Agama, Pengetahuan Agama

Ayat-ayat Alkitab Hafalan Perjanjian Lama

Yeremia 29
29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;
29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati

 
Mazmur 
37:11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.
Mazmur 
46 :2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Mazmur
50:15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.
Mazmur
56:8. (56-9) Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?

Mazmur
126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Mazmur
126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Mazmur
121:2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
121:3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
Amsal 3
3:7. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
3:8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.
3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.
3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.
3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

 

Ayub 
42:2 Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

 

Amsal 
23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang
Mazmur 37 
37:3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,
37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

37:6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.

Mazmur 91
91:1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
91:2 akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
91:3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
91:4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
91:5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
91:6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
91:7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
91:8 Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.
91:9. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,
91:10 malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;
91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
91:12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.
91:13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.
91:14 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.
Yeremia 17
17:5. Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Yosua 

1:9, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, jangan kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu, menyertai engkau kemanapun engkau pergi”.

Yeremia 
33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.
 

Mazmur 1
1:1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Yesaya 54
54:2 Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!

54:3 Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Bilangan 
23:19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

 

Yesaya 41 
41:10. janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

 

Mazmur 
18:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya
1 Tawarikh
28:9 (b) sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.
 
 
 
Yesaya  40
40:31
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah

 

Bilangan 23:19 Allah tidak seperti manusia yang gampang menyesal dan suka berdusta. Bila Allah berjanji, pasti Ia tepati! Bila Ia berbicara, tentu akan terlaksana!  (BSH)
Amsal 3
3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
3:25 Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.
3:26 Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.

 

Yesaya 55 
55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Mazmur 63
63:3 Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.
63:4 Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.
63:5 Demikianlah aku mau memuji Engkau

63:8 sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
63:9 Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.

Yesaya 57
57:15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.
57:16 Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas
kehidupan.
Advertisements
Pemerintah, Politik, Umum

Pdt Yoman: Biarkan Rakyat Papua Berjuang Dengan Cara Mereka

Pendeta Socratez Sofyan Yoman - Jubi/Doc                                                    Pendeta Socratez Sofyan Yoman – Jubi/Doc

Jayapura, – “Biarkan mereka berjuang dengan cara mereka,” kata Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Pendeta Socratez Sofyan Yoman tentang perjuangan bangsa Papua untuk menentukan nasib sendiri (self determination)

Hal itu diungkapkan, ketika menjadi pembicara dalam Papua Lawyers Club (PLC) dengan topic Pertarungan Indonesia dan ULMWP, Rabu malam (10/8/2016) lalu yang disiarkan langsung oleh salah satu TV swasta di Aston Hotel.

“Itu bukan mereka berjuang di hutan-hutan, bukan di pinggir jalan, berjuang dalam forum-forum resmi. Biarkan mereka berjuang. Mereka tidak membunuh orang, menculik, menangkap orang seperti pemerintah lakukan terhadap rakyat Papua, menculik, menangkap, membunuh dengan stigma separatism,” tegas Pendeta Socratez Sofyan Yoman.

Menurut dia, sebagai pimpinan gereja di tanah Papua sangat prihatin atas umatnya telah menderita cukup lama di atas kekayaannya sendiri. “Saya pemimpin gereja yang bicara. Saya bukan politisi, saya bukan bagian dari pemerintah,” tegasnya .

“Cukup lama umat Tuhan ini menderita, jangan alasan ini dan alasan itu. Otonomi Khusus sudah gagal, itu sudah gagal. Pemerintah Amerika juga bilang gagal, itu berbau politik seketika orang Papua mau merdeka, jangan selalu bilang nilai uang. Orang Papua tidak bisa diukur dengan nilai uang,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan, orang Papua punya uang dan Freeport punya uang. Sorong ada minyak, emas ada di seluruh pelosok Papua, kayu di sini ada banyak, mereka bisa bangun.

“Saya sampaikan selama ini pemerintah selalu bilang bicara dengan siapa. Jangan salah, sekarang sudah ada wadah ULMWP. Pemerintah segera bicara dengan ULMWP. Minta maaf saya ini gereja yang bicara, jadi saya beritahu itu umat Tuhan tidak boleh menderita,” kata Yoman.

Sementara itu, Ketua Umum KNPB Pusat, Victor Yeimo mengungkapkan, MSG lahir karena negara-negara Melanesia ingin mengembalikan Papua Barat ke dalam persaudaraan Ujung Tombak Melanesia.

”Tanpa Papua Barat, Melanesia tidak lengkap,” tegas Victor Yeimo.

Lanjutnya, MSG sejak awal dibentuk untuk membawa misi anti kolonialisme, misi tersebut ternyata tidak dipahami oleh pemerintah Indonesia yang lebih mengutamakan diplomasi ekonomi.

Sebaliknya, kata dia, justru membendung ULMWP dengan membentuk Melanesia Indonesia (Melindo) berdasarkan jumlah penduduk 11 juta orang Melanesia di Indonesia. Padahal, kata dia mengutip pernyataan pemimpin MSG, bahwa tiga provinsi Melindo (NTT, Maluku dan Maluku Utara) termasuk dalam Polynesia. “Jadi Indonesia salah strategi,” katanya. (*)

Kepemimpinan, Motivasi, Pendidikan, Umum

Diskusi lepas Keluarga Besar ‘HIPMAYAL’ dengan Tema “KESADARAN”di Kota Malang Jatim

buletin oleh : Wene Uag Holaluch Wandik

Jawa Timur.Himpunan ikatan Pelajar dan Mahasiswa Yalimo Kota Malang -Surabaya.se Jawa Timur ( MSM-) mengadakan diskusi lepas dengan topik “kesadaran”.

Selain itu pula menindaklanjuti buletin edisi ke-7. Diskusi dilaksanakan pada hari Sabtu, 20/08/16 pukul 20.00 – 22.30 WIB bertempat di KOTA MALANG.
Diskusi dibuka dengan doa oleh Narton Helakombo Diskusi ini terlihat sangat menarik karena setiap anggota yang mengikuti diskusi ini dapat memaparkan ide- ide tentang kesadaran. Mereka terlihat antusias dan proaktif dalam mengikuti diskusi tersebut. Tujuan dilaksanakannya diskusi lepas adalah melatih cara menyampaikan ide dari tiap anggota yang hadir, termasuk melatih keberanian berbicara di depan umum.
Dari kata dasar, sadar berarti merenungkan kembali atau merefleksikan kembali apa yang telah, sedang dan akan terjadi. Merenungkan berarti melihat kembali kemungkinan- kemungkinan yang akan terjadi ke depan, supaya di kemudian hari tidak menyesal.
Pemandu acara, Meawan wandik menjelaskan bahwa “Biasanya banyak orang sadar dan mulai merespon ketika masalah benar- benar terjadi. Ketika masalah itu terjadi, barulah orang mulai sadar lalu menyesal. Penjelasan lain pula dijelaskan oleh Mewan wandik bahwa, “Kesalahan yang terjadi selama ini, orang sadar setelah suatu masalah menimpa padanya.Tetapi sebenarnya, kesadaran itu kita rasakan sebelum terjadi sesuatu hal. Misalnya, sadar akan diri sendiri terutama status kita sebagai pelajar dan mahasiswa yang bersikap dewasa dan bertingkat laku seperti orang dewasa”.

