Masyarakat, Pemerintah

Kami tidur diatas emas dan berenang diatas minyak tapi kami hanya menjual buah-buah pinang.Liryc Edo Kondolangit “Realita”.

mama
Ilustrasi mama papua yang sedang berjualan pinang (Foto:Search)

Kami tidur di atas emas, berenang di atas minyak, tapi bukan kami punya. Kami hanya menjual buah-buah pinang.

Sepenggal lirik lagu penyanyi Edo Kondolangit, bisa menggambarkan rintihan hati rakyat Papua. Walau mereka hidup di bagian bumi yang kaya tiada tara, tapi terpuruk dalam nestapa kemiskinan dan keterbelakangan.

Berpuluh tahun mereka hanya menonton warisan kekayaan dari Tuhan itu dikeruk, diangkut dan dijual untuk memperkaya jutaan manusia di ujung benua Amerika serta segelintir elit di Indonesia, yang berfungsi sebagai centeng alias anjing penjaga tambang bernama Freeport.

4934713_20130407102753.jpg
Gambar lokasi pertambangan freeport indonesia (Foto:Search)

Ekspedisi tiga orang Eropa tahun 1936, pimpinan DR Anton H Colijn bersama Jean-Jacques dan Frits J Wissel ke Gunung Gletser, Jayawijaya dan kemudian menemukan Ertsberg, seolah menjadi pembuka kotak pandora gunung emas di tanah Papua.

Sedangkan ekspedisi Freeport yang dikomandoi Forbes Wilson dan Del Flint, untuk menjelajahi Ertsberg tahun 1960, semakin menguatkan hasrat membangun proyek tambang di tanah yang diyakini orang Papua, sebagai tempat bersemayam moyang mereka.

Ertsberg, begitulah orang Belanda menyebut gunung ore (bijih). Bagi orang Papua, Ertsberg merupakan tanah warisan yang harus dijaga dan dipertahankan, agar terhindar dari malapetaka.

Namun nasib berkata lain. Sejak tahun 1967, perusahaan tambang PT Freeport Indonesia sebagai afiliasi Freeport-McMoRan Copper and Gold yang berpusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, menguasai Ertsberg dalam radius 10 kilometer persegi melalui kontrak karya eksklusif kontraktor tambang selama 30 tahun dan kemudian diperpanjang hingga 2041.

“Inilah awal malapetaka bagi orang Papua, membiarkan warisan kekayaan mereka disedot, sementara mereka hanya menonton dan pakai koteka,” ujar sumber matanews.com, Kamis (03/11).

images-82-1
Ilustrasi antara amerika dan masyarakat pribumi pewaris freeport (Foto:Search)

Tahun 1970, operasi tambang berskala penuh pun dimulai dan kemudian pengapalan ekspor pertama kosentrat tembaga berlangsung 1972. Diperkirakan, sejak beroperasi hingga 2010 Freeport sudah menyedot 7,3 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas, tanpa kontrol yang jelas dari rejim Orde Baru pimpinan Soeharto, rejim Habibie, Gus Dur, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebaliknya, pihak Freeport dinilai tidak terbuka dan tidak jujur dalam pelaporan besaran dan jenis tambang yang dieksploitasi dari Ertsberg. Bahkan audit lingkungan dan sosial yang dilakukan terhadap tambang Freeport, dianggap hanya sebagai bentuk legitimasi atau pembenaran terhadap eksploitasi kekayaan tambang tanpa batas.

Tidak mengherankan, kalau ada pihak yang memperkirakan kandungan emas, tembaga serta uranium yang dikeruk dari Ertsberg dan Grasberg yang ditemukan pada tahun 1988, bisa mencapai nominal 8000 triliun rupiah setiap tahunnya dalam konversi rupiah.

“Bandingkan saja misalnya dengan jumlah APBN Indonesia setiap tahun, hanya sekitar 1200 triliun rupiah. Sementara royalti Freeport, secara resmi hanya sekitar 1 persen per tahun,” tutur sumber matanews.com, Kamis (03/11).

Lalu setega itukah Freeport untuk membagi hasil kekayaan yang dikeruk hingga ke perut bumi Cendrawasih dan membiarkan rakyat Papua mengais sampah sisa makanan yang dibuang dari camp Hidden Valley, lokasi tambang di ketinggian 4000 meter dari permukaan laut itu?.

Sejak jaman Soeharto, secara kasat mata Freeport memang jadi bancakan bagi kaum penguasa republik dan aparat keamanan. Diduga banyak uang ilegal yang dibagi-bagi alias mengalir ke kantong-kantong pribadi dan kelompok.

images (81).jpg
Gambar illustrasi penggunaan aparat keamanan berlebihan demi kelangsungan dan kelanggengan operasi perusahaan freeport (Foto:Freeport)
Pihak Freeport pun sangat menyadari praktek distribusi uang centeng, dengan tujuan kelangsungan dan kelanggengan pengerukan emas, tembaga hingga uranium dari tanah Papua. Pengakuan pihak Freeport telah memberikan uang pengamanan sebesar 14 juta USD setiap tahun kepada pihak kepolisian, hanyalah salah satu alokasi dana yang tidak masuk resmi ke kas negara. Diyakini, uang centeng dari Freeport, juga mengalir ke pihak tentara, Pemda hingga elit penguasa lokal dan pusat.

Kisruh Freeport yang kini masih berlangsung, memang telah mengganggu kenyamanan kelompok centeng yang menari di atas penderitaan bahkan nyawa rakyat Papua, maupun buruh tambang yang gigih memperjuangkan haknya.

Bahkan upaya Presiden SBY membentuk Unit Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat (UP4B) yang dikepalai Bambang Darmono, ditengarai hanya akal-akalan untuk menetralisir memburuknya situasi di bumi Cendrawasih, sekaligus alat mengatur penampungan aliran uang centeng dari Freeport yang terus mengalir, entah sampai kapan.*(d/che/ptficom/dbs)

sumber : http://matanews.com

Pemerintah, Politik, West Papua

Filep Karma: Penguasa Papua Bukan Jokowi.Kami banyak belajar dari Sejarah Indonesia.

Filep Karma: Penguasa Papua Bukan Jokowi
Filep yang baru setahun bebas dari penjara,terus berjuang untuk Papua.Ia mengatakan,banyak belajar dari sejarah Indonesia. (CNN Indonesia)
Jakarta,LBRM — Hampir setahun sudah Filep Karma menghirup udara bebas. Lelaki berambut dan berjanggut tebal itu pertama kali keluar dari Penjara Abepura, Jayapura, Papua, pada 19 November 2015, setelah menerima remisi dasawarsa dari pemerintahan Jokowi –yang sebetulnya ia tolak.

Bagi Filep yang menghabiskan 11 tahun hidup di balik jeruji besi, menerima remisi berarti mengaku berbuat salah. Padahal Filep tak merasa bersalah. Ia tahanan politik yang dipenjara bukan karena kasus kriminal, tapi sebab persoalan ideologi.

Filep menggelar upacara peringatan kemerdekaan Papua pada 1 Desember 2004 di sebuah lapangan di Abepura, mengibarkan bendera Bintang Kejora, dan berpidato soal bangsa Papua. Ia pun ditangkap, dituduh berkhianat pada Indonesia, dan dijebloskan ke penjara. Upaya bandingnya selalu kandas hingga tingkat Mahkamah Agung di Jakarta.

