih baik di tarik saja, ganti dengan nada merdu.

Kegamangan berikutnya soal dana, membuat satu tipe financial satellite full dengan konsep perbankan dan telekomunikasi itu harus benar-benar canggih, tidak bisa setengah-setengah, sistem teknologi informasinya harus kelas atas, apalagi ini satelit keuangan pertama di dunia, kasarnya, satelit ini harus mahal.

Betul memang, biayanya mahal, sebesar  USD 220 juta atau setara 2.5 trilyun rupiah, dengan biaya investasi 3.37 miliar rupiah. Mahal? Ya, bagi kita yang lantas beragumen ngawur, jangan-jangan kita hutang lagi? Uang darimana BUMN bikin satelit? Jual aset?

Begini, laba bersih BRI pada kuartal-1 2016 saja sudah tercetak 6.25 trilyun, jika memakai prediksi tahunan maka laba bersih BRI 2016 mencapai 25 trilyun. Bagi anda yang hobi investasi dan suka buka laporan keuangan perusahaan, angka 2.5 trilyun bukanlah angka yang mahal bagi BRI.

Apalagi jika dilihat pada detail penambahan aset tetap, tercatat saldo pengembangan satelit sudah mencapai 2,49 trilyun rupiah, artinya biaya pembelian sudah hampir lunas tanpa menganggu performance keseluruhan dari BRI.

Masih ada yang ragu?

Mengamankan Eksistensi NKRI

Kegamangan berikutnya adalah soal ‘mengamankan’ slot orbit pada 150.5 Bujur Timur bekas milik Indosat (Palapa C2) yang habis masa orbitnya.

Slot orbit, sering disebut sebagai kavling, dulunya adalah milik Indosat yang pada tahun 2002 lalu di jual kepada Temasek dengan angka di bawah nilai buku, ‘hanya’ 5,7 trilyun rupiah dengan alasan penyehatan (bandingkan ketika Temasek menjualnya lagi ke Qatar Telecom sebesar 16 trilyun), ketika Indosat dijual artinya kavlingnya pun ikut terjual. Dan sekarang? Kavling itu sudah kembali ke Indonesia.

Artinya apa? Ketika kavling kita terjual dan dikuasai oleh asing, bahasa awamnya, asing akan memiliki akses yang sangat mudah untuk memata-matai jaringan informasi kita, ini adalah titik yang pelik, dimana jaringan informasi itu menyangkut segala aspek dari ekonomi hingga keamanan negara.

Di saat ini, telik sandi bukan lagi cuma seorang James Bond dengan kemampuan brilian, tapi juga bagaimana canggih dan liciknya sebuah teknologi informasi. Siapa yang menguasai ini, dia akan menguasai dunia, dan dahulu..kita menjualnya.

Masih ingat kan kasus disadapnya telepon mantan Presiden SBY oleh Australia? Salah satu penyebabnya karena sistem informasi kita yang lemah, bahkan beberapa satelit kita dalam status sewa, bukan milik sendiri.

Lho, bukannya Indonesia memiliki jatah kavling yang di atur dalam International Telecommunication Union (ITU) ?

Memang berapa kavling kita punya? Tidak banyak kita punya slot, wong satelit saja kitacuma punya 5 yang beroperasi, jadi 6 ditambah BRIsat. Apalagi kavling atau slot itu modelnya reserve, artinya jika ada slot nganggur, semua negara berhak mengajukan notifikasi slot, dan itu sistemnya antrian. First come, first get. Dan jika suatu negara gagal dalam meluncurkan satelit, maka harus menunggu 2 tahun bagi negara berikutnya untuk mendapat kesempatan peluncuran.

Bayangkan, berapa banyak negara yang akan antre untuk sebuah slot orbit? Apalagi orbit BRIsat ini ditengarai adalah orbit terbaik dimana hanya dizinkan 360 satelit beroperasi dijajarkan dalam rentang radius 360 derajat.

Namun, karena lokasi yang terbaik tadi, orbit ini menjadi sangat laris dan saat ini tak kurang ada 900 satelit yang beroperasi di atas Papua sana! Dari 360 menjadi 900 satelit dari seluruh negara di dunia. Wow!

Jadi peluncuran BRIsat ini penuh dengan muatan nasionalisme. Jika slot ini tidak diambil BRI, maka asing lagi lah yang akan mengambil dengan suka cita.