Sementara menurut Jhoni helakombo“Saya sering melalaikan nasehat dan teguran orang lain terutama orang tua. Suatu hal yang menurut saya baik, belum tentu menurut orang lain baik pula. Tetapi saya sadar ketika usia saya bertambah dewasa dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dari suatu masalah”.Anggota lain lagi, ada sala satu siswa pelajar Beny Fikano menuturkan “Tuhan memberikan akal budi yang sehat, maka setiap individu diharuskan untuk sadar. Manusia hidup tanpa kesadaran mesti tidak disenangi oleh orang disekitarnya terutama kedua orang tua”
Selanjutnya Demianus Karoba dengan tegas mengatakan” Tanpa kesadaran, kita tidak bisa dapatkan hal baru.Ketika kita sadar dan renungkan, maka kita dapat hasil.Jika kita sadar dan apa yang kita perbuat itu tanpa sadar diri maka sulit untuk mendapatkan sesuatu. Maka sebelum melangkah dan melakukan segala sesuatu, harus ada kesadaran dalam diri kita”. Hal sejalan pula dijelaskan Mewan wandik bahwa “Kita sebagai makhluk sosial, hal yang pertama kita lakukan adalah ‘sabar’. Dengan dasar kesabaran, kita akan menemukan solusi yang tepat untuk menyikapi masalah hidup dan menemukan arti kata ‘sadar’. Seperti ketika pertikaian terjadi antara kedua belah pihak untuk menyikapi emosional”.
melihat dan memahami secara luas “Kesadaran dihubungkan dengan falsafah hidup manusia , Kita Yali berbeda dengan suku-suku lain, seperti , Dani, dll. Maka orang tua mengajarkan kepada kita itu berpikir dulu.Jaman sekarang, karena budaya yali yang sesungguhnya hilang dan kita juga ikut arus dalam budaya modern, sehingga budaya kita sudah semakin hilang”. Lanjut Marton helakombo , “Sebelum kita keluar, kita harus pahami dulu dengan situasi yang terjadi di daerah kita.Pemerintah daerah saat ini tidak sadar. Contoh, penjualan tanah- tanah yang saat ini banyak terajdi di Wamena . Misalnya pemerintah membuat suatu undang- undang agar tanah/ lahan tidak terjual habis.Dalam hal berkendara pun kita harus hati- hati. Salah satunya adalah menggunakan aksesoris motor dan berkendara dengan hati- hati”

Terakhir, Mewan wandik menyampaikan “Kesadaran itu adalah kesadaran untuk merasa, kemampuan untuk mengenal itu manusia dan juga hewan. Dia bisa merasa di dalam diri dan juga diluar dirinya.Kesadaran itu akan nampak ketika orang itu berpikir, ketika orang itu berpikir setelah kita menaggapi sesuatu.Kesadaran itu juga berkaitan orang lain. Misalnya kesadaran dalam kehidupan bersama di asrama”. Lanjut Jhoni helakombo “Kesadaran berkaitan dengan ingatan kita. Misalnya, asal keluarga, mengingat kembali itu tandanya bahwa kita sadar akan sesuatu.Menjadi pertanyaan: orang itu hidup tapi dia tidak merasakan hidup, misalnya kesadaran makan, minum, dll.Kalau kita tahu bahwa itu membahayakan bagi kita maka kita dapat memperbaikinya.Tingkat kesadaran itu tejadi ketika orang mengenal dalam dirinya”.

Pada pertemuan ini tidak hanya dibahas diskusi kesadaran saja, namun juga menindaklanjuti buletin –Wene Uag Holaluch Wandik-Malang“edisi ini adalah “Proteksi Keamanan Manusia . Tujuannya adalah untuk masalah- masalah yang terdapat pada Pelajar dan Mahasiswa Selain itu, tulisan dalam edisi ini juga memberikan solusi atau jalan keluar dari permasalahan- permasalahan tersebut. Buletin edisi ke-1 ini akan dibahas pada bulan akhir bulan Agustus 2016
Diskusi lepas tentang kesadaran dan pembahasan tindak lanjut dari buletin ini berakhir pada pukul 22.3o WIB. Sebagai doa penutup, oleh Demianus karoba yang juga hamba Tuhan memimpin doa. Penutup..wiwa Nori Maniek.

Editor:Melqy s w

Kepemimpinan, Pemerintah, Politik

WASPADA,! Pembunuhan Orang Papua dengan Motif Tabrak Lari dll Meraja Lela.

Papua.LimbarUp:Belakangan  ini negara penjajah indonesia beserta kaki tanganya kehabisan akal sehatnya dan sedang kepanikkan bagaikan cacing kepanasan dan babi liar yang jalan mencungkil disana sini dengan sembarangan.
Penjaja demi mempertahan Papua barat di dalam Bingkai NKRI, Segala bentuk upaya dilakukan seperti yang kita lihat motif tabrak lari dll belakangan ini demi Kepenting, Kekuasaan Ekonomi, Politik dll.

Berbagai strategi yang sedang ia lancarkan didalam semua aspek kehidupan guna untuk menghabiskan kita Orang Asli Papua dari Tanah Papua dalam waktu jangka Pendek.

Beberapa strategi telah kita ketahui dengan langsung seperti ” Tabrak lari “Meracuni Makanan, Minuman dan Mengangkat OAP yang sedang berjalan sendiri kedalam mobil hingga dibunuh lalu dibuang, Adapula yang menyamar sebagai mas ojek , tukan bakso dan pedagang kaki lima lainnya ” dan masih banyak lagi cara yang sedang digunakan.

Beberapa cara penjajah telah kita ketahui melalui kasih sayang Alam Papua hingga ia memberi penerangan akan hal-hal yang dapat menghabisi kita OAP.

Maka bagi kita yang sedang berjuang murni janganlah pernah memusuhi dan berbuat yang tidak disukai oleh Budayamu , Alammu dan Roh Pribadimu sebab merekalah penjaga dan pelindungmu.

Biarkanlah mereka yang sudah lama bergabung dalam merah putih dan telah menjadi kaki tangan Indomie dan melakukan sesuai keinginan mereka sebab mereka ialah setengah manusia dimata Alam Papua maka Alam akan sendiri mencabut nyawa Mereka.

Mari Bersuara demi Tulang belulang yang telah ‘gugur’ demi Alam PAPUA…!!!

Budaya, Pendidikan, Umum

MACAM-MACAM RAS DI DUNIA

Pengertian RAS

Kata “ras” berasal dari bahasa Prancis-Italia “razza” yang artinya pembedaan variasi penduduk berdasarkan tampilan fisik (bentuk dan warna rambut, warna mata, warna kulit, bentuk mata, dan bentuk tubuh. Umumnya ras dibagi menjadi 3: mongoloid, kaukasian dan negroid.

Selain itu pengertian ras kadangkala mengacu pada pemilikan perangai, pemilikan kualitas perangai/sikap kelompok tertentu, menyatakatan kehadiran penduduk dari geografis tertentu. Bisa juga ras mengacu pada tanda-tanda aktivitas sebuah kelompok yang mempunyai gagasan, ide dan cara berpikir tertentu. Ras juga sering dikaitkan dengan masalah keturunan, keluarga,klan dan hubungan kekeluargaan sebuah kelompok

Tapi secara umum Ras adalah pengelompokan berdasarkan ciri biologis, bukan berdasarkan cirri-ciri sosiokultural. Dengan kata lain, ras berati segolongan penduduk suatu daerah yang mempunyai sifat-sifat keturunan tertentu berbeda dengan penduduk daerah lain.

A.L. Krober membagi ras di dunia menjadi:

  1. Ras Mongoloid (Berkulit Kuning), adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Oseania. Anggota ras Mongoloid biasa disebut “berkulit kuning”, namun ini tidak selalu benar. Misalkan orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai coklat gelap.

Ciri khas utama anggota ras ini ialah rambut berwarna hitam yang lurus, bercak mongol pada saat lahir dan lipatan pada mata yang seringkali disebut mata sipit. Selain itu anggota ras manusia ini seringkali juga lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.Contohnya penduduk asli wilayah Eropa, sebagian Afrika, dan Asia. Mereka bisa dibagi menjadi: Asiatic Mongoloid, Malayan Mongoloid, American Mongoloid.

Ras mongoloid meliputi:

  1. Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah, dan Asia Timur);
  2. Malayan Mongoloid Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia,  Filipina, dan penduduk asli Taiwan);
  3. American Mongoloid (penduduk asli Amerika).

2.Ras Negroid (Berkulit Hitam), adalah ras manusia yang terutama mendiami benua Afrika di sebelah selatan gurun sahara. Keturunan mereka banyak mendiami Amerika Utara, Amerika Selatan dan juga Eropa serta Timur Tengah.

Ciri khas utama anggota ras negroid ini ialah kulit yang berwarna hitam dan rambut keriting. Meski begitu anggota ras Khoisan dan ras Australoid, meski berkulit hitam dan berambut keriting tidaklah termasuk ras manusia ini.

Contohnya yaitu penduduk asli wilayah Afrika dan sebagian Asia. Mereka bisa dibagi menjadi: African Negroid, Negrito, Melanesian

Ras negroid meliputi:

  1. African Negroid (Benua Afrika);
  2. Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Malaya yang dikenal orang Semang, Filipina);
  3. Melanesian (Irian dan Melanesia).
  1. Ras Kaukasoid (Kulit Putih), adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan, dan India Utara. Keturunan mereka juga menetap di Australia, Amerika Utara, sebagian dari Amerika Selatan, Afrika Selatan dan Selandia Baru.