Kini, meski Filep kembali menjadi orang bebas berkat “paksaan” remisi pemerintah Jokowi, ia tak lantas tunduk pada si pemberi remisi. Filep, dengan janggut kepang diikat karet Bintang Kejora, terus berjuang untuk Papua dengan caranya. Ia berkeliling, bercerita tentang Papua, agar masyarakat Indonesia paham apa yang terjadi di tanah kelahirannya.

Di sela kesibukannya memperjuangkan Papua merdeka lewat cara damai, Filep menyempatkan diri berbincang santai dengan wartawan CNNIndonesia.com, Anggi Kusumadewi, Selasa (25/10). Berikut petikan wawancara khususnya.

Dua bulan sebelum Anda dibebaskan dari tahanan, kepada rekan kami Giras Pasopati di Penjara Abepura, Anda mengatakan, “Jokowi baik, tulus, tapi susah meyakinkan Papua karena tantangan dia sebagai Presiden begitu banyak. Apa yang dia inginkan berbeda dengan kenyataan.”

Kini setelah dua tahun Jokowi memimpin Indonesia, dengan tekad yang dia ucapkan di awal pemerintahan untuk mewujudkan damai di Papua, bagaimana kondisi Papua saat ini dibanding dengan saat Jokowi belum memimpin?

Saya kira tidak ada perbedaan. Pembunuhan oleh orang tak dikenal makin marak. Ada aktivis KNPB digantung di pohon, kata polisi bunuh diri. Ada aktivis Pasar Mama-mama dibunuh, katanya tabrak lari, hasil pemeriksaan polisi karena kecelakaan lalu lintas. Sudah enam ribu orang ditangkapi, meski sebagian langsung dilepas.

KNPB, Komite Nasional Papua Barat, adalah organisasi politik masyarakat Papua yang mengampanyekan kemerdekaan Papua.

Sementara pegiat Pasar Mama-mama yang ditabrak ialah Robert Jitmau, Sekretaris Solidaritas Pedagang Asli Papua. Pria 42 tahun itu aktif memperjuangkan pembangunan pasar untuk menampung 500 pedagang asli Papua di Jayapura.

Rojit kerap memimpin aksi unjuk rasa menuntut pendirian Pasar Mama-mama. Ia juga salah seorang yang menemui perwakilan pemerintah pusat dan DPR RI guna membahas proses pelepasan lahan yang hendak dipakai untuk membangun pasar.

Perjuangan Rojit dan rekan-rekannya berbuah. Akhir April 2016, Presiden Jokowi meletakkan batu pertama pembangunan Pasar Mama-mama di Jayapura

Menurut keterangan Polres Jayapura, Rojit tewas ditabrak di Jayapura pukul 05.00 WIT, 21 Mei 2016. Ketika itu ia sedang mengobrol dengan dua kawannya di pinggir jalan. Mereka dihantam sedan. Rojit meninggal, sedangkan dua temannya selamat.

Jadi, damai yang Pak Jokowi janjikan itu tak terlihat, dan kebebasan berekspresi makin ditekan. Aparat makin represif. Kami baru kumpul saja langsung dicegat di tempat.

Saya melihat, selama ini yang memegang peran di Papua itu TNI Polri. Sipil tidak punya peranan.

Misalnya saat Pak Jokowi ke Papua 9 Mei 2016. Pada 10 Mei di Merauke, Jokowi mengumumkan Papua terbuka bagi wartawan nasional dan asing, juga LSM nasional dan asing. Tapi kemudian, hal itu dibantah oleh Panglima TNI.

Tidak bisa Papua dibuka, katanya. Berarti yang berkuasa di Papua bukan Jokowi sebagai seorang Presiden, karena dia sipil. Yang berkuasa di Papua itu TNI Polri. Padahal jika saya merujuk ke UUD 1945, Presiden panglima tertinggi TNI.

Pada 29 Mei 2016, 19 hari usai Jokowi menyatakan Papua terbuka bagi jurnalis asing, Jenderal Moeldoko yang saat itu menjabat Panglima TNI, dalam arahannya di hadapan ribuan prajurit Komando Daerah Militer V/Brawijaya di Surabaya, Jawa Timur, mengatakan wartawan asing tak boleh seenaknya masuk ke Papua jika bertujuan hendak membuat berita yang tak sesuai fakta, bersifat memfitnah, dan hanya menjelek-jelekkan pemerintah Indonesia.

Namun, Moeldoko saat itu juga menyatakan, akan menjalankan perintah Presiden untuk mengakomodasi wartawan asing ke Papua, selama wartawan tersebut punya niat baik. Menurutnya, aparat intelijen di Papua akan memantau wartawan-wartawan asing itu demi keamanan jiwa mereka selama peliputan.

Sejak menjabat sebagai Presiden, Jokowi telah mengguyur Papua dengan berbagai program pembangunan. Jokowi juga berkali-kali mendatangi Papua. Papua menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang paling sering dikunjungi Presiden. Itu paling tidak menunjukkan upaya serius pemerintah pusat atas Papua. Apa Anda berpendapat serupa?

Jokowi datang sesering apapun, apakah karena diminta rakyat Papua? Kami diberi pembangunan infrastruktur, itu siapa yang minta dan untuk kepentingan siapa?

Itu ibarat kami ingin kopi, dikasih soda.

Infrastruktur dibangun, di sisi lain mempercepat illegal logging yang dibantu oleh TNI Polri. Menurut informasi polisi hutan yang saya terima, yang membawa potongan kayu ilegal itu dikawal TNI Polri. Ya siapa yang berani periksa? Siapa mau melawan tentara bersenjata mangkas hutan?

Pada Desember 2012, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini TNI menahan 14 truk yang mengangkut kayu tanpa dokumen dari Keerom ke Jayapura. Sopir truk lantas menyebut ada anggota TNI yang diduga membekingi pembalakan liar itu.

Anggota-anggota TNI yang terlibat, menurut Kodam XVII/Cenderawasih saat itu, akan dihukum berat.

Apakah Anda merasakan perbedaan antara program-program pemerintah Jokowi untuk Papua saat ini, dengan kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia sebelum era Jokowi?

Saya merasa, justru Gus Dur yang tanpa menjanjikan apa-apa, tapi kami di Papua merasakan kedamaian. Itu waktu masa Gus Dur.

Beliau mengizinkan bendera Bintang Kejora dikibarkan bersama-sama dengan bendera Merah Putih, tapi tidak boleh lebih tinggi dan dengan ukuran lebih kecil.

Beliau juga mengembalikan nama Papua (sebelumnya Irian Jaya pada era Soeharto). Padahal dulu kalau kami omong “Saya orang Papua,” disebut separatis. Diberi stigma macam-macam. Padahal cuma menyebut nama “Papua.”

Jadi untuk nama “Papua” ini, sudah banyak orang dibunuh. Itu baru nama saja, belum teriak “merdeka,” tapi sudah banyak korban.

Jadi kami melihat Gus Dur punya hati nurani yang baik. Dia mendengar suara orang Papua. Dia mengerti apa yang harus diberikan untuk orang Papua.

Pada 1 Januari 2000, Presiden Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur mengembalikan nama Irian Jaya menjadi Papua dan mengizinkan bendera Bintang Kejora dikibarkan sebagai simbol kultural orang Papua, sekaligus menerapkan otonomi khusus untuk Papua.