Jika mengutip kata-kata Rheinald Kasali, bahwa Negara ini butuh BUMN yang bisa menjadipowerhouse atau sumber kekuatan di negeri sendiri, sudah saatnya BUMN kita dikelola dengan sangat profesional, jauh dari muatan politis.

Lupakan jual menjual aset negara, justru isi aset negara dengan sumber daya teknologi yang canggih, apalagi teknologi informasi yang dimiliki BRIsat ini bisa membuka harapan bagi satelit pertahanan Indonesia yang rencananya akan diluncurkan pada 2019.

Bahkan tak mungkin, dengan kembalinya para ahli-ahli satelit Indonesia yang bekerja diluar negeri saat ini, maka kita akan dapat melakukan terobosan. Ya, sebuah peluncuran satelit dari negeri kita sendiri.

Terlambat? Late is always better than never.

Salam

Ekonomi

Kejamnya Sistem Ekonomi Liberal (Krisis Finansial di Asia Tahun 1998.

Sistem Ekonomi Islam

 

 

 

 

Sistem Ekonomi : Krisis finansial di Asia tahun 1998, adalah contoh nyata betapa sistem ekonomi yang berbasis liberalisme ini telah menyengsarakan sangat banyak orang dan menguntungkan segelintir orang. Ekonomi liberalisme mengizinkan pemilikan modal di tangan segelintir orang. Segelintir orang ini tidak peduli dengan nasib bangsa-bangsa, yang dipedulikannya adalah keuntungannya sendiri, Karena itu, ketika dilihatnya pasar Asia tidak menguntungkan, merekapun menarik modal secara besar-besaran dan mengalihkannya ke negara-negara lain. Akibatnya dalam sekejab, perekonomian Asia (terutama Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan) lumpuh dan jutaan orang mendadak miskin karena khilangan pekerjaan.

3 Pilar Globalisasi: IMF, World Bank, WTO

Pertanyaan selanjutnya, lalu mengapa negara-negara berkembang membiarkan perekonomiannya dipegang oleh segelintir pemodal asing yang sewaktu-waktu bisa menarik modalnya dan meninggalkan jutaan pengangguran dan kemiskinan? Jawabannya adalah karena tekanan dari IMF, Bank Dunia, dan WTO. Joseph Stiglitz menyebutkan bahwa cita-cita ideal globalisasi umumnya diterima oleh masyarakat dunia, namun ketika kini dunia menyaksikan bahwa ‘janji’ globalisasi tak tercapai, maka yang perlu diteliti adalah ketiga institusi yang mengatur (govern) globalisasi: IMF, World Bank, dan WTO.

IMF semula didirikan untuk menjamin stabilitas ekonomi global dan menyediakan dana pinjaman untuk negara-negara yang mengalami penurunan ekonomi supaya negara-negara tersebut bisa memulihkan kembali perekonomiannya. Sementara itu, Bank Dunia diniatkan untuk membantu negara-negara dalam membangun infrastruktur seperti jalan, bendungan, dll. Diharapkan, bila berbagai sarana publik telah dibangun, kemiskinan bisa tereliminasi. Namun, sejak tahun 1980-an, IMF dan WB berubah secara drastis menjadi institusi yang memimpin proses liberalisasi ekonomi di dunia. IMF baru mengucurkan dana pinjaman bila suatu negara telah melaksanakan syarat-syarat yang ditetapkan IMF: mencabut subsidi, meningkatkan pajak, liberalisasi pasar, dan meningkatkan suku bunga. Sementara itu, WB baru mau mengucurkan pinjaman bila sudah mendapatkan persetujuan IMF. [9] Dengan kata lain, IMF dan WB mengulurkan bantuan kepada negara-negara yang sedang terpuruk ekonominya, misalnya Indonesia, tapi mengajukan sejumlah syarat dan syarat itu ujung-ujungnya hanya menguntungkan negara-negara pemegang saham terbesar di IMF dan WB (yaitu negara-negara industri maju).

Bukti dari pernyataan di atas bisa terlihat jelas dalam perjanjian-perjanjian WTO. Liberalisasi perdagangan sebagaimana yang diperintahkan oleh IMF, mau tak mau membuat negara-negara berkembang bergabung dalam WTO. Semula, WTO didirikan untuk mengatur perdagangan dunia dengan tujuan yang mulia: agar perdagangan berjalan lancar sehingga barang dan jasa bisa tersebar merata ke seluruh dunia. Namun kenyataannya, perjanjian-perjanjian yang diatur oleh WTO sangat merugikan negara berkembang dan menguntung negara maju.