Anggota ras Kaukasoid biasa disebut “berkulit putih”, namun ini tidak selalu benar. Oleh beberapa pakar misalkan orang Ethiopia dan orang Somalia dianggap termasuk ras Kaukasoid, meski mereka berambut keriting dan berkulit hitam, mirip dengan anggota ras Negroid. Namun mereka tengkoraknya lebih mirip tengkorak anggota ras Kaukasoid.

Contohnya yaitu penduduk asli wilayah Eropa, sebagian Afrika, dan Asia. Mereka bisa dibagi menjadi: Nordic,Alpine, Mediteranian, Indic.

 

Ras Kaukasoid meliputi:

  1. Nordic (Eropa Utara, sekitar Laut Baltik);
  2. Alpine (Eropa Tengah dan Eropa Timur);
  3. Mediteranian (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, dan Iran);
  4. Indic (Pakistan, India, Bangladesh, dan Sri Lanka)
  1. Ras-ras khusus, yaitu ras yang tidak dapat diklasifikasikan dalam keempat ras pokok, antara lain:
  2. a) Bushman  (Penduduk di daerah Gurun Kalahari, Afrika Selatan);
  3. b) Veddoid (Penduduk di daerah pedalaman Sri Lanka );
  4. c) Polynesian (Kepulauan Mikronesia dan Polynesia); serta
  1. d) Ainu (Penduduk di daerah Pulau Karafuto dan Hokkaido, Jepang).
Pemerintah, Politik

PARTAI MASSA BURUH DAN PARTAI REVOLUSIONER – BELAJAR DARI PENGALAMAN KAUM BURUH AUSTRALIA

Partai Massa Buruh dan Partai Revolusioner – Belajar dari Pengalaman Kaum Buruh Australia

Dalam waktu dua hingga tiga tahun belakangan ini gerakan buruh mengalami perkembangan. Hak-hak normatif yang walau sudah diatur di dalam berbagai produk hukum faktanya sulit sekali diberikan kepada kaum buruh. Jalur-jalur yang tertuang dalam berbagai peraturan hukum untuk memenuhi hak normatif nyatanya seperti perundingan, mediasi, pengaduan ke dinas tenaga kerja ataupun PHI tidak pernah memberikan kemenangan sejati kepada kaum buruh. Karena esensi hak normatif adalah kewajiban bagi pemilik modal untuk memenhinya bukan untuk dinegosiasikan. Gerakan buruh belajar dari pengalaman buruk tersebut dan mengembangkan metode geruduk pabrik, blokade jalur distribusi, dan melumpuhkan kawasan industri. Faktanya metode tersebut efektif dalam memenuhi hak-hak normatif, puluhan ribu buruh yang status kerjanya dilanggar (kontrak dan outsourcing) diangkat menjadi pekerja tetap. Semakin metode tersebut berhasil menghentikan proses perputaran modal maka semakin besar kemungkinan keberhasilan dipenuhinya tuntutan kaum buruh.

 

Perkembangan gerakan buruh juga telah membuka kemungkinan-kemungkinan kemajuan lainnya, yaitu perjuangan politik mulai membesar diantara gerakan buruh. Dahulu sudah pernah kita dengar bahwa ada upaya membangun suatu partai buruh untuk masuk ke dalam Pemilihan Umum. Selain itu sudah cukup sering kita dengar menjelang pemilihan umum muncul berbagai kontrak politik yang dilakukan oleh partai politik dengan serikat-serikat buruh. Mayoritas cara tersebut minim sekali melibatkan anggota serikat buruh atau kaum buruh itu sendiri. Melainkan hanya merupakan kesepakatan antara elit-elit serikat buruh dengan elit-elit politik.

 

Namun perkembangan perjuangan politik yang sekarang dilakukan oleh gerakan buruh jauh berbeda. Perbedaan tersebut karena kemunculannya adalah akibat dari perkembangan radikalisasi gerakan buruh. Hal tersebut mengakibatkan bahwa dorongan buruh melancarkan perjuangan politik sekarang memiliki basis massa dan kesadaran yang berkembang. Perjuangan politik tersebut saat ini termanifestasikan juga pada upaya intervensi gerakan buruh terhadap Pemilihan Umum 2014 dengan menitipkan anggota-anggota serikat buruh sebagai calon legislatif. Juga muncul pandangan-pandangan mengenai kemungkinan dibangunnya suatu partai sendiri oleh kaum buruh. Bangkitnya kekuatan kaum buruh menandakan munculnya kekuatan alternatif di luar berbagai macam spektrum kekuatan borjuis dan militer yang telah mendominasi Indonesia selama berpuluh-puluh tahun.

 

Menjelang Pemilihan Umum 2014 ini bergema slogan diantara kalangan Kiri, yaitu: “Bangun Partai Politik Alternatif”. Namun apa maksud dari Partai Politik Alternatif tersebut? Siapa yang menjadi unsur pembentuknya? Lalu apakah Partai tersebut Partai Revolusioner ataukah Partai Massa Buruh? Jika berbeda lalu bagaimana hubungan antara keduanya? Bagaimana prospek partai tersebut ke depannya? Itu adalah beberapa pertanyaan yang dijawab dalam diskusi ini. Menjawabnya dengan melihat pengalaman dari gerakan buruh di negara tetangga kita, Australia. Gerakan buruh yang sudah memiliki pengalaman perjuangan selama 100 tahun lebih.[1]

 

Berikut merupakan notula/catatan mengenai jalannya diskusi bertema “Partai Massa Buruh dan Partai Revolusioner: Belajar dari Pengalaman Kaum Buruh Australia”. Diskusi menghadirkan narasumber Kawan Julian dari Socialist Alternative, Australia. Julian adalah seorang aktivis sosialis kelahiran Amerika Serikat (AS) sekaligus sejarawan dan penulis serta salah satu pendiri International Socialist Tendency di Australia. Dia berkuliah di UC Berkeley pada tahun 1966 dan bergabung dengan International Socialists serta terlibat dalam Gerakan Kebebasan Berpendapat dua tahun sebelumnya. Kawan Julian juga pernah melakukan peliputan langsung mengenai revolusi 1974-1975 di Portugal, Revolusi Sandinista di Nikaragua, gerakan rakyat di Filipina pasca jatuhnya Ferdinand Marcos, Uni Soviet di bawah rezim Mikhail Gorbachev, serta pergolakan sosial melawan Soeharto di Indonesia. Diskusi ini diselenggarakan atas kerjasama Penerbit Buku Bintang Nusantara, Konggres Politik Organisasi Perjuangan Rakyat Pekerja (KPO-PRP), dan Partai Pembebasan Rakyat (PPR).

Julian dalam suatu pertemuan publik

 

Ignatius Mahendra (Moderator):Hidup buruh! Malam ini kita diskusi “Partai Massa Buruh dan Partai Revolusioner – Belajar dari Pengalaman Kaum Buruh Australia” Seperti kawan-kawan ketahui gerakan buruh berkembang cukup lumayan. Ada mogok nasional di dua tahun ini. Ada kemenangan di negosiasi-negosiasi.

 

Ignatius Mahendra: Kita dengar ungkapan buruh go politik. Manifestasinya beberapa serikat buruh menetipkan anggota-anggotanya jadi Caleg. Ada pembicaraan buruh perlu punya partai buruh sendiri. Pembicaraan ini terhenti karena posisinya berbeda. Beberapa SB dukung Jokowi sementara KSPI dipimpin Said Iqbal dukung Prabowo. Kita akan bahas secara spesifik tentang apa itu partai buruh dan apa itu partai revolusioner dengan belajar dari pengalaman kaum buruh di Australia. Saat ini telah hadir di tengah kita, Kawan Julian dari Australia, seorang aktivis buruh sekaligus seorang sosialis yang juga salah satu pimpinan Socialist Alternative (SA).