Namun kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah, bendera Bintang Kejora kembali dilarang.

Kalau sekarang, kami mau minum kopi, dikasih soda, dengan alasan soda juga ada kandungan kafeinnya. Yang kami minta tidak diberikan.

Jadi meski dibaik-baikin, ini bukan yang kami minta. Kami dipaksa menerima otonomi khusus. Otsus itu ibarat untuk membungkam teriakan merdeka.

Filep Karma: Penguasa Papua Bukan JokowiPresiden Jokowi dalam salah satu kunjungannya ke Papua. (Setpres/Rusman)

Menurut Anda, apa yang diinginkan mayoritas rakyat Papua?

Merdeka. Kami punya negara sendiri. Indonesia itu bangsa lain. Keinginan ini sudah merata, bukan karena ketidakadilan pembangunan di Papua lantas kami baru berpikir begitu. Sebab dari awal sudah seperti itu.

Papua berangkat dari sejarah yang berbeda dari Indonesia. Start sudah beda. Bendera (Bintang Kejora) sudah dibagikan 1 Desember 1961. Tiba-tiba Sukarno mengumumkan Trikora pada 19 Desember 1961. Dia mengatakan, bubarkan Negara Papua. Cuma, diselipin kata “boneka.”

Papua menjadi rebutan Indonesia dan Belanda seiring langkah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Indonesia mengklaim seluruh daerah jajahan Hindia Belanda, termasuk bagian barat Pulau Papua, sebagai wilayahnya. Klaim itu ditolak Belanda, dan negara di benua Eropa itu mempersiapkan kemerdekaan Papua.

Desember 1950, Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan Papua berhak merdeka sesuai Pasal 76c Piagam PBB yang berbunyi, “Mendorong penghormatan kepada hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan ras, jenis kelamin, bahasa atau agama, dan menganjurkan pengakuan atas kemerdekaan rakyat-rakyat di dunia.”

Namun Indonesia dan Belanda terus berseteru berebut Papua. Indonesia menggelar serangan, dan Belanda menggenjot pendidikan di Papua. Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat pada 1956, dan Belanda membentuk Tentara Papua pada 1957.

Belanda melaporkan upayanya membangun Papua secara rutin ke PBB sejak 1950 sampai 1961. Belanda juga melangsungkan pemilu di Papua yang menghasilkan Dewan Papua. Dewan ini pada Oktober 1961 mempersiapkan Papua merdeka.

Pada 31 Oktober 1961, bendera Bintang Kejora berkibar untuk kali pertama, dan 1 Desember 1961 kemerdekaan Papua dideklarasikan.

Selanjutnya tanggal 19 Desember 1961, Presiden Sukarno di Yogyakarta mengumumkan operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk merebut Irian dan mengusir Belanda dari sana.

Dua dari tiga butir isi Trikora itu ialah: gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda, dan kibarkan sang saka Merah Putih di seluruh Irian Barat.

Indonesia dan Belanda lalu menggelar perundingan di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada 15 Agustus 1962, yang menghasilkan penyerahan Papua kepada PBB (United Nations Temporary Executive Authority, UNTEA), untuk kemudian diserahkan kepada Indonesia.

Pada 1 Mei 1963, UNTEA menyerahkan Papua kepada Indonesia, dan Indonesia membubarkan Dewan Papua serta melarang bendera Bintang Kejora. Keputusan ini ditentang banyak pihak di Papua dan melahirkan Organisasi Papua Merdeka pada 1965.

Papua akhirnya resmi menjadi wilayah Republik Indonesia setelah digelar Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969. Namun metode Pepera lewat perwakilan –satu suara merepresentasikan banyak orang– ditentang rakyat Papua yang menginginkan sistem one man one vote.

Apa harapan Anda untuk Papua, saat ini dan di masa depan?

Sekarang kami terus konsolidasi dan berjuang untuk merdeka. Ke depan, kalau kami sudah merdeka, jangan mengulangi yang Indonesia lakukan. Harus lebih manusiawi.

Kemerdekaan suatu bangsa juga ditentukan oleh faktor internasional, yakni dukungan negara-negara di dunia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa. Minimal diperlukan pengakuan dari dua per tiga anggota PBB yang hadir pada Sidang Majelis Umum PBB.

Maka dengan anggota PBB yang kini berjumlah 193 negara, bila seluruhnya hadir pada Sidang Majelis Umum PBB, diperlukan setidaknya suara dukungan dari 128 negara.

Saat ini ada tujuh negara Pasifik yang mengangkat isu Papua ke Sidang PBB. Mereka adalah Kepulauan Solomon, Republik Vanuatu, Republik Kepulauan Marshall, Republik Nauru, Tuvalu, Kerajaan Tonga, dan Republik Palau.

Apa tiga kata pilihan Anda untuk mendeskripsikan Papua dan rakyatnya?

Papua merdeka.

Filep Karma: Penguasa Papua Bukan JokowiSeorang murid Sekolah Dasar di Merauke, Papua. (CNN Indonesia)

Apa keinginan tertinggi Anda yang belum terpenuhi sampai sekarang?

Melihat rakyat Papua sejahtera.

Saya menyadari Papua sangat kaya. Kekayaan itu dipakai untuk membangun Jakarta, sementara rakyat kami terus menderita.

Untuk mengambil emas kami sendiri, kami dibunuhi dan disiksa.

Saya akan bahagia kalau melihat rakyat Papua sejahtera dan bebas dari penindasan, pembunuhan, tindakan semena-mena.

Itu impian saya.

Kalau memikirkan diri saya sendiri, tinggal kerja saja.

Saya pegawai juga, tapi tetap berjuang. Ini kan negara demokrasi, orang bebas bicara apa saja. Yang penting saya tidak menghambat orang lain. Paling honor dan tunjangan saya dipotong karena tidak masuk kantor. Itu konsekuensi.

Mungkin bagi orang lain, ini terlalu idealis. Suka-suka orang menilai. Indonesia juga belum pasti merdeka kalau dulu tak ada idealisme. Kami banyak dapat contoh dari sejarah Indonesia.

Luar Negeri, Motivasi, Pemerintah, Politik, SEJARAH

21 Kutipan Inspirasi Mahatma Gandhi Ini Akan Mengubah Cara Pandangmu Terhadap Hidup

21 Kutipan Inspirasi Mahatma Gandhi Ini Akan Mengubah Cara Pandangmu Terhadap Hidup

Siapa yang tidak tahu Mahatma Gandhi?

Peraih penghargaan nobel perdamaian di tahun 1989 ini begitu banyak mengajarkan kita arti kehidupan dan seisinya. Lewat 21 kutipan ini kita bisa belajar bagaimana kebijaksanaan beliau semasa hidupnya.