Perjanjian internasional yang dibuat dalam kerangka WTO mengikat seluruh anggotanya; jumlahnya lebih dari 11 jenis perjanjian. Tiga di antaranya adalah:

1. Perjanjian Pertanian (AOA, Agreement on Agriculture).

Melalui AOA, WTO mewajibkan negara-negara anggotanya untuk membuka pasar domestik untuk barang-barang impor dan sebaliknya, negara-negara anggota juga berhak melakukan ekspor ke negara manapun. Secara garis besar, ada tiga bidang yang diatur oleh AOA, yaitu:

1. Market Acces (akses pasar): mewajibkan negara-negara menurunkan tarif dasar impor pertanian.

2. Domestic Support (dukungan domestik): mewajibkan dibatasinya subsidi dan proteksi pemerintah terhadap sektor pertanian dalam negeri.

3. Export Subsidy (subsidi ekspor): mewajibakan dibatasi atau bahkan dihapuskannya subsidi ekspor produk pertanian.[10]

Dua eksportir utama pertanian dunia, yakni AS dan Uni Eropa sangat diuntungkan oleh perjanjian seperti ini. Karena tarif dasar impor diturunkan, mereka bisa menjual produk mereka dengan harga murah di negara-negara berkembang. Sebelum adanya aturan AOA, umumnya produk impor dikenai pajak tinggi, sehingga harganya lebih tinggi dari produk dalam negeri. Dengan demikian, konsumen harus memilih: membeli produk impor yang berharga mahal namun berkualitas tinggi, atau produk lokal dengan harga murah meski kualitasnya tak sebagus produk impor. Namun, adanya penurunan tarif impor membuat harga barang impor seringkali malah lebih murah dari produk lokal. Akibatnya, produsen pertanian dalam negeri mengalami kerugian dan kemunduran.

Selain itu, larangan subsidi dan proteksi terhadap pertanian membuat para petani menjadi rentan. Harga produk mereka fluktuatif, ketersediaan benih dan pupuk juga tidak terjamin dan harganya tidak stabil. Petani negara berkembang juga tidak mendapatkan subsidi ekspor sehingga jika mereka mengekspor produk, harganya akan mahal sehingga sulit bersaing dengan produk dari AS atau Uni Eropa. Apalagi, petani-petani lokal di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, umumnya miskin, memiliki lahan yang sempit, tidak terorganisasi, dan lemah. [11]

Sebaliknya, AS dan Uni Eropa justru melakukan pelanggaran terhadap AOA dengan tetap mensubsidi petani. Selain itu, mereka juga memiliki teknologi pertanian yang maju, modal yang besar, dan struktur organisasi yang kuat. Karena itulah mereka berhasil membanjiri negara-negara berkembang dengan produk-produk pertanian mereka, yang harganya lebih murah dari produk lokal. Dalam perjanjian AOA, kedua kelompok petani yang jelas-jelas beda level ini disuruh untuk berkompetisi di pasar bebas. Ketidakadilan ini sudah pasti akan membawa kekalahan bagi petani lokal.

1. Perjanjian Hak Kekayaan Intelektual (TRIPs, Trade Related Aspect on Intellectual Property Rights)
Perjanjian TRIPs mewajibkan negara-negara anggota WTO untuk menghormati hak karya cipta intelektual (HAKI). TRIPs berlandaskan pada perjanjian-perjanjian internasional yang telah dibuat sebelumnya, yaitu:

a. Konvensi Paris (1967) mengenai Perlindungan tentang Kekayaan Industri

b. Konvensi Berne (1971) tentang Perlindungan Terhadap Karya Tulis dan Seni

c. Konvensi Roma (1971) tentang Perlindungan terhadap Pelaku Pertunjukkan, Produsen Rekaman Musik dan Organisasi Siaran,

d. Konvensi/Traktat Washington (1989) tentang perlindungan Rangkaian Elektronik Terpadu. [12]