 

Julian: Mungkin ada baiknya saya jelaskan bahwa saya bukan pimpinan SA walaupun dulu iya. Tahun 1891 Partai Buruh Australia berdiri. Lebih awal daripada Partai Buruh di Inggris. Memang terdengar mengesankan. Partai Buruh punya peranan khusus dan arti khusus dalam merangkul buruh Australia. Tapi Partai Buruh sama seperti partai lainnya. Bisa kita temukan di beberapa tempat. Situasi ekonomi di Aussie pada 1890an, sebelum partai buruh berdiri adalah situasi ekonomi sangat kuat. Kaum buruh merasa bisa memperjuangkan nasib mereka dalam sistem kapitalis. Bersama partai yang ada, yaitu partai buruh. Tapi kaum buruh tidak tertarik dengan langkah revolusioner. Terjadi krisis 1890 dimana terjadi krisis luar biasa. Kaum buruh melihat tidak mungkin mengembangkan solusi dalam sistem kapitalis yang ada. Dengan atau tanpa partai buruh, tidak ada cara untuk maju dalam situasi seperti itu. Perjuangan tidak bisa capai banyak. Jadi mereka beralih. Keberadan Partai Buruh membawa gagasan “Apa yang diperlukan adalah sebuah partai yang menempatkan individu dalam parlemen untuk memperbaiki situasi tanpa kaum buruh perlu berbuat apa-apa.” Jadi situasi ekonomi secara obyektif pengaruhi partai buruh dengan akibat bahwa partai buruh, meskipun berbasis massa buruh, namun cenderung bersikap menghalangi gerakan buruh dan perjuangan kelas buruh dari bawah.

 

Hal lainnya yang menarik untuk diangkat adalah partai buruh tidak sendirian dalam gerakannya untuk meraih kekuasaan. Partai Buruh Australia memiliki dua aliansi. Pertama, aliansi Partai Buruh Australia dengan kaum petani (farmers). Sebagian besar petani tidak sepenuhnya bekerja di ladang sepanjang tahun. Ada periode dimana selama enam bulan petani cari pekerjaan lain, misalnya mencukur bulu domba atau pekerjaan-pekerjaan lainnya. Jadi petani juga setengah buruh. Nah, selama periode ini mereka ikut Partai Buruh Australia. Bahkan di utara, para petani ini ikut Partai Buruh Australia melakukan touring kelilingi Queensland. Kedua, di Victoria, belahan selatan Australia, ada aliansi antara Partai Buruh Australia dengan pemilik pabrik (khususnya para pemilik pabrik kecil). Para pemilik pabrik ini takut terhadap persaingan internasional sehingga mereka mencari persekutuan dengan Partai Buruh Australia. Partai Buruh Australia menjanjikan kepada mereka untuk melindungi para pemilik pabrik demikian dengan mengambil alih admnistrasi negara. Inilah dua jenis aliansi yang dimiliki Partai Buruh Australia namun aliansi-aliansi ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan perjuangan revolusioner.

 

Sejarah Partai Buruh Australia sangatlah panjang. Umurnya sangat tua, bahkan seratus tahun lebih. Jadi apa yang disumbangkan Partai Buruh Australia? Tiga hal. Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan menghalangi perang kelas sekeras-kerasnya. Mari kita bahas satu persatu. Menjelang Perang Dunia I terdapat krisis politik luar biasa di Australia. Saat itu Partai Buruh Australia yang menguasai pemerintahan. Andrew Fisher, perdana menteri Australia berjanji akan mendukung Inggris dalam Perang Dunia I sampai keping dolar terakhir. Fisher dan Partai Buruhnya berusaha terapkan wajib militer namun berkali-kali referendum, gagal total. Buruh-buruh di Australia tidak mau ikut perang. Fisher sang perdana menteri dan para pendukungnya bahkan sampai ditendang keluar dari Partai Buruh Australia.

 

Kemudian Perang Dunia II. Sekali lagi Australia berada di bawah rezim pemerintahan Partai Buruh Australia (tepatnya sejak 1941). Saat rakyat Australia bertanya mengapa Australia harus ikut berperang dalam PD II, Partai Buruh Australia menjawab “untuk memperjuangkan demokrasi dan kebebasan atau kemerdekaan.” Namun ini tidak benar sama sekali. Sama seperti PD I, PD II adalah Perang Imperialis. Selain itu mereka juga menyebarkan propaganda bohong bahwasanya Jepang hendak menginvasi Australia. Ini tidak benar sama sekali.

 

Contoh lainnya, saat Partai Buruh Australia berkuasa pasca perang, khususnya dalam bentuk rezim pemerintah dibawah Perdana Menteri Gough Whitlam tahun 1972. Tahun yang sama saya tiba di Australia. Memang saat itu rezim Whitlam menjalankan berbagai reforma-reforma yang menguntungkan kelas buruh dan rakyat Australia. Misalkan upah setara untuk perempuan, asuransi medis, dan lainnya. Namun patut digarisbawahi bahwa ini tidak terjadi atas kebaikan Whitlam dan Partai Buruh Australia begitu saja. Sebaliknya ini terjadi disebabkan gerakan buruh Australia itu sendiri yang mendesakkan tuntutan-tuntutannya jauh bertahun-tahun sebelumnya. Upah setara, misalnya, sudah dituntut dan diperjuangkan sejak tahun 1960. Namun dengan seenaknya Whitlam mengklaimnya sebagai prestasinya. Bahkan saat Whitlam didepak dari kursi kekuasaannya oleh para kapitalis pada tahun 1975, ia dan para pendukungnya berusaha menggambarkan dirinya sebagai seorang revolusioner. Apa yang terjadi sebenarnya adalah selama itu ia berusaha berbaik-baik dengan kelas penguasa di Australia di satu sisi sementara di sisi lain Whitlam menghalang-halangi sekeras mungkin agar gerakan buruh di Australia tidak bisa melancarkan perjuangan serius melawan para kapitalis.

 

Nah, sekarang kita akan masuk pada poin dan pertanyaan yang paling sulit. Apakah relevan untuk membangun partai buruh massa di Indonesia seperti Partai Buruh Australia? Ini pertanyaan yang sangat sulit dan sangat kompleks. Kita bisa berdebat dan sangat berbeda pandangan terkait hal ini namun sebagai kaum revolusioner, satu hal yang pasti adalah, kita melancarkan perjuangan dengan cara memobilisasi massa buruh untuk berjuang menuntut hak-haknya dengan kekuatan mereka sendiri. Itulah yang paling penting. Kalau diantara kalian ada yang berpandangan bahwa hal yang paling penting untuk dilakukan kaum revolusioner adalah memilih anggota legislatif dari buruh atau menempatkan buruh sebagai kepala negara atau kepala pemerintahan, baik itu presiden maupun perdana menteri, maka silakan angkat tangan. Karena kita akan sangat berseberangan pandangan. Sebagai kaum revolusioner, kita memprioritaskan gerakan buruh berupa radikalisasi dan mobilisasi massa buruh dari bawah. Sementara berkebalikan sepenuhnya dengan hal itu, tradisi Partai Buruh Australia adalah administrasi dan legislasi dari atas agar buruh tidak perlu bergerak dan berjuang di bawah.

 

Sekarang pertanyaannya adalah apakah dari sana kita bisa menarik perbandingan dengan pengalaman dan kondisi yang ada di Indonesia? Sayangnya tidak. Jembatan yang lebih penting justru datang bukan dari pengalaman Partai Buruh Australia melainkan dari pengalaman membangun Partai Komunis Australia. Inilah yang paling penting karena organisasi ini datang dari tradisi revolusioner bahkan sejarahnya bisa ditarik sejak gerakan sosial demokrasi. Secara historis, terjadi perpecahan-perpecahan dalam gerakan sosial demokrasi antara sayap yang lebih revolusioner seperti Lenin dan Trotsky dengan kaum Sosdem yang telah banyak berkhianat dengan berkapitulasi kepada borjuasi dan mendukung perang-perang Imperialis. Dari perpecahan inilah, sayap-sayap revolusioner kemudian membentuk partai-partai komunis dimana-mana, termasuk Partai Komunis Australia. Namun patut kita garisbawahi disini bahwa kita sebagai kaum revolusioner tidak dalam posisi membuat split atau perpecahan dimana-mana. Apa yang kita harus lakukan adalah mendekati kaum buruh, mengajak mereka berdialog, meyakinkan mereka akan gagasan dan pandangan kita, serta berjuang bersama mereka.