1. “Untuk percaya pada sesuatu hal, namun tidak menghidupi hal tersebut, adalah suatu ketidakjujuran.”

inspirational-quote-dishonest-mahatma-gandhi-959b48385518f3083a0b9ba113002f8b.jpg

2. “Kebahagiaan adalah segala ketika apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu katakan, dan apa yang kamu lakukan berjalan dalam harmoni.”

gandhi-quotes-03-5d9c85383fb7730896749c4059c371a9.jpg

3. “Kamu tidak seharusnya kehilangan kepercayaan pada kemanusiaan. Kemanusiaan itu seperti lautan, jika beberapa tetes dari air laut itu kotor, lautan sendiri itu tidak akan menjadi kotor.”

celebrate-international-day-of-non-violence-mahatma-gandhi-quote-89bc2bb8af25334f538f11ca9f7e1a13.jpg

4.”Ingatlah wajah-wajah orang yang mengalami kemiskinan dan orang-orang yang tak berdaya yang telah kamu lihat, dan tanya pada dirimu sendiri langkah apa yang akan kamu ambil untuk mereka.”

images-83c6e49493ad649cffcb9da3aff41b96.jpg

5. “Tidak ada yang lebih menghabiskan waktu daripada kekhawatiran, dan orang-orang yang mengaku percaya pada Tuhan patut malu apabila mereka khawatir mengenai sesuatu hal.”

mahatmagandhi-082-6960f6f04a23dda022dc4fab4c152e1f.jpg

6. “Ketika ada cinta, di situlah ada kehidupan.”

mahatma-gandhi-quotes-english-2-ee3c78a20489546b36103e756307bb6b.JPG

7. “Satu ons dari latihan jauh lebih berharga daripada satu ton dari berbicara panjang lebar.”

an-ounce-of-practice-is-worth-more-mahatma-gandhi-quotes-e320352a9b8eea96f296135ce658bcfb.jpg

8. “Aku memiliki kepercayaan bahwa aku bisa melakukan, aku akan mencapai kemampuan untuk melakukannya, meskipun pada awalnya aku tidak memiliki kapasitas tersebut.”

inspirational-quote-belief-capacity-mahatma-gandhi-b7c2a3bdd9c0b4b7c704fa2bc46d4b28.jpg

9. “Kekuatan tidak berasal dari kemenanganmu, perjuanganmu lah yang mengembangkan kekuatanmu. Ketika kamu melewati waktu-waktu sulit dan memilih untuk tidak menyerah, itulah arti dari kekuatan.”

18271-mahatma-gandhi-quotes-and-images-wallpaper-1024x768-86aa70bcf2606651ee03238e1de8b572.jpg

10. “Cara terbaik untuk menemukan dirimu adalah dengan kehilangan dirimu dalam pelayanan bagi orang lain.”

gandhi-quote-bahadur-singh-aa6daa4857e7d10abf2426a3520033b2.png

11. “Pada suatu saat, kepemimpinan berarti otot, namun pada hari ini, makna kepemimpinan adalah berbaur dengan semua orang.”

mahatmagandhi-056-dd583bce39f7af8a1e6a000462586b7b.jpg

12. “Doa adalah kunci dari pagi hari, ledakan dari sore hari.”

prayer-is-the-key-of-quotes-by-mahatma-gandhi-41-57fea0ead845164680b70cefd06683f9.png

13. “Kamu mungkin tidak akan pernah tahu apa hasil dari tindakanmu, namun ketika kamu tidak bertindak apapun, maka tidak akan ada hasil yang terjadi.”

quote-ghandi-05760c7c8fb5af95304c63ebc36ec6b5.JPG

14. “Kekuatan tidak berasal dari kemampuan fisik, melainkan berasal dari tekad yang gigih.”

2-october-2013-mahatma-gandhi-quotes-wallpaper-gandhi-jayanti-wallpaper-non-violence-day-wallpapers-d7f74e1a11cd1dd7d56d812a31ae6f6b.jpg

15. “Hiduplah seakan bahwa kamu akan meninggal esok hari. Belajarlah selayaknya kamu akan hidup selamanya.”

mahatma-gandhi-quotes-48f9c3b5a476855d96a2bffef3d5f4eb.jpg

16. “Jadilah perubahan yang kamu ingin lihat di dunia.”

mahatma-gandhi-4a-00565a7d1648198415c07cee5ed100df.jpg

17. “Kamu dapat mengekangku, kamu dapat menyiksaku, kamu bahkan bisa menghancurkan tubuhku, namun kamu tidak akan pernah memenjarakan pikiranku.”

inspirational-quotes-of-mahatma-gandhi-mind-600ebb858042dd12a56b3405140f4ed8.jpg

18. “Satu mata untuk satu mata hanya akan berakhir membuat seluruh dunia buta.”

an-eye-for-an-eye-556-185-99ff1eb88e71a95219b4f21f4eef847b.jpg

19. “Kamu tidak dapat bersalaman dengan tangan yang mengepal.”

610-ghandi-800x600-inspirational-motivational-daily-facebook-cover-quote-76a682a2b971f9370755195fce0cc526.jpg

20. “Hukum dari kasih bisa dipahami dan dipelajari dengan baik dari anak kecil.”

inspirational-quote-law-of-love-mahatma-gandhi-5fb20e705e58491e2e8e08ea9fc4d552.jpg

21. “Kemarahan adalah musuh dari kedamaian dan kebanggaan adalah monster yang akan menelannya.”

mahatmagandhi-080-b5f5dde1e5ba5bafd1af35410e864713.jpg

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari beliau dan ikut melaksanakan ketertiban dunia terima kasih!

Sumber:IDNtimes.com

Luar Negeri, Motivasi, Pemerintah, Politik, SEJARAH

15 Kutipan Paling Revolusioner dari Mendiang Fidel Castro

15 Kutipan Paling Revolusioner dari Mendiang Fidel Castro

Kuba pada 1955 berada di bawah pemimpin diktator yang membuat rakyat miskin dan menderita. Hal inilah yang membuat seorang pemuda bernama Fidel Castro pada masa itu berjuang untuk kebebasan. Bersama 80 lebih pejuang lainnya, Castro memimpin kudeta terhadap pemerintah diktator Kuba.

Castro berhasil membawa Kuba dari bangkit pemerintahan Fulgencio Batista pada 1959. Saat itu dirinya berjuang demi membuat negaranya lepas dari kemiskinan serta intervensi dari negara lain. Castro juga yang membuat Amerika Serikat tidak banyak berpengaruh di Kuba.

Kemampuan Castro pun membuat dirinya diagung-agungkan oleh warganya, bahkan sebelum kematiannya. Dikutip dari BBC.com, Castro meninggal pakai pukul 22.29 waktu setempat (10.29 WIB) Sabtu (26/11). IDNtimes telah kumpulkan kutipan revolusioner Castro yang akan membuat kita lebih semangat lagi.

1. A revolution is a struggle to the death between the future and the past.

bbc-add955a202e4f105321a6acbdc00835d.jpg

Revolusi adalah perjuangan mati-mati antara masa depan dan masa lalu.

2. They talk about the failure of socialism but where is the success of capitalism in Africa, Asia and Latin America?

bbc1-4b4e2cee9b6e34e8e51fa3de990f97e8.jpg

Orang-orang berbicara tentang kegagalan sosialisme, tapi di mana letak kesuksesan kapitalisme di Afrika, Asia dan Amerika Latin?

3. I find capitalism repugnant. It is filthy, it is gross, it is alienating… because it causes war, hypocrisy and competition.

dailay-735ca3fd8fddd4d43aaf2a33c2ce8620.jpg

Menurutku kapitalisme itu menjijikan. Kapitalisme itu kotor, jelek, mengasingkan.. karena kapitalisme menyebabkan perang, kemunafikan dan kompetisi.

4. The revolution is a dictatorship of the exploited against the exploiters.

gazaette-e3e148e1c8ab0aeb17e346065c07eed8.jpg

Revolusi adalah kediktatoran dari yang terjajah terhadap penjajah.