Secara sekilas, memang TRIPs terlihat adil. Biar bagaimana pun, banyak perusahaan yang telah mengeluarkan biaya besar untuk melakukan inovasi dan pengembangan produk. Oleh karenanya, perlindungan hukum perlu diberikan kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Namun, bagi negara berkembang, dampak dari TRIPs justru sangat buruk. Sebagai contoh kasus, pada tahun 2004-206 diberitakan belasan petani Kediri diajukan ke pengadilan oleh PT BISI yang mayoritas sahamnya dikuasai konglomerat asing. Kesalahan para petani itu adalah menanam jagung dengan benih produksi PT BISI dan selanjutnya memperbanyak benih itu tanpa izin.[13]

Padahal, secara tradisional petani biasa menyimpan sebagian hasil panen sebagai benih untuk musim tanam berikutnya. Namun, TRIPs mengharuskan petani membayar royalti bila mereka menyimpan bibit di lahan sendiri. TRIPs memberikan hak monopoli kepada perusahaan produsen benih untuk mematenkan benih mereka dan karenanya tindakan para petani yang melakukan penyimpanan benih dan menanam benih itu dianggap sebagai tindakan kriminal.[14] Akibatnya, para petani kecil menjadi korban perusahaan-perusahaan besar yang melakukan praktek monopoli benih, pupuk, dan hak tanam terhadap suatu jenis tanaman pangan tertentu yang mereka klaim sebagai hasil temuan mereka dan mereka daftarkan hak patennya. [15]

Dampak TRIPs juga dirasakan negara-negara berkembang di bidang medis dan teknologi. Keharusan menghormati hak paten membuat negara-negara berkembang dilarang memproduksi obat-obatan atau teknologi yang sudah diklaim hak patennya oleh negara-negara maju. Sebagai contoh, dalam kasus flu burung yang menjadi endemik akhir-akhir ini, negara-negara berkembang harus mengimpor obat-obatan dari negara maju dengan harga sangat mahal. Mereka tidak diizinkan memperbanyak sendiri obat-obatan itu. Akibatnya, negara-negara berkembang menjadi sangat bergantung kepada pihak asing.

1. Perjanjian Tekstil (ATC, Agreement on Textile and Clothing)

Salah satu isi perjanjian ATC adalah penghapusan kuota ekspor tekstil. Sebelumnya, negara-negara dunia terikat dalam perjanjian MFA (Multi Fiber Arrangement) tahun 1974, yang memberikan batasan kuota ekspor. Sebagai contoh, AS hanya boleh mengimpor kain dari India dalam jumlah/kuota tertentu yang sudah disepakati. Bila AS membutuhkan kain lebih banyak lagi, AS harus membelinya dari negara lain yang masih memiliki kuota. Dengan demikian, ada semacam jaminan pasar bagi negara-negara produsen tekstil. Namun, melalui ATC, disepakati bahwa mulai tahun 2005 sistem kuota dihapuskan.[16]

Pasar utama industri tekstil dunia adalah AS dan Uni Eropa. Penghapusan kuota akan memberi mereka akan keleluasaan memilih negara produsen tekstil, sehingga produsen tekstil yang kebanyakan adalah negara berkembang menjadi sangat rentan tekanan. AS dan Uni Eropa kini memberlakukan aturan-aturan khusus yang menjadi syarat bagi negara berkembang yang ingin mengekspor tekstil ke sana. Misalnya, UE mensyaratkan negara berkembang yang ingin mendapat kemudahan ekspor tekstil untuk meratifikasi 27 konvensi internasional di bidang perburuhan dan hak asasi manusia dan paling sedikit 7 dari 11 konvensi internasional di bidang lingkungan hidup. [17]

Hanya sebagian negara yang sudah sangat kuat industri tekstilnya dan kuat dari sisi kemampuan negosiasi bilateral, seperti India dan China, yang bisa memanfaatkan perjanjian ATC. Sebaliknya, ATC membawa dampak buruk bagi kebanyakan negara berkembang produsen tekstil, antara lain Indonesia dan negara-negara Amerika Latin. Padahal, bagi Indonesia industri tekstile adalah sektor yang sangat banyak menyerap tenaga kerja sehingga menjadi salah satu tulang punggung perekonomian rakyat. Dengan berkurangnya ekspor tekstil, telah terjadi PHK besar-besaran di pabrik-pabrik.[18]