Delegasi aktivis Buruh dan Partai Komunis Australia dalam Kongres I SOBSI

 

Khusus di Indonesia kita menghadapi perbedaan yang sangat besar bila hendak memperbandingkan dengan kasus di Australia. Partai Buruh di Australia yang sudah ratusan tahun umurnya sudah bangkrut, terpisah dari basis massa buruhnya, bahkan kehilangan dukungan dari buruh, dan sangat terdegenerasi. Sementara di Indonesia, kita menyaksikan justru sedang bertumbuhnya militansi kelas buruh. Memang kalau kita berkaca pada sejarah, terdapat berbagai kelompok revolusioner yang bekerja di dalam partai buruh massa, termasuk Trotsky dan para pendukungnya. Ini banyak kita temui pada orang-orang seperti Ernest Mandel dan sejawatnya sepanjang dekade 1940an dan dekade 1950an. Namun saya melihatnya tidak efektif sama sekali. Tidak ada sumbangsih yang bisa diberikan darinya. Justru pade dekade 1950an malah gerakan mahasiswa yang bangkit dan menyuarakan kritik-kritik keras dan memperjuangkan tuntutan-tuntutan penting. Saya tidak punya jawaban pasti apakah taktik ini akan berbeda bila dipakai di Indonesia, khususnya karena kita sedang menyaksikan tengah bangkitnya perjuangan kelas buruh di Indonesia. Tentu kita juga harus mengembangkan strategi dan taktik berdasarkan situasi dan kondisi obyektif saat ini di Indonesia. Namun berdasarkan insting dan pengalaman saya selama ini, saya merasa jauh lebih baik dan lebih segar saat bekerja di luar struktur yang konservatif, termasuk di luar Partai Buruh Australia.

 

Mahendra: Baiklah, kini kita memasuki sesi diskusi atau tanya jawab. Silakan bagi kawan-kawan yang ada disini untuk menyampaikan pertanyaan atau pendapatnya masing-masing.

 

Peserta 1: Tadi kita sudah dengar perjalanan Partai Buruh di Australia namun sebenarnya bagaimana proses terbangunnya serta bagaimana komposisi gerakan disana? Sementara kalau menurutku secara pribadi, kalau lihat, situasi gerakan di buruh Indonesia bisa berkembang lebih baik pasca 98. Muncul banyak serikat buruh dan serikat pekerja, buruh bisa berorganisasi secara bebas, tidak seperti di rezim Orde Baru. Kupikir bisa dibangun partai buruh massa berdasarkan kekuatan dari buruh itu sendiri.

 

Julian: Kalau kita bicara konteks Indonesia, saya perkirakan ke depannya akan semakin banyak bermunculan formasi politik massa. Tentu saja jelas menunjukkan kemungkinan besar mengarah ke pembentukan partai buruh massa. Tapi kita juga harus realistis bahwasanya partai buruh massa yang akan terbentuk ini adalah suatu partai reformis. Suatu partai buruh yang hanya akan memperjuangkan perbaikan-perbaikan dalam sistem kapitalisme itu sendiri. Bukan untuk memimpin kelas buruh di Indonesia menggulingkan sistem kapitalisme. Selama sepuluh hingga lima belas tahun ke depan kita akan menyaksikan dan menghadapi arus politik yang datang dari buruh dan mengarah ke formasi atau pembentukan Partai Buruh, baik itu arus politik reformis maupun arus politik revolusioner. Ya, tentu saja akan ada buruh-buruh yang mengarah ke politik revolusioner tapi harus kita akui bahwa itu jauh lebih sulit terjadi dibandingkan dengan buruh yang bergerak ke gagasan-gagasan reformis. Namun pekerjaan memenangkan buruh-buruh ke gagasan-gagasan, teori, dan politik revolusioner tetap merupakan pekerjaan penting yang harus kita lakukan. Bahkan butuh berlipat-lipat jumlah dari para peserta yang hadir dalam diskusi ini untuk memperjuangkan hal itu lewat usaha yang gigih dan telaten melalui propaganda-propaganda dan forum-forum diskusi publik. Kita juga harus siap bahwasanya dalam kegiatan propaganda-propaganda dan forum-forum diskusi publik kita akan banyak menghabiskan waktu dan tenaga berdiskusi dan berdebat dengan para buruh, meyakinkan mereka, dan berulang kali berkata, “Jangan bertindak konyol dengan berharap pada partai buruh massa yang reformis itu.”

 

Sedangkan untuk pertanyaan soal kondisi di Australia, saya bisa jawab bahwa saat ini tidak ada organisasi yang bisa disebut partai buruh massa revolusioner. Partai Buruh Australia adalah partai buruh yang reformis.

 

Peserta 2: Ini mudah-mudahan saya tidak salah tangkap. Namun saya pikir apa yang kau sampaikan adalah setelah ratusan tahun berlalu, terus naiknya politik buruh, mulai dari pembentukan Partai Buruh Australia, sampai jadi Perdana Menteri Australia, justru tidak ada manfaat berarti bagi kaum buruh disana?

 

Julian: Benar. Selain itu apa yang terjadi bukanlah proses naik terus secara stabil. Melainkan suatu proses naik turun. Namun selain itu baru-baru ini kelas buruh Australia juga menderita kekalahan besar dalam perjuangan kelas. Jadi kita butuh suatu partai buruh yang revolusioner. Karena selama ini Partai Buruh Australia tidak mampu jawab permasalahan kaum buruh Australia. Memang sudah kenyataan yang tidak bisa dibantah bahwasanya kelas buruh tidak bisa ikut sistem kapitalisme.

 

Peserta 3: Kalau begitu apakah saat ini di Australia ada Partai buruh Revolusioner dan sejauh apa kiprahnya dalam gerakan buruh?

 

Julian: Tidak ada sama sekali. Memang ada organisasi-organisasi atau kelompok-kelompok revolusioner tapi mereka terlalu kecil untuk bisa disebut partai. Kita harus pahami bahwa suatu partai itu merupakan organisasi politik berskala besar seperti Partai Buruh Australia (ALP) dan Partai Nasional Liberal (LNP). Kalau kita bicara suatu partai buruh revolusioner maka itu seharusnya merupakan organisasi politik besar yang punya pengaruh-pengaruh besar dalam serikat-serikat buruh bahkan mampu memimpin perjuangan-perjuangan buruh serta mampu menyajikan alternatif di luar sistem yang ada. Partai seperti itu sudah bertahun-tahun tidak ada di Australia. Memang dulu ada Partai Komunis Australia tapi sekarang sudah hilang. Jadi sekali lagi memang ada kelompok-kelompok revolusioner tapi masih kecil.

 

Peserta 4: Dalam Pemilu 2009, 2004, dan 1999, sempat ada beberapa partai buruh. Misalnya Partai Buruh-nya SBSI (dengan berbagai nama Partai Buruh Nasional hingga Partai Buruh Sosial Demokrat), Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia (PPPI), yang semuanya diisi oleh orang-orang reformis. Semuanya ikut Pemilu tapi kalah dan memang tidak signifikan perolehan suaranya. Sedangkan di sisi lain juga ada partai dengan politik kiri seperti Partai Rakyat Demokratik (PRD), Partai Pembebasan Rakyat (PPR), hingga Partai Rakyat Pekerja (PRP), yang juga masih kecil dan minoritas selama bertahun-tahun. Mungkinkah kurang menyebarnya gagasan-gagasan kiri revolusioner serta kurang membesarnya organisasi-organisasi politik ini disebabkan oleh larangan-larangan terhadap Marxisme dan Leninisme? Sementara kalau dibandingkan dengan di Australia, kan, tidak ada larangan demikian sama sekali. Diskusi soal ideologi juga lebih terbuka.

 

Julian: Memang itu fakta, ya. Namun ada fakta lain yang lebih penting, yaitu bukan larangannya melainkan trauma atau ketakutan yang diakibatkan larangan. Jadi masalahnya bukan pada kata-kata itu sendiri melainkan asosiasi yang ditimbulkannya. Selain itu juga ada faktor lain. Faktor lain itu apa? Seringkali aktivis-aktivis merasa heran, di tengah penindasan dan penghisapan sedemikian bengisnya mengapa massa tidak marah? Kita lihat kehidupan sehari-hari massa buruh berjalan di atas roda industri, disiplin dalam pabrik, sistem sosial yang tidak manusiawi ini membebani pundak kelas buruh begitu luar biasa berat. Namun kita lihat sendiri jumlah buruh yang kemudian masuk serikat buruh juga masih minoritas. Banyak aktivis yang kemudian berpikir mengapa buruh bisa begitu pasif? Mengapa kaum buruh tidak marah? Ini pertanyaan penting yang jawabannya kurang lebih karena buruh bekerja sepanjang hari, terbawa disiplin pabrik, sehingga sistem sosial kapitalisme begitu kuat menghegemoni mereka. Memang harus kita sadari bahwa di masa-masa yang tidak revolusioner, jumlah buruh yang maju kesadarannya dan melibatkan diri dalam serikat maupun kelompok politik revolusioner hanyalah minoritas. Namun mereka ini yang justru harus kita jaga dan rawat sebaik mungkin.