5. I think that a man should not live beyond the age when he begins to deteriorate, when the flame that lighted the brightest moment of his life has weakened.

ibtimes-d50702e6c7a2dd506cd71b1a85b1baad.jpg

Menurutku seseorang tidak boleh hidup melebihi usia ketika kondisinya memburuk, saat api yang menyinari hidupannya sudah mulai melemah.

6. Men do not shape destiny, Destiny produces the man for the hour.

marxist-c4a94d6733abf87721a43c54360f02ac.jpg

Manusia tidak bisa menentukan nasib. Justru takdir yang membuat orang itu nyata.

7. Capitalism is using its money; we socialists throw it away.

yaho-c32f06961a1b25f2f8d365266ad7f5df.jpg

Kapitalisme menggunakan uang mereka, kami, para sosialis, membuangnya.

8. The revenues of Cuban state-run companies are used exclusively for the benefit of the people, to whom they belong.

yaho1-3b0720dbfeffbeae4333295f329bba2a.jpg

Keuntungan perusahaan milik negara di Kuba diberikan kepada para rakyat, kepada orang-orang yang berhak mendapatkannya.

9. No thieves, no traitors, no interventionists! This time the revolution is for real!

yaho2-6c456be1ba3b1deca9acd41b9b98a25f.jpg

Tanpa pencuri, tanpa pengkhianat, tanpa para pengganggu! Ini saatnya revolusi!

10. Condemn me, it does not matter: history will absolve me.

yaho3-adc3d23824aae80cff7c43749e82162c.jpg

Penjarakan aku, itu bukan masalah: sejarah akan membebaskanku.

11. I am not a dictator, and I do not think I will become one. I will not maintain power with a machine gun.

yaho4-874739a12f280a7105561a679e27978a.jpg

Aku bukan diktator, dan aku rasa aku tidak akan pernah jadi diktator. Aku tidak akan mempertahankan kekuasaan dengan senjata.

12. I am not a communist and neither is the revolutionary movement, but we do not have to say that we are anticommunists just to fawn on foreign powers.

yaho5-475b5d21673728e43ffcbfddbea6ee71.jpg

Aku bukan komunis, begitu juga dengan gerakan revolusi, tapi kami tidak akan jadi antikomunis untuk sekadar meminta bantuan kekuasaan asing.

13. I never perceived a contradiction in the political revolutionary field between the ideas I maintained and the idea of that symbol, that extraordinary figure who had been so familiar to me since I began to reason.

yaho6-d8e845ab937c5665cc82ea37fe850415.jpg

Aku tidak pernah paham tentang sebuah perbedaan dalam ranah politik revolusioner antara pandanganku sendiri dan penggambaran sebuah simbol, nyatanya figur luar biasa yang telah aku kenal sejak memulai revolusi ini.

14. This country … abounds in that Cuba is a heaven in the spiritual sense of the word, and we prefer to die in heaven than serve in hell.

yahoo-9563b3867b61cc09f3d8296231e9b240.jpg

Negara ini… berlimpah dengan kata-kata spiritual, dan kami lebih memilih meninggal di surga daripada tersiksa di neraka.

15. Weapons for what? Hiding weapons for what? To blackmail the President of the Republic? To threaten to break the peace here? To create organizations of gangsters? Is it that we are going to return to gangsterism? Is it that we will return to daily shootouts in the capital? Weapons for what?

yahoo-1-8327633ab66f0bbce78b8d8f0e7f77d4.jpg

Untuk apa ada senjata? Untuk apa sembunyikan senjata? Untuk mengancam Presiden dari paham Republik? Untuk mengancam orang bahwa kita akan merusak perdamaian? Untuk membentuk organisasi bandit? Atau apakah kita akan kembali ke masa di mana adanya perbedaan kelompok? Atau pada akhirnya kita akan menggunakan senjata untuk menembak pusat pemerintahan? Jadi untuk apa ada senjata?

Sumber:IDNtimes.com

Luar Negeri, Politik, West Papua

Melanesian Spearhead Group considers West Papuan Membership

msg-2z0boxchjkjqmqkfnmquq2

EMTV rliosi – The Melanesian Spearhead Group (MSG) is considering a full membership application by the United Liberation Movement for West Papua.

Indonesia currently has associate member status with the MSG and is strongly opposed to West Papua being granted full membership.

It is Indonesia’s view that West Papua already falls under their (Indonesian republic) representation in the MSG.

Foreign Ministers of the MSG member countries met yesterday evening in Port Villa to discuss guidelines which relate to the bid by West Papua for membership in the group.

Solomon Island’s foreign minister, Milner Tozaka, said the MSG leaders in July requested legal clarification on guidelines for membership.

“So that request has been attended to appropriately by the legal people and they have made a recommendation to be used for the foreign ministers to look at and then we will recommend it to the leaders for endorsement,” he explained.

Tozaka confirmed that there won’t be a decision on the Liberation Movement’s application however he did say that they already have observer status.

MSG countries that have shown their support for the Liberation Movements full membership include Vanuatu, Solomon Islands and the FLNKS Kanaks movement.

Papua New Guinea and Fiji, have however leaned towards the Indonesian side on this issue.

Vanuatu’s Prime Minister, Charlot Salwai, said his country’s foreign policy remained firm that Vanuatu is not completely free of colonial bondage until all of Melanesia is free.

Sumber :Papuapost.com

Masyarakat, Motivasi, Umum

Ucapan Natal Bahasa Inggris & Indonesia

25 Desember 2016 sebentar lagi, artinya hari raya Natal sudah dekat. Bagi yang merayakan Natal atau ingin memberikan ucapan selamat Natal kepada yang merayakan, berikut kumpulan ucapan Natal terbaik yang dapat kamu jadikan inspirasi.

Tersedia kumpulan ucapan Natal untuk keluarga, teman, rekan kerja, dan kerabat yang jauh. Ada juga beberapa gambar ucapan Natal yang bisa dibagikan ke media sosial, dan juga ucapan Natal dalam bahasa Inggris.

Ucapan Natal untuk Keluarga

Berikut kumpulan ucapan Natal untuk keluarga; ayah, ibu, anak, kakak, adik, dan keluarga lainnya.

Ucapan terima kasih Natal
Thanks for the gifts! Happy holidays.

“Selamat Natal dengan ungkapan sayang dan terima kasih,”

“Merry Christmas with thanks and love,”

“Mempunyai orang tua seperti mama dan papa adalah kado Natal terbaik buatku. Merry Christmas, ma, pa!”

“Having parents like you is the best Christmas gift there ever could be.”

“Dalam Natal dan setiap hari, kamu selalu menjadi hadiah terindah.”

“At Christmas and always, what a blessing you are.”

“Aku selalu bersyukur kita menjadi keluarga dan atas semua kenang-kenangan yang kita miliki. Selamat Natal mama dan papa!”

“So glad we’re family…and so grateful for all the great Christmas memories we share.”

“Selamat Natal untuk keponakan favorit om dan tante. Semoga tahun depan penuh dengan petualangan yang lebih seru!”

“Merry Christmas to our favorite niece. Wishing you many more adventures in the new year!”

“Dengan senang hati dan penuh syukur,”

“Merrily and gratefully,”

“Memikirkanmu dengan penuh cinta di malam Natal ini.”