Inilah yang disebut Stiglitz, negara-negara berkembang dan miskin bagaikan kapal layar kecil yang langsung disuruh berlayar di lautan buas, padahal lubang-lubang di kapal itu belum ditambal, kaptennya belum di-training, dan pelampung/alat pengaman belum dipasang di kapal kecil itu. IMF, WB, dan WTO telah memaksa negara-negara berkembang untuk bertempur dalam pasar bebas padahal sebenarnya mereka belum siap. [19]

Penutup

Globalisasi adalah sebuah keniscayaan. Mudahnya transportasi dan komunikasi, perdagangan internasional, penyebaran teknologi maju, dan pertukaran budaya antarbangsa, membuat dunia semakin mengecil. Namun, ada dampak negative globalisasi yang membuat negara-negara berkembang menjadi semakin miskin: yaitu dominasi tiga pilar globalisasi, IMF, Bank Dunia, dan WTO. Ketiga institusi itu telah memaksa negara-negara berkembang untuk menerapkan liberalisasi ekonomi dan mengabaikan prinsip “proteksi”. Padahal, negara-negara industri maju, sebelum terjun ke pasar bebas telah memberlakukan berbagai proteksi demi memperkuat perekonomian mereka. Bahkan di saat yang sama ketika negara-negara berkembang dilarang melakukan proteksi, negara-negara maju tetap melakukan proteksi terhadap produksi dalam negeri. Hal ini membuat jurang kekayaan semakin besar, segelintir orang menguasai kekayaan dunia, sementara milyaran orang hidup dalam kemiskinan.

Demikianlah pembahasan mengenai Sistem Ekonomi Ini. semoga bermanfaat.

Ekonomi

Masalah Ekonomi di Indonesia

Pengangguran di Indonesia

Masalah Ekonomi di Indonesia : Secara umum, kita semua sudah tahu apa-apa saja yang menjadi masalah dan sumber masalah Ekonomi di Indonesia. seperti masalah pengangguran, kemiskinan, sulitnya kesehatan, sulitnya pendidikan, keamanan dan sebagainya. atau penyebab dari ulah para koruptor, ulah orang-orang yang ingin menang sendiri, dan lain sebagainya.

Namun dalam artikel ini kita akan lebih membahas bagaimana sebenarnya solusi untukmasalah ekonomi Indonesia tersebut. Dalam pemilihan presiden 8 Juli 2009 lalu para capres dan cawapres mengusung isu ekonomi dalam visi misinya. Hal ini terlihat jelas dengan adanya pemberian porsi khusus dalam masalah ekonomi.

Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Boediono mengatakan tidak akan menyerahkan perekonomian kepada pasar bebas. Akan ada campur tangan negara. Meski tidak boleh terlalu jauh karena hal itu akan mematikan sektor swasta.

Namun, masih hangat dalam ingatan kita. Pada tahun 1996-1998, ketika Boediono menjabat sebagai Direktur I BI urusan analisa kredit terkucurlah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 400 triliun. Belum lagi ketika Boediono menjadi Kepala Bappenas. Terkucurlah dana rekap perbankan Rp 600 triliun.

Ironisnya para obligator BLBI justru diberikan Release and Discharge alias dibebaskan dari masalah hukum. Akhirnya, rakyatlah yang harus membayar hingga tahun 2032.

Pasangan Jusuf Kalla (JK) – Wiranto berkomitmen membangun ekonomi kerakyatan. JK berjanji akan mewujudkan ekonomi mandiri yang terlepas dari ketergantungan asing. Namun, kita pun tahu. Selama pemerintahan SBY – JK, JK dianggap berperan banyak dalam mengarahkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang juga tak kalah liberal. Seperti menaikkan harga BBM di atas 100% yang jelas-jelas membebani rakyat.

Adapun pasangan Megawati – Prabowo sepakat untuk membangun ekonomi kerakyatan. Bahkan, pasangan ini sudah berbagi tugas. Prabowo ditugaskan menangani masalah perekonomian untuk fokus membangun ekonomi kerakyatan dan kebangkitan ekonomi rakyat. Namun, kita pun tidak mungkin lupa pada masa kepemimpinan Megawati pula aset-aset negara banyak dijual atas nama privatisasi.

Apa yang para capres dan cawapres tersebut ucapkan hanyalah sebatas wacana tanpa solusi nyata untuk mengatasi masalah ekonomi bangsa ini. Untuk mewujudkan perekonomian yang mandiri dibutuhkan ketegasan dalam menghentikan campur tangan asing. Salah satunya dengan menutup pintu masuk campur tangan asing itu, yaitu utang luar negeri.