 

Peserta 5: Saya buta peta politik di Australia tapi ada satu dua catatan yang saya buat mengenai Socialist Alternative. Karena tema diskusi malam ini tentang Partai Buruh massa dan Partai Revolusioner saya teringat kembali mengenai Partai Bolshevik. Lenin dan kawan-kawannya, pada suatu masa, pernah terlibat dalam perdebatan sengit mengenai bagaimana cara membangun partai. Lenin menyatakan harus membangun partai ketat dengan tradisi revolusioner termasuk soal iuran. Dalam perdebatan dan polemiknya melawan Martov, Lenin menyatakan bahwa anggota partai adalah mereka yang setuju dan paham mengenai program partai serta mendedikasikan diri untuk memperjuangkannya. Sementara itu Martov dan para pendukungnya lebih menghendaki keanggotaan partai dibuka seluas mungkin dan kriteria anggota adalah mereka yang mendaftar serta membayar iuran anggota.

 

Formulasi Lenin dan kawan-kawan Bolsheviknya terbukti benar. Menjelang revolusi partai Bolshevik punya keanggotaan 8.000 orang. Momen saat itu, 8.000 anggota merupakan anggota yang sudah dididik secara teoretis dan digembleng dengan disiplin partai sehingga mampu membawa gelombang revolusioner agar tidak menyerahkan kekuasaan pada borjuasi melainkan memimpin buruh merebut kekuasaan ke tangan mereka sendiri.

 

Dalam pandangan saya, dan kawan-kawan Militan lainnya, Partai Revolusioner yang bisa kita bangun adalah partai dengan tradisi Bolshevik. Partai dengan ide, gagasan, tradisi, serta aparatus yang terdidik secara teoretis dan tergembleng disiplin partai. Saya kurang tahu apa Socialist Alternative menyebut dirinya sebagai organisasi atau partai kader. Apa yang mau saya tanyakan adalah, dengan melihat tradisi Bolshevik, dimana anggotanya yang berjumlah 8.000 orang bisa memimpin kelas buruh merebut kekuasaan, bagaimana pandangan Socialist Alternative terhadap Bolshevisme? Bagaimana peran Socialist Alternative di Australia? Apakah Socialist Alternative sama seperti Bolshevik? Selain itu bagaimana juga sikap Socialist Alternative terhadap jalur parlementer?

 

Julian: Kami tidak menentang perjuangan parlementer. Lenin dan Partai Bolsheviknya sendiri juga pernah menempuh perjuangan parlementer. Bahkan kandidat dari Partai Bolshevik ada yang terpilih duduk dalam Parlementer atau Duma di Rusia. Namun satu hal yang pokok adalah perjuangan harus berdasarkan mobilisasi massa. Socialist Alternative mendasarkan diri pada tradisi Bolshevik. Namun tentu saja ada perbedaan-perbedaan pandangan. Memang Socialist Alternative adalah organisasi kader yang menanamkan teori-teori, wacana-wacana, gagasan-gagasan revolusioner ke anggota sampai menancap kuat, menjalankan tradisi revolusioner soal iuran, menulis dan menerbitkan koran dwi mingguan Red Flag (Bendera Merah), dan sebagainya. Namun kami juga merekrut banyak anggota. Sementara itu di sisi lain ada juga organisasi di Australia yang sampai kelewatan dalam mengikuti formulasi Lenin bahkan hingga sampai jadi karikatur.

 

Peserta 5: Saya masih punya pertanyaan-pertanyaan lain khususnya mengenai pertentangan dengan Sosial Demokrasi (Sosdem) dan gagasan-gagasan Kolaborasi Kelas. Partai Bolshevik sendiri menekankan ketatnya organisasi berhubungan dengan kuatnya gagasan-gagasan perjuangan kelas. Termasuk menekankan harus percaya pada kelas buruh serta kelas buruh yang harus pegang dominasi di Uni Soviet. Nah, dalam hubungan antara partai buruh massa dan partai revolusioner, saya dan kawan-kawan di Militan, berpikir bahwa orang-orang dari Partai Revolusioner harus bekerja di ormas-ormas buruh, di serikat-serikat buruh, untuk memenangkan gagasan serta merekrut satu atau dua orang ke dalam garis dan perspektif revolusioner sembari menekankan untuk tetap menjunjung tinggi perjuangan kelas. Jangan menempuh kolaborasi kelas.

 

Soal parlementer, apa yang kami pahami adalah, taktik parlementer maupun ekstra parlementer tidak jadi masalah, asalkan dilakukan dengan orientasi demi meraih telinga massa buruh. Apakah Socialist Alternative punya pandangan yang sama? Bagaimana kerja-kerja politik Socialist Alternative yang konkret? Selain itu bagaimana posisi yang akan diambil Socialist Alternative seandainya berada dalam situasi yang 100% sama dengan Partai Bolshevik?

 

Julian: Pertama-tama harus kita sadari bahwanya parlementer adalah medan perang sama dengan pabrik-pabrik dan jalanan. Medan perang perjuangan kelas ada di mana-mana dan suatu organisasi revolusioner harus siap bertarung dimanapun. Apa yang harus kita pahami adalah perjuangan parlementer itu sifatnya sekunder. Kalau kita punya kesempatan maka tentu kita gunakan. Organisasi revolusioner tentu wajib punya program politik yang setiap waktu kita propagandakan ke massa buruh. Tentu ada suatu titik dimana buruh akan berkata, “Kalian punya program politik dan selama ini berjuang tapi mengapa kalian cuma berjuang di pabrik-pabrik dan di jalanan saja? Mengapa tidak berjuang dalam parlemen?”. Dalam situasi demikian kita menghadapi dorongan dari massa buruh yang masih belum mengerti keterbatasan parlemen. Bagaimana kita menyikapinya? Kita menyikapinya dengan merespon, “Baiklah kalau kelas buruh ingin kita masuk parlemen, kita akan masuk parlemen, tapi kita akan melakukannya bukan dengan ilusi bahwa parlemen akan menjawab persoalan buruh. Kita akan masuk parlemen justru untuk memblejeti kapitalisme, untuk menunjukkan batas-batas parlemen, untuk mengeskpos bahwa demokrasi borjuis tetaplah merupakan kediktatoran kelas borjuasi dengan berlandaskan monopoli terhadap alat-alat produksi serta penindasan dan penghisapan terhadap kelas buruh.

 

Penanya 6: Tadi Bung Julian sebutkan saat ini tidak ada partai kiri di Australia karena tidak ada yang skalanya bisa disebut sebagai partai. Lantas adakah organisasi-organisasi atau kelompok kiri revolusioner di Australia? Kalau ya, apa saja?

 

Julian: Pertama, ada Socialist Alternative, organisasi dimana saya tergabung di dalamnya. Jumlah anggotanya sebanyak 300an orang. Kedua, ada Socialist Alliance dengan jumlah anggota sedikit dibawah Socialist Alternative. Ketiga, ada Socialist Party yang merupakan anggota Committee for Workers International (CWI). Keempat, ada Freedom Socialist Party. Kelima, ada Socialist Equality Party dengan jumlah anggota kecil sekali. Selain itu ada beberapa kelompok anarkis tapi tidak ada yang berarti.

 

Penanya 7: Jujur saya masih bingung dengan gerakan buruh di Australia. Apalagi kalau mendengar dari penjelasan yang tadi disampaikan, jadi sebenarnya keberadaan Partai Buruh Australia malah merugikan buruh itu sendiri. Padahal soal pendidikan juga lebih baik disana, gerakan masyarakat sipilnya kuat, tidak ada larangan atau trauma komunisme. Lantas mengapa belum ada gerakan buruh atau partai revolusioner yang besar? Apakah ada isu yang lebih besar daripada isu buruh? Apa sebenarnya hambatan perjuangan kelas buruh di Australia?

 

Julian: Ini pertanyaan yang bagus sekaligus pertanyaan sulit. Kelas buruh sudah berjuang selama seabad lebih di Australia. Tentu saja ada capaian-capaian kecil yang diperoleh, baik itu berupa tunjangan, hak-hak normatif, maupun reforma-reforma lainnya. Termasuk yang dibuahkan oleh kebijakan Partai Buruh namun sekali lagi Partai Buruh Australia tidak tertarik untuk benar-benar memimpin perjuangan kelas sampai kepada kemenangan. Apa yang dilakukan Partai Buruh Australia justru menjadi manajer dari kapitalisme itu sendiri. Selain itu selama 12 tahun terakhir, kelas buruh Australia menderita kekalahan demi kekalahan secara berturut-turut. Tentu ini juga berakibat semakit kuatnya dominasi hubungan sosial buruh dan majikan. Biarpun buruh atau keluarga buruh bisa menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah paling bagus di Australia namun dari tahun ke tahun mereka semakin tertekan oleh sistem sosial ini. Makin lama buruh semakin menyaksikan dan menghadapi posisi bos atau majikan sebagai seorang diktator yang semakin kuat. Ini berlangsung selama 12 tahun terakhir.