“Thinking of you with lots of love at Christmas.”

“Ketika aku mengingat-ingat semua momen bahagia tahun ini, hari pernikahanmu yang paling menonjol. Semoga kalian berdua menikmati hari Natal bersama yang pertama ini.”

“When I think back on all the happiest moments this year, your wedding day stands out. Hope the two of you enjoy a wonderful first Christmas together.”

Ucapan Selamat Natal untuk Teman

Kumpulan ucapan selamat Natal berikut ini dapat ditujukan untuk teman dan sahabat kamu.

Ucapan selamat Natal sahabat
SELAMAT NATAL! – dari sahabatmu.

“Damai dan bahagia untukmu. Selamat Natal!”

“Peace and joy to you and yours this Christmas season.”

“Selamat Natal ya! Semoga tahun depan kita bisa mancing lebih sering. Hehe”

“Wishing you a very merry Christmas and the chance to do lots more fishing in the new year!”

“Semoga Natal tahun ini menjadi yang terbaik untukmu!”

“Have your best Christmas ever!”

“Kuucapkan selamat Natal dengan penuh cinta,”

“Merry Christmas with lots of love,”

“Semoga hari Natalmu menyenangkan, Susan!”

“We hope you have a nice, relaxing Christmas, Susan!”

“Semoga liburanmu penuh hal baik, ya!”

“I hope your holiday season is full of good things.”

“Mendoakan Natalmu dipenuhi dengan momen-momen yang akan selalu kau kenang.”

“Praying you have a wonderful Christmas filled with moments you’ll always remember.”

“Semoga Natalmu menyenangkan dan tidak mendapat hadiah celana dalam (kecuali kalau kamu benar-benar butuh!)”

“May your season be merry and your presents underwear-free (unless you really need some!).”

“Bersyukur punya teman sepertimu di Christmas dan sepanjang tahun ini.”

“So grateful to have a friend like you at Christmas and all year long.”

Ucapan Natal untuk Rekan Kerja

Ucapan-ucapan Natal ini cocok untuk rekan kerja dan orang yang kamu kenal secara profesional.

Ucapan Merry Christmas!
Have a glittering Christmas!

“Selamat liburan dan semoga yang terbaik buat Anda tahun depan!”

“Happy Holidays and all the best to you in the year to come!”

“Senang bekerja dengan Anda selama ini. Selamat Natal!”

“It’s a pleasure to work with you and a joy to wish you a merry Christmas!”

“Saat liburan adalah waktu yang tepat untuk mengingatkan betapa saya menghargai kerja sama dengan Anda. Saya harapkan Natal Anda indah dan dipenuhi dengan orang-orang dan kegiatan yang paling berarti.”

“The holidays are a perfect time to remind you how much I appreciate your business. I hope you enjoy a wonderful season filled with the people and traditions that mean the most.”

“Saya sangat menghargai pekerjaan yang Anda lakukan selama ini. Selamat liburan!”

“Holiday time and all the time, I so appreciate the great work you do.”

“Selamat beristirahat selama liburan ini. Anda pantas mendapatkannya!”

“Wishing you some well-deserved downtime over the holidays. You’ve earned it!”

“Selamat Natal untuk tukang cukur andalan saya! Kamu membuat saya terlihat cantik sepanjang tahun.”

“Merry Christmas to my totally talented stylist! Thank you for keeping me looking good all year.”

“Saya berharap tahun depan membawa kesempatan dan kemungkinan baru untuk Anda.”

“Hoping that the new year brings you new opportunities and new possibilities.”

Ucapan Selamat Natal untul Mereka yang Jauh

Ucapan selamat Natal untuk orang-orang yang sedang berada jauh dari kamu, baik keluarga, teman, maupun kekasih.

Selamat Natal untuk teman
Merry Christmas! Missing you even more at this joyful time of year.

“Kangen kamu parah di waktu bahagia ini. Selamat Natal ya!”

“Missing you even more at this joyful time of year.”

“Berharap banget kamu di sini. Selamat Natal!”

“Really, really wish you were here!”

“Kita mungkin tidak bersama di hari Natal ini, tapi kamu selalu ada di hati dan pikiranku. Selalu.”

“We may not be together in person on Christmas morning, but you’ll be in my mind and in my heart. You always are.”

“Natal tidak akan terasa sama tanpa kamu di sini, tapi kami berharap Natalmu indah di sana, nak! Kami kangen.”

“Christmas won’t feel the same without you here, but we wish you a wonderful holiday time with Emma’s family. Miss you already!”

“Sudah terlalu lama sejak terakhir kita ketemu. TERLALU LAMA. Selamat Natal!”

“Just can’t believe it has been so long since we’ve seen each other. TOO long!”

Pemerintah

Mau Batasi KNPB, Cabut Dulu UU No. 9/1998.

Aksi demo damai KNPB dalam rangka peringatan hari HAM sedunia di DPRD Jayawijaya jubi/islami
JAYAPURA,LBR- Juru Bicara KNPB Balim, Hery Kossay menanggapi dingin pernyataan Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Paulus Waterpau, yang mengancam tidak akan beri ruang kepada organisasi itu melakukan berbagai aksi lagi.
Menurut Kossay, sebelumnya juga sudah diberlakukan Maklumat Kapolda, sehingga pernyataan Kapolda Papua itu tidak berpengaruh terhadap perjuangan yang selama ini mereka lakukan, karena KNPB akan tetap bersuara untuk menentukan nasib sendiri bangsa Papua.
Namun bagi Yan Wamu, anggota KNPB dan koordinator aksi 19 Desember di Wamena beranggapan, apabila Kapolda Papua hendak membatasi KNPB, maka Kapolda harus terlebih dahulu mencabut UU No.9/1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

Aksi demo damai KNPB dalam rangka peringatan hari HAM sedunia di DPRD Jayawijaya
“Jika statemen itu benar ditegakkan, maka kami minta cabut dulu undang-undang hak menyampaikan pendapat di muka umum di Republik ini,” tegas Wamu.
Bagi KNPB apa yang mereka dan rakyat lakukan sudah sesuai UU. Pelaksana undang-undang adalah aparat dan pemerintah, selama ada undang-undang mengemukakan pendapat, menurut dia KNPB sah-sah saja melakukan aksi demo.
“KNPB tidak punya ruang gerak di tahun-tahun berikut boleh-boleh saja, tapi cabut dulu undang-undang itu, bila itu masih berlaku dimanapun dan kapanpun kami akan terus mengemukakan pendapat untuk menentukan nasib sendiri, yakni Papua merdeka,” pungkasnya. 
Sumber: tabloidjubi.com
Luar Negeri, Pemerintah, Politik, West Papua

Indonesia Police Arrest Hundreds at West Papua Protests

 
fb_img_1482166022444

JAKARTA, Indonesia — Indonesian police detained several hundred people Monday at protests around the country demanding independence for remote West Papua.

Arrests were made in cities in Sulawesi, Java and Papua but demonstrations went ahead in at least 15 places, said Veronica Koman, a lawyer for independence activist Filep Karma.

Police in the capital Jakarta had warned organizers against protesting but relented and allowed a group of about 50 people to march down a main thoroughfare.

Monday was the 55th anniversary of the official declaration of an Indonesian military campaign to take control of West Papua from the Dutch. The Dutch colonizers of the Indonesian archipelago held onto West Papua when Indonesia became independent after World War II. It became part of Indonesia following a U.N.-supervised referendum in 1969 criticized as a sham for involving only a tiny proportion of the population and Indonesia’s use of strong-arm tactics.