Jika campur tangan asing sudah terlanjur masuk maka harus segera dibereskan dan dibersihkan. Jika langkah ini tak pernah ditempuh, jangan pernah berharap akan terwujudnya ekonomi Indonesia yang mandiri. Selama sistem Kapitalisme bercokol di negeri ini maka kesejahteraan rakyat yang dicita-citakan hanyalah mimpi.

Ekonomi yang mandiri dan pro-rakyat hanya bisa diwujudkan ketika negeri ini mau menerapkan sistem peraturan Islam. Caranya adalah dengan penerapan sistem perekonomian Islam yang dijalankan dalam bangunan hukum dan sistem politik Islam secara konsisten.

Lebih dari itu menerapkan sistem Islam dalam segala aspek kehidupan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Allah SWT berfirman:

“Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan
kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan
(ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al Araf [7]: 96).

Oleh karena itu saatnya Indonesia keluar dari cengkraman ekonomi yang dinaungi Kapitalisme. Karena jelas-jelas perekonomian yang dibangun hanya berasakan kepentingan belaka. Saatnya Indonesia bangkit dengan kembali pada sebuah aturan mulia yaitu Islam dalam seluruh bidang kehidupan.

 

Ekonomi

Perkembangan Ekonomi Indonesia

Perkembangan Ekonomi Indonesia 2010 2011Perkembangan Ekonomi Indonesia : Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, ada kemungkinan target pertumbuhanekonomi indonesia dalam RAPBN 2010 naik dari target yang ditetapkan sebesar 5,0 persen.

“Kesepakatan dengan DPR kan kisarannya 5-6 persen, nanti kita lihat pembahasan lebih lanjut dengan DPR,” katanya usai upacara peringatan HUT ke-64 Kemerdekaan RI di Departemen Keuangan Jakarta, Senin (17/8).

Kenaikan target pertumbuhan ekonomi RAPBN 2010, kata Menkeu, juga dimungkinkan dengan perkembangan sampai semester I 2009 yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari perkiraan.

“Tampaknya kondisi semester I tidak seburuk yang dibayangkan dan semester II kita akan hati-hati meskipun dari sisi pertumbuhan ekonomi pada sektor investasi kita harus tetap pantau dengan baik,” katanya.

Menurut dia, penetapan target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2010 lebih dari lima persen bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, namun harus dilihat dulu faktor-faktor yang menyumbangnya.

Sebelumnya, sejumlah fraksi di DPR menilai asumsi target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2010 sebesar 5,0 persen terlalu rendah padahal sejumlah faktor memungkinkan penetapan di atas angka itu.

Penilaian itu dilontarkan oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) dan Fraksi Partai Golkar (FPG).

#039;Beberapa asumsi makro ekonomi yang digunakan dalam penyusunan RAPBN 2010 perlu dievaluasi untuk membangun semangat optimisme dalam rangka pemulihan dari krisis,” kata juru bicara FPKS, Rama Pratama.

Rama menyebutkan, kinerja pertumbuhan ekonomi dalam 2 tahun terakhir sesungguhnya telah menggambarkan capaian yang patut diapresiasi. “Meski banyak negara mengalami pertumbuhan ekonomi negatif akibat krisis ekonomi global, tahun 2008 ekonomi Indonesia masih tumbuh 6,1 persen.”

Menurut FPKS, capain itu tentu karena berbagai upaya dan langkah kebijakan yang diambil pemerintah. Oleh karena itu pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5 persen pada 2010, perlu didorong menjadi lebih besar.

FPG melalui juru bicaranya Kahar Muzakir mengusulkan agar pertumbuhan ekonomi ditetapkan sebesar 6,0 persen. Sementara untuk target inflasi, diusulkan sebesar 5,0 persen, nilai tukar rupiah Rp10.000 perdolar AS dan rata-rata tingkat bunga SBI 3 bulan 6,5 persen. Ketiganya sama dengan angka di Nota Keuangan dan RAPBN 2010.

Untuk harga minyak, FPG mengusulkan angka 65 dolar AS perbarel dari angka di Nota Keuangan sebesar 60 dolar AS.

Ok, demikian Info Perkembangan Ekonomi Indonesia. Semoga bermanfaat.......