 

Memang ada isu-isu lain di luar isu buruh, misalnya isu pendidikan yang berhasil menarik banyak massa untuk turun ke jalan, dimana pemotongan anggaran pemerintah akibat krisis kapitalisme memaksa dikorbankannya hak-hak rakyat terhadap pendidikan. Selain itu juga ada isu pencari suaka/pengungsi yang merupakan isu kemanusiaan dan berhasil menggerakkan banyak orang dalam demonstrasi-demonstrasi. Namun pada pokoknya, perjuangan kelas buruh di Australia selama 12 tahun terakhir menderita pukulan mundur. Ini harus kita akui. Saat ini jumlah penduduk Australia ada kira-kira 30 juta jiwa. Jumlah buruhnya kira-kira sebesar 70% dari total populasi. Tentu dengan jumlah keanggotaan Socialist Alternative sebanyak 300 orang, apa yang harus kami lakukan adalah bagaimana caranya terus mempertahankan, merawat, dan mengembangkan kader-kader itu melalui terus menjalankan pendidikan rutin mengenai teori-teori Marxisme, kelompok baca buku-buku revolusioner, pertemuan-pertemuan publik mengenai isu-isu terkini, sembari terus bekerja di serikat-serikat buruh dan di kampus-kampus untuk memenangkan buruh dan mahasiswa serta merekrutnya menjadi anggota.

 

Mahendra: Baiklah, kawan-kawan sekalian, sudah dua setengah jam kita berdiskusi mengenai Partai Massa Buruh dan Partai Revolusioner. Saya pikir banyak pelajaran yang kita dapat dalam diskusi malam ini. Terimakasih pada kawan-kawan buruh dan mahasiswa yang sudah hadir dan berpartisipasi. Sebelum kita tutup diskusi ini, saya persilakan Kawan Julian menyampaikan pesan atau pandangannya.

 

Julian: Saya pikir diskusi macam ini sangat diperlukan. Banyak sekali yang perlu kita lakukan untuk menyebarkan gagasan dan wacana revolusioner kepada massa. Saya berterimakasih sekali sudah diundang dalam diskusi yang sangat hangat dan bersahabat ini. Semoga acara-acara seperti ini bisa semakin banyak lagi ke depannya.

 

Mahendra: Mari kita berikan aplaus pada Kawan Julian.

 

(tepuk tangan)

 

Mahendra: Hidup buruh! Hidup mahasiswa!

Para Peserta: Hidup buruh! Hidup mahasiswa!

(Acara ditutup dengan nyanyian “Internasionale” oleh kawan-kawan SeBUMI (Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia). Sebagian peserta masih tinggal di tempat untuk melihat-lihat lapak buku-buku Bintang Nusantara, Toko Buku Buruh Membaca, maupun stan kaos SeBUMI sementara lainnya menikmati obrolan santai tentang pergerakan sembari minum kopi)[2]

 

[1] Pengumuman Acara via Facebook, “Diskusi Terbatas ‘Partai Massa Buruh dan Partai Revolusioner: Belajar dari Pengalaman Kaum Buruh Australia’”, diselenggarakan oleh Bintang Nusantara, Senin 5 Mei 2014.

[2] Notula ini ditulis oleh Luki Hari, kontributor Bumi Rakyat, salah satu peserta yang diundang, sekaligus bertindak sebagai Interpreter atau penerjemah bagi Kawan Julian dalam diskusi. Notula ini tidak mewakili pandangan pribadi penulis.

Umum

Siapa yang Teman Sejati

Ada sebuah pohon yang sedang berbuah lebat, buahnya terlihat kuning keemasan sangat menggiurkan.
Seekor burung jalak terbang ke pohon tersebut, dengan suara keras berteriak memuji pohon tersebut.
“Pohon yang subur, engkau terlihat indah dengan buah-buah pohon ini.”
Pohon setelah mendengar pujian tersebut berkata kepada burung jalak, “Teman, tinggallah ditempat saya!.”

Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini sambil bernyanyi, “Pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus”
Pohon berkata kepada burung kenari ini, “Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja!”Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk disana sini di badan pohon buah, membuat pohon buah sangat kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak kepada burung pelatuk, burung pelatuk berkata, “Saya melihat di dalam tubuh anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka anda akan sakit dimakan ulat…”

Si pohon dengan marah berkata, “Omong kosong, engkau mematuk saya, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini!”, burung pelatuk akhirnya terbang pergi.

Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur.

Akhirnya dahannya juga layu, tidak bisa berbuah lagi.

Burung jalak terbang meninggalkannya.., burung kenari juga tidak datang bernyanyi lagi..

Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat ditubuh pohon terpatuk habis.

Beberapa waktu kemudian, pohon ini tumbuh kembali, daun-daun hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.

Pada saat ini, pohon dengan perasaan terharu berkata, “Yang bernyanyi dan memuji anda belum tentu adalah seorang teman, tetapi yang bersedia menunjukkan kekurangan Anda, juga bisa membantu Anda, inilah teman sejati.”

Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. Ams 27:6

Umum

10 Negara dengan Produksi Mobil Terbanyak di Dunia

10 Negara dengan Produksi Mobil Terbanyak di Dunia

10 Negara dengan Produksi Mobil Terbanyak di Dunia – Berdasarkan data yang dirilis OICA (Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles), jumlah Produksi Kendaraan Bermotor di dunia ini pada tahun 2015 adalah sebanyak 90,7 juta unit. OICA yang didirikan pada tahun 1919 ini merupakan sebuah Organisasi Internasional Pembuat Kendaraan Bermotor yang memiliki sekitar 39 Anggota di Dunia ini. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau lebih dikenal dengan singkatan GAIKINDO juga merupakan salah satu anggota dari OICA.

 

Dari keseluruhan jumlah produksi kendaraan bermotor di dunia ini, Tiongkok atau China merupakan Negara yang memproduksi Mobil Terbanyak di Dunia yaitu sebanyak 24,5 juta unit mobil. Artinya, sebanyak 27% kendaraan bermotor di dunia ini diproduksi oleh Negara China. Negara yang menempati urutan kedua sebagai Negara dengan Produksi Mobil Terbanyak di Dunia adalah Amerika Serikat dengan jumlah produksi sebanyak 12,1 juta unit mobil.  Posisi ketiga ditempati oleh Jepang dengan jumlah produksi sebanyak 9,2 juta unit mobil.

Negara kita, Republik Indonesia menduduki urutan ke 17 dengan jumlah produksi kendaraan bermotornya sebanyak 1,09 juta unit. Urutan tersebut 5 rangking lebih rendah dari Thailand yang menduduki di urutan 12 dengan jumlah produksinya sebanyak 1,91 juta unit.

Daftar 10 Negara dengan Produksi Mobil Terbanyak di Dunia

Berikut ini adalah Daftar 10 Negara dengan Produksi Mobil Terbanyak di Dunia beserta jumlah produksi pada tahun 2015.

1. China (Tiongkok)

 

Total Produksi : 24.503.326 unit
Mobil Penumpang : 21.079.427 unit
Mobil Komersial : 3.423.899 unit

2. Amerika Serikat

Total Produksi : 12.100.095 unit
Mobil Penumpang : 4.163.679 unit
Mobil Komersial : 7.936.416 unit

3. Jepang

Total Produksi : 9.278.238 unit
Mobil Penumpang : 7.830.722 unit
Mobil Komersial : 1.447.516 unit

4. Jerman

Total Produksi : 6.033.164 unit
Mobil Penumpang : 5.707.938 unit
Mobil Komersial : 325.226 unit

5. Korea Selatan

Total Produksi : 4.555.957 unit
Mobil Penumpang : 4.135.108 unit
Mobil Komersial : 420.849 unit

6. India

Total Produksi : 4.125.744 unit
Mobil Penumpang : 3.378.063 unit
Mobil Komersial : 747.681 unit

7. Meksiko

Total Produksi : 3.565.469 unit
Mobil Penumpang : 1.968.054 unit
Mobil Komersial : 1.597.415 unit

8. Spanyol

Total Produksi : 2.733.201 unit
Mobil Penumpang : 2.218.980 unit
Mobil Komersial : 514.221 unit

9. Brasil

 

Total Produksi : 2.429.463 unit
Mobil Penumpang : 2.018.954 unit
Mobil Komersial : 410.509 unit

10. Kanada

Total Produksi : 2.283.474 unit
Mobil Penumpang : 1.394.909 unit
Mobil Komersial : 1.394.909 unit

Sumber referensi : Data Jumlah produksi Kendaraan Bermotor ini dikutip dariwww.oica.net.