Supporters of West Papuan independence want a second and unfettered referendum. The Indonesian government is determined to hold onto the mineral-rich region and also fears any concessions would energize other separatist movements.

“Melanesian people are our brothers and sisters, not you, you are Asians,” said Anthony Gobai, one of the protesters who addressed the Jakarta rally as dozens of police watched.

Indonesians who joined the protest knelt on their knees and apologized to West Papuans for their government’s rule of a region that is ethnically and culturally distinct from much of Indonesia.

Indonesia maintains a tight grip on West Papua and restricts journalists from reporting there. However the independence movement appears to be increasingly well organized, with different groups now united under an umbrella organization that is seeking membership of an association of Melanesian island states.

More than 5,000 people have been arrested in pro-independence protests since April.

Koman said several people were arrested last week when they applied for demonstration permits.

She said the headquarters of the pro-independence National Committee for West Papua in Jayapura, the capital of Papua province, was vandalized during a police raid on Monday (Admin).

Pemerintah, SEJARAH, West Papua

TRIKORA 19 DESEMBER 1961,AWAL PEMUSNAAN ORANG PAPUA

images (73).jpg

Setelah bangsa Papua dinyatakan merdeka pada 1 desember 1961, berumur 19 hari tepat  pada  19 Desember 1961, Soekarno mengumandangkan TRIKORA di Alun-Alun Utara Yogyakarta dengan tujuan untuk mengagalkan pembentukan negara Papua Barat yang telah dideklarasikan pada 1 Desember 1961. TRIKORA merupakan awal dilakukannya penjajahan dan berujung pada pemusnaan Orang Papua, oleh Militer Indonesia atas negara Papua Barat.images (79).jpg

Realisasi dari isi Trikora ini, maka Soekarno sebagai Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat (Sekarang Papua) mengeluarkan Keputusan Presiden No. 1 Tahun 1962 yang memerintahkan kepada Panglima Komando Mandala, Mayor Jendral Soeharto untuk melakukan operasi militer ke wilayah Papua Barat untuk merebut wilayah itu dari tangan Belanda.
images (75)-1.jpg
Akhirnya dilakukan beberapa gelombang Operasi Militer di Papua Barat dengan satuan militer yang diturunkan untuk operasi lewat udara dalam fase infiltrasi seperti Operasi Banten Kedaton, Operasi Garuda, Operasi Serigala, Operasi Kancil, Operasi Naga, Operasi Rajawali, Operasi Lumbung, Operasi Jatayu. Operasi lewat laut adalah Operasi Show of Rorce, Operasi Cakra, dan Operasi Lumba-lumba. Sedangkan pada fase eksploitasi dilakukan Operasi Jayawijaya dan Operasi Khusus (Opsus).  Melalui operasi ini wilayah Papua Barat diduduki, dan dicurigai banyak orang Papua yang telah dibantai pada waktu itu.
images-76
Hingga kini, Militer (TNI-Polri) merupakan alat negara Indonesia yang paling ampuh untuk menghalau gejolak perlawanan Rakyat Papua yang menghendaki kemerdekaan sepenuhnya dari Indonesia. Berbagai kasus pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) Rakyat Papua terjadi akibat kebrutalan Militer Indonesia.

Tuntutan Rakyat Papua:

1.Pemerintah Indonesia segera angkat kaki dari Papua dan tarik  Militer (TNI/Polri) organik dan non-organik dari seluruh Tanah Papua sebagai syarat damai.

2.Berikan kebebasan dan hak menentukaan nasib sendiri bagi Rakyat Papua sebagai solusi demokratis.

3.Tutup semua perusahaan-perusahaan korporasi seperti PT Freeport, BP, LNG Tangguh dan MNC lainnya yang merupakan dalang kejahatan kemanusiaan di atas Tanah Papua.

fb_img_1479383783901

Kehadiran Militer dan Perusahaan di Tanah Papua membuat banyak pelanggaran Ham mulai dari Trikora, 19 desember 1961,  lanjut Aneksasi 1963, serta Pepera yang dilakukan Manipulatif,  hingga saat ini 19 desember  2016 tidak juga ditanggapi atau ada penyelesaian (Admin).

Pemerintah, Politik, West Papua

Tidak Ada Jalan Lain, Papua Harus Dibuka

18764075_303

Jokowi berjanji akan mengganti pendekatan keamanan dengan pendekatan kesejahteraan. Namun, cita-cita Jokowi ini kelihatan macet di lapangan. Papua tetap “ditutup”. Ikuti ulasan Made Supriatma berikut ini.

Akhir Maret yang lalu Menteri koordinator politik, hukum dan keamanan, Luhut Panjaitan berziarah ke makam tokoh nasional Papua Theys Hiyo Eluay. Menteri Luhut meletakkan karangan bunga di atas makam tokoh yang dibunuh lewat operasi intelijen Kopassus tahun 2001.

Luhut Panjaitan, yang adalah juga bekas perwira Kopassus, bermaksud untuk meraih simpati. Selepas itu, dia akan bertolak ke Papua Nugini dan Fiji. Indonesia memiliki kepentingan terhadap Papua Nugini, Fiji dan negara-negara Melanesia karena dukungan mereka terhadap kemerdekaan Papua.

Selain itu, kunjungan ke makam Theys bisa dilihat sebagai sikap (gesture) yang ditujukan kepada rakyat Papua. Hanya saja, ada yang tidak pas. Beberapa saat sebelum kunjungan Luhut, lambang Bintang Kejora besar di atas makam Theys dihapus dan dicat putih. Bagaikan menyiram bensin, para aktivis kemerdekaan Papua langsung bereaksi keras. Mereka marah dengan penghilangan lambang Bintang Kejora itu. Lambang ini sudah dianggap sebagai identitas politik bangsa Papua.

Di pihak Indonesia, tidak banyak yang menyadari bahwa masalah Papua sudah memasuki tahapan penting. Administrasi pemerintahan presiden Jokowi pernah berjanji akan memperbaiki situasi di Papua. Presiden Joko Widodo berjanji akan mengganti pendekatan keamanan dengan pendekatan kesejahteraan.

default
Para tentara anti huru hara di jayapura,30 November 2000 mengantisipasi peringatan 29 tahun Papua Barat.

Namun, kenyataan berbicara sangat berlainan. Cita-cita presiden jokowi ini kelihatan macet di lapangan. Ada dua hal yang dilihat dari perspektif Papua yang tidak mungkin diselesaikan dengan ‘pendekatan kesejahteraan.’ Keduanya persoalan itu adalah impunitas dan kebebasan serta hak-hak asasi manusia.

 

Impunitas

Rakyat Papua tentu tidak bisa melupakan bagaimana Theys dibunuh. Mereka juga masih ingat ucapan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, saat itu Panglima TNI, ketika Theys dibunuh. Ryamizard memuji prajurit dan perwira Kopassus yang membunuh Theys sebagai “pahlawan NKRI.”