Umum

Negara-negara Anggota ASEAN

Negara Anggota ASEAN

Negara-negara Anggota ASEAN – ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi yang didirikan oleh Negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada tanggal 8 Agustus 1967 di Kota Bangkok (Thailand) dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengembangkan kebudayaan Negara-negara anggotanya, menjaga stabilitas dan perdamaian serta memberikan kesempatan kepada anggota-anggotanya untuk membahas perbedaan dengan damai . Pada awal pembentukan ASEAN, jumlah anggota ASEAN adalah 5 Negara yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura dan Filipina. Kelima Negara tersebut juga merupakan pendiri ASEAN. Dalam bahasa Indonesia, ASEAN disebut juga dengan PERBARA atau Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara.

Pada Tanggal 7 Januari 1984, Brunei Darussalam bergabung menjadi Anggota ASEAN yang ke-6. Negara-negara Asia Tenggara lainnya juga bergabung menjadi Anggota ASEAN seperti Vietnam (bergabung pada tanggal 28 Juli 1995), Laos dan Myanmar (bergabung pada tanggal 23 Juli 1997) kemudian pada tanggal 16 Desember 1998 Kamboja juga ikut bergabung ke dalam Organisasi ASEAN.

Saat ini, Anggota ASEAN telah bertambah menjadi 10 Negara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.

Profil Negara-negara Anggota ASEAN

Berikut ini adalah Profil singkat Negara-negara yang bergabung dalam ASEAN :
Baca juga : Nama-nama Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan di Negara ASEAN

INDONESIA

Bendera Indonesia

Ibukota  : Jakarta
Luas Wilayah : 1.904.569 km2
Jumlah Penduduk : 253.609.643 jiwa (estimasi Juli 2014)
Bahasa : Indonesia
Mata Uang : Rupiah (IDR)
Hari Kemerdekaan : 17 Agustus 1945
Lagu Nasional : Indonesia Raya

 

Malaysia

Bendera Malaysia

Ibukota : Kuala Lumpur
Luas Wilayah  : 329.847 km2
Jumlah Penduduk : 30.073.353 jiwa (estimasi Juli 2014)
Bahasa : Melayu
Mata Uang : Ringgit (MYR)
Hari Kemerdekaan : 31 Agustus 1957 (dari Inggris)
Lagu Nasional : Negaraku

 

 

Thailand

Bendera Thailand

Ibukota  : Bangkok
Luas Wilayah : 513.120 km2
Jumlah Penduduk  : 67.741.401 jiwa (estimasi Juli 2014)
Bahasa  : Thai
Mata Uang : Baht (THB)
Hari Kemerdekaan : – (tidak pernah dijajah oleh Negara lain)
Lagu Nasional : Phleng Chat Thai (National Anthem of Thailand)

 

Filipina

 

Bendera Filipina

Ibukota  : Manila
Luas Wilayah  : 300.000 km2
Jumlah Penduduk : 107.668.231 jiwa (estimasi Juli  2014)
Bahasa : Filipino (Tagalog) dan Inggris
Mata Uang : Peso (PHP)
Hari Kemerdekaan : 12 Juni 1898 (dari Spanyol)
Lagu Nasional : Lupang Hinirang (Chosen Land)

 

Singapura

Bendera Singapura

 

Ibukota  : Singapura
Luas Wilayah : 697 km2
Jumlah Penduduk  : 5.567.301 jiwa (estimasi Juli  2014)
Bahasa  : Inggris, Melayu, Mandarin dan Tamil
Mata Uang : Dolar Singapura (SGD)
Hari Kemerdekaan : 9 Agustus 1965 (dari Federasi Malaysia)
Lagu Nasional : Majulah Singapura

 

Brunei Darussalam

Bendera Brunei Darussalam

Ibukota  : Bandar Seri Begawan
Luas Wilayah : 5.765 km2
Jumlah Penduduk : 422.675 jiwa (estimasi Juli  2014)
Bahasa  Resmi  : Melayu
Mata Uang : Dolar Brunei (BND)
Hari Kemerdekaan : 1 Januari 1984 (dari Inggris)
Lagu Nasional : Allah Peliharakan Sultan

 

Vietnam

Bendera Vietnam

Ibukota : Hanoi
Luas Wilayah : 331.210 km2
Jumlah Penduduk  : 93.421.835 jiwa (estimasi Juli  2014)
Bahasa  Resmi : Vietnam
Mata Uang   : Dong (VND)
Hari Kemerdekaan  : 2 September 1945 (dari Prancis)
Lagu Nasional : Tien quan ca (The Song of the Marching Troops)

Laos

Bendera Laos

Ibukota  : Vientiane
Luas Wilayah  : 236.800 km2
Jumlah Penduduk : 6.803.699 jiwa (estimasi Juli  2014)
Bahasa  Resmi : Lao
Mata Uang : Kip Laos (LAK)
Hari Kemerdekaan : 19 Juli 1949 (dari Prancis)
Lagu Nasional : Pheng Xat Lao (Hymn of the Lao People)

 

Myanmar (Burma)

Bendera Myanmar

Ibukota : Rangoon (Yangon)
Luas Wilayah : 676.578 km2
Jumlah Penduduk  : 55.746.253 jiwa (estimasi Juli  2014)
Bahasa  Resmi : Myanmar
Mata Uang  : Kyat Myanmar (MMK)
Hari Kemerdekaan : 4 Januari 1948 (dari Inggris)
Lagu Nasional  : Kaba Ma Kyei (Till the End of the World, Myanmar)

 

Kamboja

Bendera Kamboja

Ibukota : Phnom Penh
Luas Wilayah : 181.035 km2
Jumlah Penduduk  : 15.458.332 jiwa (estimasi Juli  2014)
Bahasa  Resmi  : Khmer
Mata Uang : Riel Kamboja (KHR)
Hari Kemerdekaan : 9 Nopember 1953 (dari Prancis)
Lagu Nasional : Nokoreach (Royal Kingdom)

Untuk daftar nama-nama Sekretaris Jenderal ASEAN, silakan klik sini.

Catatan : 
Data Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk dikutip dari CIA World Factbook.

Umum

Benua-benua di Dunia

7 Benua di Dunia

Benua adalah daratan luas yang berada di permukaan Bumi. Benua memiliki Luas daratan yang lebih besar dari Pulau. Bumi yang kita huni ini memiliki 7 Benua, ketujuh Benua tersebut diantaranya adalah Benua Asia, Benua Eropa, Benua Afrika, Benua Amerika Utara, Benua Amerika Selatan, Benua Australia dan Benua Antartika. Tetapi ada juga yang membedakannya menjadi 6 Benua yaitu menggabungkan Benua Amerika Utara dan Benua Amerika Selatan menjadi satu Benua yakni Benua Amerika saja.

Dari Ketujuh Benua tersebut, Benua terbesar di Dunia ini adalah Benua Asia yang memiliki luas daratan sekitar 44,579,000 km2 atau sekitar 29.5% dari Total luas daratan di Bumi ini. Sedangkan Benua yang terkecil adalah Benua Australia yang hanya memiliki luas daratan sekitar 9.008.500 km2 atau sekitar 5.9% dari total luas daratan Bumi ini.

Satu-satunya Benua yang belum memiliki penghuni tetap adalah Benua Antartika yang berada di Kutub Selatan Bumi. Benua Antartika hanya dihuni oleh para ilmuwan dan peneliti dalam batas waktu tertentu saja.

7 Benua di Dunia

Berikut ini adalah 7 Benua di Dunia ini beserta Luas daratan dan Jumlah Populasinya.

Benua Asia

Luas Daratan                            : 44,579,000 km2 (29.5%)
Populasi Penduduk                : 4,164,252,000 Jiwa (60%)
Kepadatan Penduduk/km : 95/km2
Jumlah Negara                         : 45 Negara