Pelanggar HAM diserahi mendidik generasi penerus TNI

Selain itu mereka menyaksikan bagaimana perwira-perwira yang katanya dihukum dan dipecat dari dinas TNI justru terus mendapat kenaikan pangkat. Bekas Komandan Satgas Tribuana X, Letkol Inf. Hartomo (Akmil 1987), misalnya, sekarang berpangkat Mayor Jendral dan menjadi Gubernur Akademi Militer. Tentu sulit dimengerti bahwa perwira yang pernah terlibat dalam pelanggaran HAM berat diserahi mendidik generasi penerus TNI.

Perwira-perwira lain juga terus menerus mendapat promosi. Kapten Inf. Rionardo (Akmil 1994) sekarang sudah berpangkat Letnan Kolonel dan menjabat sebagai komandan Brigif 1 Pam Ibukota/ Jaya Sakti. Sedangkan Mayor Inf. Donny Hutabarat (Akmil 1990) terakhir diketahui juga berpangkat Letnan Kolonel dan menjadi Assisten Intel di Kodam Bukit Barisan. Kapten Inf. Agus Supriyanto (Akmil 1993) juga sudah menjadi Letnan Kolonel dan menjabat sebagai Komandan Kodim 1607 Sumbawa.

Kebebasan dan HAM

Tidak dapat disangkal bahwa setelah kematian Theys Hiyo Eluay gerakan pembebasan Papua telah mengambil bentuk yang sama sekali lain. Jika sebelumnya, gerakan-gerakan pro-kemerdekaan Papua lebih berorientasi elitis sambil tetap memelihara sayap militer dalam berhadapan dengan pemerintah Indonesia, maka saat ini yang muncul adalah kekuatan organisasi massa.

Kita menyaksikan lahirnya aktivis-aktivis Papua dari generasi yang lebih muda. Mereka lebih berdisiplin, memiliki ikatan ke dalam yang jauh lebih kuat, dan lebih terbuka dalam mengadopsi taktik dan strategi baru dalam gerakan.

Itulah yang direpresentasikan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Organisasi ini bergerak di lapisan kaum muda terdidik Papua terutama mahasiswa dan pelajar. KNPB juga sangat mengerti teknologi. Operasi dan jaringan media sosial KNPB, misalnya, cukup maju sehingga mereka bisa mengorganisasi gerakan dengan cepat.

Tidak pelak lagi, KNPB menjadi organisasi Papua yang paling militan. Gerakan aksi massa KNPB tidak saja dijalankan di Papua namun juga di wilayah-wilayah Indonesia lainnya.

Tampaknya, aparat keamanan Indonesia tidak berdaya dalam mengendalikan KNPB. Jalan pintas diambil oleh aparat keamanan. Kepemimpinan dan anggota KNPB menjadi target pembunuhan oleh aparat-aparat keamanan. Sejak organisasi ini didirikan tahun 2008 hingga 2014 ada 29 anggotanya dibunuh dan puluhan lainnya di penjara. Pada tahun 2012, wakil ketua KNPB, Mako Tabuni dibunuh oleh aparat berpakaian preman.

Tidak ada organisasi di Indonesia yang menjadi korban pembunuhan tepat sasaran (targeted killings)sebesar KNPB. Bahkan organisasi yang dikategorikan sebagai organisasi teroris sekalipun.

Aparat keamanan Indonesia juga melakukan banyak penangkapan terhadap peserta aksi-aksi unjuk rasa yang digelar seakan tidak kenal lelah oleh para aktivis Papua. Pemerintahan presiden Jokowi cukup ‘berprestasi’ dalam melakukan penangkapan ini. Organisasi Papua itu Kita mencatat bahwa ada 653 penangkapan terjadi antara April 2013-Desember 2014 dan 479 penahanan aktivis dari 30 April-1 Juni 2015. Tentu, penangkapan-penangkapan itu juga kerap disertai dengan penahanan sewenang-wenang dan penyiksaan.

Pertarungan Internasional

Saat ini tengah terjadi pertarungan antara Indonesia dan pihak pejuang kemerdekaan Papua di Pasifik Selatan. Pihak Papua diwakili oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Organisasi ini selama beberapa tahun belakangan ini dengan gigih melakukan gerilya diplomatik dalam upaya mendapatkan keanggotaan organisasi Melanesian Spearhead Group (MSG), organisasi regional negara-negara Melanesia.

Saat ini, Indonesia adalah associate member dari MSG. Sementara ULMWP diakui stastusnya sebagai pengamat (observer). Indonesia berusaha menjadi anggota penuh MSG. Namun aktivis pro-kemerdekaan Papua gigih berkampanye menentangnya. Seminggu yang lalu, ribuan demonstran turun ke jalan untuk menolak keanggotaan Indonesia dalam MSG dan menuntut pengakuan ULMWP sebagai anggota penuh.

Jalan diplomatik Indonesia tampaknya tidak akan mulus. Sekalipun diplomat-diplomat Indonesia terkesan meremehkan kekuatan kecil ULMWP. Dalam pertarungan diplomatik ini, Indonesia kembali menghadapi sejarahnya sendiri. Persis inilah yang terjadi ketika Indonesia menghadapi gerilya-gerilya diplomatik Timor Leste.

ULMWP agaknya tidak akan berhenti di Pasifik Selatan. Mereka sudah bergerak ke negara-negara yang menjadi kekuatan internasional dunia. Yang terpenting adalah bahwa mereka mampu membangun basis kekuatan di dalam negeri serta kekuatan-kekuatan masyarakat sipil non negara di tingkat internasional.

Membuka Papua

Kenyataan-kenyataan seperti diatas sangat jarang diketahui oleh publik Indonesia. Sekalipun Indonesia sudah menjadi negara demokrasi namun akses warga negaranya terhadap informasi khususnya yang terkait dengan Papua masih sangat terbatas. Wartawan asing tidak diperbolehkan meliput di papua. Walaupun pemerintahan Jokowi mengatakan sudah mencabut larangan itu, namun di praktiknya, masih sangat sulit perizinannya bagi wartawan asing meliput di sana.

Sementara, wartawan-wartawan Indonesia yang bekerja di sana sebagian besar mendapatkan informasinya justru dari aparat keamanan dan intelijen. Seperti dalam kasus Tolikara, misalnya. Para jurnalis Indonesia hanya meneruskan informasi yang berasal dari pihak kepolisian.

Papua sesungguhnya memiliki wartawan-wartawan lokal yang cukup bagus. Mereka memiliki akses terhadap sumber-sumber berita lokal sehingga lebih mudah melakukan verifikasi berita. Akan tetapi, berita-berita mereka umumnya diterbitkan untuk masyarakat lokal dan sangat jarang dijadikan rujukan media nasional.

Dalam soal Papua, pemerintah Indonesia agaknya tidak hanya ingin menyembunyikan persoalan dari dunia internasional. Pertama-tama, pemerintah Indonesia menutup informasi untuk rakyat Indonesia sendiri. Sebab jika informasi dibiarkan bebas mengalir maka ia akan membuka borok-borok pemerintahan itu sendiri.

Soal Papua seharusnya menjadi perdebatan di kalangan publik Indonesia sendiri. Jika itu tidak terjadi, kita membiarkan satu daerah diperintah secara otoriter sementara wilayah lainnya menikmati kehidupan demokrasi. Konsekuensinya adalah bahwa kita sesungguhnya tidak mengakuinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Penulis:Made Supriatma peneliti dan jurnalis independen. Tulisan dan laporannya sering muncul di majalah online IndoProgress. Fokus penelitiannya adalah politik militer, konflik dan kekerasan etnik, serta politik identitas.